Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Rabu, 25 Februari 2026 |
KALBARONLINE.com - Suasana Kota Pontianak Provinsi Kalimantan Barat dalam beberapa hari terakhir terasa berbeda. Pohon tabebuya yang tersebar di sejumlah ruas jalan saat ini mulai bermekaran, menghadirkan nuansa layaknya musim semi di Jepang.
Warna merah muda, kuning, putih, dari bunga tabebuya menghiasi jalan-jalan utama Kota Pontianak, dan menjadi daya tarik tersendiri bagi warga maupun pengendara yang melintas.
Tabebuya tampak bermekaran di berbagai titik strategis seperti Jalan Ahmad Yani, Jalan Letkol Sugiono, Jalan Gusti Sulung Lelanang hingga Jalan Sultan Abdurahman.
Tidak sedikit masyarakat yang berhenti sejenak untuk mengabadikan momen langka ini dengan kamera ponsel mereka. Salah satunya adalah Ardelia (26 tahun) mahasiswa Fisip Untan. Ia mengaku kagum dengan keindahan tabebuya yang dilihatnya ketika melintas di Jalan Ahmad Yani saat hendak berangkat ke kampus setiap pagi.
“Kalau mau ke kampus kan harus lewat jalan Ahmad Yani, terus lihat warnanya bagus banget, jadi saya sempatin foto. Rasanya senang, mata jadi segar. Setiap mau pergi kuliah jadi senang kayak lagi di Jepang,” ungkap Ardelia, Rabu (25/02/2026)
Keindahan tabebuya tidak hanya mempercantik kota, tetapi juga memberi suasana segar bagi para pengendara yang melintas. Banyak warga merasa tidak bosan saat melewati jalanan yang biasanya hanya dipenuhi pepohonan hijau.
Di Kota Pontianak, terdapat sekitar 300 pohon tabebuya yang ditanam. Pohon ini ditanam oleh Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono sejak tahun 2005. Pertama kali, pohon tekoma atau tabebuya ini ditanam di Jalan H Agus Salim yang didatangkan dari Kuching Malaysia. (Lid)
KALBARONLINE.com - Suasana Kota Pontianak Provinsi Kalimantan Barat dalam beberapa hari terakhir terasa berbeda. Pohon tabebuya yang tersebar di sejumlah ruas jalan saat ini mulai bermekaran, menghadirkan nuansa layaknya musim semi di Jepang.
Warna merah muda, kuning, putih, dari bunga tabebuya menghiasi jalan-jalan utama Kota Pontianak, dan menjadi daya tarik tersendiri bagi warga maupun pengendara yang melintas.
Tabebuya tampak bermekaran di berbagai titik strategis seperti Jalan Ahmad Yani, Jalan Letkol Sugiono, Jalan Gusti Sulung Lelanang hingga Jalan Sultan Abdurahman.
Tidak sedikit masyarakat yang berhenti sejenak untuk mengabadikan momen langka ini dengan kamera ponsel mereka. Salah satunya adalah Ardelia (26 tahun) mahasiswa Fisip Untan. Ia mengaku kagum dengan keindahan tabebuya yang dilihatnya ketika melintas di Jalan Ahmad Yani saat hendak berangkat ke kampus setiap pagi.
“Kalau mau ke kampus kan harus lewat jalan Ahmad Yani, terus lihat warnanya bagus banget, jadi saya sempatin foto. Rasanya senang, mata jadi segar. Setiap mau pergi kuliah jadi senang kayak lagi di Jepang,” ungkap Ardelia, Rabu (25/02/2026)
Keindahan tabebuya tidak hanya mempercantik kota, tetapi juga memberi suasana segar bagi para pengendara yang melintas. Banyak warga merasa tidak bosan saat melewati jalanan yang biasanya hanya dipenuhi pepohonan hijau.
Di Kota Pontianak, terdapat sekitar 300 pohon tabebuya yang ditanam. Pohon ini ditanam oleh Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono sejak tahun 2005. Pertama kali, pohon tekoma atau tabebuya ini ditanam di Jalan H Agus Salim yang didatangkan dari Kuching Malaysia. (Lid)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini