Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Saturday, 11 July 2026 |
KALBARONLINE.com – Menjelang peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, semangat nasionalisme tidak hanya dirasakan para peserta Ekspedisi Merah Putih, tetapi juga para penjahit yang dipercaya mengerjakan 1.000 bendera Merah Putih yang akan dikibarkan di kawasan perbatasan Indonesia-Malaysia, tepatnya di Desa Temajuk, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas.
Salah seorang penjahit dari Ilham Collection, Sarah, mengaku bangga sekaligus bersyukur karena untuk pertama kalinya menerima pesanan menjahit bendera Merah Putih dalam jumlah besar.
Sebanyak 1.000 bendera tersebut akan dikibarkan dalam rangka Ekspedisi Merah Putih yang diinisiasi Rumah Jurnalis bersama salah satu BUMN. Kegiatan yang berlangsung pada 31 Juli hingga 2 Agustus 2026 itu akan melibatkan 10 jurnalis dari media nasional maupun lokal Kalimantan Barat untuk mengibarkan ribuan bendera di kawasan perbatasan sebagai simbol semangat nasionalisme.
Sarah mengatakan, pesanan tersebut menjadi satu-satunya order jahitan bendera yang diterimanya menjelang peringatan Hari Kemerdekaan tahun ini.
“Kalau untuk bendera hanya ini, yang seribu bendera ini. Kalau yang lain belum ada,” ujarnya.
Menurutnya, pesanan tersebut memberikan tambahan pekerjaan bagi para penjahit di tengah aktivitas menjahit pakaian sehari-hari.
“Ini sangat membantu untuk kami penjahit di sini. Jahitnya juga lumayan nyaman karena hanya jahitan lurus. Biasanya kami lebih sering mengerjakan permak atau jahitan baju umum,” katanya.
Meski harus menyelesaikan hingga 1.000 bendera, Sarah mengaku tidak mengalami kendala berarti. Dibandingkan menjahit pakaian yang membutuhkan pola dan detail lebih rumit, proses menjahit bendera dinilai jauh lebih sederhana.
“Kalau jahitan bendera ini lebih mudah bagi kami walaupun jumlahnya seribu. Tidak ada kesulitan berarti karena jahitannya lurus,” ungkapnya.
Pengerjaan ribuan bendera tersebut dilakukan oleh empat orang penjahit secara bersama-sama sehingga pekerjaan dapat diselesaikan lebih ringan.
“Enggak memberatkan karena kami berempat yang mengerjakannya,” jelas Sarah.
Lebih dari sekadar pekerjaan, Sarah mengaku memiliki kebanggaan tersendiri karena turut membuat simbol negara yang nantinya akan berkibar di wilayah perbatasan Indonesia.
“Bangga lah bagi kami. Sebelumnya belum pernah menjahit bendera seperti ini. Kalau untuk acara lomba biasanya hanya membuat baju warna merah putih, tapi kalau bendera baru pertama kali. Alhamdulillah kami sangat bangga,” tuturnya.
Hingga proses wawancara dilakukan, sekitar 400 bendera telah selesai dijahit. Sarah memperkirakan seluruh pesanan dapat dirampungkan dalam waktu sekitar tiga pekan karena para penjahit juga tetap menyelesaikan pesanan lainnya.
“Sekarang sudah jadi kurang lebih 400 bendera. Kami tetap mengerjakan pesanan lain juga, jadi setelah selesai bendera baru lanjut pekerjaan yang lain. Mudah-mudahan sekitar tiga minggu sudah selesai,” pungkasnya.
Ekspedisi Merah Putih menjadi salah satu gerakan kolaboratif untuk menyemarakkan Hari Kemerdekaan RI dengan menghadirkan ribuan bendera Merah Putih di kawasan perbatasan Desa Temajuk. Selain menjadi simbol cinta Tanah Air, kegiatan ini juga diharapkan mampu menumbuhkan semangat nasionalisme masyarakat sekaligus melibatkan pelaku usaha lokal, termasuk para penjahit yang ikut berkontribusi dalam mewujudkan pengibaran 1.000 bendera di batas negeri. (*)
KALBARONLINE.com – Menjelang peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, semangat nasionalisme tidak hanya dirasakan para peserta Ekspedisi Merah Putih, tetapi juga para penjahit yang dipercaya mengerjakan 1.000 bendera Merah Putih yang akan dikibarkan di kawasan perbatasan Indonesia-Malaysia, tepatnya di Desa Temajuk, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas.
Salah seorang penjahit dari Ilham Collection, Sarah, mengaku bangga sekaligus bersyukur karena untuk pertama kalinya menerima pesanan menjahit bendera Merah Putih dalam jumlah besar.
Sebanyak 1.000 bendera tersebut akan dikibarkan dalam rangka Ekspedisi Merah Putih yang diinisiasi Rumah Jurnalis bersama salah satu BUMN. Kegiatan yang berlangsung pada 31 Juli hingga 2 Agustus 2026 itu akan melibatkan 10 jurnalis dari media nasional maupun lokal Kalimantan Barat untuk mengibarkan ribuan bendera di kawasan perbatasan sebagai simbol semangat nasionalisme.
Sarah mengatakan, pesanan tersebut menjadi satu-satunya order jahitan bendera yang diterimanya menjelang peringatan Hari Kemerdekaan tahun ini.
“Kalau untuk bendera hanya ini, yang seribu bendera ini. Kalau yang lain belum ada,” ujarnya.
Menurutnya, pesanan tersebut memberikan tambahan pekerjaan bagi para penjahit di tengah aktivitas menjahit pakaian sehari-hari.
“Ini sangat membantu untuk kami penjahit di sini. Jahitnya juga lumayan nyaman karena hanya jahitan lurus. Biasanya kami lebih sering mengerjakan permak atau jahitan baju umum,” katanya.
Meski harus menyelesaikan hingga 1.000 bendera, Sarah mengaku tidak mengalami kendala berarti. Dibandingkan menjahit pakaian yang membutuhkan pola dan detail lebih rumit, proses menjahit bendera dinilai jauh lebih sederhana.
“Kalau jahitan bendera ini lebih mudah bagi kami walaupun jumlahnya seribu. Tidak ada kesulitan berarti karena jahitannya lurus,” ungkapnya.
Pengerjaan ribuan bendera tersebut dilakukan oleh empat orang penjahit secara bersama-sama sehingga pekerjaan dapat diselesaikan lebih ringan.
“Enggak memberatkan karena kami berempat yang mengerjakannya,” jelas Sarah.
Lebih dari sekadar pekerjaan, Sarah mengaku memiliki kebanggaan tersendiri karena turut membuat simbol negara yang nantinya akan berkibar di wilayah perbatasan Indonesia.
“Bangga lah bagi kami. Sebelumnya belum pernah menjahit bendera seperti ini. Kalau untuk acara lomba biasanya hanya membuat baju warna merah putih, tapi kalau bendera baru pertama kali. Alhamdulillah kami sangat bangga,” tuturnya.
Hingga proses wawancara dilakukan, sekitar 400 bendera telah selesai dijahit. Sarah memperkirakan seluruh pesanan dapat dirampungkan dalam waktu sekitar tiga pekan karena para penjahit juga tetap menyelesaikan pesanan lainnya.
“Sekarang sudah jadi kurang lebih 400 bendera. Kami tetap mengerjakan pesanan lain juga, jadi setelah selesai bendera baru lanjut pekerjaan yang lain. Mudah-mudahan sekitar tiga minggu sudah selesai,” pungkasnya.
Ekspedisi Merah Putih menjadi salah satu gerakan kolaboratif untuk menyemarakkan Hari Kemerdekaan RI dengan menghadirkan ribuan bendera Merah Putih di kawasan perbatasan Desa Temajuk. Selain menjadi simbol cinta Tanah Air, kegiatan ini juga diharapkan mampu menumbuhkan semangat nasionalisme masyarakat sekaligus melibatkan pelaku usaha lokal, termasuk para penjahit yang ikut berkontribusi dalam mewujudkan pengibaran 1.000 bendera di batas negeri. (*)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini