Kapuas Hulu    

Jembatan Sungai Bedungan Roboh, Akses Penghubung Dua Desa di Kapuas Hulu Terganggu

Oleh : Redaksi KalbarOnline
Saturday, 17 October 2026
Jembatan Sungai Bedungan Roboh, Akses Penghubung Dua Desa di Kapuas Hulu Terganggu
WhatsApp Icon
Ukuran Font
Kecil Besar

KALBARONLINE.com – Jembatan Kayu Sungai Bedungan di Dusun Landau, Desa Belikai, Kecamatan Seberuang, Kabupaten Kapuas Hulu, roboh pada Jumat (16/10/2026). Kerusakan ini mengganggu akses penghubung Desa Belikai dan Desa Nanga Lot serta distribusi barang kebutuhan masyarakat.

Kerusakan diketahui sekitar pukul 06.00 WIB ketika warga yang hendak melintas mendapati jembatan tersebut roboh ke arah hilir sungai. Akibatnya, kendaraan roda empat dan roda enam tidak dapat melintas sehingga aktivitas masyarakat terganggu.

Berdasarkan hasil pengecekan di lapangan, kerusakan jembatan diduga dipicu derasnya arus Sungai Bedungan akibat hujan lebat. Arus sungai membawa material kayu lapuk berukuran besar yang kemudian menumpuk di bagian bawah jembatan. Tumpukan material tersebut diduga membuat pondasi jembatan tidak mampu menahan beban hingga akhirnya roboh.

Pengecekan kondisi jembatan dilakukan oleh Camat Seberuang Fransiskus, S.Sos., Bhabinkamtibmas Polsek Seberuang Brigadir Kurniawan Tino, Babinsa Seberuang Sertu Tampubolon, Kasi Kesra Kecamatan Seberuang Tayam, Kepala Desa Nanga Lot Parmona, Kepala Desa Belikai Ricardus Barce Djawa, serta sejumlah warga setempat.

Untuk sementara, kendaraan roda dua masih dapat melintas dengan bantuan papan yang dipasang pada bagian ujung jembatan. Namun, pengguna jalan diimbau tetap berhati-hati karena kondisi jembatan yang rusak berpotensi membahayakan keselamatan. Sementara itu, kendaraan roda empat dan roda enam belum dapat melintas.

Jembatan sepanjang sekitar 30 meter tersebut merupakan akses penting yang menghubungkan Desa Belikai dan Desa Nanga Lot, sekaligus jalur menuju sejumlah desa di Kecamatan Silat Hulu. Kerusakan ini berdampak terhadap mobilitas warga dan kelancaran pengangkutan barang kebutuhan sehari-hari.

Polri melalui Bhabinkamtibmas bersama unsur terkait terus memantau kondisi di lapangan dan berkoordinasi dengan pihak terkait. Penanganan lebih lanjut diharapkan segera dilakukan agar akses penghubung antardesa tersebut dapat dipulihkan dan aktivitas masyarakat kembali berjalan normal.

Masyarakat yang melintasi kawasan tersebut diimbau untuk mengutamakan keselamatan dan tidak memaksakan diri melewati bagian jembatan yang berisiko membahayakan. (Haq)

Artikel Selanjutnya
Endus Peredaran Suku Cadang dan Oli Tak Sesuai Standar, Polda Kalbar Komitmen Lindungi Hak Konsumen
Saturday, 17 October 2026
Artikel Sebelumnya
Ahli Linguistik USU: Konstitusi Tegaskan Kedudukan BPK sebagai Auditor Keuangan Negara
Saturday, 17 October 2026

Berita terkait