Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Jumat, 27 Februari 2026 |
KALBARONLINE.com - Memasuki bulan Ramadan, berbagai kuliner unik dan menarik khas Pontianak mulai bermunculan. Salah satu yang paling dinantikan masyarakat adalah sotong pangkong.
Sotong pangkong adalah kuliner khas Pontianak berupa cumi dikeringkan yang diasap dengan tungku arang kemudian di “pangkong" atau dipukul dengan palu hingga tipis.
Untuk menikmatinya, dicocol atau direndam dengan dua jenis sambal cair yakni sambal kacang dan sambal ebi. Kedua jenis sambal itu dapat dicampur ataupun dipisah sesuai selera masing-masing.
Untuk mencicipi kuliner ini, ada salah satu lokasi yang setiap bulan Ramadan selalu dipenuhi dengan gerobak penjual sotong pangkong, yakni di Jalan Merdeka, Pontianak. Sepanjang jalan itu menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat untuk berburu sotong pangkong usai shalat tarawih.
Salah satu penjual sotong pangkong di jalan Merdeka, Fitriani atau yang akrab disapa Ipit mengaku sudah berjualan dari tahun 1995 saat dirinya masih kecil, saat itu ia ikut membatu orangtuanya berjualan.
Sebagai salah satu pedagang yang sudah cukup lama berjualan sotong pangkong, Ipit menyaksikan bertambahnya lapak sotong pangkong.
“Mungkin awalnya itu kan tetangga liat kita jualan, karena ramai yang beli jadi ngikut gitu, nah semakin ramai yang liat juga akhirnya banyak kan yang ikut,” ujarnya.
Ia pernah mencoba berjualan di luar bulan Ramadan, namun suasananya terasa berbeda dan pembeli tidak seramai saat puasa.
“Kalau bulan biasa pernah coba, tapi tidak ramai. Memang suasananya beda, Ramadan itu yang paling hidup,” katanya.
Selama Ramadan, lapak Kak Ipit mulai buka sejak pukul 14.00 WIB hingga sekitar pukul 01.00 dini hari, melayani warga yang datang silih berganti untuk menikmati salah satu cita rasa khas Pontianak yang melegenda. (Lid)
KALBARONLINE.com - Memasuki bulan Ramadan, berbagai kuliner unik dan menarik khas Pontianak mulai bermunculan. Salah satu yang paling dinantikan masyarakat adalah sotong pangkong.
Sotong pangkong adalah kuliner khas Pontianak berupa cumi dikeringkan yang diasap dengan tungku arang kemudian di “pangkong" atau dipukul dengan palu hingga tipis.
Untuk menikmatinya, dicocol atau direndam dengan dua jenis sambal cair yakni sambal kacang dan sambal ebi. Kedua jenis sambal itu dapat dicampur ataupun dipisah sesuai selera masing-masing.
Untuk mencicipi kuliner ini, ada salah satu lokasi yang setiap bulan Ramadan selalu dipenuhi dengan gerobak penjual sotong pangkong, yakni di Jalan Merdeka, Pontianak. Sepanjang jalan itu menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat untuk berburu sotong pangkong usai shalat tarawih.
Salah satu penjual sotong pangkong di jalan Merdeka, Fitriani atau yang akrab disapa Ipit mengaku sudah berjualan dari tahun 1995 saat dirinya masih kecil, saat itu ia ikut membatu orangtuanya berjualan.
Sebagai salah satu pedagang yang sudah cukup lama berjualan sotong pangkong, Ipit menyaksikan bertambahnya lapak sotong pangkong.
“Mungkin awalnya itu kan tetangga liat kita jualan, karena ramai yang beli jadi ngikut gitu, nah semakin ramai yang liat juga akhirnya banyak kan yang ikut,” ujarnya.
Ia pernah mencoba berjualan di luar bulan Ramadan, namun suasananya terasa berbeda dan pembeli tidak seramai saat puasa.
“Kalau bulan biasa pernah coba, tapi tidak ramai. Memang suasananya beda, Ramadan itu yang paling hidup,” katanya.
Selama Ramadan, lapak Kak Ipit mulai buka sejak pukul 14.00 WIB hingga sekitar pukul 01.00 dini hari, melayani warga yang datang silih berganti untuk menikmati salah satu cita rasa khas Pontianak yang melegenda. (Lid)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini