Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Thursday, 05 November 2026 |
KALBARONLINE.com – RSUD dr. Soedarso Pontianak membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan kritik, saran, dan masukan terkait pelayanan kesehatan. Berbagai aspirasi tersebut diharapkan menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas layanan rumah sakit.
Upaya itu dilakukan melalui kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Forum Konsultasi Publik bertema “Pengembangan Layanan di RSUD dr. Soedarso” yang digelar pada Kamis (5/11/2026).
Direktur RSUD dr. Soedarso Pontianak, drg. Hary Agung Tjahyadi, mengatakan forum tersebut menjadi kesempatan bagi rumah sakit untuk mendengar langsung aspirasi masyarakat dan berbagai pihak yang selama ini berkaitan dengan pelayanan kesehatan.
Menurutnya, keterbukaan terhadap masukan publik merupakan bagian dari tanggung jawab rumah sakit sebagai penyelenggara layanan publik.
“Sebagai satu unit layanan publik memang diwajibkan untuk transparan kepada publik terkait dengan masukan-masukan, informasi, saran dan sebagainya dari pengguna atau masyarakat yang memanfaatkan layanan publik tersebut,” ujar Hary.
Ia menjelaskan, peserta FGD berasal dari berbagai kalangan, mulai dari masyarakat umum, organisasi profesi, yayasan yang bergerak di bidang kesehatan, perguruan tinggi, hingga warga yang tinggal di sekitar rumah sakit.
Keterlibatan kalangan akademisi juga dinilai penting karena RSUD dr. Soedarso merupakan rumah sakit pendidikan. Saat ini, rumah sakit tersebut telah bekerja sama dengan sekitar 22 perguruan tinggi, baik di Kalimantan Barat maupun luar daerah, sebagai tempat pendidikan mahasiswa kedokteran dan bidang kesehatan lainnya.
Sejumlah ketua RT di sekitar lingkungan rumah sakit juga diundang untuk menyampaikan aspirasi berdasarkan pengalaman masyarakat di wilayah masing-masing.
Dalam forum tersebut, pengamat kebijakan publik Kalimantan Barat, Herman Hofi Munawar, turut memberikan pandangan mengenai perkembangan fasilitas dan pelayanan RSUD dr. Soedarso.
Ia mengapresiasi peningkatan fasilitas rumah sakit dari tahun ke tahun. Herman juga menilai hasil survei kepuasan masyarakat yang dipaparkan dalam kegiatan tersebut menunjukkan capaian positif.
“Saya pikir saat sekarang ini apa yang dilakukan oleh RSUD dr. Soedarso progresnya sudah cukup bagus sekali. Kita lihat berbagai fasilitas yang dimiliki RSUD dr. Soedarso sendiri, dari tahun ke tahun ada peningkatan. Bahkan yang sangat baik sekali informasi tadi hasil survei menunjukkan tingkat kepuasan sangat bagus sekali,” ungkap Herman.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa peningkatan pelayanan kesehatan tidak boleh berhenti pada capaian yang sudah ada. Rumah sakit perlu terus menyesuaikan fasilitas, sumber daya manusia, dan sistem pelayanan dengan kebutuhan masyarakat yang terus berkembang.
Salah satu persoalan yang menjadi sorotannya adalah tingginya jumlah pasien yang dirujuk ke RSUD dr. Soedarso sebagai rumah sakit rujukan tingkat provinsi.
Menurut Herman, rumah sakit tersebut tidak akan mampu menampung seluruh kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat Kalimantan Barat apabila fasilitas kesehatan di kabupaten dan kota belum berfungsi secara optimal.
“Kalau semua masyarakat itu langsung saja dirujuk ke RSUD dr. Soedarso, ya tidak akan mungkin bisa mengakomodasi itu sendiri,” katanya.
Karena itu, ia mendorong pemerintah kabupaten dan kota memperkuat fasilitas serta kualitas pelayanan kesehatan di daerah masing-masing. Puskesmas dan rumah sakit tipe B maupun tipe C perlu dioptimalkan agar mampu menangani pasien sesuai kapasitas dan kompetensinya.
Dengan begitu, pasien yang masih bisa ditangani di fasilitas kesehatan daerah tidak harus langsung dirujuk ke RSUD dr. Soedarso.
Herman menilai penguatan fasilitas kesehatan di daerah juga dapat membantu mengurangi penumpukan pasien di rumah sakit rujukan provinsi. Persoalan antrean dan tingginya jumlah pasien, menurutnya, perlu dilihat sebagai bagian dari tantangan sistem pelayanan kesehatan di Kalimantan Barat secara menyeluruh.
Melalui Forum Konsultasi Publik ini, berbagai masukan dari masyarakat dan pemangku kepentingan diharapkan menjadi bahan evaluasi bagi RSUD dr. Soedarso untuk meningkatkan kualitas pelayanan ke depan. (Lid)
KALBARONLINE.com – RSUD dr. Soedarso Pontianak membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan kritik, saran, dan masukan terkait pelayanan kesehatan. Berbagai aspirasi tersebut diharapkan menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas layanan rumah sakit.
Upaya itu dilakukan melalui kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Forum Konsultasi Publik bertema “Pengembangan Layanan di RSUD dr. Soedarso” yang digelar pada Kamis (5/11/2026).
Direktur RSUD dr. Soedarso Pontianak, drg. Hary Agung Tjahyadi, mengatakan forum tersebut menjadi kesempatan bagi rumah sakit untuk mendengar langsung aspirasi masyarakat dan berbagai pihak yang selama ini berkaitan dengan pelayanan kesehatan.
Menurutnya, keterbukaan terhadap masukan publik merupakan bagian dari tanggung jawab rumah sakit sebagai penyelenggara layanan publik.
“Sebagai satu unit layanan publik memang diwajibkan untuk transparan kepada publik terkait dengan masukan-masukan, informasi, saran dan sebagainya dari pengguna atau masyarakat yang memanfaatkan layanan publik tersebut,” ujar Hary.
Ia menjelaskan, peserta FGD berasal dari berbagai kalangan, mulai dari masyarakat umum, organisasi profesi, yayasan yang bergerak di bidang kesehatan, perguruan tinggi, hingga warga yang tinggal di sekitar rumah sakit.
Keterlibatan kalangan akademisi juga dinilai penting karena RSUD dr. Soedarso merupakan rumah sakit pendidikan. Saat ini, rumah sakit tersebut telah bekerja sama dengan sekitar 22 perguruan tinggi, baik di Kalimantan Barat maupun luar daerah, sebagai tempat pendidikan mahasiswa kedokteran dan bidang kesehatan lainnya.
Sejumlah ketua RT di sekitar lingkungan rumah sakit juga diundang untuk menyampaikan aspirasi berdasarkan pengalaman masyarakat di wilayah masing-masing.
Dalam forum tersebut, pengamat kebijakan publik Kalimantan Barat, Herman Hofi Munawar, turut memberikan pandangan mengenai perkembangan fasilitas dan pelayanan RSUD dr. Soedarso.
Ia mengapresiasi peningkatan fasilitas rumah sakit dari tahun ke tahun. Herman juga menilai hasil survei kepuasan masyarakat yang dipaparkan dalam kegiatan tersebut menunjukkan capaian positif.
“Saya pikir saat sekarang ini apa yang dilakukan oleh RSUD dr. Soedarso progresnya sudah cukup bagus sekali. Kita lihat berbagai fasilitas yang dimiliki RSUD dr. Soedarso sendiri, dari tahun ke tahun ada peningkatan. Bahkan yang sangat baik sekali informasi tadi hasil survei menunjukkan tingkat kepuasan sangat bagus sekali,” ungkap Herman.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa peningkatan pelayanan kesehatan tidak boleh berhenti pada capaian yang sudah ada. Rumah sakit perlu terus menyesuaikan fasilitas, sumber daya manusia, dan sistem pelayanan dengan kebutuhan masyarakat yang terus berkembang.
Salah satu persoalan yang menjadi sorotannya adalah tingginya jumlah pasien yang dirujuk ke RSUD dr. Soedarso sebagai rumah sakit rujukan tingkat provinsi.
Menurut Herman, rumah sakit tersebut tidak akan mampu menampung seluruh kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat Kalimantan Barat apabila fasilitas kesehatan di kabupaten dan kota belum berfungsi secara optimal.
“Kalau semua masyarakat itu langsung saja dirujuk ke RSUD dr. Soedarso, ya tidak akan mungkin bisa mengakomodasi itu sendiri,” katanya.
Karena itu, ia mendorong pemerintah kabupaten dan kota memperkuat fasilitas serta kualitas pelayanan kesehatan di daerah masing-masing. Puskesmas dan rumah sakit tipe B maupun tipe C perlu dioptimalkan agar mampu menangani pasien sesuai kapasitas dan kompetensinya.
Dengan begitu, pasien yang masih bisa ditangani di fasilitas kesehatan daerah tidak harus langsung dirujuk ke RSUD dr. Soedarso.
Herman menilai penguatan fasilitas kesehatan di daerah juga dapat membantu mengurangi penumpukan pasien di rumah sakit rujukan provinsi. Persoalan antrean dan tingginya jumlah pasien, menurutnya, perlu dilihat sebagai bagian dari tantangan sistem pelayanan kesehatan di Kalimantan Barat secara menyeluruh.
Melalui Forum Konsultasi Publik ini, berbagai masukan dari masyarakat dan pemangku kepentingan diharapkan menjadi bahan evaluasi bagi RSUD dr. Soedarso untuk meningkatkan kualitas pelayanan ke depan. (Lid)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini