Pontianak    

Pangdam XII/Tanjungpura dan Bupati Ketapang Salurkan Air Bersih untuk Warga Pelang

Oleh : Redaksi KalbarOnline
Sunday, 20 September 2026
Pangdam XII/Tanjungpura dan Bupati Ketapang Salurkan Air Bersih untuk Warga Pelang
WhatsApp Icon
Ukuran Font
Kecil Besar

KALBARONLINE.com – Penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Ketapang terus diperkuat di tengah musim kemarau yang masih berlangsung. Selain menangani titik api, kebutuhan dasar masyarakat terdampak juga menjadi perhatian.

Pangdam XII/Tanjungpura bersama Bupati Ketapang meninjau penanganan Karhutla sekaligus menyalurkan bantuan air bersih siap minum kepada masyarakat Desa Pelang, Kecamatan Matan Hilir Selatan, Jumat (18/9/2026).

Bantuan air bersih tersebut disalurkan melalui fasilitas Reverse Osmosis (RO) Mabes TNI AD. Fasilitas ini menjadi salah satu upaya membantu masyarakat yang mengalami kesulitan memperoleh air bersih akibat menurunnya debit air selama musim kemarau.

Bupati Ketapang mengatakan, penanganan dampak kemarau tidak hanya berkaitan dengan pemadaman Karhutla, tetapi juga memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi.

“Penanganan karhutla tidak hanya berfokus pada pemadaman api, tetapi juga memastikan masyarakat tetap mendapatkan kebutuhan dasar, salah satunya air bersih,” ujarnya.

Air hasil pengolahan RO tersebut dapat langsung dimanfaatkan masyarakat untuk kebutuhan konsumsi. Bantuan ini diharapkan dapat membantu warga yang terdampak kondisi kekeringan.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Irdam XII/Tanjungpura, Dandim 1203/Ketapang, Kapolres Ketapang, pemerintah daerah, relawan peduli api, serta unsur terkait lainnya.

Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan penanganan Karhutla dan dampak kemarau membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Selain pemadaman, upaya pencegahan dan pemenuhan kebutuhan masyarakat juga menjadi bagian penting dalam penanganan bencana.

Masyarakat juga kembali diingatkan untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar, tidak membakar sampah sembarangan, serta tidak membuang puntung rokok yang berpotensi memicu kebakaran.

“Karhutla merupakan persoalan bersama. Karena itu, pencegahan dan penanganannya membutuhkan kepedulian serta gotong royong seluruh pihak,” katanya.

Pemerintah mengajak masyarakat segera melaporkan apabila menemukan titik api agar dapat ditangani sedini mungkin. Upaya menjaga lingkungan dan memenuhi kebutuhan warga terdampak diharapkan dapat berjalan beriringan selama musim kemarau. (Adi LC)

Artikel Selanjutnya
Maulid Nabi di Masjid Agung Al-Ikhlas, Alexander Wilyo Tekankan Pentingnya Persaudaraan
Sunday, 20 September 2026
Artikel Sebelumnya
HUT ke-81 TNI, Koramil Semitau Gelar Pengobatan Gratis untuk Warga Kenepai Komplek
Sunday, 20 September 2026

Berita terkait