Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Saturday, 17 October 2026 |
KALBARONLINE.com – Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, mengapresiasi peran petugas kebersihan, khususnya penyapu jalan, yang setiap hari menjaga kebersihan kota sejak dini hari. Menurutnya, kerja keras mereka turut mendukung terwujudnya lingkungan yang aman, sehat, bersih, dan asri melalui gerakan Indonesia Asri.
Edi mengatakan, pekerjaan penyapu jalan bukanlah tugas sederhana. Para petugas bahkan sudah berada di lapangan sejak pukul 04.30 hingga 05.00 WIB, ketika sebagian besar masyarakat masih beristirahat.
“Bapak ibu jam setengah lima, jam lima sudah di lapangan menyapu dan membersihkan. Saya sendiri sering menyaksikan ketika pulang setelah salat Subuh, bapak ibu masih menyapu,” ujarnya saat menyerahkan bantuan sembako kepada petugas kebersihan di Kantor Wali Kota Pontianak, Sabtu (17/10/2026).
Menurutnya, pekerjaan yang dilakukan setiap hari tersebut berdampak langsung terhadap kenyamanan masyarakat. Jalan dan trotoar yang bersih memungkinkan warga memulai aktivitas dengan lingkungan yang lebih nyaman.
“Pagi-pagi orang yang lari di trotoar itu sehat, senang, gembira. Itu juga berkat bapak ibu di lapangan yang bekerja,” katanya.
Namun, Edi mengingatkan bahwa pekerjaan penyapu jalan memiliki risiko keselamatan yang perlu mendapat perhatian serius. Mereka bekerja ketika kondisi jalan masih gelap, sementara pengendara yang melintas belum tentu berada dalam kondisi prima.
Risiko tersebut semakin besar ketika cuaca buruk atau jarak pandang terbatas. Edi mencontohkan kondisi saat kabut asap melanda Pontianak, ketika para petugas kebersihan tetap harus menjalankan tugas di tengah keterbatasan jarak pandang.
“Jam-jam Subuh itu rawan. Ada pengendara yang mungkin baru bangun, terburu-buru, ada juga yang baru datang dari luar kota dalam kondisi lelah. Karena itu keselamatan bapak ibu harus menjadi perhatian,” tegasnya.
Untuk mengurangi risiko kecelakaan, Edi meminta perangkat daerah memastikan perlengkapan keselamatan petugas digunakan secara optimal. Perlengkapan tersebut antara lain pakaian kerja berwarna terang dan rubber cone atau kerucut pengaman saat petugas bekerja di badan maupun tepi jalan.
Selain itu, Pemerintah Kota Pontianak memberikan perlindungan kepada pekerja melalui kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan.
“Keselamatan nomor satu, kesehatan juga nomor satu. Jangan sampai karena ingin membersihkan kota, justru keselamatan diri diabaikan,” pesannya.
Edi juga mengaitkan tugas para penyapu jalan dengan gerakan Indonesia Asri. Menurutnya, upaya menjaga lingkungan yang aman, sehat, bersih, dan hijau telah menjadi bagian penting dalam pembangunan Kota Pontianak.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa menjaga kebersihan bukan hanya tanggung jawab petugas kebersihan. Masyarakat, perangkat daerah, dunia usaha, dan seluruh pengguna ruang kota perlu mengambil bagian dalam upaya tersebut.
“Tidak cukup wali kota, tidak cukup pejabat. Semuanya harus bergerak bergandengan tangan dan mempunyai tujuan yang sama, supaya kota ini aman, sehat dan nyaman untuk tempat tinggal serta beraktivitas,” ujarnya.
Edi berharap perhatian terhadap kesejahteraan dan keselamatan petugas kebersihan terus ditingkatkan. Bersamaan dengan itu, kesadaran masyarakat untuk mengurangi dan mengelola sampah juga perlu diperkuat.
“Bapak ibu punya tugas yang sangat mulia. Kota yang bersih dan nyaman yang dinikmati masyarakat setiap hari, ada kerja keras bapak ibu di dalamnya,” pungkasnya. (*)
KALBARONLINE.com – Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, mengapresiasi peran petugas kebersihan, khususnya penyapu jalan, yang setiap hari menjaga kebersihan kota sejak dini hari. Menurutnya, kerja keras mereka turut mendukung terwujudnya lingkungan yang aman, sehat, bersih, dan asri melalui gerakan Indonesia Asri.
Edi mengatakan, pekerjaan penyapu jalan bukanlah tugas sederhana. Para petugas bahkan sudah berada di lapangan sejak pukul 04.30 hingga 05.00 WIB, ketika sebagian besar masyarakat masih beristirahat.
“Bapak ibu jam setengah lima, jam lima sudah di lapangan menyapu dan membersihkan. Saya sendiri sering menyaksikan ketika pulang setelah salat Subuh, bapak ibu masih menyapu,” ujarnya saat menyerahkan bantuan sembako kepada petugas kebersihan di Kantor Wali Kota Pontianak, Sabtu (17/10/2026).
Menurutnya, pekerjaan yang dilakukan setiap hari tersebut berdampak langsung terhadap kenyamanan masyarakat. Jalan dan trotoar yang bersih memungkinkan warga memulai aktivitas dengan lingkungan yang lebih nyaman.
“Pagi-pagi orang yang lari di trotoar itu sehat, senang, gembira. Itu juga berkat bapak ibu di lapangan yang bekerja,” katanya.
Namun, Edi mengingatkan bahwa pekerjaan penyapu jalan memiliki risiko keselamatan yang perlu mendapat perhatian serius. Mereka bekerja ketika kondisi jalan masih gelap, sementara pengendara yang melintas belum tentu berada dalam kondisi prima.
Risiko tersebut semakin besar ketika cuaca buruk atau jarak pandang terbatas. Edi mencontohkan kondisi saat kabut asap melanda Pontianak, ketika para petugas kebersihan tetap harus menjalankan tugas di tengah keterbatasan jarak pandang.
“Jam-jam Subuh itu rawan. Ada pengendara yang mungkin baru bangun, terburu-buru, ada juga yang baru datang dari luar kota dalam kondisi lelah. Karena itu keselamatan bapak ibu harus menjadi perhatian,” tegasnya.
Untuk mengurangi risiko kecelakaan, Edi meminta perangkat daerah memastikan perlengkapan keselamatan petugas digunakan secara optimal. Perlengkapan tersebut antara lain pakaian kerja berwarna terang dan rubber cone atau kerucut pengaman saat petugas bekerja di badan maupun tepi jalan.
Selain itu, Pemerintah Kota Pontianak memberikan perlindungan kepada pekerja melalui kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan.
“Keselamatan nomor satu, kesehatan juga nomor satu. Jangan sampai karena ingin membersihkan kota, justru keselamatan diri diabaikan,” pesannya.
Edi juga mengaitkan tugas para penyapu jalan dengan gerakan Indonesia Asri. Menurutnya, upaya menjaga lingkungan yang aman, sehat, bersih, dan hijau telah menjadi bagian penting dalam pembangunan Kota Pontianak.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa menjaga kebersihan bukan hanya tanggung jawab petugas kebersihan. Masyarakat, perangkat daerah, dunia usaha, dan seluruh pengguna ruang kota perlu mengambil bagian dalam upaya tersebut.
“Tidak cukup wali kota, tidak cukup pejabat. Semuanya harus bergerak bergandengan tangan dan mempunyai tujuan yang sama, supaya kota ini aman, sehat dan nyaman untuk tempat tinggal serta beraktivitas,” ujarnya.
Edi berharap perhatian terhadap kesejahteraan dan keselamatan petugas kebersihan terus ditingkatkan. Bersamaan dengan itu, kesadaran masyarakat untuk mengurangi dan mengelola sampah juga perlu diperkuat.
“Bapak ibu punya tugas yang sangat mulia. Kota yang bersih dan nyaman yang dinikmati masyarakat setiap hari, ada kerja keras bapak ibu di dalamnya,” pungkasnya. (*)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini