Friday, 23 October 2026 | 23 October 2026
kalbaronline
Antisipasi Rob Januari 2026, Edi Imbau Warga Bantaran Kapuas Tingkatkan Kewaspadaan
Home > Berita > Politik > Antisipasi Rob Januari 2026, Edi Imbau W...
Pontianak

Antisipasi Rob Januari 2026, Edi Imbau Warga Bantaran Kapuas Tingkatkan Kewaspadaan

Redaksi KalbarOnline
Redaksi KalbarOnline
Saturday, 03 January 2026 - 12:00 WIB
Antisipasi Rob Januari 2026, Edi Imbau Warga Bantaran Kapuas Tingkatkan Kewaspadaan
Petugas dari Dinas PUPR Kota Pontianak tengah membersihkan drainase dan saluran air sebagai upaya mengantisipasi banjir rob (Foto: Prokopim For KALBARONLINE.com)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp kalbaronline.com
+ Gabung
Ukuran Font
Kecil Besar


KALBARONLINE.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak terus memperkuat langkah antisipasi menghadapi potensi banjir rob yang diperkirakan terjadi pada Januari 2026. Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyebut, berdasarkan prakiraan BMKG, ketinggian pasang air laut pada Januari mendatang dapat mencapai dua meter.

Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan kondisi pada Desember lalu, di mana pasang rob sempat mencapai sekitar 1,8 meter dan menyebabkan genangan di sejumlah wilayah Kota Pontianak.

Menurut Edi, kawasan di sekitar Sungai Kapuas menjadi perhatian utama karena terdampak langsung saat pasang tinggi. Warga yang bermukim di bantaran sungai diminta meningkatkan kewaspadaan sejak dini, termasuk mengamankan barang-barang berharga serta peralatan rumah tangga yang rentan rusak akibat air.

“Terutama rumah-rumah yang sebelumnya sempat terendam, agar pengalaman kemarin bisa menjadi pelajaran untuk lebih siap menghadapi kemungkinan yang sama,” ujarnya, Sabtu (3/1/2026).

Selain itu, Edi menekankan pentingnya aspek keselamatan keluarga, khususnya anak-anak. Ia mengingatkan para orang tua agar lebih ketat mengawasi anak-anak yang belum bisa berenang dan tidak membiarkan mereka bermain di parit, saluran air, maupun area yang berpotensi tergenang saat rob terjadi.

“Keselamatan jiwa menjadi prioritas utama, jangan sampai lengah,” tegasnya.

Dari sisi mitigasi, Pemkot Pontianak telah menyiagakan posko-posko kesiapsiagaan di sejumlah titik rawan, seperti kawasan Nipah Kuning serta wilayah Pontianak Utara dan Pontianak Timur. Posko tersebut disiapkan untuk mempercepat respons jika terjadi kenaikan air yang signifikan dan membantu koordinasi penanganan di lapangan, terutama di wilayah pinggiran Sungai Kapuas.

Selain kesiapsiagaan personel dan posko, Pemkot juga melakukan pembersihan saluran dan drainase di berbagai lokasi kota. Langkah ini bertujuan memastikan aliran air tetap lancar sehingga dapat mengurangi risiko genangan yang lebih parah ketika pasang rob bersamaan dengan curah hujan. Pembersihan dilakukan secara bertahap dan rutin sebagai bagian dari upaya preventif menghadapi musim pasang.

Edi menegaskan, penanganan banjir rob tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah, tetapi memerlukan peran aktif masyarakat.

“Pemerintah sudah bersiaga, namun masyarakat juga harus waspada, menjaga lingkungan, dan mengikuti imbauan. Dengan kesiapan bersama, kita berharap dampak banjir rob dapat diminimalisir,” pungkasnya. (Red)