Pontianak    

Tsana Ungkap Alasan Pilih Nama Pena Rintik Sedu: Ingin Pembaca Fokus pada Tulisan

Oleh : Redaksi KalbarOnline
Saturday, 01 August 2026
Tsana Ungkap Alasan Pilih Nama Pena Rintik Sedu: Ingin Pembaca Fokus pada Tulisan
WhatsApp Icon
Ukuran Font
Kecil Besar

KALBARONLINE.com – Penulis novel Nadhifa Allya Tsana atau yang akrab disapa Paus, mengungkap alasan di balik pemilihan nama pena Rintik Sedu saat bertemu para pembaca di Gramedia Gaia Bumi Raya City, Pontianak, Sabtu (1/8/2026).

Menurut Tsana, penggunaan nama pena tersebut berawal dari keinginannya agar pembaca lebih mengenal karya yang ia tulis, bukan berfokus pada sosok penulisnya.

“Aku pengin orang fokus dengan apa yang aku tulis, bukan siapa orang di baliknya. Aku ingin membuat ruang baru tanpa orang tahu siapa yang menulis,” ujarnya.

Ia menjelaskan, nama Rintik dipilih karena menggambarkan hujan yang memberikan kesan menenangkan dan hadir tanpa mengganggu.

Sementara kata Sedu dipilih karena sebagian besar karya yang ditulisnya banyak mengangkat tema emosi dan kesedihan yang terkadang sulit disampaikan banyak orang.

“Rintik itu menenangkan dan cepat berlalu. Sedu karena aku tahu apa yang aku tulis arahnya memang ke hal-hal sedih yang orang susah sampaikan,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, penulis novel “Musim yang Tak Sempat Kita Miliki” itu juga membagikan kisah perjalanan hingga akhirnya dikenal sebagai penulis.

Tsana mengaku sejak kecil sudah memiliki kebiasaan menulis di berbagai media. Namun, saat itu ia belum menyadari bahwa aktivitas tersebut kelak menjadi bagian dari perjalanan hidupnya.

“Aku menemukan perasaan lengkap lewat menulis. Sampai sekarang pun susah menjelaskan kenapa, tapi menulis selalu jadi tempat aku pulang,” ungkapnya.

Ia menceritakan, buku pertamanya terbit pada 2017 setelah tulisannya mulai dikenal melalui blog, Instagram, hingga platform Wattpad.

Menurut Tsana, perjalanan menjadi penulis tidak pernah direncanakan sebelumnya karena sejak kecil dirinya justru diarahkan keluarga untuk menjadi seorang dokter.

Tsana juga berpesan kepada para penulis muda agar tidak takut menerima kritik.

Menurutnya, kritik merupakan bagian penting dalam proses berkembang dan memperbaiki kualitas karya.

“Kalau kita menulis atau berkarya, harus ada yang enggak suka, harus ada yang mengkritik. Dari situ kita belajar,” tuturnya.

Saat ini, Tsana mengaku banyak mendapatkan inspirasi dari berbagai fenomena yang ramai diperbincangkan di media sosial.

Ia rutin membaca komentar warganet untuk memahami berbagai keresahan yang sedang dirasakan banyak orang.

“Menurut aku, sensitif terhadap isu yang dekat dengan pembaca itu sangat penting buat menulis buku,” katanya.

Di akhir sesi, Tsana juga mengingatkan calon penulis agar tidak terlalu lama menyimpan karya mereka.

Menurutnya, sebuah tulisan baru dapat memberikan makna ketika dibagikan dan mendapat respons dari pembaca.

“Tulisan yang baik adalah tulisan yang selesai, lalu disampaikan kepada orang. Selama hanya disimpan di laptop atau buku, tulisan itu belum hidup,” pungkasnya. (Lid)

Artikel Selanjutnya
Sapa Penggemar di Pontianak, Tsana ‘Rintik Sedu’ Ungkap Awal Mula Jadi Penulis
Saturday, 01 August 2026
Artikel Sebelumnya
Rintik Sedu: Penulis Harus Siap Dikritik, Jangan Takut Ada yang Tak Suka
Saturday, 01 August 2026

Berita terkait