Friday, 23 October 2026 | 23 October 2026
kalbaronline
yanieta arbiastutie
TP PKK Pontianak Raih Juara II Inovasi Menu B2SA Tingkat Kalbar
TP PKK Pontianak Raih Juara II Inovasi Menu B2SA Tingkat Kalbar
Tuesday, 13/10/2026

KALBARONLINE.com – Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Pontianak meraih juara II dalam lomba inovasi penyajian makanan Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA) tingkat Provinsi Kalimantan Barat, Selasa (13/10/2026).

Prestasi ini menjadi motivasi bagi kader PKK dan Posyandu untuk terus mengembangkan kreativitas dalam menghadirkan sajian pangan yang beragam, bergizi, seimbang, dan aman bagi keluarga.

Ketua TP PKK Kota Pontianak, Yanieta Arbiastutie, mengatakan inovasi pangan tidak hanya bertujuan menghasilkan sajian yang menarik, tetapi juga memastikan kebutuhan gizi keluarga terpenuhi dengan tetap memperhatikan kualitas dan keamanan makanan.

“Alhamdulillah, TP PKK Kota Pontianak berhasil meraih juara II. Ini menjadi motivasi bagi kader-kader Posyandu lainnya untuk terus berinovasi menciptakan makanan bagi keluarga, sehingga kebutuhan gizi dan nutrisi terpenuhi serta aman untuk dikonsumsi,” ujarnya.

Menurut Yanieta, pemenuhan gizi keluarga merupakan salah satu langkah penting dalam membangun masyarakat yang sehat. Masyarakat yang sehat diharapkan mampu menjalani aktivitas secara optimal sehingga menjadi lebih produktif.

Salah satu inovasi yang diperkenalkan TP PKK Kota Pontianak adalah penggunaan tepung mocaf (modified cassava flour), yakni tepung berbahan dasar singkong yang difermentasi, dikombinasikan dengan pasta bit untuk membuat mi. Bahan tersebut kemudian diolah menjadi variasi fettuccine carbonara.

Inovasi ini menjadi salah satu upaya menghadirkan sajian yang menarik sekaligus memperhatikan aspek gizi, kualitas, dan keamanan pangan.

“Walaupun dalam bentuk pasta kami ingin makanan ini tetap memperhatikan nilai gizi dan kualitasnya, serta aman dikonsumsi oleh keluarga,” jelas Yanieta.

Ia menambahkan, penyajian makanan dalam bentuk yang familier dan disukai masyarakat dapat menjadi salah satu cara untuk mendorong konsumsi pangan yang lebih beragam. Meski demikian, keseimbangan gizi dan keamanan pangan tetap perlu menjadi perhatian dalam setiap penyajian.

Melalui inovasi menu berbahan tepung mocaf dan pasta bit tersebut, TP PKK Kota Pontianak berharap semakin banyak masyarakat terinspirasi untuk mengembangkan kreativitas dalam mengolah pangan keluarga dengan tetap mengedepankan prinsip B2SA.

Upaya ini sejalan dengan peran TP PKK dalam meningkatkan kesadaran keluarga terhadap pentingnya pemenuhan gizi guna mendukung terwujudnya masyarakat Kota Pontianak yang sehat, aktif, dan produktif. (*)

Yanieta Bagikan Masker Gratis di Pontianak, Warga Diingatkan Waspadai Asap
Yanieta Bagikan Masker Gratis di Pontianak, Warga Diingatkan Waspadai Asap
Wednesday, 19/08/2026

KALBARONLINE.com – Ketua TP PKK Kota Pontianak Yanieta Arbiastutie bersama kader PKK dan Karang Taruna membagikan masker kepada masyarakat, khususnya pengendara sepeda motor di Bundaran Digulis Untan, Rabu (19/8/2026) sore.

Pembagian masker dilakukan sebagai upaya membantu warga menjaga kesehatan di tengah kondisi asap yang masih menyelimuti Kota Pontianak.

Yanieta mengatakan, kondisi udara Pontianak saat ini perlu menjadi perhatian bersama. Meski berdasarkan pemantauan situs ISPUnet Kementerian Lingkungan Hidup kualitas udara Pontianak berada pada kategori sedang, masyarakat tetap diminta waspada karena paparan asap masih terasa, terutama bagi warga yang beraktivitas di luar ruangan.

ISPUnet menyajikan data ISPU secara real time dari stasiun AQMS terdekat dan menampilkan parameter seperti PM10, PM2.5, SO2, NO2, CO, HC, dan O3.

“Karena kondisi asap di Kota Pontianak sedang tidak baik-baik saja, kami membagikan masker agar masyarakat, khususnya pengendara kendaraan bermotor, bisa menggunakan masker dan terhindar dari ISPA,” ujarnya.

Menurut Yanieta, pembagian masker ini menjadi bentuk kepedulian sederhana tetapi penting. Ia berharap masyarakat semakin sadar untuk melindungi diri, terlebih cuaca masih tidak menentu dan asap masih cukup terasa di beberapa waktu.

“Kami berharap masyarakat semakin sehat. Dengan kondisi sekarang ini, hujan tidak menentu dan asap masih tebal, mudah-mudahan pembagian masker ini bisa membantu masyarakat menjaga kesehatan,” katanya.

Ia mengimbau warga untuk mengurangi aktivitas luar ruangan apabila tidak mendesak. Jika harus keluar rumah, masyarakat diminta menggunakan masker, terutama pengendara sepeda motor, anak-anak, lansia, ibu hamil dan warga yang memiliki gangguan pernapasan.

“Jangan keluar rumah atau berkegiatan di luar tanpa menggunakan masker. Mudah-mudahan dengan antisipasi seperti ini kita terhindar dari ISPA,” pesannya.

Yanieta menyebut, saat ini banyak warga mulai mengeluhkan batuk dan gangguan pernapasan akibat kondisi udara yang kurang baik. Karena itu, pencegahan perlu dilakukan sejak dini, mulai dari memakai masker, memperbanyak minum air putih, menjaga daya tahan tubuh hingga segera memeriksakan diri apabila mengalami gejala ISPA.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pihak yang telah mendukung penyediaan masker untuk dibagikan kepada masyarakat. Menurutnya, kolaborasi seperti ini penting agar kepedulian terhadap kesehatan warga dapat menjangkau lebih banyak orang.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang sudah memberikan masker untuk dibagikan kepada masyarakat Kota Pontianak,” ujarnya.

Yanieta turut mengapresiasi kader-kader PKK, Karang Taruna dan relawan yang ikut turun langsung membagikan masker. Ia berharap aksi tersebut dapat menjadi contoh kepedulian bersama di tengah kondisi lingkungan yang sedang tidak sepenuhnya sehat.

“Terima kasih kepada kader-kader Kota Pontianak yang hebat, Karang Taruna, dan semua pihak yang sudah membantu. Semoga masyarakat tetap menjaga kesehatan dan menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah,” pungkasnya. (*)

60 Relawan Duta Sanitasi Dikukuhkan, Siap Edukasi Warga soal SPALD-T Pontianak
60 Relawan Duta Sanitasi Dikukuhkan, Siap Edukasi Warga soal SPALD-T Pontianak
Wednesday, 19/08/2026

KALBARONLINE.com – Sebanyak 60 orang relawan duta sanitasi dikukuhkan untuk membantu mengedukasi masyarakat terkait Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Terpusat (SPALD-T) Kota Pontianak. Sebagian besar relawan merupakan kader PKK, kader posyandu, dan masyarakat yang aktif bergerak di tingkat akar rumput.

Duta Sanitasi Kota Pontianak Yanieta Arbiastutie menyebut relawan duta sanitasi memiliki peran penting dalam membantu memberikan edukasi kepada masyarakat terkait pembangunan SPALD-T. Mereka diharapkan mampu membantu masyarakat memahami manfaat sanitasi yang baik, termasuk cara memanfaatkan dan memelihara fasilitas sanitasi tersebut.

“Kader-kader PKK, kader posyandu, dan masyarakat menjadi relawan duta sanitasi karena kami mempunyai amanah baru untuk mengedukasi masyarakat,” ujarnya usai Kick-off Pembangunan SPALD-T Kota Pontianak di Hotel Ibis, Rabu (19/8/2026).

Ketua TP PKK Kota Pontianak ini menyebut pembangunan SPALD-T tidak hanya berkaitan dengan infrastruktur pipa dan instalasi pengolahan air limbah, tetapi juga membutuhkan perubahan perilaku dan pola pikir masyarakat.

Karena itu, edukasi harus dilakukan secara berkelanjutan agar masyarakat siap menerima, menggunakan, dan menjaga sistem sanitasi yang dibangun.

“Kita ingin mengubah perilaku dan pola pikir masyarakat, sehingga masyarakat tahu bagaimana sanitasi yang baik, serta bisa memanfaatkan dan memelihara sanitasi tersebut,” katanya.

Yanieta menjelaskan, PKK memiliki jaringan yang luas hingga tingkat paling bawah. Dengan kekuatan jaringan tersebut, kader PKK dinilai strategis untuk membantu menyampaikan pesan-pesan sanitasi kepada keluarga dan warga di lingkungan masing-masing.

“PKK ini memiliki jaringan sampai akar rumput. Karena itu, kader-kader yang dilantik menjadi relawan duta sanitasi diharapkan bisa menjadi teman dan sahabat bagi duta sanitasi dalam mengedukasi masyarakat,” jelasnya.

Ia berharap kehadiran relawan duta sanitasi dapat memperkuat komunikasi antara pemerintah dan masyarakat. Dengan pemahaman yang baik, masyarakat diharapkan mendukung pembangunan SPALD-T, tidak salah memahami proses pekerjaan di lapangan, serta ikut menjaga kebersihan lingkungan.

Yanieta menambahkan, sanitasi yang baik akan berdampak pada kesehatan keluarga, kualitas lingkungan permukiman, dan kenyamanan hidup masyarakat.

Karena itu, peran relawan tidak hanya sebatas menyampaikan informasi, tetapi juga mengajak warga membangun kebiasaan hidup bersih dan sehat.

“Harapannya relawan duta sanitasi ini bisa menjadi bagian dari gerakan bersama untuk mewujudkan lingkungan yang lebih sehat dan kualitas hidup masyarakat yang lebih baik,” pungkasnya. (*)

20 Tahun PAUD PKK Pontianak, Terus Buka Akses Pendidikan bagi Keluarga Kurang Mampu
20 Tahun PAUD PKK Pontianak, Terus Buka Akses Pendidikan bagi Keluarga Kurang Mampu
Thursday, 13/08/2026

KALBARONLINE.com – Memasuki usia 20 tahun, Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) PKK Kota Pontianak terus menunjukkan eksistensinya dalam mendukung akses pendidikan bagi anak-anak, khususnya dari keluarga kurang mampu.

Hal tersebut disampaikan Bunda PAUD Kota Pontianak sekaligus Ketua Tim Penggerak PKK Kota Pontianak, Yanieta Arbiastutie, saat peringatan Milad 20 Tahun PAUD PKK Kota Pontianak di Aula Rumah Jabatan Wali Kota, Kamis (13/8/2026).

Menurut Yanieta, perjalanan PAUD PKK selama dua dekade bukan waktu yang singkat. Program tersebut sejak awal dibangun dengan semangat memberikan kesempatan pendidikan yang setara bagi seluruh anak.

Yanieta menuturkan, PAUD PKK Kota Pontianak berdiri pada 2006, pada masa kepemimpinan Wali Kota Pontianak Buchary Abdurrachman. Program tersebut diinisiasi Ketua Tim Penggerak PKK Kota Pontianak kala itu, Sri Astuti Buchary Abdurrachman.

“20 tahun bukanlah perjalanan yang singkat. PAUD PKK ini berdiri pada tahun 2006 dan sejak awal memiliki cita-cita memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk memperoleh pendidikan,” ujarnya.

Ia menambahkan, gagasan pendirian PAUD PKK berangkat dari kepedulian terhadap anak-anak tanpa membedakan latar belakang keluarga. Setiap anak dinilai memiliki hak yang sama untuk memperoleh pendidikan serta tumbuh dan berkembang secara optimal.

Dari gagasan tersebut, PAUD PKK kemudian berkembang dan membuka akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu di Kota Pontianak. Salah satu PAUD PKK yang pertama kali diresmikan berada di wilayah Kelurahan Batu Layang.

Saat ini, PAUD PKK telah berkembang menjadi 30 lembaga yang tersebar di enam kecamatan di Kota Pontianak. Keberadaan puluhan lembaga tersebut didukung para tutor yang berperan langsung dalam proses pendidikan anak usia dini.

Yanieta menekankan pentingnya memastikan peserta didik PAUD PKK benar-benar berasal dari keluarga yang membutuhkan. Hal ini dinilai penting karena di Kota Pontianak juga terdapat PAUD mandiri yang masih membutuhkan peserta didik.

“Kami tidak menerima semua. Ada persyaratannya, salah satunya surat keterangan tidak mampu dari lurah,” jelasnya.

Untuk memastikan ketepatan sasaran, Yanieta mengajak para lurah, Pokja Bunda PAUD serta pihak terkait bersama-sama melakukan verifikasi terhadap calon peserta didik PAUD PKK.

Menurutnya, proses verifikasi diperlukan agar program PAUD PKK benar-benar memberikan manfaat kepada masyarakat yang menjadi sasaran utamanya.

“Mari kita sama-sama melakukan verifikasi terhadap anak-anak yang ingin masuk PAUD PKK, karena PAUD mandiri juga masih membutuhkan murid,” katanya.

Yanieta berharap sinergi antara Bunda PAUD, pemerintah kecamatan dan kelurahan, Tim Penggerak PKK, para tutor serta orang tua dapat terus diperkuat.

Dengan kolaborasi tersebut, keberadaan PAUD PKK diharapkan semakin mampu memberikan fondasi pendidikan yang baik bagi anak-anak sekaligus membuka akses pendidikan bagi keluarga yang membutuhkan.

Peringatan 20 tahun PAUD PKK menjadi momentum untuk memperkuat kembali komitmen tersebut sekaligus melanjutkan perjuangan yang telah dibangun selama dua dekade dalam menyiapkan generasi penerus Kota Pontianak. (*)

Warga Pontianak Barat Antusias Ikuti Jalan Sehat dan Zumba Sambut HUT RI ke-81
Warga Pontianak Barat Antusias Ikuti Jalan Sehat dan Zumba Sambut HUT RI ke-81
Friday, 07/08/2026

KALBARONLINE.com – Warga Kecamatan Pontianak Barat tumpah ruah mengikuti kegiatan Jalan Sehat dan Senam Zumba dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Jumat (7/8/2026) pagi. Kegiatan berlangsung meriah dengan antusiasme warga yang hadir mengenakan atribut bernuansa merah putih.

Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan mengatakan, kegiatan tersebut memiliki tiga makna penting. Pertama, sebagai bentuk rasa syukur atas perjuangan para pahlawan yang telah merebut kemerdekaan. Kedua, mempererat silaturahmi masyarakat Pontianak Barat. Ketiga, mengajak warga membiasakan pola hidup sehat.

Menurut Bahasan, jalan sehat dan senam zumba menjadi cara sederhana namun bermakna untuk mengisi momentum kemerdekaan. Selain memeriahkan peringatan HUT RI, kegiatan tersebut juga mendorong masyarakat agar terus aktif bergerak demi menjaga kesehatan.

"Kita isi dengan Jalan Sehat dan Senam Zumba, semata-mata untuk menjaga kesehatan kita bersama. Hidup sehat itu dengan terus bergerak aktif, agar kita selalu sehat kapanpun dan di manapun," katanya.

Ia mengapresiasi antusiasme warga yang memadati lokasi kegiatan. Menurutnya, tingginya partisipasi masyarakat mencerminkan semangat kebersamaan dalam menyambut bulan kemerdekaan.

Bahasan juga menyampaikan apresiasi kepada panitia, sponsor, dan seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.

Di hadapan peserta, ia turut menyapa warga, khususnya ibu-ibu yang mengenakan pakaian bernuansa merah putih.

"Para emak-emak menggunakan baju merah putih, ini sangat luar biasa," ujarnya.

Ia berpesan agar seluruh peserta tetap menjaga ketertiban, keamanan, dan kebersihan selama kegiatan berlangsung. Menurutnya, semangat merayakan kemerdekaan juga harus diiringi dengan kepedulian terhadap lingkungan.

Kegiatan semakin semarak dengan pembagian doorprize bagi para peserta. Bahasan berharap hadiah yang disiapkan panitia dapat menambah semangat masyarakat mengikuti rangkaian kegiatan.

Sementara itu, Ketua TP PKK Kota Pontianak Yanieta Arbiastutie mengatakan, momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI menjadi pengingat pentingnya menjaga kesehatan.

Menurutnya, tubuh yang sehat, jiwa yang kuat, dan semangat yang tinggi menjadi modal utama dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

"Dengan tubuh yang sehat, jiwa yang kuat, semangat yang mantap, insya Allah kita bisa melaksanakan dan menghadapi setiap kegiatan dengan baik dan lancar," ujarnya.

Yanieta menambahkan, rangkaian peringatan HUT RI juga diisi dengan berbagai kegiatan yang berkaitan dengan kesehatan masyarakat, di antaranya Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS), layanan Posyandu di kecamatan, serta Cek Kesehatan Gratis (CKG).

Ia berharap masyarakat terus membiasakan pola hidup sehat, tidak hanya pada momentum peringatan kemerdekaan, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari.

"Semua bapak ibu harus membiasakan pola hidup sehat. Semangat kita supaya badan sehat, jiwa kuat, dan kegiatan kita berjalan lancar," tutupnya. (*)

Tinjau MPLS di Tiga Sekolah, Bunda PAUD Pontianak Tekankan Sekolah Ramah Anak dan Bebas Bullying
Tinjau MPLS di Tiga Sekolah, Bunda PAUD Pontianak Tekankan Sekolah Ramah Anak dan Bebas Bullying
Wednesday, 15/07/2026

KALBARONLINE.com – Bunda PAUD Kota Pontianak, Yanieta Arbiastutie, meninjau pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di tiga sekolah di Kota Pontianak, Rabu (15/7/2026).

Ketiga sekolah yang dikunjungi yakni SDN 34 Pontianak Kota, TK Adicita Mulia, dan SDN 31 Pontianak Barat.

Dalam kunjungannya, Yanieta menegaskan bahwa Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) merupakan tahap awal yang sangat penting bagi peserta didik untuk beradaptasi dengan lingkungan sekolah, mengenal guru, teman, serta suasana belajar yang baru.

"Banyak manfaat dari kegiatan masa pengenalan lingkungan sekolah. Peserta didik dapat mengenal lingkungan sekolah, teman, dan guru-gurunya. Sekolah ini merupakan rumah kedua bagi mereka," ujarnya.

Menurut Yanieta, kesan pertama yang menyenangkan akan membuat anak lebih nyaman dan bersemangat mengikuti proses belajar. Karena itu, ia mengajak guru maupun orang tua mendampingi anak dengan penuh kesabaran dan keramahan.

"Lakukan prosesnya dengan senyum dan ramah. Kesan pertama masuk sekolah akan menjadi awal tumbuhnya simpati dan kenyamanan anak," tegasnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan inklusif. Yanieta berharap tidak ada praktik diskriminasi maupun perundungan (bullying) yang dialami peserta didik.

"Banyak hal baru yang akan ditemui di sekolah, guru baru, teman baru. Saya berharap tidak ada diskriminasi dan perundungan. Ajarkan anak dengan kasih sayang, kejujuran, tanggung jawab, menghormati guru dan orang tua, sopan santun, disiplin, serta menjaga kebersihan lingkungan sekolah," pesannya.

Dalam rangkaian kunjungan tersebut, SDN 31 Pontianak Barat juga menggelar pelayanan pembuatan Kartu Identitas Anak (KIA) bagi para siswa.

Yanieta mengatakan KIA merupakan bagian dari pemenuhan hak dasar anak sekaligus dokumen penting yang memberikan berbagai kemudahan dalam mengakses layanan publik.

"Kartu Identitas Anak ini sangat penting. Bukan hanya sekadar kartu, tetapi ini adalah pemenuhan hak anak," katanya.

Ia menjelaskan, KIA dapat dimanfaatkan sebagai persyaratan pendaftaran sekolah, akses layanan kesehatan, pembukaan rekening tabungan anak, hingga memperoleh berbagai fasilitas dan potongan harga di tempat rekreasi maupun toko buku yang bekerja sama dengan pemerintah.

"Dengan KIA, anak akan mendapatkan haknya dalam pelayanan publik, seperti pendidikan dan kesehatan. Bagi orang tua yang anaknya belum memiliki Kartu Identitas Anak, segera diurus," pungkasnya. (*)

Bunda PAUD Pontianak Dorong Penerapan PAUD Holistik Integratif untuk Optimalkan Tumbuh Kembang Anak
Bunda PAUD Pontianak Dorong Penerapan PAUD Holistik Integratif untuk Optimalkan Tumbuh Kembang Anak
Tuesday, 14/07/2026

KALBARONLINE.com – Bunda PAUD Kota Pontianak, Yanieta Arbiastutie, menegaskan pentingnya penerapan PAUD Holistik Integratif sebagai upaya mengoptimalkan tumbuh kembang anak sejak usia dini. Hal itu disampaikannya dalam kegiatan Edukasi Masyarakat dan Survei Publik bertema Urgensi dan Konsep Pembelajaran PAUD Holistik Integratif yang digelar di Aula Rumah Dinas Wali Kota Pontianak, Selasa (14/7/2026).

Menurut Yanieta, pendidikan anak usia dini tidak hanya berorientasi pada kemampuan akademik. Pemenuhan kebutuhan dasar anak, mulai dari kesehatan, gizi, pengasuhan, perlindungan hingga stimulasi pendidikan yang berkualitas, juga harus menjadi perhatian utama.

"PAUD Holistik Integratif merupakan pendekatan yang memastikan seluruh kebutuhan esensial anak terpenuhi secara terpadu. Dengan demikian, anak dapat tumbuh dan berkembang secara sehat, cerdas, ceria, serta memiliki karakter yang kuat sebagai bekal di masa depan," ujarnya.

Ia menjelaskan, keberhasilan penerapan PAUD Holistik Integratif di Pontianak membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah, satuan pendidikan, tenaga pendidik, tenaga kesehatan, hingga orang tua. Menurutnya, sinergi tersebut menjadi kunci untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan mendukung perkembangan anak secara menyeluruh.

Yanieta juga mengapresiasi pelaksanaan edukasi masyarakat dan survei publik tersebut karena dinilai mampu meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya layanan PAUD yang terintegrasi.

Selain itu, hasil survei diharapkan dapat menjadi bahan masukan bagi pemerintah dalam menyusun kebijakan yang lebih tepat sasaran untuk pengembangan pendidikan anak usia dini.

"Melalui kegiatan ini, kita berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya investasi pada pendidikan anak usia dini semakin meningkat. Anak-anak adalah generasi penerus yang harus dipersiapkan sejak dini melalui layanan yang berkualitas dan berkelanjutan," tuturnya.

Ia berharap konsep PAUD Holistik Integratif dapat diterapkan secara konsisten di seluruh satuan PAUD di Kota Pontianak sehingga mampu melahirkan generasi yang sehat, cerdas, berkarakter, serta siap menghadapi berbagai tantangan di masa depan. (*)

Yanieta: Lomba HKG PKK Pontianak Jadi Wadah Inovasi dan Perkuat Kebersamaan Kader
Yanieta: Lomba HKG PKK Pontianak Jadi Wadah Inovasi dan Perkuat Kebersamaan Kader
Wednesday, 08/07/2026

KALBARONLINE.com – Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kota Pontianak, Yanieta Arbiastutie, mengajak seluruh kader PKK untuk terus berinovasi sekaligus memperkuat semangat kebersamaan melalui berbagai perlombaan yang digelar dalam rangka Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK Tingkat Kota Pontianak Tahun 2026.

Pesan tersebut disampaikan Yanieta saat menyerahkan penghargaan kepada para pemenang lomba di Aula Rumah Dinas Wali Kota Pontianak, Rabu (8/7/2026).

Yanieta mengapresiasi seluruh peserta dan pemenang yang telah berpartisipasi dalam berbagai cabang lomba. Menurutnya, setiap perlombaan bukan hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana edukasi untuk meningkatkan kapasitas kader PKK dalam memberikan manfaat bagi masyarakat.

"Lomba bukan semata-mata tentang menjadi juara. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana prosesnya melahirkan ide-ide baru, mempererat kerja sama, meningkatkan kreativitas, dan menghadirkan inovasi yang dapat diterapkan di wilayah masing-masing," ujarnya.

Ia menjelaskan, Lomba Penyuluhan Keluarga Indonesia Sadar Administrasi Kependudukan (KISAK) menjadi media untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya administrasi kependudukan sebagai hak dasar setiap warga.

Sementara itu, Lomba Satu Kader Satu Cerita dan Tas Baca PKK diharapkan mampu menumbuhkan budaya literasi di lingkungan keluarga maupun masyarakat.

Yanieta juga menilai berbagai lomba berbasis kreativitas, seperti Vlog Kelopak Bunga PKK, Vlog Cintailah Lingkungan, Parodi Pelayanan Posyandu Integrasi Layanan Primer, hingga lomba pengolahan perca TP PKK, membuktikan bahwa edukasi kepada masyarakat dapat dikemas secara menarik, kreatif, dan mudah dipahami.

Menurutnya, inovasi seperti ini perlu terus dikembangkan agar program-program PKK semakin dekat dengan masyarakat dan mampu menjawab berbagai kebutuhan di lapangan.

Ia juga mengajak seluruh kader untuk terus memperkuat kolaborasi antarkecamatan dan kelurahan sehingga program PKK dapat berjalan lebih efektif dan memberi manfaat yang lebih luas.

"Mari kita jadikan PKK sebagai organisasi yang terus bergerak, terus belajar, terus berinovasi, dan terus hadir memberikan solusi bagi masyarakat. Tidak ada kecamatan yang berjalan sendiri, tidak ada kelurahan yang bekerja sendiri. Kita adalah satu keluarga besar TP PKK Kota Pontianak," tutupnya.

Berikut daftar pemenang Lomba Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 Tingkat Kota Pontianak Tahun 2026:

Lomba Penyuluhan KISAK

  1. Azzahra Syafiqa – Kecamatan Pontianak Utara
  2. Miftah Fathiyah Azra – Kecamatan Pontianak Utara
  3. Rina – Kecamatan Pontianak Selatan
  4. Meri Fitri Susanti – Kecamatan Pontianak Kota
  5. Krisminda Tjan – Kecamatan Pontianak Selatan
  6. Lina Safitri – Kecamatan Pontianak Barat

Lomba Satu Kader Satu Cerita dan Tas Baca PKK

  1. Lilik Handayani – Kecamatan Pontianak Utara
  2. Ainun Fariah – Kecamatan Pontianak Timur
  3. Suryati – Kecamatan Pontianak Barat
  4. Aminiatul Jannah – Kecamatan Pontianak Tenggara
  5. Ayulfari Dikaalfiah – Kecamatan Pontianak Selatan
  6. Dewa Ayu Raka – Kecamatan Pontianak Kota

Lomba Video Vlog Kelopak Bunga PKK

  1. Kelurahan Batulayang – Pontianak Utara
  2. Kelurahan Sungai Jawi Luar
  3. Kelurahan Sungai Jawi
  4. Kelurahan Siantan Hilir
  5. Kelurahan Siantan Hulu
  6. Kelurahan Pal Lima

Lomba Parodi Pelayanan Posyandu Integrasi Layanan Primer

  1. Kelurahan Sungai Jawi
  2. Kelurahan Siantan Tengah
  3. Kelurahan Siantan Hilir
  4. Kelurahan Pal V
  5. Kelurahan Tengah
  6. Kelurahan Parit Mayor

Lomba Pembuatan Vlog Cintailah Lingkungan

  1. Kelurahan Siantan Tengah
  2. Kelurahan Sungai Jawi
  3. Kelurahan Pal V
  4. Kelurahan Siantan Hilir
  5. Kelurahan Benua Melayu Laut
  6. Kelurahan Bansir Laut

Lomba Pengolahan Perca TP PKK

  1. Kecamatan Pontianak Barat
  2. Kecamatan Pontianak Timur
  3. Kecamatan Pontianak Selatan
  4. Kecamatan Pontianak Tenggara
  5. Kecamatan Pontianak Kota
  6. Kecamatan Pontianak Utara
Bunda PAUD Pontianak Lepas Anak Didik PAUD PKK Percontohan, Tekankan Pentingnya Pendidikan Karakter Sejak Dini
Bunda PAUD Pontianak Lepas Anak Didik PAUD PKK Percontohan, Tekankan Pentingnya Pendidikan Karakter Sejak Dini
Thursday, 11/06/2026

KALBARONLINE.com – Bunda PAUD Kota Pontianak, Yanieta Arbiastutie, menghadiri kegiatan pelepasan Anak Didik PAUD PKK Percontohan Tahun Ajaran 2025/2026 yang berlangsung di Rumah Budaya Kampung Caping, Kamis (11/6/2026).

Momen pelepasan ini dihadiri para orang tua, guru, pengurus PKK, serta anak-anak yang telah menyelesaikan pendidikan anak usia dini dan siap melanjutkan ke jenjang sekolah dasar.

Dalam sambutannya, Yanieta menyampaikan apresiasi kepada seluruh tenaga pendidik dan orang tua yang selama ini berperan aktif mendampingi proses tumbuh kembang anak selama menempuh pendidikan di PAUD PKK Percontohan.

Menurutnya, pendidikan anak usia dini memiliki peran penting sebagai fondasi dalam membentuk karakter, kreativitas, serta kemampuan sosial anak sejak usia dini.

“Pelepasan ini bukan sekadar seremoni perpisahan, tetapi menjadi momentum untuk mengapresiasi proses belajar yang telah dilalui anak-anak. Kami berharap mereka dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya dengan semangat belajar yang tinggi dan rasa percaya diri,” ujarnya.

Yanieta juga menegaskan pentingnya kolaborasi antara keluarga, sekolah, dan pemerintah dalam menciptakan lingkungan belajar yang mendukung tumbuh kembang anak secara optimal. Menurutnya, dukungan orang tua menjadi salah satu faktor utama dalam membentuk generasi yang cerdas, sehat, dan berkarakter.

Pada kesempatan tersebut, para anak didik turut menampilkan berbagai pertunjukan seni dan kreativitas yang berhasil memukau para tamu undangan. Penampilan itu menjadi gambaran hasil pembelajaran yang telah mereka jalani selama mengikuti pendidikan di PAUD.

Melalui kegiatan pelepasan ini, diharapkan komitmen untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini di Kota Pontianak dapat terus terjaga. Dengan demikian, PAUD dapat menjadi ruang tumbuh yang mampu melahirkan generasi penerus yang unggul, berkarakter, dan siap menghadapi berbagai tantangan di masa depan.

“Melalui kegiatan ini, diharapkan semangat untuk terus meningkatkan kualitas layanan pendidikan anak usia dini di Kota Pontianak dapat terus terjaga, sehingga mampu melahirkan generasi penerus yang unggul dan siap menghadapi tantangan masa depan,” tutup Yanieta. (*)