Friday, 23 October 2026 | 23 October 2026
kalbaronline
desa sungai pelang
Peduli Dampak Kemarau, KAWAN Ketapang Salurkan Ratusan Galon Air ke Warga Pelang
Peduli Dampak Kemarau, KAWAN Ketapang Salurkan Ratusan Galon Air ke Warga Pelang
Sunday, 30/08/2026

KALBARONLINE.com - Kemarau panjang yang melanda Kabupaten Ketapang mulai berdampak terhadap ketersediaan air bersih dan air minum masyarakat. Kondisi tersebut salah satunya dirasakan warga Desa Sungai Pelang, Kecamatan Matan Hilir Selatan (MHS).

Hampir dua bulan tanpa hujan membuat sumber air yang selama ini dimanfaatkan warga semakin terbatas. Sebagian masyarakat bahkan harus membeli air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Melihat kondisi tersebut, Koalisi Wartawan (KAWAN) Ketapang turun langsung membantu warga. Pada Minggu (30/8/2026), KAWAN Ketapang menyalurkan 200 galon air minum dan 8.000 liter air bersih kepada masyarakat Desa Sungai Pelang.

Air minum tersebut dibagikan langsung dari rumah ke rumah. Bantuan itu merupakan hasil swadaya anggota KAWAN Ketapang melalui dana urunan yang dikumpulkan bersama.

Ketua KAWAN Ketapang, Agustiandi, mengatakan aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak kemarau panjang.

“Sebagai wartawan kami sering memberitakan persoalan masyarakat. Ketika melihat warga mulai kesulitan mendapatkan air, kami berpikir apa yang bisa kami lakukan,” kata Agustiandi.

Menurutnya, kemarau panjang tidak hanya meningkatkan ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla), tetapi juga mulai berdampak terhadap kebutuhan dasar masyarakat.

“Karhutla menjadi persoalan yang terlihat setiap hari. Akibat kemarau panjang, kini warga semakin sulit mendapatkan air untuk minum dan kebutuhan sehari-hari,” ujarnya.

Agustiandi mengakui bantuan yang diberikan KAWAN Ketapang belum dapat memenuhi seluruh kebutuhan warga. Namun, ia berharap aksi tersebut dapat sedikit meringankan beban masyarakat sekaligus mendorong kepedulian dari berbagai pihak.

“Kami ingin memulai dari apa yang bisa kami lakukan. Meski tidak besar, kami harap bantuan ini bisa sedikit meringankan beban warga,” katanya.

Sebagai organisasi pers lokal, KAWAN Ketapang selama ini aktif menyampaikan berbagai persoalan masyarakat melalui pemberitaan. Melalui aksi sosial tersebut, kepedulian terhadap masyarakat diharapkan tidak hanya disampaikan melalui pemberitaan, tetapi juga diwujudkan melalui tindakan nyata.

“Kalau kepedulian ini dilakukan bersama-sama, manfaatnya tentu akan jauh lebih besar bagi masyarakat,” tutur Agustiandi.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu proses pengadaan hingga penyaluran air kepada masyarakat Sungai Pelang.

Sementara itu, salah seorang warga, Wiwin Purwati (60), mengaku kemarau panjang membuat keluarganya kesulitan mendapatkan air minum.

Ia mengatakan keluarganya rata-rata membutuhkan sekitar dua galon air minum setiap hari.

“Musim kemarau ini memang susah air. Kami biasa membeli air galon. Kemarau sudah dua bulan,” kata Wiwin.

Kondisi tersebut membuat kebutuhan air meningkat, sekaligus menambah pengeluaran keluarga untuk membeli air minum.

Hal serupa disampaikan Asari (67). Ia mengatakan keluarganya yang berjumlah lima orang kini membutuhkan lebih banyak air minum karena cuaca panas.

“Kami memang sedang kekurangan air minum. Selama ini beli air dan diantar ke sini. Kalau musim panas sekarang ini, minum lebih banyak. Jadi kebutuhan air juga bertambah,” ujarnya.

Asari mengapresiasi kepedulian KAWAN Ketapang yang memberikan bantuan air kepada warga.

“Kami ucapkan terima kasih kepada KAWAN Ketapang,” katanya.

Warga lainnya, Sugiarti, mengatakan sumber air yang selama ini digunakan masyarakat mulai sulit diandalkan akibat kemarau panjang.

“Air sekarang susah. Sudah dua bulan tidak hujan, sumber air juga semakin berkurang. Untuk air minum kami harus membeli,” ungkapnya.

Menurut Sugiarti, bantuan air bersih dan air minum dari KAWAN Ketapang cukup membantu memenuhi kebutuhan warga di tengah kondisi kemarau.

“Terima kasih kepada KAWAN Ketapang. Air ini sangat membantu kami. Mudah-mudahan nanti hujan turun dan keadaan kembali normal,” pungkasnya. (Adi LC)

Bupati Alexander Wilyo Turun Langsung Padamkan Karhutla di Sungai Pelang
Bupati Alexander Wilyo Turun Langsung Padamkan Karhutla di Sungai Pelang
Monday, 24/08/2026

KALBARONLINE.com – Bupati Ketapang Alexander Wilyo bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Ketapang turun langsung ke lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di ruas Jalan Pelang, Desa Sungai Pelang, Kecamatan Matan Hilir Selatan, Minggu (23/8/2026).

Dalam penanganan karhutla tersebut, Alexander Wilyo tidak hanya memantau proses pemadaman, tetapi turut terlibat langsung bersama tim gabungan di tengah kondisi asap yang pekat dan medan yang cukup berisiko.

Turut hadir Ketua DPRD Ketapang, Kapolres Ketapang, Dandim 1203/Ketapang, Kepala Kejaksaan Negeri Ketapang, Ketua Pengadilan Negeri Ketapang, serta sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

Alexander Wilyo tampak memegang selang pemadam dan bersama petugas berupaya menjinakkan titik-titik api. Pemadaman dilakukan bersama tim gabungan yang terdiri dari BPBD, TNI-Polri, Manggala Agni, relawan pemadam kebakaran swasta dan unsur masyarakat.

Kehadiran langsung pimpinan daerah di lokasi menjadi bentuk dukungan moral bagi para petugas yang sejak beberapa hari terakhir berjibaku menangani karhutla di wilayah tersebut.

“Kami hadir di sini untuk berjuang bersama. Terima kasih dan hormat saya kepada seluruh pejuang karhutla, TNI, Polri, BPBD, relawan, tenaga kesehatan, TP PKK, dan seluruh elemen masyarakat,” ujar Alexander Wilyo.

Menurutnya, perjuangan para petugas di lapangan merupakan bentuk pengabdian untuk menjaga masyarakat dan lingkungan Kabupaten Ketapang dari dampak karhutla.

“Aksi kalian di lapangan adalah bentuk nyata pengabdian untuk daerah kita. Tetap semangat, jaga kesehatan, dan yang paling utama utamakan keselamatan,” katanya.

Dukungan terhadap penanganan karhutla juga diberikan TP PKK Kabupaten Ketapang. Ketua TP PKK turun langsung ke Posko Karhutla Ruas Jalan Pelang untuk menyalurkan bantuan logistik dan makanan kepada para petugas.

Selain itu, dalam perjalanan kembali, rombongan juga menyempatkan diri meninjau Posko Kesehatan Dinas Kesehatan di Jalan Pelang untuk memastikan kesiapan pelayanan medis bagi petugas maupun masyarakat yang terdampak.

Alexander Wilyo menegaskan, penanganan karhutla tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Menurutnya, dibutuhkan sinergi seluruh unsur pemerintahan, aparat keamanan, perusahaan, relawan dan masyarakat.

“Penanganan karhutla membutuhkan kepedulian dan kerja sama kita semua. Mari kita terus menjaga alam yang telah menghidupi kita, merapatkan barisan dalam gotong royong, dan saling melindungi,” tuturnya.

Ia berharap kondisi karhutla di Kabupaten Ketapang dapat segera dikendalikan sehingga masyarakat kembali mendapatkan suasana yang aman dan nyaman.

“Semoga kondisi sulit ini segera berakhir dan ketenangan kembali menaungi kita. Bersama-sama kita jaga Kabupaten Ketapang agar tetap menjadi rumah yang aman, nyaman, dan penuh kedamaian,” pungkasnya. (Adi LC)

Bersama Relawan, Ketua DPRD Ketapang Ikut Padamkan Karhutla di Sungai Pelang
Bersama Relawan, Ketua DPRD Ketapang Ikut Padamkan Karhutla di Sungai Pelang
Monday, 24/08/2026

KALBARONLINE.com - Ketua DPRD Kabupaten Ketapang Achmad Sholeh bersama Bupati Ketapang Alexander Wilyo, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) turun langsung ke lokasi penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Sungai Pelang, Minggu (23/8/2026) siang.

Tak hanya meninjau posko penanganan karhutla, Achmad Sholeh juga ikut bersama petugas dan relawan berjibaku dalam upaya memadamkan kobaran api di lapangan.

Kehadiran rombongan menjadi bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap para petugas dan relawan yang berada di garis depan menangani karhutla.

Rombongan melihat langsung kondisi lapangan yang masih diselimuti asap sekaligus memantau kesiapsiagaan personel dalam melakukan pemadaman dan mencegah penyebaran api.

Achmad Sholeh menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan karhutla, mulai dari petugas pemadam, relawan, tenaga kesehatan, TNI-Polri, BPBD hingga berbagai unsur lainnya.

Menurutnya, tugas para petugas di lapangan tidak mudah karena harus bekerja di tengah kepulan asap, medan yang sulit serta risiko keselamatan.

“Kami sangat mengapresiasi dan memberikan dukungan kepada seluruh petugas dan relawan yang berada di lapangan. Mereka bekerja tanpa mengenal lelah untuk memadamkan api dan melindungi masyarakat serta lingkungan,” ujar Achmad Sholeh.

Ia menegaskan, penanganan karhutla membutuhkan sinergi seluruh elemen. Pemerintah dan aparat tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan masyarakat.

Karena itu, masyarakat diminta turut mencegah terjadinya kebakaran dengan tidak melakukan pembakaran lahan serta segera melaporkan apabila menemukan titik api.

Sementara itu, Bupati Ketapang Alexander Wilyo bersama Forkopimda dan jajaran OPD memastikan penanganan karhutla terus dilakukan secara terpadu.

Kesiapan personel dan peralatan pemadaman, pelayanan kesehatan serta koordinasi antarinstansi terus diperkuat untuk menghadapi kondisi di lapangan.

Kehadiran pimpinan daerah di posko juga menjadi penyemangat bagi para petugas dan relawan yang terus berjibaku melakukan pemadaman, pendinginan serta pemantauan terhadap lokasi yang berpotensi kembali terbakar.

Achmad Sholeh berharap seluruh personel tetap mengutamakan keselamatan dan menjaga kekompakan selama menjalankan tugas.

“Terima kasih kepada seluruh pejuang karhutla. Apa yang dilakukan di lapangan adalah bentuk nyata pengabdian untuk masyarakat. Tetap semangat, jaga kesehatan dan keselamatan. Kami bersama pemerintah daerah dan Forkopimda akan terus memberikan dukungan,” katanya.

Penanganan karhutla di Desa Sungai Pelang sekaligus menjadi pengingat bahwa pencegahan dan perlindungan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama.

Sinergi pemerintah, aparat, petugas, relawan dan masyarakat diharapkan mampu mempercepat pengendalian kebakaran serta mencegah dampak yang lebih luas. (Adi LC)

Bakar Sarang Tawon, Rumah Warga di Sungai Pelang Terbakar, Dua Motor Hangus
Bakar Sarang Tawon, Rumah Warga di Sungai Pelang Terbakar, Dua Motor Hangus
Sunday, 23/08/2026

KALBARONLINE.com – Rencana membakar sarang tawon berujung petaka. Satu unit rumah warga di Desa Sungai Pelang, Kecamatan Matan Hilir Selatan, Kabupaten Ketapang, terbakar pada Minggu (23/8/2026) pagi.

Kebakaran terjadi di depan Masjid At-Taqwa sekitar pukul 05.15 WIB. Dalam peristiwa tersebut, dua unit sepeda motor hangus terbakar, sementara satu unit mobil berhasil diselamatkan.

Salah seorang tetangga korban, Fadli, mengatakan kebakaran diduga bermula saat pemilik rumah membakar sarang tawon yang sebelumnya sempat menyengat anaknya hingga mengalami demam.

“Katanya awalnya membakar sarang tawon karena sebelumnya tawon itu pernah menyengat anaknya di kamar sampai demam,” ujar Fadli.

Menurut Fadli, pembakaran sarang tawon dilakukan menjelang salat Subuh. Pemilik rumah kemudian mengira api sudah padam dan meninggalkan rumah untuk melaksanakan salat.

Namun, setelah selesai salat, api ternyata kembali membesar. Pemilik rumah bersama warga kemudian berupaya melakukan pemadaman secara mandiri.

Kobaran api dengan cepat membesar dan membakar bagian rumah. Dua unit sepeda motor yang berada di lokasi ikut hangus terbakar.

Sementara satu unit mobil berhasil diselamatkan setelah warga bersama-sama mengevakuasinya dari lokasi kebakaran.

Warga juga bergotong royong membantu memadamkan api sembari menunggu kedatangan petugas pemadam kebakaran.

Api akhirnya berhasil dijinakkan sekitar pukul 07.00 WIB setelah tim pemadam kebakaran tiba dan melakukan penanganan di lokasi.

“Di dalam rumah dihuni empat orang, alhamdulillah semuenye selamat,” ucap Fadli.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Sementara itu, penyebab pasti kebakaran masih menunggu hasil penanganan dan pemeriksaan lebih lanjut. (Adi LC)