Pontianak    

Cakupan PDAM Pontianak Capai 94 Persen, Warga Pesisir Kapuas Masih Andalkan Air Sungai

Oleh : Redaksi KalbarOnline
Thursday, 05 November 2026
Cakupan PDAM Pontianak Capai 94 Persen, Warga Pesisir Kapuas Masih Andalkan Air Sungai
Direktur Pelayanan Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa, Muhammad Zulhiyardi (Foto: Lid/KALBARONLINE.com)
WhatsApp Icon
Ukuran Font
Kecil Besar

KALBARONLINE.com – Cakupan layanan teknis Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa Kota Pontianak telah mencapai sekitar 94 persen dari jumlah penduduk. Namun, sekitar 6 persen sisanya masih belum terlayani, terutama masyarakat yang tinggal di kawasan pesisir Sungai Kapuas.

Kondisi tersebut membuat sebagian warga masih mengandalkan air Sungai Kapuas untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Direktur Pelayanan Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa, Muhammad Zulhiyardi, mengatakan salah satu tantangan yang dihadapi perusahaan adalah mendorong masyarakat yang belum terlayani agar beralih menggunakan air bersih dari PDAM.

“PR terbesar kita adalah bagaimana mengedukasi sisa 6 persen masyarakat, khususnya yang berada di pesisir Sungai Kapuas. Saat ini, Sungai Kapuas masih menjadi prioritas utama masyarakat tersebut untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari,” ujarnya, Kamis (5/11/2026).

Menurut Zulhiyardi, kondisi ekonomi menjadi salah satu kendala masyarakat untuk memasang sambungan baru. Selain itu, keberadaan sumber air alternatif membuat sebagian warga belum merasa perlu beralih menggunakan layanan PDAM.

“Dari 6 persen ini, kebanyakan merupakan masyarakat yang belum mampu melakukan pemasangan sambungan baru. Selain itu, mereka juga memiliki sumber air lain selain PDAM, sehingga tanpa melakukan pembayaran pun mereka sudah bisa langsung mengambil air dari Sungai Kapuas,” jelasnya.

Di sisi lain, persoalan intrusi air asin juga menjadi tantangan bagi keberlangsungan pasokan air baku PDAM, terutama saat musim kemarau.

Zulhiyardi menilai persoalan tersebut membutuhkan penanganan lintas pemerintahan karena tidak bisa diselesaikan oleh PDAM sendiri. Salah satu solusi yang didorong adalah pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) regional dari wilayah yang lebih ke hulu dan tidak terdampak intrusi air laut.

Ia menyebut kajian terkait rencana tersebut telah dilakukan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat melalui Bapperida.

Rencana pengembangannya mencakup pembangunan instalasi pengolahan air (IPA), pompa, serta jaringan distribusi untuk memenuhi kebutuhan layanan air bersih bagi Kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya.

“Kami mendorong pemerintah provinsi mengembangkan SPAM regional di daerah yang lebih ke hulu dan tidak terintrusi air laut,” katanya.

Zulhiyardi berharap rencana pengembangan SPAM regional tersebut dapat segera direalisasikan dengan dukungan anggaran dari pemerintah pusat. Dengan demikian, ketersediaan air baku dapat lebih terjamin dan cakupan layanan air bersih di Pontianak maupun Kubu Raya bisa terus ditingkatkan. (Lid)

Artikel Selanjutnya
Pria 26 Tahun Ditangkap di Penginapan Kedamin, Polisi Sita 29,47 Gram Sabu
Thursday, 05 November 2026
Artikel Sebelumnya
PDAM Pontianak Beri Diskon 30 Persen bagi Pelanggan Terdampak Air Asin hingga November
Thursday, 05 November 2026

Berita terkait