Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Rabu, 04 Februari 2026 |
KALBARONLINE.com - Polda Kalimantan Barat masih menyelidiki secara mendalam motif di balik aksi pelemparan bom molotov yang diduga dilakukan oleh seorang siswa di SMPN 3 Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, yang terjadi pada Selasa (03/02/2026) pagi.
Kapolda Kalbar, Irjen Pol Pipit Rismanto mengungkapkan, pendalaman kasus ini tidak hanya dilakukan oleh Polda Kalbar, tetapi juga melibatkan Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror serta Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).
“Kami masih menggali akar persoalan yang melatarbelakangi tindakan ini. Dari peristiwa tersebut, kami menemukan sejumlah catatan penting, terutama terkait penanganan dan pengawasan anak remaja,” ujar Pipit Rabu (04/02/2026)
Irjen Pipit mengatakan, anak tersebut sebenarnya sudah dalam pemantauan aparat. Dari hasil awal pendalaman, ditemukan sejumlah persoalan yang menjadi tantangan dalam penanganan, terutama terkait kondisi keluarga.
“Setelah kami telusuri, keluarga anak ini memiliki masalah. Kakek dan ayahnya sedang sakit. Ini berdampak pada kondisi psikis anak karena meski masih kecil, ia sudah menanggung beban permasalahan keluarga,” kata Pipit.
Menurutnya, aktivitas anak di sekolah terpantau normal. Namun, terdapat keterkaitan antara perilaku anak dengan kondisi di lingkungan keluarga sehingga diperlukan pendalaman lebih lanjut dari sisi psikologis.
Menurut Pipit, kasus yang melibatkan anak di bawah umur ini menjadi perhatian serius bagi seluruh pihak, mulai dari aparat penegak hukum, keluarga, sekolah, hingga lingkungan sekitar.
“Ini menjadi bahan evaluasi bersama. Penanganan anak harus dilakukan secara komprehensif, tidak hanya aspek hukum, tetapi juga pendekatan psikologis dan sosial,” ucapnya.
Sebelumnya, SMP Negeri 3 Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, digegerkan oleh suara ledakan yang terdengar dari dalam area sekolah pada Selasa (03/02/2026). Ledakan tersebut diketahui berasal dari bom molotov yang dilempar oleh seseorang ke lingkungan sekolah.
Peristiwa itu terjadi sesaat setelah jam istirahat berakhir. Para murid yang baru kembali ke ruang kelas panik dan berhamburan menyelamatkan diri setelah mendengar suara ledakan keras.
Hingga kini, polisi masih melakukan penyelidikan lanjutan dan terus berkoordinasi dengan pihak terkait guna memastikan situasi keamanan di lingkungan sekolah kembali kondusif. (Lid)
KALBARONLINE.com - Polda Kalimantan Barat masih menyelidiki secara mendalam motif di balik aksi pelemparan bom molotov yang diduga dilakukan oleh seorang siswa di SMPN 3 Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, yang terjadi pada Selasa (03/02/2026) pagi.
Kapolda Kalbar, Irjen Pol Pipit Rismanto mengungkapkan, pendalaman kasus ini tidak hanya dilakukan oleh Polda Kalbar, tetapi juga melibatkan Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror serta Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).
“Kami masih menggali akar persoalan yang melatarbelakangi tindakan ini. Dari peristiwa tersebut, kami menemukan sejumlah catatan penting, terutama terkait penanganan dan pengawasan anak remaja,” ujar Pipit Rabu (04/02/2026)
Irjen Pipit mengatakan, anak tersebut sebenarnya sudah dalam pemantauan aparat. Dari hasil awal pendalaman, ditemukan sejumlah persoalan yang menjadi tantangan dalam penanganan, terutama terkait kondisi keluarga.
“Setelah kami telusuri, keluarga anak ini memiliki masalah. Kakek dan ayahnya sedang sakit. Ini berdampak pada kondisi psikis anak karena meski masih kecil, ia sudah menanggung beban permasalahan keluarga,” kata Pipit.
Menurutnya, aktivitas anak di sekolah terpantau normal. Namun, terdapat keterkaitan antara perilaku anak dengan kondisi di lingkungan keluarga sehingga diperlukan pendalaman lebih lanjut dari sisi psikologis.
Menurut Pipit, kasus yang melibatkan anak di bawah umur ini menjadi perhatian serius bagi seluruh pihak, mulai dari aparat penegak hukum, keluarga, sekolah, hingga lingkungan sekitar.
“Ini menjadi bahan evaluasi bersama. Penanganan anak harus dilakukan secara komprehensif, tidak hanya aspek hukum, tetapi juga pendekatan psikologis dan sosial,” ucapnya.
Sebelumnya, SMP Negeri 3 Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, digegerkan oleh suara ledakan yang terdengar dari dalam area sekolah pada Selasa (03/02/2026). Ledakan tersebut diketahui berasal dari bom molotov yang dilempar oleh seseorang ke lingkungan sekolah.
Peristiwa itu terjadi sesaat setelah jam istirahat berakhir. Para murid yang baru kembali ke ruang kelas panik dan berhamburan menyelamatkan diri setelah mendengar suara ledakan keras.
Hingga kini, polisi masih melakukan penyelidikan lanjutan dan terus berkoordinasi dengan pihak terkait guna memastikan situasi keamanan di lingkungan sekolah kembali kondusif. (Lid)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini