Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Jauhari Fatria |
| Minggu, 02 November 2025 |
KALBARONLINE.com – Di tengah kesibukannya memimpin Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Provinsi Kalimantan Barat, Windy Prihastari tetap konsisten membawa satu visi besar: membentuk generasi muda Kalbar yang sehat, tangguh, dan siap menjadi bagian dari Generasi Emas Indonesia 2045.
Di bawah kepemimpinannya, Disporapar Kalbar tidak sekadar menjalankan program seremonial, tapi benar-benar melahirkan inovasi konkret yang berakar pada kebutuhan pemuda zaman sekarang. Salah satunya melalui Gerakan Pemuda Sehat Menuju Indonesia Emas 2045 atau Gema Emas 2045, yang kini berkembang menjadi gerakan kolaboratif lintas daerah.
“Tahun 2045 bukan waktu yang lama. Kita harus menyiapkan sumber daya manusia yang andal, profesional, dan berdaya saing tinggi. Bonus demografi harus dimanfaatkan sebaik mungkin,” ujar Windy, baru-baru ini.
Program Gema Emas 2045 lahir dari keprihatinan Windy terhadap meningkatnya kasus gangguan kesehatan di kalangan pemuda — mulai dari penyakit metabolik hingga kesehatan mental. Ia menilai, kesehatan fisik dan mental menjadi fondasi utama bagi terbentuknya generasi pemimpin masa depan.
Menjawab persoalan itu, Windy menggagas gerakan lintas sektor (extrahelix collaboration) yang menggabungkan edukasi, kreativitas, dan pendekatan gaya hidup sehat. Bersama dr. Fitri, Sp.GK, ia menyusun buku panduan kesehatan fisik dan mental yang dikemas ringan dan mudah dipahami oleh anak muda.
Namun, pendekatan Windy tak berhenti di edukasi konvensional. Ia membawa semangat inovasi agar program ini lebih dekat dengan dunia anak muda. Hasilnya lahir berbagai karya kreatif seperti film pendek “Langkah Kedua”, jingle Gema Emas, dan Senam Segarasa (Sehat, Bugar, Gembira, dan Luar Biasa) — sebuah gerakan olahraga khas Kalbar yang kini diakui oleh Kemenpora RI dan Korminas.
“Kami ingin edukasi kesehatan tidak hanya lewat buku, tapi dikemas kreatif agar lebih disukai anak muda,” tutur Windy.
Inovasi yang digagas Windy bersama Disporapar Kalbar mendapat apresiasi dari Kementerian Pemuda dan Olahraga RI. Program Gema Emas bahkan mendapat ruang khusus untuk dipromosikan ke seluruh Dinas Pemuda dan Olahraga se-Indonesia.
Kini, buku, film, dan jingle Gema Emas dapat diakses gratis melalui barcode di akun Instagram resmi @disporapar. Program ini terbukti inspiratif sekaligus replikatif, bisa diadopsi oleh provinsi lain sebagai model pemberdayaan pemuda berbasis edukasi kesehatan.
Tak hanya itu, Senam Segarasa juga telah terdaftar sebagai Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) di Kementerian Hukum dan HAM. Capaian ini menambah daftar panjang inovasi Windy yang kini telah mengantongi 10 HAKI di bidang kepemudaan dan pariwisata.
“Kreativitas daerah harus dilindungi dan dikembangkan. HAKI ini bukan soal penghargaan pribadi, tapi pengakuan atas kerja kolektif anak muda Kalbar,” jelasnya.
Sebagai birokrat, Windy dikenal visioner dan adaptif terhadap dunia digital. Ia sadar bahwa generasi muda kini hidup dalam ekosistem media sosial yang masif. Karena itu, hampir semua program Disporapar diarahkan menggunakan pendekatan digital marketing agar lebih mudah menjangkau audiens muda.
“Anak muda sangat akrab dengan media sosial. Kami ingin mereka menjadi penyebar informasi positif, bukan hoaks. Pemuda punya potensi besar sebagai agen perubahan,” tegasnya.
Windy juga dikenal dekat dengan masyarakat dan anak muda. Ia kerap turun langsung ke lapangan — dari ajang olahraga, festival kreatif, hingga diskusi kepemudaan — untuk memastikan program tidak hanya berjalan di atas kertas, tetapi benar-benar dirasakan manfaatnya.
“Kalau kita ingin Kalbar maju, maka investasinya ada pada pemuda. Mereka bukan hanya penerus, tapi penggerak utama masa depan,” pungkasnya. (Red)
KALBARONLINE.com – Di tengah kesibukannya memimpin Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Provinsi Kalimantan Barat, Windy Prihastari tetap konsisten membawa satu visi besar: membentuk generasi muda Kalbar yang sehat, tangguh, dan siap menjadi bagian dari Generasi Emas Indonesia 2045.
Di bawah kepemimpinannya, Disporapar Kalbar tidak sekadar menjalankan program seremonial, tapi benar-benar melahirkan inovasi konkret yang berakar pada kebutuhan pemuda zaman sekarang. Salah satunya melalui Gerakan Pemuda Sehat Menuju Indonesia Emas 2045 atau Gema Emas 2045, yang kini berkembang menjadi gerakan kolaboratif lintas daerah.
“Tahun 2045 bukan waktu yang lama. Kita harus menyiapkan sumber daya manusia yang andal, profesional, dan berdaya saing tinggi. Bonus demografi harus dimanfaatkan sebaik mungkin,” ujar Windy, baru-baru ini.
Program Gema Emas 2045 lahir dari keprihatinan Windy terhadap meningkatnya kasus gangguan kesehatan di kalangan pemuda — mulai dari penyakit metabolik hingga kesehatan mental. Ia menilai, kesehatan fisik dan mental menjadi fondasi utama bagi terbentuknya generasi pemimpin masa depan.
Menjawab persoalan itu, Windy menggagas gerakan lintas sektor (extrahelix collaboration) yang menggabungkan edukasi, kreativitas, dan pendekatan gaya hidup sehat. Bersama dr. Fitri, Sp.GK, ia menyusun buku panduan kesehatan fisik dan mental yang dikemas ringan dan mudah dipahami oleh anak muda.
Namun, pendekatan Windy tak berhenti di edukasi konvensional. Ia membawa semangat inovasi agar program ini lebih dekat dengan dunia anak muda. Hasilnya lahir berbagai karya kreatif seperti film pendek “Langkah Kedua”, jingle Gema Emas, dan Senam Segarasa (Sehat, Bugar, Gembira, dan Luar Biasa) — sebuah gerakan olahraga khas Kalbar yang kini diakui oleh Kemenpora RI dan Korminas.
“Kami ingin edukasi kesehatan tidak hanya lewat buku, tapi dikemas kreatif agar lebih disukai anak muda,” tutur Windy.
Inovasi yang digagas Windy bersama Disporapar Kalbar mendapat apresiasi dari Kementerian Pemuda dan Olahraga RI. Program Gema Emas bahkan mendapat ruang khusus untuk dipromosikan ke seluruh Dinas Pemuda dan Olahraga se-Indonesia.
Kini, buku, film, dan jingle Gema Emas dapat diakses gratis melalui barcode di akun Instagram resmi @disporapar. Program ini terbukti inspiratif sekaligus replikatif, bisa diadopsi oleh provinsi lain sebagai model pemberdayaan pemuda berbasis edukasi kesehatan.
Tak hanya itu, Senam Segarasa juga telah terdaftar sebagai Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) di Kementerian Hukum dan HAM. Capaian ini menambah daftar panjang inovasi Windy yang kini telah mengantongi 10 HAKI di bidang kepemudaan dan pariwisata.
“Kreativitas daerah harus dilindungi dan dikembangkan. HAKI ini bukan soal penghargaan pribadi, tapi pengakuan atas kerja kolektif anak muda Kalbar,” jelasnya.
Sebagai birokrat, Windy dikenal visioner dan adaptif terhadap dunia digital. Ia sadar bahwa generasi muda kini hidup dalam ekosistem media sosial yang masif. Karena itu, hampir semua program Disporapar diarahkan menggunakan pendekatan digital marketing agar lebih mudah menjangkau audiens muda.
“Anak muda sangat akrab dengan media sosial. Kami ingin mereka menjadi penyebar informasi positif, bukan hoaks. Pemuda punya potensi besar sebagai agen perubahan,” tegasnya.
Windy juga dikenal dekat dengan masyarakat dan anak muda. Ia kerap turun langsung ke lapangan — dari ajang olahraga, festival kreatif, hingga diskusi kepemudaan — untuk memastikan program tidak hanya berjalan di atas kertas, tetapi benar-benar dirasakan manfaatnya.
“Kalau kita ingin Kalbar maju, maka investasinya ada pada pemuda. Mereka bukan hanya penerus, tapi penggerak utama masa depan,” pungkasnya. (Red)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini