Pontianak    

Produk Khas Pontianak Siap Bersaing di Inacraft 2026

Oleh : Redaksi KalbarOnline
Rabu, 04 Februari 2026
Produk Khas Pontianak Siap Bersaing di Inacraft 2026
WhatsApp Icon
Ukuran Font
Kecil Besar

KALBARONLINE.com - Pemerintah Kota Pontianak bersama Dekranasda Kota Pontianak kembali memperlihatkan komitmennya mendorong perajin Kota Pontianak untuk memperluas pemasaran produk unggulan melalui The Jakarta International Handicraft Trade Fair (Inacraft) tahun 2026.

Tahun ini, pameran yang diprakarsai oleh Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (Asephi) itu menetapkan target transaksi ritel sebesar Rp 102,5 miliar dengan kontrak dagang diharapkan mencapai US$1,5 juta.

Selain itu, Inacraft 2026 menargetkan 100.000 pengunjung dan buyers dari luar negeri sebanyak 1.000 visitors yang berasal dari Jepang, Singapura, Malaysia, Timor Leste, USA, India, Australia, Perancis, Uzbekistan, Filipina, Brunei Darussalam, dan Maroko.

Mewakili Wali Kota Pontianak, Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kota Pontianak, Yusnaldi mengatakan, keikutsertaan Pemkot Pontianak bersama Provinsi Kalimantan Barat merupakan implementasi komitmen Pemkot Pontianak dalam meningkatkan daya saing pengrajin lokal, membuka peluang kemitraan, investasi, dan pasar baru bagi pelaku kriya di pameran kerajinan terbesar di Asia Tenggara.

“Dengan tingginya jumlah pengunjung tentu perajin memiliki peluang yang sangat besar untuk memasarkan produknya tidak saja domestik tetapi juga pasar global,” ujarnya di stan Pemkot Pontianak, Rabu (04/02/2026).

Ia menambahkan, sebagai Koordinator Bidang Daya Saing Produk Dekranasda Kota Pontianak, pihaknya telah melakukan kurasi produk lebih dulu sebelum dipamerkan sehingga produk yang akan tampil merupakan produk yang berkualitas. Sebab, masing-masing daerah berupaya menampilkan berbagai produk kerajinan khasnya masing-masing. 

“Ayo ke stan Kota Pontianak di Paviliun Kalimantan Barat Assembly Hall No 75. Kami tentunya menampilkan produk kerajinan khas Pontianak, seperti corak insang, tas etnik, aksesoris serta kerajinan tangan lainnya,” ungkapnya. 

Yusnaldi berharap, produk-produk kriya dengan kearifan lokal Pontianak mampu menarik minat pengunjung yang datang ke stan Kota Pontianak.

“Semoga produk-produk yang kami tampilkan menarik minat pembeli tidak saja ketika pameran berlangsung namun berkelanjutan di waktu mendatang,” pungkasnya. (Jau)

Artikel Selanjutnya
Wali Kota Pontianak Sebut SDM Kunci Kemajuan Kota
Rabu, 04 Februari 2026
Artikel Sebelumnya
Kasus Illegal Mining Ketapang Masuki Babak Baru, Liu Xiaodong Diduga Aktor Utama Pencurian Emas 774 Kg
Rabu, 04 Februari 2026

Berita terkait