Pontianak    

Edi Kamtono Bakal Kaji Penerapan Program "Gentengisasi" di Pontianak

Oleh : Redaksi KalbarOnline
Rabu, 04 Februari 2026
Edi Kamtono Bakal Kaji Penerapan Program "Gentengisasi" di Pontianak
WhatsApp Icon
Ukuran Font
Kecil Besar

KALBARONLINE.com - Presiden RI, Prabowo Subianto mengusulkan agar semua atap rumah di Indonesia menggunakan genteng. Usulan itu disebut Prabowo sebagai salah satu cara untuk membuat Indonesia "indah". Sebab, saat ini ia ingin membuat gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah).

Menanggapi arahan Presiden tersebut, Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono mengatakan, kalau dirinya telah mendengar langsung penjelasan Prabowo terkait penggunaan genteng ini sebagai alternatif atap yang dinilainya lebih sejuk dibandingkan seng.

“Betul, saya sudah mendengar langsung arahan Bapak Presiden. Seng memang panas. Tapi di Kota Pontianak ini kondisinya relatif, karena amplitudo antara panas dan dingin cukup tinggi. Fleksibilitas bahan atap, baik menguai maupun menyusut, juga cukup besar,” ujar Edi, Rabu (04/02/2026).

Ia menjelaskan, pengalaman penggunaan genteng tanah liat di Pontianak pernah mengalami kendala, terutama pada rangka atap berbahan kayu yang mudah menyusut sehingga menimbulkan kebocoran.

“Saya juga pernah coba pakai atap genteng tanah di Kota Pontianak Selatan itu bocor. Karena rangkanya mudah dengan kayu. Kayu ini kan menyusut jadi bocor. Jadi diganti dengan metal. Metal itu adalah aluminium seng, campuran," katanya.

Menurut Edi, penggunaan seng atau metal dipilih karena lebih praktis dan mudah diperoleh. Sementara bahan atap tradisional seperti sirap kini semakin sulit ditemukan di pasaran.
 
Meski demikian Edi mengakui, bahwa secara ideal atap genteng, baik genteng beton maupun genteng tanah, memiliki keunggulan dari sisi kenyamanan dan estetika. Namun, hal tersebut sangat bergantung pada kualitas rangka atap yang digunakan.

“Namun kalau (genteng) tanah tinggal bagaimana rangka atapnya. Sekarang sudah ada baja ringan. Kalau pakai baja ringan, penyusutan dan pemuaian tidak terlalu besar. Tapi seng ini memang lebih praktis,” katanya.

Pemerintah Kota Pontianak, lanjut Edi, berencana mengkaji penerapan arahan Presiden tersebut. Sebab mengingat Kota Pontianak dikenal sebagai kota dengan suhu panas, sehingga menurut Edi sangat tidak memungkinkan untuk menggunakan atap genteng.

“Kita akan cari cara. Nanti di program bedah rumah akan kita coba penggunaan atap genteng. Memang lebih mahal per meternya, tapi akan kita lihat efektivitas dan efisiensinya,” ujarnya.

“Tapi kita akan coba, saran Bapak Presiden saya setuju ya. Apalagi kota Pontianak ini kan terkenal panas. Matahari bersinar kota ini lewat tiga peristiwa. Jadi kalau menggunakan atap genteng agak lebih mahal. Tapi kita lihat nanti apakah ini efektif dan efisien,” tambahnya.

Selain "gentengisasi", Edi juga menyampaikan arahan Presiden RI terkait penataan kota, termasuk penertiban spanduk, papan nama, dan baliho reklame yang dinilai dapat membuat kota terlihat kumuh.

“Kalau kotanya tidak cantik, orang juga tidak tertarik datang. Arahan Presiden ini patut kita dengarkan dan kaji untuk Pontianak,” pungkasnya. (Lid)

Artikel Selanjutnya
Kasus Illegal Mining Ketapang Masuki Babak Baru, Liu Xiaodong Diduga Aktor Utama Pencurian Emas 774 Kg
Rabu, 04 Februari 2026
Artikel Sebelumnya
Diduga Alami Tekanan Mental, Polda Kalbar Dalami Motif Siswa Lempar Bom Molotov di SMPN 3 Sungai Raya
Rabu, 04 Februari 2026

Berita terkait