Pontianak    

Pontianak "Rasa" Jepang, Bunga-Bunga Tabebuya Mulai Bermekaran di Jalan

Oleh : Redaksi KalbarOnline
Rabu, 25 Februari 2026
Pontianak "Rasa" Jepang, Bunga-Bunga Tabebuya Mulai Bermekaran di Jalan
WhatsApp Icon
Ukuran Font
Kecil Besar

KALBARONLINE.com - Suasana Kota Pontianak Provinsi Kalimantan Barat dalam beberapa hari terakhir terasa berbeda. Pohon tabebuya yang tersebar di sejumlah ruas jalan saat ini mulai bermekaran, menghadirkan nuansa layaknya musim semi di Jepang.

Warna merah muda, kuning, putih, dari bunga tabebuya menghiasi jalan-jalan utama Kota Pontianak, dan menjadi daya tarik tersendiri bagi warga maupun pengendara yang melintas.

Tabebuya tampak bermekaran di berbagai titik strategis seperti Jalan Ahmad Yani, Jalan Letkol Sugiono, Jalan Gusti Sulung Lelanang hingga Jalan Sultan Abdurahman.

Tidak sedikit masyarakat yang berhenti sejenak untuk mengabadikan momen langka ini dengan kamera ponsel mereka. Salah satunya adalah Ardelia (26 tahun) mahasiswa Fisip Untan. Ia mengaku kagum dengan keindahan tabebuya yang dilihatnya ketika melintas di Jalan Ahmad Yani saat hendak berangkat ke kampus setiap pagi.

“Kalau mau ke kampus kan harus lewat jalan Ahmad Yani, terus lihat warnanya bagus banget, jadi saya sempatin foto. Rasanya senang, mata jadi segar. Setiap mau pergi kuliah jadi senang kayak lagi di Jepang,” ungkap Ardelia, Rabu (25/02/2026)

Keindahan tabebuya tidak hanya mempercantik kota, tetapi juga memberi suasana segar bagi para pengendara yang melintas. Banyak warga merasa tidak bosan saat melewati jalanan yang biasanya hanya dipenuhi pepohonan hijau.

Di Kota Pontianak, terdapat sekitar 300 pohon tabebuya yang ditanam. Pohon ini ditanam oleh Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono sejak tahun 2005. Pertama kali, pohon tekoma atau tabebuya ini ditanam di Jalan H Agus Salim yang didatangkan dari Kuching Malaysia. (Lid)

Artikel Selanjutnya
Bukber di Sra Bua Thai Pontianak Serasa Liburan ke Thailand, Tomyamnya Juara!
Rabu, 25 Februari 2026
Artikel Sebelumnya
Satgas Kodim Putussibau bersama Warga Bangun Jembatan Gantung di Desa Nanga Sebintang
Rabu, 25 Februari 2026

Berita terkait