Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Senin, 09 Maret 2026 |
KALBARONLINE.com – Sebuah karya seni ternyata bisa menjadi jembatan kepedulian sosial. Lukisan berjudul Kuda Api karya Presiden RI ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), tidak hanya menjadi karya seni bernilai tinggi, tetapi juga menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan.
Lukisan tersebut terjual melalui lelang dengan nilai fantastis, yakni Rp6,5 miliar. Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan bahwa seluruh hasil lelang lukisan itu disalurkan sepenuhnya untuk kegiatan kemanusiaan dan bantuan sosial.
Salah satu penyaluran bantuan tersebut diberikan kepada masyarakat Kota Singkawang, Kalimantan Barat. Bantuan sosial ini diserahkan AHY di sela-sela kunjungan kerjanya ke kota yang dikenal dengan keragaman budayanya itu.
Penyerahan bantuan berlangsung di Vihara Panca Saddha, Singkawang, menjelang perayaan Cap Go Meh yang menjadi tradisi budaya penting bagi masyarakat setempat. Suasana hangat dan penuh kebersamaan mewarnai kegiatan tersebut, yang sekaligus menjadi simbol persaudaraan lintas budaya dan semangat berbagi di bulan suci Ramadan.
Dalam kegiatan ini, AHY didampingi Kepala Badan Komunikasi Strategis (Bakomstra) DPP Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra, yang merupakan putra asli Kalimantan Barat. Herzaky saat ini juga dipercaya sebagai Staf Khusus di Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan.
AHY mengaku terkesan dengan kekayaan budaya serta keragaman masyarakat Singkawang. Menurutnya, kota ini menjadi contoh nyata harmoni keberagaman di Indonesia.
“Saya berada di Kota Singkawang. Kita sudah bersama-sama menyaksikan atraksi tatung yang luar biasa. Ini menunjukkan keberagaman, kekayaan, dan keunikan bangsa Indonesia, termasuk masyarakat Tionghoa di Singkawang. Kemudian ada Festival Cap Go Meh yang setiap tahun menjadi daya tarik nasional bahkan internasional, sekaligus mendorong pariwisata dan perekonomian daerah,” ujar AHY.
AHY menegaskan bahwa bantuan sosial yang disalurkan lahir dari semangat kemanusiaan yang menjunjung tinggi nilai keberagaman. Bantuan tersebut diberikan kepada masyarakat tanpa memandang latar belakang suku, agama, ras, maupun etnis.
“Semangatnya adalah membantu sesama. Tanpa melihat dari mana kita berasal, apa pun suku, agama, ras, dan etnis kita. Indonesia berdiri di atas keberagaman, dan di Kota Singkawang kita bisa melihat contoh harmoni itu,” tegasnya.
Pada kesempatan yang sama, Herzaky Mahendra Putra menyampaikan bahwa AHY sangat mengapresiasi kesederhanaan dan ketulusan masyarakat Singkawang dalam menyambut kehadirannya.
“Mas AHY sangat tersentuh dengan sambutan hangat masyarakat Singkawang. Sederhana, penuh ketulusan. Pesan Mas AHY, masyarakat tidak pernah meminta banyak. Kita yang harus peka, membantu apa yang kita bisa, memberikan apa yang masyarakat butuhkan,” ujar Herzaky.
Di balik kegiatan berbagi ini, terdapat kisah menarik dari karya seni yang menjadi sumber bantuan tersebut. Lukisan Kuda Api karya SBY terinspirasi dari shio tahun 2026 atau Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili. Dalam filosofi Tionghoa, kuda melambangkan energi, keberanian, dan semangat yang tak kenal lelah untuk terus bergerak maju.
“Pak SBY mendedikasikan lukisan Kuda Api yang melambangkan energi, semangat, kerja keras, dan tekad untuk mencapai cita-cita. Alhamdulillah, lukisan itu terjual melalui lelang dengan nilai Rp6,5 miliar. Seluruh hasilnya didedikasikan untuk bantuan kemanusiaan dan sosial bagi saudara-saudara kita yang membutuhkan, di mana pun berada,” jelas AHY.
Bagi AHY, lukisan tersebut bukan sekadar karya seni. Lebih dari itu, lukisan ini menjadi simbol semangat berbagi dan kepedulian sosial. Dari sapuan kuas di atas kanvas, lahir kontribusi nyata yang dapat membantu masyarakat.
Sebagai Ketua Umum Partai Demokrat, AHY juga menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, khususnya bagi mereka yang membutuhkan perhatian.
“Kita ingin terus menghadirkan semangat kepedulian dan berbagi, terutama di bulan Ramadan ini. Semoga apa yang kita lakukan hari ini bisa sedikit meringankan beban saudara-saudara kita,” ujarnya.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari rangkaian menuju peringatan 25 tahun Partai Demokrat yang akan jatuh pada September 2026.
“Tahun ini Partai Demokrat genap berusia 25 tahun. Kami ingin menjadikan momentum ini sebagai penguat komitmen untuk terus hadir dengan semangat positif, peduli, dan berkontribusi nyata bagi masyarakat,” pungkas AHY.
Melalui kegiatan tersebut, Partai Demokrat menegaskan komitmennya untuk terus mendorong pembangunan yang semakin berkeadilan serta memastikan manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.
Dalam kegiatan itu, AHY turut didampingi Wasekjen Partai Demokrat Agust Jovan Latuconsina dan Kepala Badan Logistik Yudhi Prasetyo Purnomo. Turut hadir pula jajaran pengurus DPD Partai Demokrat Kalimantan Barat serta anggota DPRD Provinsi Kalbar dan DPRD Kota Singkawang dari Fraksi Partai Demokrat. (*)
KALBARONLINE.com – Sebuah karya seni ternyata bisa menjadi jembatan kepedulian sosial. Lukisan berjudul Kuda Api karya Presiden RI ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), tidak hanya menjadi karya seni bernilai tinggi, tetapi juga menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan.
Lukisan tersebut terjual melalui lelang dengan nilai fantastis, yakni Rp6,5 miliar. Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan bahwa seluruh hasil lelang lukisan itu disalurkan sepenuhnya untuk kegiatan kemanusiaan dan bantuan sosial.
Salah satu penyaluran bantuan tersebut diberikan kepada masyarakat Kota Singkawang, Kalimantan Barat. Bantuan sosial ini diserahkan AHY di sela-sela kunjungan kerjanya ke kota yang dikenal dengan keragaman budayanya itu.
Penyerahan bantuan berlangsung di Vihara Panca Saddha, Singkawang, menjelang perayaan Cap Go Meh yang menjadi tradisi budaya penting bagi masyarakat setempat. Suasana hangat dan penuh kebersamaan mewarnai kegiatan tersebut, yang sekaligus menjadi simbol persaudaraan lintas budaya dan semangat berbagi di bulan suci Ramadan.
Dalam kegiatan ini, AHY didampingi Kepala Badan Komunikasi Strategis (Bakomstra) DPP Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra, yang merupakan putra asli Kalimantan Barat. Herzaky saat ini juga dipercaya sebagai Staf Khusus di Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan.
AHY mengaku terkesan dengan kekayaan budaya serta keragaman masyarakat Singkawang. Menurutnya, kota ini menjadi contoh nyata harmoni keberagaman di Indonesia.
“Saya berada di Kota Singkawang. Kita sudah bersama-sama menyaksikan atraksi tatung yang luar biasa. Ini menunjukkan keberagaman, kekayaan, dan keunikan bangsa Indonesia, termasuk masyarakat Tionghoa di Singkawang. Kemudian ada Festival Cap Go Meh yang setiap tahun menjadi daya tarik nasional bahkan internasional, sekaligus mendorong pariwisata dan perekonomian daerah,” ujar AHY.
AHY menegaskan bahwa bantuan sosial yang disalurkan lahir dari semangat kemanusiaan yang menjunjung tinggi nilai keberagaman. Bantuan tersebut diberikan kepada masyarakat tanpa memandang latar belakang suku, agama, ras, maupun etnis.
“Semangatnya adalah membantu sesama. Tanpa melihat dari mana kita berasal, apa pun suku, agama, ras, dan etnis kita. Indonesia berdiri di atas keberagaman, dan di Kota Singkawang kita bisa melihat contoh harmoni itu,” tegasnya.
Pada kesempatan yang sama, Herzaky Mahendra Putra menyampaikan bahwa AHY sangat mengapresiasi kesederhanaan dan ketulusan masyarakat Singkawang dalam menyambut kehadirannya.
“Mas AHY sangat tersentuh dengan sambutan hangat masyarakat Singkawang. Sederhana, penuh ketulusan. Pesan Mas AHY, masyarakat tidak pernah meminta banyak. Kita yang harus peka, membantu apa yang kita bisa, memberikan apa yang masyarakat butuhkan,” ujar Herzaky.
Di balik kegiatan berbagi ini, terdapat kisah menarik dari karya seni yang menjadi sumber bantuan tersebut. Lukisan Kuda Api karya SBY terinspirasi dari shio tahun 2026 atau Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili. Dalam filosofi Tionghoa, kuda melambangkan energi, keberanian, dan semangat yang tak kenal lelah untuk terus bergerak maju.
“Pak SBY mendedikasikan lukisan Kuda Api yang melambangkan energi, semangat, kerja keras, dan tekad untuk mencapai cita-cita. Alhamdulillah, lukisan itu terjual melalui lelang dengan nilai Rp6,5 miliar. Seluruh hasilnya didedikasikan untuk bantuan kemanusiaan dan sosial bagi saudara-saudara kita yang membutuhkan, di mana pun berada,” jelas AHY.
Bagi AHY, lukisan tersebut bukan sekadar karya seni. Lebih dari itu, lukisan ini menjadi simbol semangat berbagi dan kepedulian sosial. Dari sapuan kuas di atas kanvas, lahir kontribusi nyata yang dapat membantu masyarakat.
Sebagai Ketua Umum Partai Demokrat, AHY juga menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, khususnya bagi mereka yang membutuhkan perhatian.
“Kita ingin terus menghadirkan semangat kepedulian dan berbagi, terutama di bulan Ramadan ini. Semoga apa yang kita lakukan hari ini bisa sedikit meringankan beban saudara-saudara kita,” ujarnya.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari rangkaian menuju peringatan 25 tahun Partai Demokrat yang akan jatuh pada September 2026.
“Tahun ini Partai Demokrat genap berusia 25 tahun. Kami ingin menjadikan momentum ini sebagai penguat komitmen untuk terus hadir dengan semangat positif, peduli, dan berkontribusi nyata bagi masyarakat,” pungkas AHY.
Melalui kegiatan tersebut, Partai Demokrat menegaskan komitmennya untuk terus mendorong pembangunan yang semakin berkeadilan serta memastikan manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.
Dalam kegiatan itu, AHY turut didampingi Wasekjen Partai Demokrat Agust Jovan Latuconsina dan Kepala Badan Logistik Yudhi Prasetyo Purnomo. Turut hadir pula jajaran pengurus DPD Partai Demokrat Kalimantan Barat serta anggota DPRD Provinsi Kalbar dan DPRD Kota Singkawang dari Fraksi Partai Demokrat. (*)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini