Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Kamis, 15 Januari 2026 |
KALBARONLINE.com – Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI), Jusuf Kalla, memuji penataan Kota Pontianak yang dinilainya hijau, tertata, dan mencerminkan kesadaran kolektif masyarakat dalam menjaga lingkungan. Menurutnya, kondisi tersebut tidak lepas dari nilai-nilai keagamaan yang hidup dan dipraktikkan di tengah masyarakat.
Pujian itu disampaikan Jusuf Kalla saat menghadiri pelantikan Pengurus DMI Provinsi Kalimantan Barat di Pendopo Gubernur Kalbar, Kamis (15/1/2026). Dalam agenda tersebut, Gubernur Kalbar Ria Norsan kembali dilantik sebagai Ketua DMI Kalbar periode 2025–2030.
“Sepanjang jalan kita lihat, hutan-hutan kotanya terjaga. Ini mencerminkan kepedulian terhadap lingkungan, dan itu bagian dari ajaran agama,” ujar Jusuf Kalla, mengaku terkesan dengan wajah Pontianak yang hijau sejak memasuki kota.
Mantan Wakil Presiden RI itu menegaskan, menjaga lingkungan merupakan bagian tak terpisahkan dari kehidupan beragama. Karena itu, ia berharap nilai tersebut terus dipegang oleh seluruh pengurus dan anggota DMI, khususnya di Kalimantan Barat, dalam menjalankan peran organisasi.
Jusuf Kalla juga mengingatkan kembali prinsip dasar DMI, yakni memakmurkan masjid dan dimakmurkan oleh masjid. Baginya, masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga pusat pembinaan umat, pendidikan, sosial, sekaligus penguatan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
“Masjid harus hidup dengan kegiatan yang bermanfaat bagi umat, dan dari masjid pula lahir nilai-nilai kebaikan, termasuk kepedulian terhadap lingkungan dan kehidupan sosial,” jelasnya.
Ia berharap kepengurusan DMI Kalimantan Barat yang baru dapat memperkuat peran masjid sebagai pusat peradaban umat yang religius, ramah lingkungan, dan peka terhadap persoalan sosial. Sinergi nilai keagamaan dan kepedulian lingkungan dinilainya menjadi fondasi penting bagi pembangunan daerah yang berkelanjutan.
Sementara itu, Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono yang juga menjabat Ketua DMI Kota Pontianak, menyampaikan apresiasi atas penilaian Ketua Umum DMI terhadap wajah kota. Ia menegaskan, penataan kota yang hijau dan berkelanjutan tidak terlepas dari peran aktif masyarakat serta penguatan nilai-nilai keagamaan.
“Lingkungan yang bersih, hijau, dan tertata merupakan bagian dari ibadah. Ini menjadi komitmen kami bersama masyarakat, termasuk melalui peran masjid,” ungkap Edi.
Sebagai Ketua DMI Kota Pontianak, Edi menekankan pentingnya masjid menjadi pusat edukasi umat, tidak hanya dalam aspek keagamaan, tetapi juga kepedulian sosial dan lingkungan. Menurutnya, masjid memiliki peran strategis menanamkan kesadaran menjaga kebersihan, penghijauan, serta pengelolaan lingkungan di tingkat komunitas.
“Masjid harus menjadi teladan. Dari masjid kita ajak jamaah peduli lingkungan, menjaga kebersihan, menanam pohon, dan membangun kebersamaan sosial. Inilah makna memakmurkan masjid dan dimakmurkan oleh masjid,” tutupnya. (Red)
KALBARONLINE.com – Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI), Jusuf Kalla, memuji penataan Kota Pontianak yang dinilainya hijau, tertata, dan mencerminkan kesadaran kolektif masyarakat dalam menjaga lingkungan. Menurutnya, kondisi tersebut tidak lepas dari nilai-nilai keagamaan yang hidup dan dipraktikkan di tengah masyarakat.
Pujian itu disampaikan Jusuf Kalla saat menghadiri pelantikan Pengurus DMI Provinsi Kalimantan Barat di Pendopo Gubernur Kalbar, Kamis (15/1/2026). Dalam agenda tersebut, Gubernur Kalbar Ria Norsan kembali dilantik sebagai Ketua DMI Kalbar periode 2025–2030.
“Sepanjang jalan kita lihat, hutan-hutan kotanya terjaga. Ini mencerminkan kepedulian terhadap lingkungan, dan itu bagian dari ajaran agama,” ujar Jusuf Kalla, mengaku terkesan dengan wajah Pontianak yang hijau sejak memasuki kota.
Mantan Wakil Presiden RI itu menegaskan, menjaga lingkungan merupakan bagian tak terpisahkan dari kehidupan beragama. Karena itu, ia berharap nilai tersebut terus dipegang oleh seluruh pengurus dan anggota DMI, khususnya di Kalimantan Barat, dalam menjalankan peran organisasi.
Jusuf Kalla juga mengingatkan kembali prinsip dasar DMI, yakni memakmurkan masjid dan dimakmurkan oleh masjid. Baginya, masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga pusat pembinaan umat, pendidikan, sosial, sekaligus penguatan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
“Masjid harus hidup dengan kegiatan yang bermanfaat bagi umat, dan dari masjid pula lahir nilai-nilai kebaikan, termasuk kepedulian terhadap lingkungan dan kehidupan sosial,” jelasnya.
Ia berharap kepengurusan DMI Kalimantan Barat yang baru dapat memperkuat peran masjid sebagai pusat peradaban umat yang religius, ramah lingkungan, dan peka terhadap persoalan sosial. Sinergi nilai keagamaan dan kepedulian lingkungan dinilainya menjadi fondasi penting bagi pembangunan daerah yang berkelanjutan.
Sementara itu, Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono yang juga menjabat Ketua DMI Kota Pontianak, menyampaikan apresiasi atas penilaian Ketua Umum DMI terhadap wajah kota. Ia menegaskan, penataan kota yang hijau dan berkelanjutan tidak terlepas dari peran aktif masyarakat serta penguatan nilai-nilai keagamaan.
“Lingkungan yang bersih, hijau, dan tertata merupakan bagian dari ibadah. Ini menjadi komitmen kami bersama masyarakat, termasuk melalui peran masjid,” ungkap Edi.
Sebagai Ketua DMI Kota Pontianak, Edi menekankan pentingnya masjid menjadi pusat edukasi umat, tidak hanya dalam aspek keagamaan, tetapi juga kepedulian sosial dan lingkungan. Menurutnya, masjid memiliki peran strategis menanamkan kesadaran menjaga kebersihan, penghijauan, serta pengelolaan lingkungan di tingkat komunitas.
“Masjid harus menjadi teladan. Dari masjid kita ajak jamaah peduli lingkungan, menjaga kebersihan, menanam pohon, dan membangun kebersamaan sosial. Inilah makna memakmurkan masjid dan dimakmurkan oleh masjid,” tutupnya. (Red)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini