Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Sunday, 23 August 2026 |
KALBARONLINE.com – Rencana membakar sarang tawon berujung petaka. Satu unit rumah warga di Desa Sungai Pelang, Kecamatan Matan Hilir Selatan, Kabupaten Ketapang, terbakar pada Minggu (23/8/2026) pagi.
Kebakaran terjadi di depan Masjid At-Taqwa sekitar pukul 05.15 WIB. Dalam peristiwa tersebut, dua unit sepeda motor hangus terbakar, sementara satu unit mobil berhasil diselamatkan.
Salah seorang tetangga korban, Fadli, mengatakan kebakaran diduga bermula saat pemilik rumah membakar sarang tawon yang sebelumnya sempat menyengat anaknya hingga mengalami demam.
“Katanya awalnya membakar sarang tawon karena sebelumnya tawon itu pernah menyengat anaknya di kamar sampai demam,” ujar Fadli.
Menurut Fadli, pembakaran sarang tawon dilakukan menjelang salat Subuh. Pemilik rumah kemudian mengira api sudah padam dan meninggalkan rumah untuk melaksanakan salat.
Namun, setelah selesai salat, api ternyata kembali membesar. Pemilik rumah bersama warga kemudian berupaya melakukan pemadaman secara mandiri.
Kobaran api dengan cepat membesar dan membakar bagian rumah. Dua unit sepeda motor yang berada di lokasi ikut hangus terbakar.
Sementara satu unit mobil berhasil diselamatkan setelah warga bersama-sama mengevakuasinya dari lokasi kebakaran.
Warga juga bergotong royong membantu memadamkan api sembari menunggu kedatangan petugas pemadam kebakaran.
Api akhirnya berhasil dijinakkan sekitar pukul 07.00 WIB setelah tim pemadam kebakaran tiba dan melakukan penanganan di lokasi.
“Di dalam rumah dihuni empat orang, alhamdulillah semuenye selamat,” ucap Fadli.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Sementara itu, penyebab pasti kebakaran masih menunggu hasil penanganan dan pemeriksaan lebih lanjut. (Adi LC)
KALBARONLINE.com – Rencana membakar sarang tawon berujung petaka. Satu unit rumah warga di Desa Sungai Pelang, Kecamatan Matan Hilir Selatan, Kabupaten Ketapang, terbakar pada Minggu (23/8/2026) pagi.
Kebakaran terjadi di depan Masjid At-Taqwa sekitar pukul 05.15 WIB. Dalam peristiwa tersebut, dua unit sepeda motor hangus terbakar, sementara satu unit mobil berhasil diselamatkan.
Salah seorang tetangga korban, Fadli, mengatakan kebakaran diduga bermula saat pemilik rumah membakar sarang tawon yang sebelumnya sempat menyengat anaknya hingga mengalami demam.
“Katanya awalnya membakar sarang tawon karena sebelumnya tawon itu pernah menyengat anaknya di kamar sampai demam,” ujar Fadli.
Menurut Fadli, pembakaran sarang tawon dilakukan menjelang salat Subuh. Pemilik rumah kemudian mengira api sudah padam dan meninggalkan rumah untuk melaksanakan salat.
Namun, setelah selesai salat, api ternyata kembali membesar. Pemilik rumah bersama warga kemudian berupaya melakukan pemadaman secara mandiri.
Kobaran api dengan cepat membesar dan membakar bagian rumah. Dua unit sepeda motor yang berada di lokasi ikut hangus terbakar.
Sementara satu unit mobil berhasil diselamatkan setelah warga bersama-sama mengevakuasinya dari lokasi kebakaran.
Warga juga bergotong royong membantu memadamkan api sembari menunggu kedatangan petugas pemadam kebakaran.
Api akhirnya berhasil dijinakkan sekitar pukul 07.00 WIB setelah tim pemadam kebakaran tiba dan melakukan penanganan di lokasi.
“Di dalam rumah dihuni empat orang, alhamdulillah semuenye selamat,” ucap Fadli.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Sementara itu, penyebab pasti kebakaran masih menunggu hasil penanganan dan pemeriksaan lebih lanjut. (Adi LC)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini