Friday, 23 October 2026 | 23 October 2026
kalbaronline
batang lupar
Masuk Sekolah, Tim Mabes TNI Edukasi Pelajar Batang Lupar tentang Bahaya Karhutla
Masuk Sekolah, Tim Mabes TNI Edukasi Pelajar Batang Lupar tentang Bahaya Karhutla
Tuesday, 15/09/2026

KALBARONLINE.com – Pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) terus dilakukan secara masif. Tak hanya menyasar masyarakat di pelosok desa, Tim Penyuluh Karhutla Mabes TNI juga masuk ke lingkungan sekolah untuk menanamkan kepedulian terhadap lingkungan sejak dini.

Tim yang terdiri dari Kolonel Laut (PM) Sugeng Sibagio dan Letkol Laut Riski Hardani tersebut memberikan edukasi kepada pelajar SMPN 1 Batang Lupar, Kabupaten Kapuas Hulu, Selasa (15/9/2026). Kegiatan turut didampingi Pj. Danramil 1206-03/Batang Lupar Serma Oken Freddy.

Dalam kegiatan tersebut, para pelajar diberikan pemahaman mengenai bahaya dan dampak Karhutla. Kebakaran hutan dan lahan tidak hanya menyebabkan kerusakan vegetasi, tetapi juga menghasilkan asap yang dapat mengganggu kesehatan, aktivitas belajar, perekonomian masyarakat, hingga merusak ekosistem.

Para siswa juga diingatkan untuk mewaspadai berbagai aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran. Mereka diimbau tidak bermain api di kawasan rawan, tidak membakar sampah maupun lahan secara sembarangan, serta segera melapor kepada orang dewasa atau aparat apabila menemukan titik api.

Kolonel Laut (PM) Sugeng Sibagio dan Letkol Laut Riski Hardani menekankan bahwa pencegahan Karhutla membutuhkan keterlibatan semua pihak, termasuk pelajar. Para siswa diharapkan dapat menjadi penyampai pesan positif mengenai pentingnya menjaga lingkungan kepada keluarga dan masyarakat di sekitar mereka.

Sementara itu, Pj. Danramil Batang Lupar Serma Oken Freddy mengatakan, membangun kesadaran sejak bangku sekolah merupakan langkah penting untuk menciptakan generasi yang peduli terhadap kelestarian alam.

“Pelajar adalah generasi penerus. Kita ingin mereka tidak hanya mengetahui bahaya Karhutla, tetapi juga memiliki kepedulian untuk ikut mencegahnya. Dari sekolah, pesan menjaga lingkungan dapat diteruskan ke keluarga dan masyarakat,” ujarnya.

Kegiatan edukasi berlangsung dengan antusias. Para pelajar menyimak berbagai materi yang disampaikan dan diajak memahami bahwa menjaga hutan dan lingkungan merupakan bagian dari upaya menjaga masa depan.

Penyuluhan Karhutla di lingkungan sekolah menjadi bagian dari langkah pencegahan yang dilakukan sebelum kebakaran terjadi. Melalui edukasi sejak dini, kesadaran dan kepedulian terhadap lingkungan diharapkan dapat tumbuh dan menjadi kebiasaan di tengah masyarakat. (Haq)

Warga Batang Lupar yang Dilaporkan Hilang Ditemukan Meninggal di Sungai Batang Leboyan
Warga Batang Lupar yang Dilaporkan Hilang Ditemukan Meninggal di Sungai Batang Leboyan
Sunday, 05/07/2026

KALBARONLINE.com – Personel Polsek Batang Lupar bersama unsur Muspika bergerak cepat menindaklanjuti laporan hilangnya seorang warga Dusun Lubuk Bandung, Desa Sei Ajung, Kecamatan Batang Lupar, Kabupaten Kapuas Hulu, Sabtu (4/7/2026).

Kasi Humas Polres Kapuas Hulu, IPTU Jamali, mengatakan informasi mengenai hilangnya korban diterima anggota Polsek Batang Lupar sekitar pukul 09.00 WIB. Setelah menerima laporan, personel kepolisian langsung berkoordinasi dengan unsur Muspika Kecamatan Batang Lupar untuk melakukan pencarian dan menuju lokasi kejadian.

Sekitar pukul 10.30 WIB, tim berangkat menggunakan kendaraan roda dua menuju titik keberangkatan. Perjalanan kemudian dilanjutkan sekitar pukul 13.30 WIB menggunakan transportasi air karena lokasi berada di kawasan pedalaman yang belum memiliki akses jalan darat.

Tim akhirnya tiba di lokasi sekitar pukul 16.30 WIB. Namun, sebelum rombongan sampai, sekitar pukul 16.15 WIB masyarakat setempat mengabarkan bahwa korban telah ditemukan di aliran Sungai Batang Leboyan dalam kondisi meninggal dunia.

Korban diketahui bernama Jabuh, lahir di Lubuk Bandung pada 10 September 1965, beragama Kristen, dan merupakan warga Dusun Lubuk Bandung, Desa Sei Ajung, Kecamatan Batang Lupar.

Dalam penanganan peristiwa tersebut, Polsek Batang Lupar telah melakukan sejumlah langkah, mulai dari menerima laporan masyarakat, berkoordinasi dengan unsur Muspika, mendatangi lokasi kejadian, hingga berkoordinasi dengan pihak keluarga korban, tokoh masyarakat, dan tokoh adat setempat.

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, korban diketahui memiliki riwayat penyakit hipertensi. Sementara itu, pihak keluarga menerima peristiwa tersebut dengan ikhlas dan tidak mempermasalahkan kejadian yang menimpa korban.

IPTU Jamali menjelaskan, lokasi penemuan korban berada di aliran Sungai Batang Leboyan yang hanya dapat diakses melalui jalur sungai. Selain belum memiliki akses jalan darat, kawasan tersebut juga belum terjangkau jaringan telekomunikasi sehingga menjadi tantangan dalam proses pencarian dan penanganan.

Polres Kapuas Hulu melalui Polsek Batang Lupar turut menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban. Kepolisian juga mengimbau masyarakat yang beraktivitas di wilayah sungai maupun kawasan pedalaman agar selalu mengutamakan keselamatan serta segera melaporkan kepada aparat apabila terjadi keadaan darurat agar penanganan dapat dilakukan dengan cepat dan tepat. (Haq)

Cegah DBD, Babinsa dan Puskesmas Lakukan Fogging di SMAN 1 Batang Lupar
Cegah DBD, Babinsa dan Puskesmas Lakukan Fogging di SMAN 1 Batang Lupar
Friday, 05/06/2026

KALBARONLINE.com – Upaya pencegahan penyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD) terus dilakukan di Kabupaten Kapuas Hulu. Salah satunya melalui kegiatan fogging atau pengasapan yang dilaksanakan di lingkungan SMAN 1 Batang Lupar, Kamis (4/6/2026).

Kegiatan tersebut melibatkan Babinsa Koramil 1206-03/Batang Lupar, Serka Ukzan Ely, bersama tim kesehatan dari Puskesmas Batang Lupar sebagai langkah antisipatif untuk memutus rantai penyebaran nyamuk Aedes aegypti, penyebab utama penyakit DBD.

Pengasapan dilakukan di sejumlah titik yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk, mulai dari ruang kelas, selokan, area taman sekolah hingga lingkungan sekitar sekolah.

Serka Ukzan Ely mengatakan, pendampingan yang dilakukan merupakan bentuk kepedulian TNI, khususnya jajaran Kodim 1206/Putussibau, terhadap kesehatan masyarakat, termasuk para pelajar yang setiap hari beraktivitas di lingkungan sekolah.

“Melalui kegiatan ini diharapkan dapat mengurangi risiko penyebaran DBD di lingkungan sekolah. Namun demikian, fogging harus dibarengi dengan menjaga kebersihan lingkungan dan pemberantasan sarang nyamuk agar hasilnya lebih maksimal,” ujarnya.

Menurutnya, fogging hanya menjadi salah satu upaya pengendalian nyamuk dewasa. Karena itu, langkah pencegahan yang lebih efektif tetap harus dilakukan melalui pemberantasan sarang nyamuk dan menjaga kebersihan lingkungan secara rutin.

Sementara itu, pihak Puskesmas Batang Lupar mengimbau seluruh warga sekolah untuk konsisten menerapkan gerakan 3M Plus sebagai upaya pencegahan DBD.

Gerakan tersebut meliputi menguras tempat penampungan air, menutup rapat tempat penyimpanan air, memanfaatkan atau mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menjadi sarang nyamuk, serta melakukan berbagai langkah pencegahan lainnya.

Kepala sekolah bersama dewan guru juga menyampaikan apresiasi kepada Babinsa dan tim Puskesmas Batang Lupar yang telah melaksanakan fogging di lingkungan sekolah.

Mereka berharap kegiatan tersebut dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi siswa dalam menjalani proses belajar mengajar, sekaligus mengurangi risiko penyebaran penyakit DBD di lingkungan sekolah.

Kegiatan fogging berlangsung aman, tertib, dan mendapat dukungan penuh dari pihak sekolah maupun masyarakat sekitar sebagai bentuk sinergi bersama dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan bebas dari ancaman Demam Berdarah Dengue. (Haq)