Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Wednesday, 26 August 2026 |
KALBARONLINE.com - Sebanyak 16 tim kreatif terpilih bakal bersaing merancang logo Hari Jadi ke-255 Pontianak. Mereka diseleksi dari total 29 tim yang mendaftar dan kini mengikuti Workshop Perancangan Logo di Hotel Star Pontianak, Rabu (26/8/2026).
Para peserta akan didampingi mentor selama proses workshop untuk menghasilkan karya terbaik yang nantinya menjadi identitas visual Hari Jadi ke-255 Pontianak.
Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Pontianak, Rizal, mengatakan kegiatan tersebut digelar untuk memberikan ruang lebih besar bagi kreator lokal dalam merancang identitas visual hari jadi kota.
“Tahun ini kita coba agar kegiatan ini benar-benar bisa di-branding oleh orang Kota Pontianak,” ujarnya.
Penjaringan tim dilakukan dengan ketentuan ketua tim harus memiliki KTP Kota Pontianak. Ketentuan ini menjadi bagian dari upaya memastikan karya yang dihasilkan memiliki kedekatan dengan identitas, karakter dan semangat warga Pontianak.
“Karena kalau kita buka di ruang publik yang luas, kita tidak bisa mengatur yang datang dari kabupaten lain atau provinsi lain. Maka tahun ini kita coba dorong agar ini menjadi kebanggaan orang Kota Pontianak,” katanya.
Menurut Rizal, workshop tersebut tidak hanya menekankan kemampuan teknis desain. Peserta juga diharapkan mampu menuangkan ide, gagasan dan kreativitas menjadi karya yang memiliki nilai estetika sekaligus makna kuat.
“Logo bukan sekadar gambar atau simbol. Logo merupakan identitas visual yang dapat merepresentasikan karakter, sejarah, budaya, nilai-nilai, serta semangat suatu daerah,” jelasnya.
Rizal menilai logo hari jadi kota memiliki peran penting dalam membangun ingatan publik. Ia mencontohkan tagline Hari Jadi Pontianak ke-254, yakni “Pontianak Bersahabat”, yang masih melekat dan digunakan dalam berbagai kegiatan maupun media publikasi sepanjang tahun.
“Pontianak Bersahabat itu masih melekat. Bahkan bahasa tubuh bersalaman sampai menjadi hampir di setiap pertemuan,” ujarnya.
Karena itu, ia berharap peserta workshop mampu menggali potensi dan identitas Kota Pontianak untuk kemudian menerjemahkannya ke dalam konsep desain yang komunikatif, efektif dan sesuai dengan konteks kekinian.
“Gali potensi dan identitas kota, lalu terjemahkan dalam konsep desain yang komunikatif, efektif, dan sesuai dengan keadaan sekarang,” katanya.
Dari 16 tim yang mengikuti workshop, nantinya akan dipilih lima karya sebagai finalis terbaik. Dari lima finalis tersebut, hanya satu tim yang akan ditetapkan sebagai pemenang utama perancangan logo Hari Jadi ke-255 Pontianak.
Meski demikian, empat finalis lainnya tetap akan mendapat apresiasi. Rizal menilai proses kreatif yang dilalui seluruh peserta tetap penting sebagai bagian dari pembinaan dan penguatan ekosistem ekonomi kreatif di Kota Pontianak.
Ia berharap workshop yang berlangsung selama dua hari tersebut dapat menjadi ruang belajar bagi peserta untuk mengasah kemampuan, berdiskusi, bertukar gagasan dan memperkaya wawasan mengenai proses kreatif dalam menghasilkan desain.
“Manfaatkan kesempatan ini untuk bertanya kepada narasumber, berdiskusi, bertukar gagasan, serta memperkaya wawasan mengenai proses kreatif dalam menghasilkan sebuah desain,” pesannya.
Rizal mengatakan kegiatan ini juga menjadi upaya Disporapar melalui bidang ekonomi kreatif untuk membangun pola baru dalam perancangan logo hari jadi.
Jika hasil evaluasi menunjukkan dampak yang baik, model workshop dan kurasi seperti ini berpeluang dilanjutkan pada tahun berikutnya.
“Semoga kegiatan ini menjadi langkah awal bagi lahirnya karya desain yang berdaya dan mampu merepresentasikan semangat Kota Pontianak,” pungkasnya. (*)
KALBARONLINE.com - Sebanyak 16 tim kreatif terpilih bakal bersaing merancang logo Hari Jadi ke-255 Pontianak. Mereka diseleksi dari total 29 tim yang mendaftar dan kini mengikuti Workshop Perancangan Logo di Hotel Star Pontianak, Rabu (26/8/2026).
Para peserta akan didampingi mentor selama proses workshop untuk menghasilkan karya terbaik yang nantinya menjadi identitas visual Hari Jadi ke-255 Pontianak.
Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Pontianak, Rizal, mengatakan kegiatan tersebut digelar untuk memberikan ruang lebih besar bagi kreator lokal dalam merancang identitas visual hari jadi kota.
“Tahun ini kita coba agar kegiatan ini benar-benar bisa di-branding oleh orang Kota Pontianak,” ujarnya.
Penjaringan tim dilakukan dengan ketentuan ketua tim harus memiliki KTP Kota Pontianak. Ketentuan ini menjadi bagian dari upaya memastikan karya yang dihasilkan memiliki kedekatan dengan identitas, karakter dan semangat warga Pontianak.
“Karena kalau kita buka di ruang publik yang luas, kita tidak bisa mengatur yang datang dari kabupaten lain atau provinsi lain. Maka tahun ini kita coba dorong agar ini menjadi kebanggaan orang Kota Pontianak,” katanya.
Menurut Rizal, workshop tersebut tidak hanya menekankan kemampuan teknis desain. Peserta juga diharapkan mampu menuangkan ide, gagasan dan kreativitas menjadi karya yang memiliki nilai estetika sekaligus makna kuat.
“Logo bukan sekadar gambar atau simbol. Logo merupakan identitas visual yang dapat merepresentasikan karakter, sejarah, budaya, nilai-nilai, serta semangat suatu daerah,” jelasnya.
Rizal menilai logo hari jadi kota memiliki peran penting dalam membangun ingatan publik. Ia mencontohkan tagline Hari Jadi Pontianak ke-254, yakni “Pontianak Bersahabat”, yang masih melekat dan digunakan dalam berbagai kegiatan maupun media publikasi sepanjang tahun.
“Pontianak Bersahabat itu masih melekat. Bahkan bahasa tubuh bersalaman sampai menjadi hampir di setiap pertemuan,” ujarnya.
Karena itu, ia berharap peserta workshop mampu menggali potensi dan identitas Kota Pontianak untuk kemudian menerjemahkannya ke dalam konsep desain yang komunikatif, efektif dan sesuai dengan konteks kekinian.
“Gali potensi dan identitas kota, lalu terjemahkan dalam konsep desain yang komunikatif, efektif, dan sesuai dengan keadaan sekarang,” katanya.
Dari 16 tim yang mengikuti workshop, nantinya akan dipilih lima karya sebagai finalis terbaik. Dari lima finalis tersebut, hanya satu tim yang akan ditetapkan sebagai pemenang utama perancangan logo Hari Jadi ke-255 Pontianak.
Meski demikian, empat finalis lainnya tetap akan mendapat apresiasi. Rizal menilai proses kreatif yang dilalui seluruh peserta tetap penting sebagai bagian dari pembinaan dan penguatan ekosistem ekonomi kreatif di Kota Pontianak.
Ia berharap workshop yang berlangsung selama dua hari tersebut dapat menjadi ruang belajar bagi peserta untuk mengasah kemampuan, berdiskusi, bertukar gagasan dan memperkaya wawasan mengenai proses kreatif dalam menghasilkan desain.
“Manfaatkan kesempatan ini untuk bertanya kepada narasumber, berdiskusi, bertukar gagasan, serta memperkaya wawasan mengenai proses kreatif dalam menghasilkan sebuah desain,” pesannya.
Rizal mengatakan kegiatan ini juga menjadi upaya Disporapar melalui bidang ekonomi kreatif untuk membangun pola baru dalam perancangan logo hari jadi.
Jika hasil evaluasi menunjukkan dampak yang baik, model workshop dan kurasi seperti ini berpeluang dilanjutkan pada tahun berikutnya.
“Semoga kegiatan ini menjadi langkah awal bagi lahirnya karya desain yang berdaya dan mampu merepresentasikan semangat Kota Pontianak,” pungkasnya. (*)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini