Pontianak    

11 Tahun Jualan Bendera di Pontianak, Perantau Bandung Ini Tetap Bertahan Demi Rezeki Kemerdekaan

Oleh : Redaksi KalbarOnline
Monday, 03 August 2026
11 Tahun Jualan Bendera di Pontianak, Perantau Bandung Ini Tetap Bertahan Demi Rezeki Kemerdekaan
Perantau Bandung Deddy sudah 11 tahun jualan bendera Merah Putih di Pontianak demi rezeki dan semangat kemerdekaan (Foto: Lid/KALBARONLINE.com)
WhatsApp Icon
Ukuran Font
Kecil Besar

KALBARONLINE.com – Terik matahari tak menyurutkan semangat Deddy (47) berdiri di pinggir Jalan Ali Anyang, Pontianak. Perantau asal Bandung itu kembali datang ke Kota Khatulistiwa untuk menjalani rutinitas yang telah dilakoninya selama lebih dari satu dekade, yakni menjual bendera Merah Putih dan berbagai pernak-pernik kemerdekaan.

Bagi Deddy, bulan Agustus bukan hanya menjadi momentum memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia, tetapi juga kesempatan untuk mencari rezeki dari usaha musiman yang setiap tahun dijalaninya.

Selama berada di Pontianak, Deddy menumpang tinggal di Asrama Hidayat TNI milik kerabatnya.

“Setahun sekali saya ke Pontianak jualan bendera. Kalau di Bandung saya juga jualan di pasar, tapi khusus bendera ini memang musiman. Sekalian ikut meramaikan Hari Kemerdekaan. Kalau tidak jualan begini, mana mungkin saya bisa ke Pontianak setiap tahun. Hitung-hitung jualan sambil jalan-jalan,” ujarnya saat ditemui, Minggu (2/8/2026).

Deddy mengatakan, tahun ini menjadi tahun ke-11 dirinya berjualan bendera di Pontianak. Ia memilih lokasi yang sama setiap tahunnya karena sudah memiliki pelanggan yang mengenal lapaknya.

Di tempat sederhana tersebut, ia menjajakan berbagai ukuran bendera Merah Putih, umbul-umbul, hingga aksesori bernuansa kemerdekaan.

Harga yang ditawarkan bervariasi, mulai dari Rp20 ribu hingga Rp300 ribu. Seluruh barang dagangan tersebut didatangkan langsung dari Jawa Barat.

Namun, menjalani usaha musiman bukanlah hal mudah. Deddy mengaku penjualan tahun ini masih belum seramai yang diharapkan. Dalam sehari, ia baru melayani sekitar dua hingga tiga pembeli.

“Yang penting sabar. Sekarang yang jualan sudah banyak, jadi harus bersaing. Dari siang sampai malam panas, kalau hujan juga tetap harus bertahan. Minggu ini baru ada dua sampai tiga pembeli per hari, belum terlalu ramai,” katanya.

Deddy juga mengaku tahun ini terlambat membuka lapak dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Biasanya, ia sudah mulai berjualan sejak akhir Juli agar dapat menjangkau lebih banyak pembeli menjelang puncak perayaan HUT RI.

Meski kondisi penjualan belum sesuai harapan, ia tetap optimistis. Baginya, berjualan bendera bukan hanya tentang mencari penghasilan, tetapi juga ikut mengambil bagian dalam memeriahkan kemerdekaan Indonesia.

Ia berharap semakin banyak masyarakat yang membeli dan mengibarkan bendera Merah Putih sebagai bentuk penghormatan terhadap jasa para pahlawan.

“Harapan saya semoga masyarakat banyak yang beli. Namanya juga jualan bendera, setahun sekali. Harus meriah, harus semangat memeriahkan kemerdekaan,” tuturnya. (Lid)

Artikel Selanjutnya
Study in Australia Info Session 2026 Hadir di Pontianak dan Singkawang, Buka Peluang Kuliah ke Negeri Kanguru
Monday, 03 August 2026
Artikel Sebelumnya
Melawi Target Jadi Tuan Rumah Tiga Agenda Besar Kalbar 2028-2030, Dadi Sunarya: Kita Sudah Final
Monday, 03 August 2026

Berita terkait