Pontianak    

Sungai Jawi Masuk Tiga Besar Regional III, Inovasi Kelurahan Dinilai Tim Nasional

Oleh : Redaksi KalbarOnline
Thursday, 05 November 2026
Sungai Jawi Masuk Tiga Besar Regional III, Inovasi Kelurahan Dinilai Tim Nasional
Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan dalam klarifikasi lapangan oleh tim penilai nasional kelurahan berprestasi yang berlangsung di Aula Muis Amin, Kantor Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kota Pontianak, Kamis (5/11/2026) (Foto: Prokopim For KALBARONLINE.com)
WhatsApp Icon
Ukuran Font
Kecil Besar

KALBARONLINE.com – Kelurahan Sungai Jawi, Kecamatan Pontianak Kota, berhasil masuk tiga besar Regional III Kalimantan dalam Penjaringan Desa dan Kelurahan Berprestasi Tingkat Nasional Tahun 2026.

Capaian tersebut mengantarkan Sungai Jawi ke tahap klarifikasi lapangan oleh tim penilai nasional. Proses penilaian berlangsung di Aula Muis Amin, Kantor Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kota Pontianak, Kamis (5/11/2026).

Wakil Wali Kota Pontianak, Bahasan, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang berkontribusi dalam pencapaian tersebut, mulai dari pemerintah kelurahan, kecamatan, perangkat daerah, hingga masyarakat.

"Kita patut berbangga karena Kelurahan Sungai Jawi berhasil masuk tiga besar regional. Capaian ini merupakan hasil kerja sama dan kolaborasi antara pemerintah kelurahan, kecamatan, perangkat daerah, serta seluruh elemen masyarakat," ujarnya.

Menurut Bahasan, sejumlah inovasi menjadi kekuatan Sungai Jawi dalam penjaringan tahun ini. Di bidang pemerintahan, terdapat Sipaling Sungai Jawi yang memanfaatkan teknologi digital untuk meningkatkan kecepatan dan kemudahan pelayanan publik.

Sementara di bidang kewilayahan, Kelurahan Sungai Jawi mengembangkan Bank Sampah Jawi Berkelas dan Kampung Sayur untuk memperkuat pengelolaan lingkungan, ekonomi masyarakat, serta ketahanan pangan.

"Kampung Sayur ini sudah memberikan manfaat. Kita mendorong masyarakat menanam komoditas seperti cabai sehingga dapat membantu menjaga ketersediaan pasokan dan kestabilan harga," jelasnya.

Adapun di bidang kemasyarakatan, inovasi Jawara, Terisma, dan Sakura menjadi bagian dari upaya pemberdayaan serta peningkatan kualitas kehidupan warga.

Bahasan mengatakan, pengembangan berbagai program tersebut menjadi tantangan tersendiri mengingat Sungai Jawi merupakan kawasan permukiman padat penduduk. Keterbatasan wilayah menuntut pemerintah kelurahan dan masyarakat lebih kreatif dalam memanfaatkan potensi yang tersedia.

Ia menekankan, prestasi yang diraih harus diikuti dengan konsistensi dalam menjalankan berbagai program tersebut.

"Semoga Sungai Jawi dapat menjadi contoh bagi 28 kelurahan lainnya di Kota Pontianak," katanya.

Sementara itu, Asisten Deputi Pembiayaan Kementerian Koperasi, Niken Wulandari, menjelaskan bahwa penjaringan desa dan kelurahan berprestasi tahun 2026 memiliki sejumlah penekanan baru dibandingkan tahun sebelumnya.

Selain menilai aspek pemerintahan, kewilayahan, dan kemasyarakatan, tim juga memperhatikan pengembangan ekonomi lokal berbasis koperasi dan UMKM, ketangguhan menghadapi perubahan iklim, serta kemampuan desa dan kelurahan dalam merespons dampak inflasi.

"Jadi tidak hanya UMKM yang tumbuh, tetapi bagaimana usaha-usaha tersebut dapat dikonsolidasikan melalui koperasi," jelasnya.

Niken menerangkan, penguatan koperasi diharapkan turut membantu menjaga keterjangkauan harga kebutuhan pokok. Koperasi juga didorong membangun kerja sama dengan pelaku usaha dan pemerintah daerah untuk memperkuat rantai pasok komoditas.

Ia mencontohkan pengembangan tanaman cabai melalui Kampung Sayur sebagai bentuk partisipasi masyarakat dalam mendukung ketersediaan pangan lokal. Menurutnya, inisiatif semacam itu dapat diperkuat melalui kolaborasi antarpemangku kepentingan.

Terkait proses penjaringan, Niken menjelaskan bahwa penilaian administrasi, pemaparan, dan wawancara calon juara telah dilaksanakan pada 5 hingga 9 Oktober 2026.

Tahun ini, penyelenggara juga menerapkan pembagian enam regional, dengan Kalimantan masuk Regional III. Pada tahap klarifikasi lapangan, tim akan memeriksa kesesuaian data yang telah disampaikan sebelumnya, mengamati langsung pelaksanaan program, serta berdialog dengan unsur pemerintah dan masyarakat.

"Klarifikasi lapangan tidak semata-mata untuk memeriksa kesesuaian data dan informasi, tetapi juga memahami bagaimana program inovasi dilaksanakan, sejauh mana manfaatnya bagi masyarakat, dan bagaimana keberlanjutannya dapat dijaga," terangnya.

Hasil klarifikasi tersebut akan menjadi bagian dari penilaian akhir untuk menentukan desa dan kelurahan berprestasi tingkat nasional tahun 2026. (*)

Artikel Selanjutnya
Bahasan Ingatkan Belanja Daerah Harus Tepat Sasaran, Pengawasan Internal Diperkuat
Thursday, 05 November 2026
Artikel Sebelumnya
Antisipasi Intrusi Air Laut, PDAM Pontianak Dorong Pembangunan SPAM Regional
Thursday, 05 November 2026

Berita terkait