Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Monday, 01 June 2026 |
KALBARONLINE.com – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalimantan Barat menyoroti masih terjadinya penumpukan pendaftar di sejumlah SMA negeri di Kota Pontianak menjelang pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026.
Fenomena ini disebut menjadi persoalan yang terus berulang setiap tahun, terutama karena tingginya minat siswa dari daerah sekitar untuk melanjutkan pendidikan di sekolah-sekolah negeri yang berada di ibu kota Provinsi Kalimantan Barat.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdikbud Kalbar, Syarif Faisal, mengatakan Kota Pontianak masih menjadi tujuan utama banyak calon siswa dari kabupaten yang berbatasan langsung, seperti Kubu Raya dan Mempawah.
“Misalnya di Pontianak yang selalu menjadi tantangan adalah penuhnya kuota sekolah. Karena kita punya wilayah kabupaten yang berbatasan langsung seperti Kubu Raya dan Mempawah, sehingga banyak anak-anak yang didorong untuk masuk ke sekolah-sekolah di Kota Pontianak,” kata Faisal.
Menurutnya, kondisi tersebut membuat sejumlah SMA negeri di Pontianak cepat mencapai batas daya tampung, meskipun masih terdapat sekolah negeri lain di wilayah sekitar yang memiliki kapasitas dan kualitas pendidikan yang tidak kalah baik.
“Sebenarnya wilayah sekitar Kota Pontianak itu juga ada sekolah negeri yang cukup baik dan bisa menampung lulusan dari kabupaten-kabupaten tersebut,” ujarnya.
Di tengah tantangan tersebut, Disdikbud Kalbar terus mematangkan persiapan pelaksanaan SPMB 2026. Sebagai bagian dari sosialisasi, pihaknya akan menyediakan akun demo mulai 15 Juni 2026 agar orang tua dan calon peserta didik dapat mencoba sistem pendaftaran secara mandiri sebelum proses resmi dibuka.
“Kita sudah melakukan seluruh persiapan. Sekitar tanggal 15 Juni akan mulai dibuat akun demo untuk orang tua yang ingin mencoba bagaimana menggunakan aplikasi siswa untuk mendaftar SPMB,” jelas Faisal.
Sementara itu, pembuatan akun resmi serta pendaftaran melalui jalur afirmasi dan mutasi dijadwalkan mulai dibuka pada 20 Juni 2026.
Disdikbud Kalbar juga mengimbau para orang tua untuk aktif mencari informasi terkait sekolah tujuan. Saat ini sejumlah SMA di Kalimantan Barat telah melakukan sosialisasi secara mandiri melalui media sosial maupun kegiatan tatap muka bersama masyarakat.
Untuk wilayah perbatasan dan daerah pedalaman yang masih menghadapi keterbatasan akses internet, Disdikbud Kalbar memberikan fleksibilitas dalam pelaksanaan pendaftaran.
“Kita tidak memaksakan seluruh SMA di Kalbar mengikuti SPMB secara online. Untuk daerah yang sulit akses internet dan memiliki keterbatasan sarana-prasarana, kita izinkan melakukan pendaftaran secara luring atau tatap muka,” katanya.
Bahkan, beberapa sekolah melakukan strategi jemput bola guna memastikan akses pendidikan tetap terbuka bagi seluruh masyarakat. Salah satunya SMA Negeri 2 Sandai di Kabupaten Ketapang yang para guru dan kepala sekolahnya turun langsung ke rumah-rumah warga untuk memperkenalkan sekolah sekaligus menjaring calon peserta didik.
Langkah tersebut dilakukan agar pelaksanaan SPMB 2026 dapat menjangkau seluruh calon siswa di Kalimantan Barat, baik yang berada di kawasan perkotaan maupun daerah terpencil. (Lid)
KALBARONLINE.com – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalimantan Barat menyoroti masih terjadinya penumpukan pendaftar di sejumlah SMA negeri di Kota Pontianak menjelang pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026.
Fenomena ini disebut menjadi persoalan yang terus berulang setiap tahun, terutama karena tingginya minat siswa dari daerah sekitar untuk melanjutkan pendidikan di sekolah-sekolah negeri yang berada di ibu kota Provinsi Kalimantan Barat.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdikbud Kalbar, Syarif Faisal, mengatakan Kota Pontianak masih menjadi tujuan utama banyak calon siswa dari kabupaten yang berbatasan langsung, seperti Kubu Raya dan Mempawah.
“Misalnya di Pontianak yang selalu menjadi tantangan adalah penuhnya kuota sekolah. Karena kita punya wilayah kabupaten yang berbatasan langsung seperti Kubu Raya dan Mempawah, sehingga banyak anak-anak yang didorong untuk masuk ke sekolah-sekolah di Kota Pontianak,” kata Faisal.
Menurutnya, kondisi tersebut membuat sejumlah SMA negeri di Pontianak cepat mencapai batas daya tampung, meskipun masih terdapat sekolah negeri lain di wilayah sekitar yang memiliki kapasitas dan kualitas pendidikan yang tidak kalah baik.
“Sebenarnya wilayah sekitar Kota Pontianak itu juga ada sekolah negeri yang cukup baik dan bisa menampung lulusan dari kabupaten-kabupaten tersebut,” ujarnya.
Di tengah tantangan tersebut, Disdikbud Kalbar terus mematangkan persiapan pelaksanaan SPMB 2026. Sebagai bagian dari sosialisasi, pihaknya akan menyediakan akun demo mulai 15 Juni 2026 agar orang tua dan calon peserta didik dapat mencoba sistem pendaftaran secara mandiri sebelum proses resmi dibuka.
“Kita sudah melakukan seluruh persiapan. Sekitar tanggal 15 Juni akan mulai dibuat akun demo untuk orang tua yang ingin mencoba bagaimana menggunakan aplikasi siswa untuk mendaftar SPMB,” jelas Faisal.
Sementara itu, pembuatan akun resmi serta pendaftaran melalui jalur afirmasi dan mutasi dijadwalkan mulai dibuka pada 20 Juni 2026.
Disdikbud Kalbar juga mengimbau para orang tua untuk aktif mencari informasi terkait sekolah tujuan. Saat ini sejumlah SMA di Kalimantan Barat telah melakukan sosialisasi secara mandiri melalui media sosial maupun kegiatan tatap muka bersama masyarakat.
Untuk wilayah perbatasan dan daerah pedalaman yang masih menghadapi keterbatasan akses internet, Disdikbud Kalbar memberikan fleksibilitas dalam pelaksanaan pendaftaran.
“Kita tidak memaksakan seluruh SMA di Kalbar mengikuti SPMB secara online. Untuk daerah yang sulit akses internet dan memiliki keterbatasan sarana-prasarana, kita izinkan melakukan pendaftaran secara luring atau tatap muka,” katanya.
Bahkan, beberapa sekolah melakukan strategi jemput bola guna memastikan akses pendidikan tetap terbuka bagi seluruh masyarakat. Salah satunya SMA Negeri 2 Sandai di Kabupaten Ketapang yang para guru dan kepala sekolahnya turun langsung ke rumah-rumah warga untuk memperkenalkan sekolah sekaligus menjaring calon peserta didik.
Langkah tersebut dilakukan agar pelaksanaan SPMB 2026 dapat menjangkau seluruh calon siswa di Kalimantan Barat, baik yang berada di kawasan perkotaan maupun daerah terpencil. (Lid)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini