Friday, 23 October 2026 | 23 October 2026
kalbaronline
Edi Kamtono Ungkap Strategi Kolaborasi Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi Inklusif Kota Pontianak
Home > Berita > Politik > Edi Kamtono Ungkap Strategi Kolaborasi D...
Pontianak

Edi Kamtono Ungkap Strategi Kolaborasi Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi Inklusif Kota Pontianak

Redaksi KalbarOnline
Redaksi KalbarOnline
Saturday, 25 July 2026 - 14:30 WIB
Edi Kamtono Ungkap Strategi Kolaborasi Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi Inklusif Kota Pontianak
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menjadi salah satu narasumber Penguatan Kapasitas Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama di lingkungan Pemprov Kalbar (Foto: Prokopim For KALBARONLINE.com)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp kalbaronline.com
+ Gabung
Ukuran Font
Kecil Besar

KALBARONLINE.com – Pemerintah Kota Pontianak terus mengandalkan kolaborasi lintas sektor sebagai strategi utama untuk menjaga pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di tengah tantangan ekonomi nasional maupun global.

Komitmen tersebut disampaikan Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, saat menjadi narasumber dalam kegiatan Penguatan Kapasitas Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat. Kegiatan itu berlangsung di Balai Petitih Kantor Gubernur Kalbar, Sabtu (25/7/2026).

Dalam pemaparannya yang bertajuk Kolaborasi Pemerintah Kota Pontianak dalam Upaya Meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi Inklusif dan Berkelanjutan, Edi menjelaskan bahwa meski pertumbuhan ekonomi Kota Pontianak menunjukkan tren positif, masih ada sejumlah tantangan struktural yang harus dihadapi melalui sinergi seluruh pemangku kepentingan.

"Pertumbuhan ekonomi harus dipastikan terus meningkat setiap tahunnya melalui investasi dan kolaborasi. Dengan sinergi seluruh pihak, potensi ekonomi Kota Pontianak dapat dioptimalkan secara berkelanjutan," ujarnya.

Edi memaparkan, pada triwulan I tahun 2026 pertumbuhan ekonomi Kota Pontianak mencapai 6,10 persen. Di sisi lain, angka kemiskinan juga mengalami penurunan. Jumlah penduduk miskin turun dari 28,56 ribu jiwa pada 2024 menjadi 27,50 ribu jiwa pada 2025 atau berkurang sekitar empat persen.

Menurutnya, capaian tersebut tidak terlepas dari meningkatnya aktivitas investasi di Kota Pontianak. Sepanjang 2025, nilai Penanaman Modal Asing (PMA) tumbuh 78,9 persen hingga mencapai Rp373,09 miliar. Sementara itu, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) masih menjadi kontributor terbesar dengan nilai investasi mencapai Rp1,17 triliun.

Investasi tersebut juga memberikan dampak nyata terhadap penyerapan tenaga kerja dengan total mencapai 81.137 orang.

"Tentunya kita perlu terus memperkuat daya saing agar mampu menghadapi berbagai risiko perekonomian ke depan. Oleh sebab itu, Pemerintah Kota telah menyiapkan sejumlah rekomendasi kebijakan strategis," katanya.

Sejumlah rekomendasi yang disiapkan Pemerintah Kota Pontianak antara lain memperkuat kerja sama lintas batas dengan kabupaten di sekitar Pontianak melalui harmonisasi tata ruang, investasi, dan perizinan. Selain itu, pemerintah juga mendorong penguatan koridor industri kawasan sekitar melalui pembangunan rantai pasok yang lebih terintegrasi.

Upaya lainnya adalah melakukan diversifikasi ekonomi dengan mengembangkan ekonomi digital, sektor pariwisata perkotaan atau Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE), serta industri kreatif. Pemerintah juga akan memperkuat infrastruktur konektivitas seperti jalan, pelabuhan, dan bandara guna meningkatkan efek berganda perdagangan antardaerah.

Edi menegaskan, integrasi kebijakan daerah, peningkatan konektivitas, serta diversifikasi ekonomi menjadi kunci untuk mengoptimalkan potensi Kota Pontianak. Ia berharap semangat kolaborasi terus diperkuat agar pembangunan ekonomi tidak hanya mampu menciptakan pertumbuhan, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara merata.

"Kolaborasi menjadi fondasi penting untuk mewujudkan Kota Pontianak yang maju, sejahtera, berwawasan lingkungan, dan humanis," pungkasnya. (*)