Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Sunday, 30 August 2026 |
KALBARONLINE.com - Kemarau panjang yang melanda Kabupaten Ketapang mulai berdampak terhadap ketersediaan air bersih dan air minum masyarakat. Kondisi tersebut salah satunya dirasakan warga Desa Sungai Pelang, Kecamatan Matan Hilir Selatan (MHS).
Hampir dua bulan tanpa hujan membuat sumber air yang selama ini dimanfaatkan warga semakin terbatas. Sebagian masyarakat bahkan harus membeli air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Melihat kondisi tersebut, Koalisi Wartawan (KAWAN) Ketapang turun langsung membantu warga. Pada Minggu (30/8/2026), KAWAN Ketapang menyalurkan 200 galon air minum dan 8.000 liter air bersih kepada masyarakat Desa Sungai Pelang.
Air minum tersebut dibagikan langsung dari rumah ke rumah. Bantuan itu merupakan hasil swadaya anggota KAWAN Ketapang melalui dana urunan yang dikumpulkan bersama.
Ketua KAWAN Ketapang, Agustiandi, mengatakan aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak kemarau panjang.
“Sebagai wartawan kami sering memberitakan persoalan masyarakat. Ketika melihat warga mulai kesulitan mendapatkan air, kami berpikir apa yang bisa kami lakukan,” kata Agustiandi.
Menurutnya, kemarau panjang tidak hanya meningkatkan ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla), tetapi juga mulai berdampak terhadap kebutuhan dasar masyarakat.
“Karhutla menjadi persoalan yang terlihat setiap hari. Akibat kemarau panjang, kini warga semakin sulit mendapatkan air untuk minum dan kebutuhan sehari-hari,” ujarnya.
Agustiandi mengakui bantuan yang diberikan KAWAN Ketapang belum dapat memenuhi seluruh kebutuhan warga. Namun, ia berharap aksi tersebut dapat sedikit meringankan beban masyarakat sekaligus mendorong kepedulian dari berbagai pihak.
“Kami ingin memulai dari apa yang bisa kami lakukan. Meski tidak besar, kami harap bantuan ini bisa sedikit meringankan beban warga,” katanya.
Sebagai organisasi pers lokal, KAWAN Ketapang selama ini aktif menyampaikan berbagai persoalan masyarakat melalui pemberitaan. Melalui aksi sosial tersebut, kepedulian terhadap masyarakat diharapkan tidak hanya disampaikan melalui pemberitaan, tetapi juga diwujudkan melalui tindakan nyata.
“Kalau kepedulian ini dilakukan bersama-sama, manfaatnya tentu akan jauh lebih besar bagi masyarakat,” tutur Agustiandi.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu proses pengadaan hingga penyaluran air kepada masyarakat Sungai Pelang.
Sementara itu, salah seorang warga, Wiwin Purwati (60), mengaku kemarau panjang membuat keluarganya kesulitan mendapatkan air minum.
Ia mengatakan keluarganya rata-rata membutuhkan sekitar dua galon air minum setiap hari.
“Musim kemarau ini memang susah air. Kami biasa membeli air galon. Kemarau sudah dua bulan,” kata Wiwin.
Kondisi tersebut membuat kebutuhan air meningkat, sekaligus menambah pengeluaran keluarga untuk membeli air minum.
Hal serupa disampaikan Asari (67). Ia mengatakan keluarganya yang berjumlah lima orang kini membutuhkan lebih banyak air minum karena cuaca panas.
“Kami memang sedang kekurangan air minum. Selama ini beli air dan diantar ke sini. Kalau musim panas sekarang ini, minum lebih banyak. Jadi kebutuhan air juga bertambah,” ujarnya.
Asari mengapresiasi kepedulian KAWAN Ketapang yang memberikan bantuan air kepada warga.
“Kami ucapkan terima kasih kepada KAWAN Ketapang,” katanya.
Warga lainnya, Sugiarti, mengatakan sumber air yang selama ini digunakan masyarakat mulai sulit diandalkan akibat kemarau panjang.
“Air sekarang susah. Sudah dua bulan tidak hujan, sumber air juga semakin berkurang. Untuk air minum kami harus membeli,” ungkapnya.
Menurut Sugiarti, bantuan air bersih dan air minum dari KAWAN Ketapang cukup membantu memenuhi kebutuhan warga di tengah kondisi kemarau.
“Terima kasih kepada KAWAN Ketapang. Air ini sangat membantu kami. Mudah-mudahan nanti hujan turun dan keadaan kembali normal,” pungkasnya. (Adi LC)
KALBARONLINE.com - Kemarau panjang yang melanda Kabupaten Ketapang mulai berdampak terhadap ketersediaan air bersih dan air minum masyarakat. Kondisi tersebut salah satunya dirasakan warga Desa Sungai Pelang, Kecamatan Matan Hilir Selatan (MHS).
Hampir dua bulan tanpa hujan membuat sumber air yang selama ini dimanfaatkan warga semakin terbatas. Sebagian masyarakat bahkan harus membeli air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Melihat kondisi tersebut, Koalisi Wartawan (KAWAN) Ketapang turun langsung membantu warga. Pada Minggu (30/8/2026), KAWAN Ketapang menyalurkan 200 galon air minum dan 8.000 liter air bersih kepada masyarakat Desa Sungai Pelang.
Air minum tersebut dibagikan langsung dari rumah ke rumah. Bantuan itu merupakan hasil swadaya anggota KAWAN Ketapang melalui dana urunan yang dikumpulkan bersama.
Ketua KAWAN Ketapang, Agustiandi, mengatakan aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak kemarau panjang.
“Sebagai wartawan kami sering memberitakan persoalan masyarakat. Ketika melihat warga mulai kesulitan mendapatkan air, kami berpikir apa yang bisa kami lakukan,” kata Agustiandi.
Menurutnya, kemarau panjang tidak hanya meningkatkan ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla), tetapi juga mulai berdampak terhadap kebutuhan dasar masyarakat.
“Karhutla menjadi persoalan yang terlihat setiap hari. Akibat kemarau panjang, kini warga semakin sulit mendapatkan air untuk minum dan kebutuhan sehari-hari,” ujarnya.
Agustiandi mengakui bantuan yang diberikan KAWAN Ketapang belum dapat memenuhi seluruh kebutuhan warga. Namun, ia berharap aksi tersebut dapat sedikit meringankan beban masyarakat sekaligus mendorong kepedulian dari berbagai pihak.
“Kami ingin memulai dari apa yang bisa kami lakukan. Meski tidak besar, kami harap bantuan ini bisa sedikit meringankan beban warga,” katanya.
Sebagai organisasi pers lokal, KAWAN Ketapang selama ini aktif menyampaikan berbagai persoalan masyarakat melalui pemberitaan. Melalui aksi sosial tersebut, kepedulian terhadap masyarakat diharapkan tidak hanya disampaikan melalui pemberitaan, tetapi juga diwujudkan melalui tindakan nyata.
“Kalau kepedulian ini dilakukan bersama-sama, manfaatnya tentu akan jauh lebih besar bagi masyarakat,” tutur Agustiandi.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu proses pengadaan hingga penyaluran air kepada masyarakat Sungai Pelang.
Sementara itu, salah seorang warga, Wiwin Purwati (60), mengaku kemarau panjang membuat keluarganya kesulitan mendapatkan air minum.
Ia mengatakan keluarganya rata-rata membutuhkan sekitar dua galon air minum setiap hari.
“Musim kemarau ini memang susah air. Kami biasa membeli air galon. Kemarau sudah dua bulan,” kata Wiwin.
Kondisi tersebut membuat kebutuhan air meningkat, sekaligus menambah pengeluaran keluarga untuk membeli air minum.
Hal serupa disampaikan Asari (67). Ia mengatakan keluarganya yang berjumlah lima orang kini membutuhkan lebih banyak air minum karena cuaca panas.
“Kami memang sedang kekurangan air minum. Selama ini beli air dan diantar ke sini. Kalau musim panas sekarang ini, minum lebih banyak. Jadi kebutuhan air juga bertambah,” ujarnya.
Asari mengapresiasi kepedulian KAWAN Ketapang yang memberikan bantuan air kepada warga.
“Kami ucapkan terima kasih kepada KAWAN Ketapang,” katanya.
Warga lainnya, Sugiarti, mengatakan sumber air yang selama ini digunakan masyarakat mulai sulit diandalkan akibat kemarau panjang.
“Air sekarang susah. Sudah dua bulan tidak hujan, sumber air juga semakin berkurang. Untuk air minum kami harus membeli,” ungkapnya.
Menurut Sugiarti, bantuan air bersih dan air minum dari KAWAN Ketapang cukup membantu memenuhi kebutuhan warga di tengah kondisi kemarau.
“Terima kasih kepada KAWAN Ketapang. Air ini sangat membantu kami. Mudah-mudahan nanti hujan turun dan keadaan kembali normal,” pungkasnya. (Adi LC)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini