Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Kamis, 04 Desember 2025 |
KALBARONLINE.com – Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, menegaskan bahwa pembangunan jalan tol Supadio–Kijing merupakan game changer bagi percepatan ekonomi daerah. Infrastruktur ini akan menjadi simpul vital pergerakan barang dan jasa, menghubungkan Bandara Internasional Supadio dengan Pelabuhan Internasional Kijing sebagai dua pintu masuk utama logistik di Kalbar.
Untuk mempercepat realisasi proyek strategis tersebut, Gubernur Ria Norsan secara langsung mengundang calon investor untuk berdiskusi dan membahas peluang kerja sama pembangunan jalan tol tersebut.
“Kami sangat serius menyikapi ini. Karena itu, kita undang langsung investornya ke sini untuk membahas lebih detail wacana ini,” ujar Gubernur Ria Norsan saat menerima delegasi China Construction Fourth Engineering Division yang dipimpin Vinny Tju di Ruang Kerja Gubernur, Rabu (3/12/2025).
Menurutnya, pembangunan Tol Supadio–Kijing akan memberikan dampak signifikan terhadap kelancaran arus logistik, mempercepat distribusi hasil sumber daya alam, dan meningkatkan daya saing ekonomi Kalimantan Barat. Tol ini menjadi salah satu prioritas pembangunan Pemprov Kalbar selain upaya peningkatan prestasi pembangunan daerah.
Meskipun wacana ini telah bergulir sejak lama, langkah konkret kini dilakukan melalui penjajakan kerja sama dengan investor yang dinilai memiliki kapasitas dan rekam jejak kuat.
“Sekarang kita lagi cari investor yang cocok, yang pas untuk bangun ini,” tegas Gubernur.
Proyek tol Supadio–Kijing diperkirakan memiliki nilai investasi sekitar Rp23,24 triliun dan saat ini memasuki tahap awal. Dokumen Feasibility Study (FS) serta desain dasar akan mulai direview pada tahun 2026. Tahapan berikutnya adalah penyusunan dokumen Amdal pada 2027, dengan proyeksi proses berlangsung satu hingga satu setengah tahun. Setelah Amdal tuntas, penyusunan DPPT (Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah) dapat dimulai pada 2028 sebagai prasyarat proses lelang investasi.
Gubernur berharap rangkaian tahapan tersebut berjalan lancar agar proyek ini tidak kembali mengalami penundaan, mengingat perannya yang krusial bagi pertumbuhan ekonomi Kalbar dan akselerasi pembangunan daerah.
Selain membahas proyek tol, Gubernur juga menyoroti pentingnya peningkatan prestasi pembangunan dan peluang perluasan program prioritas lainnya.
Perwakilan China Construction Fourth Engineering Division, Vinny Tju, menyampaikan respons positif terhadap peluang kerja sama tersebut dan menyatakan kesiapan pihaknya untuk melakukan kajian lebih mendalam.
“Pada intinya, dari pertemuan bersama Bapak Gubernur, kami ingin mengetahui secara detail langkah-langkah kerja sama yang bisa kita lakukan. Ini merupakan langkah besar yang kita bangun bersama demi kemajuan Kalimantan Barat,” ungkapnya. (Red)
KALBARONLINE.com – Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, menegaskan bahwa pembangunan jalan tol Supadio–Kijing merupakan game changer bagi percepatan ekonomi daerah. Infrastruktur ini akan menjadi simpul vital pergerakan barang dan jasa, menghubungkan Bandara Internasional Supadio dengan Pelabuhan Internasional Kijing sebagai dua pintu masuk utama logistik di Kalbar.
Untuk mempercepat realisasi proyek strategis tersebut, Gubernur Ria Norsan secara langsung mengundang calon investor untuk berdiskusi dan membahas peluang kerja sama pembangunan jalan tol tersebut.
“Kami sangat serius menyikapi ini. Karena itu, kita undang langsung investornya ke sini untuk membahas lebih detail wacana ini,” ujar Gubernur Ria Norsan saat menerima delegasi China Construction Fourth Engineering Division yang dipimpin Vinny Tju di Ruang Kerja Gubernur, Rabu (3/12/2025).
Menurutnya, pembangunan Tol Supadio–Kijing akan memberikan dampak signifikan terhadap kelancaran arus logistik, mempercepat distribusi hasil sumber daya alam, dan meningkatkan daya saing ekonomi Kalimantan Barat. Tol ini menjadi salah satu prioritas pembangunan Pemprov Kalbar selain upaya peningkatan prestasi pembangunan daerah.
Meskipun wacana ini telah bergulir sejak lama, langkah konkret kini dilakukan melalui penjajakan kerja sama dengan investor yang dinilai memiliki kapasitas dan rekam jejak kuat.
“Sekarang kita lagi cari investor yang cocok, yang pas untuk bangun ini,” tegas Gubernur.
Proyek tol Supadio–Kijing diperkirakan memiliki nilai investasi sekitar Rp23,24 triliun dan saat ini memasuki tahap awal. Dokumen Feasibility Study (FS) serta desain dasar akan mulai direview pada tahun 2026. Tahapan berikutnya adalah penyusunan dokumen Amdal pada 2027, dengan proyeksi proses berlangsung satu hingga satu setengah tahun. Setelah Amdal tuntas, penyusunan DPPT (Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah) dapat dimulai pada 2028 sebagai prasyarat proses lelang investasi.
Gubernur berharap rangkaian tahapan tersebut berjalan lancar agar proyek ini tidak kembali mengalami penundaan, mengingat perannya yang krusial bagi pertumbuhan ekonomi Kalbar dan akselerasi pembangunan daerah.
Selain membahas proyek tol, Gubernur juga menyoroti pentingnya peningkatan prestasi pembangunan dan peluang perluasan program prioritas lainnya.
Perwakilan China Construction Fourth Engineering Division, Vinny Tju, menyampaikan respons positif terhadap peluang kerja sama tersebut dan menyatakan kesiapan pihaknya untuk melakukan kajian lebih mendalam.
“Pada intinya, dari pertemuan bersama Bapak Gubernur, kami ingin mengetahui secara detail langkah-langkah kerja sama yang bisa kita lakukan. Ini merupakan langkah besar yang kita bangun bersama demi kemajuan Kalimantan Barat,” ungkapnya. (Red)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini