Pontianak    

Simpul Vital Pergerakan Barang dan Jasa, Gubernur Ria Norsan Undang Investor untuk Pembangunan Tol Supadio–Kijing

Oleh : Redaksi KalbarOnline
Kamis, 04 Desember 2025
Simpul Vital Pergerakan Barang dan Jasa, Gubernur Ria Norsan Undang Investor untuk Pembangunan Tol Supadio–Kijing
WhatsApp Icon
Ukuran Font
Kecil Besar

KALBARONLINE.com – Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, menegaskan bahwa pembangunan jalan tol Supadio–Kijing merupakan game changer bagi percepatan ekonomi daerah. Infrastruktur ini akan menjadi simpul vital pergerakan barang dan jasa, menghubungkan Bandara Internasional Supadio dengan Pelabuhan Internasional Kijing sebagai dua pintu masuk utama logistik di Kalbar.

Untuk mempercepat realisasi proyek strategis tersebut, Gubernur Ria Norsan secara langsung mengundang calon investor untuk berdiskusi dan membahas peluang kerja sama pembangunan jalan tol tersebut.

“Kami sangat serius menyikapi ini. Karena itu, kita undang langsung investornya ke sini untuk membahas lebih detail wacana ini,” ujar Gubernur Ria Norsan saat menerima delegasi China Construction Fourth Engineering Division yang dipimpin Vinny Tju di Ruang Kerja Gubernur, Rabu (3/12/2025).

Menurutnya, pembangunan Tol Supadio–Kijing akan memberikan dampak signifikan terhadap kelancaran arus logistik, mempercepat distribusi hasil sumber daya alam, dan meningkatkan daya saing ekonomi Kalimantan Barat. Tol ini menjadi salah satu prioritas pembangunan Pemprov Kalbar selain upaya peningkatan prestasi pembangunan daerah.

Meskipun wacana ini telah bergulir sejak lama, langkah konkret kini dilakukan melalui penjajakan kerja sama dengan investor yang dinilai memiliki kapasitas dan rekam jejak kuat.

“Sekarang kita lagi cari investor yang cocok, yang pas untuk bangun ini,” tegas Gubernur.

Proyek tol Supadio–Kijing diperkirakan memiliki nilai investasi sekitar Rp23,24 triliun dan saat ini memasuki tahap awal. Dokumen Feasibility Study (FS) serta desain dasar akan mulai direview pada tahun 2026. Tahapan berikutnya adalah penyusunan dokumen Amdal pada 2027, dengan proyeksi proses berlangsung satu hingga satu setengah tahun. Setelah Amdal tuntas, penyusunan DPPT (Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah) dapat dimulai pada 2028 sebagai prasyarat proses lelang investasi.

Gubernur berharap rangkaian tahapan tersebut berjalan lancar agar proyek ini tidak kembali mengalami penundaan, mengingat perannya yang krusial bagi pertumbuhan ekonomi Kalbar dan akselerasi pembangunan daerah.

Selain membahas proyek tol, Gubernur juga menyoroti pentingnya peningkatan prestasi pembangunan dan peluang perluasan program prioritas lainnya.

Perwakilan China Construction Fourth Engineering Division, Vinny Tju, menyampaikan respons positif terhadap peluang kerja sama tersebut dan menyatakan kesiapan pihaknya untuk melakukan kajian lebih mendalam.

“Pada intinya, dari pertemuan bersama Bapak Gubernur, kami ingin mengetahui secara detail langkah-langkah kerja sama yang bisa kita lakukan. Ini merupakan langkah besar yang kita bangun bersama demi kemajuan Kalimantan Barat,” ungkapnya. (Red)

Artikel Selanjutnya
Pemprov Kalbar Percepat Implementasi Manajemen Talenta ASN, Gubernur Ria Norsan Siapkan Fondasi Menuju Indonesia Emas 2045
Kamis, 04 Desember 2025
Artikel Sebelumnya
Dandim 1206/Putussibau dan Pj Sekda Kapuas Hulu Ikuti Rapat Purna TMMD Via Vicon
Kamis, 04 Desember 2025

Berita terkait