Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Thursday, 05 November 2026 |
KALBARONLINE.com – Cakupan layanan teknis Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa Kota Pontianak telah mencapai sekitar 94 persen dari jumlah penduduk. Namun, sekitar 6 persen sisanya masih belum terlayani, terutama masyarakat yang tinggal di kawasan pesisir Sungai Kapuas.
Kondisi tersebut membuat sebagian warga masih mengandalkan air Sungai Kapuas untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Direktur Pelayanan Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa, Muhammad Zulhiyardi, mengatakan salah satu tantangan yang dihadapi perusahaan adalah mendorong masyarakat yang belum terlayani agar beralih menggunakan air bersih dari PDAM.
“PR terbesar kita adalah bagaimana mengedukasi sisa 6 persen masyarakat, khususnya yang berada di pesisir Sungai Kapuas. Saat ini, Sungai Kapuas masih menjadi prioritas utama masyarakat tersebut untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari,” ujarnya, Kamis (5/11/2026).
Menurut Zulhiyardi, kondisi ekonomi menjadi salah satu kendala masyarakat untuk memasang sambungan baru. Selain itu, keberadaan sumber air alternatif membuat sebagian warga belum merasa perlu beralih menggunakan layanan PDAM.
“Dari 6 persen ini, kebanyakan merupakan masyarakat yang belum mampu melakukan pemasangan sambungan baru. Selain itu, mereka juga memiliki sumber air lain selain PDAM, sehingga tanpa melakukan pembayaran pun mereka sudah bisa langsung mengambil air dari Sungai Kapuas,” jelasnya.
Di sisi lain, persoalan intrusi air asin juga menjadi tantangan bagi keberlangsungan pasokan air baku PDAM, terutama saat musim kemarau.
Zulhiyardi menilai persoalan tersebut membutuhkan penanganan lintas pemerintahan karena tidak bisa diselesaikan oleh PDAM sendiri. Salah satu solusi yang didorong adalah pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) regional dari wilayah yang lebih ke hulu dan tidak terdampak intrusi air laut.
Ia menyebut kajian terkait rencana tersebut telah dilakukan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat melalui Bapperida.
Rencana pengembangannya mencakup pembangunan instalasi pengolahan air (IPA), pompa, serta jaringan distribusi untuk memenuhi kebutuhan layanan air bersih bagi Kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya.
“Kami mendorong pemerintah provinsi mengembangkan SPAM regional di daerah yang lebih ke hulu dan tidak terintrusi air laut,” katanya.
Zulhiyardi berharap rencana pengembangan SPAM regional tersebut dapat segera direalisasikan dengan dukungan anggaran dari pemerintah pusat. Dengan demikian, ketersediaan air baku dapat lebih terjamin dan cakupan layanan air bersih di Pontianak maupun Kubu Raya bisa terus ditingkatkan. (Lid)
KALBARONLINE.com – Cakupan layanan teknis Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa Kota Pontianak telah mencapai sekitar 94 persen dari jumlah penduduk. Namun, sekitar 6 persen sisanya masih belum terlayani, terutama masyarakat yang tinggal di kawasan pesisir Sungai Kapuas.
Kondisi tersebut membuat sebagian warga masih mengandalkan air Sungai Kapuas untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Direktur Pelayanan Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa, Muhammad Zulhiyardi, mengatakan salah satu tantangan yang dihadapi perusahaan adalah mendorong masyarakat yang belum terlayani agar beralih menggunakan air bersih dari PDAM.
“PR terbesar kita adalah bagaimana mengedukasi sisa 6 persen masyarakat, khususnya yang berada di pesisir Sungai Kapuas. Saat ini, Sungai Kapuas masih menjadi prioritas utama masyarakat tersebut untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari,” ujarnya, Kamis (5/11/2026).
Menurut Zulhiyardi, kondisi ekonomi menjadi salah satu kendala masyarakat untuk memasang sambungan baru. Selain itu, keberadaan sumber air alternatif membuat sebagian warga belum merasa perlu beralih menggunakan layanan PDAM.
“Dari 6 persen ini, kebanyakan merupakan masyarakat yang belum mampu melakukan pemasangan sambungan baru. Selain itu, mereka juga memiliki sumber air lain selain PDAM, sehingga tanpa melakukan pembayaran pun mereka sudah bisa langsung mengambil air dari Sungai Kapuas,” jelasnya.
Di sisi lain, persoalan intrusi air asin juga menjadi tantangan bagi keberlangsungan pasokan air baku PDAM, terutama saat musim kemarau.
Zulhiyardi menilai persoalan tersebut membutuhkan penanganan lintas pemerintahan karena tidak bisa diselesaikan oleh PDAM sendiri. Salah satu solusi yang didorong adalah pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) regional dari wilayah yang lebih ke hulu dan tidak terdampak intrusi air laut.
Ia menyebut kajian terkait rencana tersebut telah dilakukan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat melalui Bapperida.
Rencana pengembangannya mencakup pembangunan instalasi pengolahan air (IPA), pompa, serta jaringan distribusi untuk memenuhi kebutuhan layanan air bersih bagi Kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya.
“Kami mendorong pemerintah provinsi mengembangkan SPAM regional di daerah yang lebih ke hulu dan tidak terintrusi air laut,” katanya.
Zulhiyardi berharap rencana pengembangan SPAM regional tersebut dapat segera direalisasikan dengan dukungan anggaran dari pemerintah pusat. Dengan demikian, ketersediaan air baku dapat lebih terjamin dan cakupan layanan air bersih di Pontianak maupun Kubu Raya bisa terus ditingkatkan. (Lid)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini