Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Sunday, 20 September 2026 |
KALBARONLINE.com – Penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Ketapang terus diperkuat di tengah musim kemarau yang masih berlangsung. Selain menangani titik api, kebutuhan dasar masyarakat terdampak juga menjadi perhatian.
Pangdam XII/Tanjungpura bersama Bupati Ketapang meninjau penanganan Karhutla sekaligus menyalurkan bantuan air bersih siap minum kepada masyarakat Desa Pelang, Kecamatan Matan Hilir Selatan, Jumat (18/9/2026).
Bantuan air bersih tersebut disalurkan melalui fasilitas Reverse Osmosis (RO) Mabes TNI AD. Fasilitas ini menjadi salah satu upaya membantu masyarakat yang mengalami kesulitan memperoleh air bersih akibat menurunnya debit air selama musim kemarau.
Bupati Ketapang mengatakan, penanganan dampak kemarau tidak hanya berkaitan dengan pemadaman Karhutla, tetapi juga memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi.
“Penanganan karhutla tidak hanya berfokus pada pemadaman api, tetapi juga memastikan masyarakat tetap mendapatkan kebutuhan dasar, salah satunya air bersih,” ujarnya.
Air hasil pengolahan RO tersebut dapat langsung dimanfaatkan masyarakat untuk kebutuhan konsumsi. Bantuan ini diharapkan dapat membantu warga yang terdampak kondisi kekeringan.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Irdam XII/Tanjungpura, Dandim 1203/Ketapang, Kapolres Ketapang, pemerintah daerah, relawan peduli api, serta unsur terkait lainnya.
Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan penanganan Karhutla dan dampak kemarau membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Selain pemadaman, upaya pencegahan dan pemenuhan kebutuhan masyarakat juga menjadi bagian penting dalam penanganan bencana.
Masyarakat juga kembali diingatkan untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar, tidak membakar sampah sembarangan, serta tidak membuang puntung rokok yang berpotensi memicu kebakaran.
“Karhutla merupakan persoalan bersama. Karena itu, pencegahan dan penanganannya membutuhkan kepedulian serta gotong royong seluruh pihak,” katanya.
Pemerintah mengajak masyarakat segera melaporkan apabila menemukan titik api agar dapat ditangani sedini mungkin. Upaya menjaga lingkungan dan memenuhi kebutuhan warga terdampak diharapkan dapat berjalan beriringan selama musim kemarau. (Adi LC)
KALBARONLINE.com – Penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Ketapang terus diperkuat di tengah musim kemarau yang masih berlangsung. Selain menangani titik api, kebutuhan dasar masyarakat terdampak juga menjadi perhatian.
Pangdam XII/Tanjungpura bersama Bupati Ketapang meninjau penanganan Karhutla sekaligus menyalurkan bantuan air bersih siap minum kepada masyarakat Desa Pelang, Kecamatan Matan Hilir Selatan, Jumat (18/9/2026).
Bantuan air bersih tersebut disalurkan melalui fasilitas Reverse Osmosis (RO) Mabes TNI AD. Fasilitas ini menjadi salah satu upaya membantu masyarakat yang mengalami kesulitan memperoleh air bersih akibat menurunnya debit air selama musim kemarau.
Bupati Ketapang mengatakan, penanganan dampak kemarau tidak hanya berkaitan dengan pemadaman Karhutla, tetapi juga memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi.
“Penanganan karhutla tidak hanya berfokus pada pemadaman api, tetapi juga memastikan masyarakat tetap mendapatkan kebutuhan dasar, salah satunya air bersih,” ujarnya.
Air hasil pengolahan RO tersebut dapat langsung dimanfaatkan masyarakat untuk kebutuhan konsumsi. Bantuan ini diharapkan dapat membantu warga yang terdampak kondisi kekeringan.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Irdam XII/Tanjungpura, Dandim 1203/Ketapang, Kapolres Ketapang, pemerintah daerah, relawan peduli api, serta unsur terkait lainnya.
Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan penanganan Karhutla dan dampak kemarau membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Selain pemadaman, upaya pencegahan dan pemenuhan kebutuhan masyarakat juga menjadi bagian penting dalam penanganan bencana.
Masyarakat juga kembali diingatkan untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar, tidak membakar sampah sembarangan, serta tidak membuang puntung rokok yang berpotensi memicu kebakaran.
“Karhutla merupakan persoalan bersama. Karena itu, pencegahan dan penanganannya membutuhkan kepedulian serta gotong royong seluruh pihak,” katanya.
Pemerintah mengajak masyarakat segera melaporkan apabila menemukan titik api agar dapat ditangani sedini mungkin. Upaya menjaga lingkungan dan memenuhi kebutuhan warga terdampak diharapkan dapat berjalan beriringan selama musim kemarau. (Adi LC)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini