KalbarOnline,
Ketapang – DPRD Ketapang berjanji akan segera menelusuri akar persoalan kelangkaan
dan mahalnya gas elpiji tabung tiga kilogram alias elpiji melon di Kabupaten
Ketapang yang telah banyak dikeluhkan oleh masyarakat. Hal itu disampaikan
Ketua Komisi II DPRD Ketapang, Junaidi saat audiensi bersama Korps Alumni
Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Ketapang, di Kantor DPRD Ketapang, Senin
(4/11/2019).
Junaidi mengaku bahwa pihaknya saat ini belum memegang data
terkait persoalan gas elpiji, khususnya mengenai pendistribusian dan kuota gas
elpiji bersubsidi tersebut.
“Kami akan lakukan kroscek di lapangan dan memanggil
Disperindagkop, pertamina, hiswana migas, agen bila perlu pangkalan minggu
depan,” ujarnya.
Junaidi menyebut bahwa pihaknya bukan lembaga eksekutor
namun dapat melakukan banyak hal. Dirinya juga mengapresiasi langkah KAHMI
Ketapang yang telah tanggap menyampaikan aspirasi masyarakat.
“Kita juga akan lakukan sidak di lapangan, untuk memastikan
apakah persoalan terkait kuota atau distribusi yang salah, apalagi dari
audiensi ini ada masukan dan informasi mengenai indikasi penyalahgunaan gas
bersubsidi dan ini akan segera ditindaklanjuti,” janjinya.
Selain itu, Junaidi menyebut bahwa dalam pengecekan nanti
ditemukan ada agen atau pangkalan nakal yang melakukan penyalahgunaan elpiji
maka pihaknya akan merekomendasikan ke pihak terkait untuk dilakukan pencabutan
izin.
“Ke depan pengawasan perlu ditingkatkan, instrumen-instrumen
pengawasan seperti Satpol PP diaktifkan dan bila perlu kita lakukan kerjasama
dengan aparat penegah hukum,” tandasnya. (Adi LC)