Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Friday, 02 October 2026 |
KALBARONLINE.com – Hujan mulai mengguyur sejumlah wilayah Kalimantan Barat setelah periode kemarau dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Namun, persoalan air bersih belum sepenuhnya berakhir bagi warga Dusun Sidomulyo, Desa Limbung, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya.
Sebagian warga masih mengandalkan air hujan dan sumur untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sementara untuk memasak dan minum, sebagian warga harus membeli air.
Kondisi tersebut mendorong Betadine Indonesia bersama Palang Merah Indonesia (PMI) Kalbar menyalurkan bantuan air bersih kepada warga, Jumat (2/10/2026). Selain air bersih, warga juga mendapatkan pemeriksaan kesehatan gratis dan obat-obatan.
Country Head PT iNova Pharmaceuticals Indonesia, Benyamin Wuisan, mengatakan dampak karhutla tidak hanya berkaitan dengan asap dan kebakaran, tetapi juga persoalan ketersediaan air bersih.
“Kita melihat dampak karhutla tidak hanya terjadi kebakaran hutan dan lahan, tetapi juga berdampak kepada persediaan air bersih. Sampai hari ini banyak masyarakat masih membutuhkan air bersih,” kata Benyamin.
Dalam kegiatan tersebut, tenaga kesehatan juga melakukan pemeriksaan terhadap warga. Menurut Benyamin, terdapat sejumlah keluhan kesehatan yang ditemukan, termasuk infeksi saluran pernapasan dan luka yang membutuhkan perawatan.
“Misalnya kita temukan adanya kasus infeksi saluran pernapasan, lalu ada masyarakat yang terkena dampak luka sehingga mereka membutuhkan perawatan,” ujarnya.
Kepala Markas PMI Kalbar, Budiman Very, mengatakan Dusun Sidomulyo menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian karena masyarakat telah mengalami kesulitan mendapatkan air bahkan sebelum kekeringan terjadi.
“Daerah ini sangat menjadi titik perhatian kami karena memang pada saat tidak kekeringan saja masyarakat kesusahan air,” kata Budiman.
Menurutnya, air hujan menjadi salah satu sumber utama yang digunakan masyarakat. Namun, PMI menilai kondisi air hujan yang turun setelah periode karhutla perlu diperhatikan.
“Memang konsumsi utama air hujan. Memang sudah hujan, cuma kita lihat air hujan ini sendiri masih membawa sejumlah partikel akibat karhutla sehingga kurang bersih,” ujarnya.
Salah seorang warga, Suminah, mengaku keluarganya menggunakan air hujan dan air sumur untuk memenuhi sebagian kebutuhan sehari-hari.
“Untuk kebutuhan sehari-hari pakai air hujan, air tanah. Untuk mandi, untuk cuci itu pakai air sumur biasa, bukan sumur bor,” katanya.
Sementara untuk memasak dan minum, keluarganya memilih membeli air. Dalam sehari, mereka membutuhkan sekitar satu galon.
“Selama ini selain dari bantuan kami membeli air untuk masak dan minum, untuk satu hari satu galon,” ungkapnya.
Suminah mengatakan bantuan air bersih tersebut membantu mengurangi kebutuhan keluarganya untuk membeli air.
“Alhamdulillah bantuan ini cukup membantu. Terima kasih bantuannya, semoga lancar,” tuturnya.
Penyaluran air bersih tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Betadine Indonesia bersama PMI Kalbar dalam penanganan dampak karhutla. Sehari sebelumnya, keduanya juga menggelar edukasi dan pemeriksaan kesehatan bagi relawan yang terlibat dalam penanganan karhutla dan distribusi air bersih di Pontianak dan Kubu Raya. (Lid)
KALBARONLINE.com – Hujan mulai mengguyur sejumlah wilayah Kalimantan Barat setelah periode kemarau dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Namun, persoalan air bersih belum sepenuhnya berakhir bagi warga Dusun Sidomulyo, Desa Limbung, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya.
Sebagian warga masih mengandalkan air hujan dan sumur untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sementara untuk memasak dan minum, sebagian warga harus membeli air.
Kondisi tersebut mendorong Betadine Indonesia bersama Palang Merah Indonesia (PMI) Kalbar menyalurkan bantuan air bersih kepada warga, Jumat (2/10/2026). Selain air bersih, warga juga mendapatkan pemeriksaan kesehatan gratis dan obat-obatan.
Country Head PT iNova Pharmaceuticals Indonesia, Benyamin Wuisan, mengatakan dampak karhutla tidak hanya berkaitan dengan asap dan kebakaran, tetapi juga persoalan ketersediaan air bersih.
“Kita melihat dampak karhutla tidak hanya terjadi kebakaran hutan dan lahan, tetapi juga berdampak kepada persediaan air bersih. Sampai hari ini banyak masyarakat masih membutuhkan air bersih,” kata Benyamin.
Dalam kegiatan tersebut, tenaga kesehatan juga melakukan pemeriksaan terhadap warga. Menurut Benyamin, terdapat sejumlah keluhan kesehatan yang ditemukan, termasuk infeksi saluran pernapasan dan luka yang membutuhkan perawatan.
“Misalnya kita temukan adanya kasus infeksi saluran pernapasan, lalu ada masyarakat yang terkena dampak luka sehingga mereka membutuhkan perawatan,” ujarnya.
Kepala Markas PMI Kalbar, Budiman Very, mengatakan Dusun Sidomulyo menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian karena masyarakat telah mengalami kesulitan mendapatkan air bahkan sebelum kekeringan terjadi.
“Daerah ini sangat menjadi titik perhatian kami karena memang pada saat tidak kekeringan saja masyarakat kesusahan air,” kata Budiman.
Menurutnya, air hujan menjadi salah satu sumber utama yang digunakan masyarakat. Namun, PMI menilai kondisi air hujan yang turun setelah periode karhutla perlu diperhatikan.
“Memang konsumsi utama air hujan. Memang sudah hujan, cuma kita lihat air hujan ini sendiri masih membawa sejumlah partikel akibat karhutla sehingga kurang bersih,” ujarnya.
Salah seorang warga, Suminah, mengaku keluarganya menggunakan air hujan dan air sumur untuk memenuhi sebagian kebutuhan sehari-hari.
“Untuk kebutuhan sehari-hari pakai air hujan, air tanah. Untuk mandi, untuk cuci itu pakai air sumur biasa, bukan sumur bor,” katanya.
Sementara untuk memasak dan minum, keluarganya memilih membeli air. Dalam sehari, mereka membutuhkan sekitar satu galon.
“Selama ini selain dari bantuan kami membeli air untuk masak dan minum, untuk satu hari satu galon,” ungkapnya.
Suminah mengatakan bantuan air bersih tersebut membantu mengurangi kebutuhan keluarganya untuk membeli air.
“Alhamdulillah bantuan ini cukup membantu. Terima kasih bantuannya, semoga lancar,” tuturnya.
Penyaluran air bersih tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Betadine Indonesia bersama PMI Kalbar dalam penanganan dampak karhutla. Sehari sebelumnya, keduanya juga menggelar edukasi dan pemeriksaan kesehatan bagi relawan yang terlibat dalam penanganan karhutla dan distribusi air bersih di Pontianak dan Kubu Raya. (Lid)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini