Friday, 23 October 2026 | 23 October 2026
kalbaronline
edi kamtono
Edi Kamtono Cek Kesiapan Faskes Hadapi Dampak Kabut Asap Karhutla
Edi Kamtono Cek Kesiapan Faskes Hadapi Dampak Kabut Asap Karhutla
Sunday, 30/08/2026

KALBARONLINE.com - Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono meninjau Rumah Sakit Sultan Syarif Mohammad Alkadrie (RSUD SSMA) Kota Pontianak dan sejumlah fasilitas kesehatan, Minggu (30/8/2026).

Peninjauan dilakukan untuk memastikan kesiapan layanan kesehatan dalam mengantisipasi dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla), menyusul kondisi kabut asap di Kota Pontianak yang dalam beberapa hari terakhir berada pada kategori berbahaya.

Edi ingin memastikan rumah sakit, puskesmas, hingga posko kesehatan siap memberikan layanan apabila terjadi peningkatan keluhan kesehatan masyarakat akibat paparan asap.

“Siang ini saya ke Rumah Sakit Kota Pontianak dan faskes memastikan kesiapan sarana kesehatan kita terhadap antisipasi dampak karhutla dan kabut asap yang melanda Kota Pontianak,” ujarnya.

Edi mengatakan, meski kondisi udara memburuk, pelayanan di rumah sakit masih terkendali. Saat meninjau Instalasi Gawat Darurat RSUD SSMA, ia mendapati beberapa pasien yang sedang mendapatkan pelayanan, namun tidak disebabkan oleh ISPA.

“Tadi saya pastikan di rumah sakit, di IGD ada beberapa pasien, tetapi bukan disebabkan karena ISPA. Namun kita tetap harus siaga,” katanya.

Menurutnya, Pemkot Pontianak tetap mengantisipasi kemungkinan terjadinya lonjakan pasien akibat kabut asap. Fasilitas kesehatan diminta tetap siap, termasuk memastikan ketersediaan oksigen bagi masyarakat yang mengalami sesak napas.

“Oksigen kita siap. Kita juga tetap mengantisipasi lonjakan apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” jelasnya.

Selain rumah sakit dan puskesmas, Pemkot Pontianak juga membuka posko layanan kesehatan. Salah satunya berada di PMI Kota Pontianak melalui Posko Segar yang disiapkan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan pemeriksaan kesehatan maupun layanan oksigen.

Edi juga menyoroti peningkatan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) yang sebelumnya dilaporkan Dinas Kesehatan Kota Pontianak. Kenaikan sekitar 10 persen menjadi perhatian pemerintah sehingga langkah antisipasi terus diperkuat.

Selain ISPA, Pemkot Pontianak juga mewaspadai potensi gangguan kesehatan lain, termasuk diare. Kondisi air yang terganggu akibat musim kemarau dan kualitas lingkungan yang menurun dinilai berisiko memengaruhi kesehatan masyarakat.

“Betul, kita juga antisipasi diare karena ini berkaitan dengan kondisi air,” kata Edi.

Wali Kota mengimbau masyarakat tetap menjaga kesehatan selama kabut asap masih berlangsung. Warga diminta mengurangi aktivitas di luar ruangan, menggunakan masker apabila harus keluar rumah, memperbanyak minum air putih, serta segera memeriksakan diri apabila mengalami sesak, batuk berat, demam, atau keluhan kesehatan lainnya.

“Yang penting kita tetap waspada. Pemerintah menyiapkan layanan, tetapi masyarakat juga harus menjaga diri dan mengurangi paparan asap,” pungkasnya. (*)

18 Ruko di Jalan Barito Terbakar, Edi Kamtono Minta Bangunan Segera Diamankan
18 Ruko di Jalan Barito Terbakar, Edi Kamtono Minta Bangunan Segera Diamankan
Wednesday, 26/08/2026

KALBARONLINE.com - Sebanyak 18 ruko di kawasan Jalan Barito, Kelurahan Benua Melayu Laut, Kecamatan Pontianak Selatan, terdampak kebakaran yang terjadi pada Rabu (26/8/2026) dini hari.

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono meminta bangunan yang terdampak segera diamankan untuk mencegah terjadinya korban susulan akibat bagian bangunan yang berpotensi runtuh.

“Yang paling penting sekarang diamankan dulu, jangan sampai menimbulkan korban berikutnya,” kata Edi usai meninjau lokasi kebakaran, Rabu pagi.

Berdasarkan keterangan sementara dari saksi mata, Edi menyebut api diduga berasal dari salah satu kios. Namun, penyebab pasti kebakaran masih perlu dipastikan melalui pemeriksaan lebih lanjut oleh pihak berwenang.

Dari hasil peninjauan di lapangan, kerusakan banyak terjadi pada bagian lantai dua hingga lantai tiga bangunan.

“Ada kurang lebih 18 ruko. Umumnya kerusakan terjadi di lantai dua sampai lantai tiga,” katanya.

Menurut Edi, langkah utama setelah proses pemadaman adalah memastikan area bekas kebakaran dalam kondisi aman. Bangunan yang terdampak tidak boleh dibiarkan begitu saja karena struktur yang rusak dapat membahayakan warga maupun pemilik ruko.

Edi menjelaskan, bangunan yang terbakar merupakan bangunan lama dengan konstruksi kayu. Kondisi tersebut membuat api lebih mudah merambat dan memperbesar risiko kerusakan, terutama pada bagian lantai atas.

“Ini bangunan lama, konstruksinya kayu. Jadi memang perlu kehati-hatian dalam penanganannya,” jelasnya.

Kawasan tersebut berada di atas tanah Pemkot yang telah diberikan Hak Guna Bangunan (HGB). Pemerintah Kota Pontianak akan berkoordinasi lebih lanjut dengan pihak terkait, termasuk para pemilik bangunan.

“Ini tanah verponding yang di-HGB-kan. Nanti kita koordinasikan dengan pemilik-pemiliknya,” ungkapnya.

Untuk sementara, Edi menyebut belum ada laporan warga rentan yang tinggal di dalam bangunan terdampak. Kendati demikian, pendataan dan pemeriksaan lapangan tetap diperlukan untuk memastikan kondisi seluruh penghuni maupun pemilik ruko.

“Kita belum bisa menghitung kerugian. Di dalamnya ada material, benda, dan harta milik pemilik yang belum kita ketahui,” jelasnya.

Camat Pontianak Selatan Wulanda Anjaswari menyampaikan, berdasarkan data sementara, kebakaran terjadi sekitar pukul 02.15 WIB dan berdampak pada 18 pintu ruko.

“Sebagian besar bangunan merupakan gudang dan toko,” jelasnya.

Saat ini, lokasi kebakaran telah dipasang garis polisi. Sejumlah pemilik juga tampak membersihkan ruko masing-masing.

Pemerintah bersama instansi terkait akan melanjutkan koordinasi untuk penanganan pascakebakaran, mulai dari pemeriksaan penyebab, pendataan kerusakan hingga pengamanan bangunan. (*)

Edi Kamtono Tantang Atlet Renang Pontianak Pecahkan Rekor Nasional
Edi Kamtono Tantang Atlet Renang Pontianak Pecahkan Rekor Nasional
Friday, 21/08/2026

KALBARONLINE.com – Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mendorong atlet renang di Kota Pontianak tidak sekadar mengejar kemenangan di tingkat daerah. Ia bahkan menantang para atlet untuk berani membidik rekor nasional.

Dorongan tersebut disampaikan Edi saat membuka Kejuaraan Renang Antarklub se-Kota Pontianak 2026 di Kolam Renang Ampera, Jumat (21/8/2026).

Menurut Edi, kejuaraan antarklub ini bisa dimanfaatkan para atlet untuk mengukur kemampuan sekaligus mempersiapkan diri menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalbar.

Ia meminta atlet memanfaatkan setiap kesempatan bertanding untuk memperbaiki catatan waktu dan membangun mental kompetisi.

“Saya berharap kejuaraan ini berjalan lancar. Adik-adik bisa optimal mencapai waktu tercepat, kalau bisa rekor Porprov,” ujarnya.

Edi bahkan menyiapkan motivasi tambahan bagi atlet yang mampu mencapai prestasi lebih tinggi. Ia menyebut akan memberikan bonus apabila ada atlet yang berhasil memecahkan rekor nasional.

Menurutnya, Pontianak memiliki fasilitas kolam renang yang representatif dan berstandar baik. Karena itu, fasilitas tersebut harus dimanfaatkan secara maksimal oleh atlet, pelatih maupun klub untuk meningkatkan kualitas latihan.

“Berlatihlah seoptimal mungkin dengan memanfaatkan prasarana yang representatif ini. Ini sudah standar olimpiade,” jelasnya.

Edi berharap pembinaan yang dilakukan klub-klub renang di Pontianak mampu melahirkan atlet yang tidak hanya berprestasi di tingkat kota, tetapi juga mampu membawa nama daerah pada kompetisi yang lebih tinggi.

Untuk Porprov mendatang, ia bahkan memasang target tinggi bagi kontingen renang Pontianak.

“Saya berharap nanti di Porprov, adik-adik bisa mendapatkan emas semuanya, medali terbaik,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Kejuaraan Renang Antarklub se-Kota Pontianak 2026, Yusnaldi, mengatakan ajang tersebut menjadi bagian dari persiapan sekaligus seleksi atlet menuju Porprov Kalbar.

Kejuaraan ini juga digelar dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Sebanyak 60 atlet dari berbagai klub renang di Kota Pontianak ambil bagian dalam kejuaraan tersebut. Peserta terdiri dari 35 atlet putra dan 25 atlet putri.

Yusnaldi mengatakan pengalaman bertanding menjadi bagian penting dalam proses pembinaan atlet. Latihan rutin saja dinilai belum cukup untuk membentuk atlet yang siap menghadapi kompetisi.

“Dari kejuaraan ini kita bisa melihat potensi atlet, baik putra maupun putri, yang nantinya dapat dipersiapkan untuk membawa nama Kota Pontianak pada Porprov Kalbar,” katanya.

Selain mengejar prestasi, Yusnaldi meminta seluruh peserta tetap menjunjung sportivitas selama pertandingan. Menurutnya, kejuaraan juga menjadi ruang untuk membangun disiplin, semangat berkompetisi dan kecintaan terhadap olahraga renang.

Ia turut mengapresiasi dukungan Pemerintah Kota Pontianak, para pelatih, klub, orang tua atlet, panitia serta seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan kejuaraan.

“Terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung. Semoga kejuaraan ini berjalan lancar dan melahirkan atlet-atlet renang terbaik Kota Pontianak,” pungkasnya. (*)

Pemkot Pontianak Perpanjang Kerja Sama Lahan Rumkital Rahadi Osman dengan Lantamal XII
Pemkot Pontianak Perpanjang Kerja Sama Lahan Rumkital Rahadi Osman dengan Lantamal XII
Wednesday, 21/01/2026


KALBARONLINE.com – Pemerintah Kota Pontianak resmi memperpanjang kerja sama dengan Komando Daerah TNI Angkatan Laut XII terkait peminjaman lahan untuk operasional Rumah Sakit Angkatan Laut (Rumkital) Tingkat III Rahadi Osman. Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) tersebut berlangsung di Ruang Kerja Wali Kota Pontianak, Rabu (21/1/2026).

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyampaikan, perpanjangan kerja sama ini merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat sistem pelayanan kesehatan di Kota Pontianak. Menurutnya, keberadaan Rumkital Rahadi Osman telah memberikan kontribusi nyata, khususnya dalam memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat Pontianak Utara dan wilayah sekitarnya.

“Kerja sama ini kita lanjutkan karena manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat. Rumah sakit ini tidak hanya melayani prajurit TNI, tetapi juga terbuka bagi masyarakat umum, sehingga menjadi bagian penting dari sistem layanan kesehatan kota,” ujarnya.

Ia menilai sinergi antara Pemkot Pontianak dan Lantamal XII merupakan contoh kolaborasi lintas institusi yang saling menguatkan. Dalam konteks pelayanan publik, kerja sama semacam ini menjadi kebutuhan di tengah tantangan layanan kesehatan yang kian kompleks, mulai dari pertumbuhan penduduk, perubahan pola penyakit, hingga tuntutan layanan yang cepat dan berkualitas.

Rumkital Tingkat III Rahadi Osman yang berlokasi di Jalan Khatulistiwa, Pontianak Utara, diresmikan pada Februari 2024. Sejak beroperasi, rumah sakit ini menjadi salah satu fasilitas kesehatan strategis di kawasan utara Kota Pontianak yang terus berkembang sebagai wilayah permukiman dan pusat aktivitas ekonomi baru.

“Keberadaan rumah sakit ini turut membantu mengurangi beban rumah sakit di pusat kota,” kata Edi.

Ia menambahkan, Pemkot Pontianak memandang peminjaman lahan ini sebagai investasi sosial jangka panjang. Dengan kepastian lahan, Rumkital Rahadi Osman diharapkan dapat terus mengembangkan sarana dan prasarana, meningkatkan kapasitas layanan, serta memperluas jenis pelayanan medis bagi masyarakat.

“Pada akhirnya yang kita kejar adalah kepentingan warga. Selama fasilitas ini memberi manfaat, pemerintah daerah wajib mendukung. Kita ingin layanan kesehatan di Pontianak semakin merata dan mudah diakses,” tegasnya.

Edi juga berharap koordinasi teknis dan komunikasi antara Pemkot Pontianak dan TNI AL terus diperkuat agar pelayanan kesehatan yang diberikan Rumkital Rahadi Osman berjalan optimal dan selaras dengan kebijakan pembangunan kesehatan daerah. (Red)

Wali Kota Pontianak Tekankan Pemutakhiran Data Sosial Agar Bantuan Tepat Sasaran
Wali Kota Pontianak Tekankan Pemutakhiran Data Sosial Agar Bantuan Tepat Sasaran
Tuesday, 20/01/2026


KALBARONLINE.com – Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menegaskan bahwa pemutakhiran data sosial menjadi kunci utama agar bantuan pemerintah benar-benar tepat sasaran. Saat ini, sejumlah kelompok masyarakat membutuhkan perhatian dan penanganan cepat, terutama mereka yang masuk kategori rentan secara sosial dan ekonomi, seperti lansia, penyandang disabilitas, orang dengan gangguan jiwa (ODGJ), korban kecelakaan, hingga gelandangan dan pengemis.

“Kelompok ini umumnya berada pada desil 1 sampai desil 5. Mereka sangat rentan dan membutuhkan respons cepat serta data yang akurat,” ujarnya saat melantik Pengurus Ikatan Pekerja Sosial Masyarakat Kota Pontianak (IPSM) periode 2026–2031 di Aula Rumah Dinas Wali Kota Pontianak, Selasa (20/1/2026).

Edi menjelaskan, peran IPSM sangat strategis karena berada langsung di lapangan dan bersentuhan dengan realitas masyarakat. IPSM menjadi ujung tombak dalam pendataan dan verifikasi kondisi warga prasejahtera. Karena itu, ia menekankan pentingnya koordinasi IPSM dengan berbagai unsur kewilayahan, mulai dari RT/RW, lurah, camat, Babinsa, hingga Bhabinkamtibmas.

“Data harus terus diperbarui dan divalidasi. Kalau datanya tidak akurat, bantuan bisa salah sasaran. Padahal saat ini pemerintah menggunakan satu rujukan utama, yaitu Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN),” tegasnya.

Ia menambahkan, Pemerintah Kota Pontianak telah mengalokasikan anggaran untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat, baik melalui program pemberdayaan maupun bantuan langsung. Data yang valid, lanjut Edi, sangat menentukan akses masyarakat terhadap berbagai layanan, seperti BPJS Kesehatan, bantuan sosial, hingga akses pendidikan, termasuk program Sekolah Rakyat.

Sebagai ibu kota provinsi sekaligus kota transit, Pontianak juga menghadapi tantangan sosial akibat arus urbanisasi dan kedatangan warga dari luar daerah, termasuk dari luar Pulau Kalimantan. Kondisi ini kerap memunculkan persoalan sosial baru, seperti keluarga terlantar.

“Semua ini membutuhkan penanganan berbasis data yang kuat dan kolaborasi lintas sektor,” katanya.

Edi mengapresiasi peran IPSM dan mengajak seluruh pengurus untuk tidak ragu menyampaikan kendala yang dihadapi di lapangan. Ia menegaskan komitmen Pemkot Pontianak untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan sosial dan kesejahteraan masyarakat melalui kerja sama yang erat dan berkelanjutan.

Sementara itu, Ketua IPSM Kota Pontianak, Rina, menegaskan komitmen IPSM sebagai mitra strategis pemerintah dalam menangani persoalan sosial melalui kerja profesional, terukur, dan berbasis data. IPSM, kata dia, bergerak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, khususnya Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2009 tentang Kesejahteraan Sosial.

“IPSM merupakan wadah para pekerja sosial masyarakat untuk menjadi mitra strategis pemerintah. Kami berkomitmen menjalankan peran sebagai inisiator, motivator, dan dinamisator dalam penyelenggaraan kesejahteraan sosial di Kota Pontianak,” ujarnya.

Rina menjelaskan, sebagai inisiator IPSM menggerakkan kepedulian masyarakat terhadap isu sosial. Sebagai motivator, IPSM mendorong warga agar berdaya dan mandiri. Sementara sebagai dinamisator, IPSM menjadi penghubung responsif antara warga yang membutuhkan dengan sumber daya pemerintah maupun swasta.

Sebagai langkah konkret, IPSM meluncurkan program IPSM Menyapa (Melayani Nyata dan Terpadu untuk Sesama). Program ini dilakukan dengan pendekatan door to door untuk memvalidasi data Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS), agar bantuan pemerintah benar-benar tepat sasaran.

“IPSM Menyapa juga mencakup kolaborasi dengan mitra CSR untuk memberi stimulan ekonomi bagi warga prasejahtera, serta program Menyapa Krisis sebagai respons cepat terhadap kondisi darurat lansia terlantar, penyandang disabilitas, dan anak-anak yang membutuhkan perlindungan segera,” jelasnya. (Red)

Kabut Asap Kembali Selimuti Pontianak, Wali Kota Tegaskan Karhutla Lokal Terkendali
Kabut Asap Kembali Selimuti Pontianak, Wali Kota Tegaskan Karhutla Lokal Terkendali
Tuesday, 20/01/2026


KALBARONLINE.com – Keluhan masyarakat Kota Pontianak terkait kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menguat dalam beberapa hari terakhir. Sebagai wilayah dengan jumlah penduduk terbanyak di Kalimantan Barat, Pontianak menjadi daerah yang paling merasakan dampak penurunan kualitas udara.

Namun, berdasarkan data pemantauan sebaran titik panas oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kondisi tersebut tidak sepenuhnya bersumber dari dalam wilayah Kota Pontianak.

Beberapa kejadian kebakaran lahan memang sempat terjadi dalam beberapa hari terakhir, khususnya di Kecamatan Pontianak Tenggara dan Pontianak Selatan. Menyikapi hal tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Pontianak bergerak cepat dengan menurunkan petugas ke lokasi kejadian. Berkat respons cepat itu, api berhasil dipadamkan dan tidak sempat meluas.

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menjelaskan, kondisi kemarau turut memicu kemunculan api di sejumlah titik. Meski demikian, Pemerintah Kota Pontianak telah bersiaga sejak awal dengan melakukan pemantauan rutin di wilayah rawan karhutla.

“Petugas telah turun untuk monitoring dari sebelum karhutla. Saat muncul api, petugas sudah siap untuk memadamkan, dan sesudah karhutla bersiaga dari oknum pembakar,” ujarnya, Selasa (20/1/2026).

Edi menegaskan, Pemkot Pontianak tetap fokus dan bertanggung jawab penuh terhadap pengendalian karhutla di wilayah kota. Upaya pencegahan dan penanganan terus dilakukan secara berkelanjutan, mulai dari patroli lapangan, pemadaman cepat, hingga pengawasan pascakejadian guna mencegah pembakaran ulang.

Di sisi lain, hasil pemantauan sebaran titik panas menunjukkan bahwa jumlah hotspot di Kota Pontianak tergolong paling rendah di Kalimantan Barat.

“Kondisi ini berbeda dengan sejumlah daerah lain yang mencatat sebaran titik panas lebih tinggi,” ungkapnya.

Fakta tersebut mengindikasikan bahwa penurunan kualitas udara yang dirasakan warga Pontianak tidak sepenuhnya berasal dari aktivitas karhutla di dalam wilayah kota, melainkan juga dipengaruhi asap kiriman dari daerah sekitar. Faktor arah angin dan posisi geografis Pontianak turut membuat dampak asap lebih terasa meskipun sumber kebakaran berada di luar wilayah administrasi kota.

Sementara itu, Dinas Lingkungan Hidup Kota Pontianak mencatat Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) per hari ini berada pada kategori sedang. Menyikapi kondisi tersebut, Edi mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan menjaga kesehatan.

Pemkot Pontianak memastikan akan terus mengendalikan situasi serta berkoordinasi dengan pemerintah daerah sekitar untuk menekan dampak karhutla secara lebih luas.

“Sementara waktu gunakan masker. Jika memungkinkan juga untuk beraktivitas di dalam ruangan,” tutupnya. (Red)

Edi Kamtono Harap Mahasiswa Pontianak Jadi Agen Perubahan, Songsong Indonesia Emas 2045
Edi Kamtono Harap Mahasiswa Pontianak Jadi Agen Perubahan, Songsong Indonesia Emas 2045
Saturday, 17/01/2026


KALBARONLINE.com – Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menekankan pentingnya peran mahasiswa sebagai agen perubahan dalam menyongsong bonus demografi dan mewujudkan Indonesia Emas 2045. Pesan tersebut disampaikannya saat membuka Musyawarah Besar (Mubes) **Himpunan Mahasiswa Pontianak (HIMAPON) di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Pontianak, Sabtu (17/1/2026).

Edi menyebut Kota Pontianak memiliki potensi besar dari sisi sumber daya manusia, khususnya generasi muda. Saat ini, jumlah mahasiswa di Kota Pontianak mencapai sekitar 43 ribu orang, berasal tidak hanya dari Pontianak, tetapi juga berbagai daerah di Kalimantan Barat dan luar daerah.

“Mahasiswa memiliki peran strategis karena Indonesia sedang berada pada fase bonus demografi, di mana jumlah penduduk usia produktif lebih besar dibandingkan usia nonproduktif. Ini peluang besar untuk mendorong kemajuan daerah dan bangsa,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pemerintah pusat telah mencanangkan visi Indonesia Emas 2045 dengan target peningkatan kesejahteraan masyarakat. Namun, capaian tersebut dipengaruhi berbagai faktor global, seperti stabilitas geopolitik dan perubahan iklim yang berdampak pada perekonomian, khususnya sektor pangan dan distribusi.

Dalam konteks daerah, Edi menekankan pentingnya menjaga stabilitas inflasi guna melindungi daya beli masyarakat. Pemerintah Kota Pontianak, lanjutnya, terus berupaya menjaga inflasi agar tetap berada pada kisaran ideal.

“Inflasi yang terlalu tinggi akan menurunkan daya beli masyarakat, sementara inflasi yang terlalu rendah juga berdampak pada pendapatan petani. Karena itu, keseimbangan harga menjadi kunci,” terangnya.

Edi juga memaparkan visi pembangunan Kota Pontianak yang diusung bersama Wakil Wali Kota Bahasan pada periode kedua kepemimpinannya, yakni mewujudkan Kota Pontianak yang maju dan sejahtera dengan lingkungan serta infrastruktur yang humanis. Menurutnya, kota yang maju ditandai pembangunan berkelanjutan dan infrastruktur representatif, sementara lingkungan humanis tercermin dari kota yang hijau, bersih, dan nyaman.

Ia menambahkan, karakteristik geografis Pontianak yang berada di garis khatulistiwa dan di tepian Sungai Kapuas menuntut penanganan lingkungan yang adaptif terhadap perubahan musim, baik saat curah hujan tinggi maupun musim kemarau.

Melalui Mubes HIMAPON bertema “Regenerasi Organisasi Kota Pontianak dalam Mewujudkan Kepemimpinan yang Progresif”, Edi berharap mahasiswa mampu melahirkan gagasan segar serta kepemimpinan berintegritas yang berorientasi pada kemajuan daerah.

“Mahasiswa harus menjadi bagian dari solusi, mampu beradaptasi dengan perubahan, dan berkontribusi nyata dalam pembangunan Kota Pontianak ke depan,” pungkasnya. (Red)

BPK Kalbar Gelar Eksibisi Tenis Meja, Forkopimda Perkuat Sinergi Lewat Olahraga
BPK Kalbar Gelar Eksibisi Tenis Meja, Forkopimda Perkuat Sinergi Lewat Olahraga
Saturday, 17/01/2026


KALBARONLINE.com – Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) Perwakilan Kalimantan Barat menggelar eksibisi tenis meja dalam rangka memperingati HUT ke-79 BPK RI, Sabtu (17/1/2026). Kegiatan ini berlangsung meriah dengan dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) se-Kalimantan Barat.

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, menilai olahraga bersama lintas instansi memiliki peran strategis dalam membangun keguyuban sekaligus menyamakan visi pembangunan daerah. Menurutnya, aktivitas seperti ini menjadi ruang komunikasi informal yang efektif antar pimpinan lembaga.

“Kegiatan seperti ini penting untuk membangun kebersamaan dan menyamakan persepsi. Dari kebersamaan itulah lahir visi yang sama dalam membangun Kalimantan Barat,” ujarnya.

Ia menambahkan, interaksi melalui olahraga mampu memperkuat hubungan kerja lintas instansi sehingga koordinasi pelaksanaan program pembangunan berjalan lebih solid. “Guyub itu penting. Kalau komunikasi terbangun dengan baik, kerja sama antar lembaga juga akan semakin kuat,” katanya.

Edi juga menyinggung perkembangan olahraga di Kota Pontianak. Hampir seluruh cabang olahraga tersedia dan sebagian telah menorehkan prestasi di tingkat Kalimantan Barat, nasional, bahkan internasional. “Ini patut kita syukuri dan harus terus dijaga keberlanjutannya,” ucapnya.

Ia berharap kegiatan olahraga bersama seperti eksibisi tenis meja ini dapat dilaksanakan secara berkelanjutan, bukan hanya untuk menjaga kebugaran, tetapi juga sebagai media mempererat sinergi antar lembaga demi mendukung pembangunan daerah yang harmonis dan berprestasi.

Sementara itu, Kepala Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia Perwakilan Kalimantan Barat, Sri Haryati, mengatakan kegiatan ini bukan sekadar ajang silaturahmi, tetapi juga sarat makna filosofis tentang ketangguhan dan kelincahan dalam menghadapi dinamika perubahan.

“Tenis meja menuntut refleks cepat, ketepatan, dan kemampuan membaca arah permainan. Filosofi ini selaras dengan tuntutan kami sebagai institusi pemeriksa di tengah dinamika kebijakan dan perubahan lingkungan strategis,” jelasnya.

Ia menambahkan, tahun ini menjadi periode yang menantang, terutama dengan kebijakan efisiensi fiskal pemerintah pusat yang berdampak hingga ke daerah. Kondisi tersebut menuntut seluruh pemangku kepentingan untuk semakin adaptif, kreatif, dan inovatif.

“Semangat dalam pertandingan ini kami harapkan tercermin dalam pekerjaan sehari-hari—bagaimana kita tetap tangguh dan lincah dalam menjalankan tugas,” katanya.

Melalui momentum kebersamaan dalam eksibisi tenis meja ini, BPK Kalbar berharap terbangun komunikasi yang lebih efektif serta hubungan kerja yang semakin solid dengan para pemangku kepentingan. “Kebersamaan ini menjadi fondasi untuk membangun BPK yang semakin berkualitas dan berintegritas,” pungkasnya. (Red)

ASN Pemkot Pontianak Diingatkan Seimbangkan Pelayanan Publik dan Spiritualitas
ASN Pemkot Pontianak Diingatkan Seimbangkan Pelayanan Publik dan Spiritualitas
Thursday, 15/01/2026


KALBARONLINE.com – Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Pontianak untuk menyeimbangkan kinerja pelayanan publik dengan peningkatan spiritualitas. Pesan tersebut disampaikannya dalam peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah yang digelar di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Pontianak, Kamis (15/1/2026) malam.

Edi menegaskan, peristiwa Isra Mikraj memiliki makna penting bagi umat Islam karena menjadi tonggak diterimanya perintah salat sebagai tiang agama. Nilai-nilai tersebut, menurutnya, sejalan dengan peran ASN sebagai pelayan masyarakat yang dituntut bekerja dengan penuh keikhlasan, tanggung jawab, dan integritas.

“Sebagai ASN Pemerintah Kota Pontianak, kita tidak hanya dituntut memberikan pelayanan kepada masyarakat, tetapi juga bagaimana menyeimbangkan pengabdian itu dengan peningkatan keimanan dan spiritualitas dalam menjalankan tugas,” ujarnya.

Ia menjelaskan, peringatan Isra Mikraj yang rutin digelar Pemkot Pontianak bukan sekadar agenda seremonial, melainkan momentum mempererat silaturahmi sekaligus refleksi bagi aparatur pemerintahan. Melalui kegiatan ini, ASN diharapkan mampu menghadirkan pelayanan publik yang berkualitas, berangkat dari niat tulus dan hati yang bersih.

Edi juga menekankan bahwa aparatur pemerintah tidak cukup hanya menjalankan tugas administratif. ASN, kata dia, harus menjadi teladan dalam menjaga integritas, ketakwaan, dan nilai-nilai kemanusiaan di tengah masyarakat. Dengan fondasi tersebut, kualitas pelayanan publik diyakini akan semakin meningkat.

“Pelayanan yang diberikan harus berangkat dari hati yang bersih, niat yang tulus, serta semangat kebersamaan untuk mewujudkan Kota Pontianak yang maju, sejahtera, dan membahagiakan,” tegasnya.

Menjelang bulan suci Ramadan, Edi berharap seluruh ASN Pemkot Pontianak diberikan kesehatan dan keberkahan agar dapat menjalankan ibadah dengan optimal. Ia menilai Ramadan sebagai ruang introspeksi diri sekaligus momentum memperkuat keimanan dan ketakwaan dalam kehidupan pribadi maupun profesional.

Lebih jauh, Edi mengingatkan bahwa tantangan pelayanan publik di era digital kian kompleks. Masyarakat menuntut layanan yang cepat, tepat, dan paripurna. Karena itu, ASN dituntut terus meningkatkan kapasitas, tidak hanya secara teknis dan mental, tetapi juga spiritual.

“Keberadaan pemerintah harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, dengan menghadirkan rasa aman, nyaman, sejahtera, dan bahagia,” pungkasnya.

Peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW Tahun 2026 di lingkungan Pemerintah Kota Pontianak tersebut diisi dengan tausiah oleh Ustadz Prof. Dr. H. Wajidi Sayadi, M.Ag. (Red)

Jusuf Kalla Puji Pontianak Hijau dan Tertata, Nilai Agama Dinilai Berperan Jaga Lingkungan
Jusuf Kalla Puji Pontianak Hijau dan Tertata, Nilai Agama Dinilai Berperan Jaga Lingkungan
Thursday, 15/01/2026


KALBARONLINE.com – Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI), Jusuf Kalla, memuji penataan Kota Pontianak yang dinilainya hijau, tertata, dan mencerminkan kesadaran kolektif masyarakat dalam menjaga lingkungan. Menurutnya, kondisi tersebut tidak lepas dari nilai-nilai keagamaan yang hidup dan dipraktikkan di tengah masyarakat.

Pujian itu disampaikan Jusuf Kalla saat menghadiri pelantikan Pengurus DMI Provinsi Kalimantan Barat di Pendopo Gubernur Kalbar, Kamis (15/1/2026). Dalam agenda tersebut, Gubernur Kalbar Ria Norsan kembali dilantik sebagai Ketua DMI Kalbar periode 2025–2030.

“Sepanjang jalan kita lihat, hutan-hutan kotanya terjaga. Ini mencerminkan kepedulian terhadap lingkungan, dan itu bagian dari ajaran agama,” ujar Jusuf Kalla, mengaku terkesan dengan wajah Pontianak yang hijau sejak memasuki kota.

Mantan Wakil Presiden RI itu menegaskan, menjaga lingkungan merupakan bagian tak terpisahkan dari kehidupan beragama. Karena itu, ia berharap nilai tersebut terus dipegang oleh seluruh pengurus dan anggota DMI, khususnya di Kalimantan Barat, dalam menjalankan peran organisasi.

Jusuf Kalla juga mengingatkan kembali prinsip dasar DMI, yakni memakmurkan masjid dan dimakmurkan oleh masjid. Baginya, masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga pusat pembinaan umat, pendidikan, sosial, sekaligus penguatan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.

“Masjid harus hidup dengan kegiatan yang bermanfaat bagi umat, dan dari masjid pula lahir nilai-nilai kebaikan, termasuk kepedulian terhadap lingkungan dan kehidupan sosial,” jelasnya.

Ia berharap kepengurusan DMI Kalimantan Barat yang baru dapat memperkuat peran masjid sebagai pusat peradaban umat yang religius, ramah lingkungan, dan peka terhadap persoalan sosial. Sinergi nilai keagamaan dan kepedulian lingkungan dinilainya menjadi fondasi penting bagi pembangunan daerah yang berkelanjutan.

Sementara itu, Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono yang juga menjabat Ketua DMI Kota Pontianak, menyampaikan apresiasi atas penilaian Ketua Umum DMI terhadap wajah kota. Ia menegaskan, penataan kota yang hijau dan berkelanjutan tidak terlepas dari peran aktif masyarakat serta penguatan nilai-nilai keagamaan.

“Lingkungan yang bersih, hijau, dan tertata merupakan bagian dari ibadah. Ini menjadi komitmen kami bersama masyarakat, termasuk melalui peran masjid,” ungkap Edi.

Sebagai Ketua DMI Kota Pontianak, Edi menekankan pentingnya masjid menjadi pusat edukasi umat, tidak hanya dalam aspek keagamaan, tetapi juga kepedulian sosial dan lingkungan. Menurutnya, masjid memiliki peran strategis menanamkan kesadaran menjaga kebersihan, penghijauan, serta pengelolaan lingkungan di tingkat komunitas.

“Masjid harus menjadi teladan. Dari masjid kita ajak jamaah peduli lingkungan, menjaga kebersihan, menanam pohon, dan membangun kebersamaan sosial. Inilah makna memakmurkan masjid dan dimakmurkan oleh masjid,” tutupnya. (Red)