Friday, 23 October 2026 | 23 October 2026
kalbaronline
jamhuri amir
Wabup Ketapang Ikuti Bimtek ASWAKADA, Perkuat Sinergi Menuju Tata Kelola Pemerintahan yang Lebih Baik
Wabup Ketapang Ikuti Bimtek ASWAKADA, Perkuat Sinergi Menuju Tata Kelola Pemerintahan yang Lebih Baik
Friday, 24/07/2026

KALBARONLINE.com – Wakil Bupati Ketapang, Jamhuri Amir, mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Asosiasi Wakil Kepala Daerah (ASWAKADA) Tahun 2026 yang berlangsung di Planet Holiday Hotel & Residence, Kota Batam, Kepulauan Riau, pada 22–24 Juli 2026.

Bimtek mengusung tema "Penguatan ASWAKADA sebagai Mitra Strategis Pemerintah Daerah dalam Tata Kelola, Advokasi Kebijakan, dan Sinergi Pembangunan Nasional Tahun 2026". Kegiatan ini diikuti para wakil kepala daerah dari berbagai kabupaten dan kota di Indonesia.

Forum tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas kepemimpinan, memperkuat koordinasi antardaerah, serta menyelaraskan implementasi kebijakan nasional di tingkat daerah.

Kegiatan dibuka oleh Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Dede Yusuf Macan Effendi, bersama Ketua Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI), Bursah Zanubi.

Selama pelaksanaan bimtek, peserta mendapatkan berbagai materi dari pejabat Kementerian Dalam Negeri yang membahas tata kelola pemerintahan, pengelolaan keuangan daerah, sinkronisasi kebijakan pusat dan daerah, hingga penguatan peran wakil kepala daerah.

Wakil Bupati Ketapang, Jamhuri Amir, mengatakan forum tersebut menjadi momentum penting untuk mempererat komunikasi sekaligus memperkuat kolaborasi antarwakil kepala daerah di seluruh Indonesia.

"Melalui forum seperti ini, terbangun silaturahmi, komunikasi, dan kolaborasi yang semakin erat antarwakil kepala daerah di seluruh Indonesia. Kesamaan visi dan semangat kebersamaan menjadi modal penting dalam menghadapi tantangan pembangunan," ujarnya.

Menurut Jamhuri, sinergi yang kuat antara kepala daerah dan wakil kepala daerah menjadi faktor penting dalam menciptakan pemerintahan yang efektif sekaligus mampu menjawab berbagai kebutuhan masyarakat.

"Sinergi yang kuat antara kepala daerah dan wakil kepala daerah akan melahirkan tata kelola pemerintahan yang semakin baik, menghadirkan solusi bagi berbagai persoalan masyarakat, serta mendorong terwujudnya pembangunan daerah yang maju, berdaya saing, dan berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045," katanya.

Ia menegaskan, keikutsertaan Pemerintah Kabupaten Ketapang dalam Bimtek ASWAKADA merupakan bentuk komitmen untuk terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemerintahan melalui penguatan kapasitas aparatur serta sinergi dengan pemerintah pusat maupun pemerintah daerah lainnya.

"Kami berkomitmen terus memperkuat kapasitas kepemimpinan daerah, meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan, mempererat sinergi dengan pemerintah pusat dan daerah lain, serta menghadirkan pelayanan publik yang semakin profesional demi terwujudnya Kabupaten Ketapang yang maju, sejahtera, dan berkelanjutan," tegasnya.

Selain menjadi sarana peningkatan kompetensi, forum nasional tersebut juga menjadi wadah berbagi pengalaman dan praktik terbaik antarwakil kepala daerah yang diharapkan mampu melahirkan berbagai inovasi dalam penyelenggaraan pemerintahan di masing-masing daerah. (Adi LC)

Tradisi Pencucian Pusake Tanah Kayong Kembali Digelar, Wabup Ketapang Ajak Generasi Muda Lestarikan Budaya
Tradisi Pencucian Pusake Tanah Kayong Kembali Digelar, Wabup Ketapang Ajak Generasi Muda Lestarikan Budaya
Monday, 29/06/2026

KALBARONLINE.com – Tradisi Pencucian Pusake Tanah Kayong kembali digelar masyarakat Melayu-Bugis Kabupaten Ketapang di halaman Pendopo Bupati Ketapang, Minggu (28/6/2026) malam. Setelah puluhan tahun vakum, tradisi ini kembali dihidupkan sebagai upaya melestarikan adat dan budaya melalui prosesi pencucian senjata pusaka serta pembacaan sumpah setia Melayu-Bugis.

Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Bupati Ketapang Jamhuri Amir, unsur Forkopimda, jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan Melayu dan Bugis dari Kabupaten Ketapang maupun Kabupaten Kayong Utara, serta masyarakat umum.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Ketapang Jamhuri Amir mengapresiasi kembali digelarnya tradisi yang telah lama tidak dilaksanakan tersebut. Menurutnya, Pencucian Pusake Tanah Kayong bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk penghormatan terhadap sejarah, para leluhur, dan nilai-nilai budaya yang diwariskan kepada generasi penerus.

"Tradisi Pencucian Pusake Tanah Kayong bukan sekadar seremoni belaka, tetapi memiliki makna yang sangat mendalam. Kegiatan ini merupakan simbol penghormatan terhadap sejarah, leluhur, serta nilai-nilai kebudayaan yang diwariskan kepada generasi-generasi penerus," ujar Jamhuri.

Ia menilai warisan budaya lokal merupakan aset yang tidak ternilai karena menjadi identitas daerah sekaligus modal sosial dalam membangun masyarakat yang berkarakter. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Ketapang berkomitmen terus mendukung berbagai upaya pelestarian budaya agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.

Jamhuri juga mengajak generasi muda untuk lebih mengenal, mencintai, dan menjaga tradisi leluhur agar nilai-nilai budaya Tanah Kayong tetap lestari.

"Saya berharap generasi muda dapat mengenal, mencintai, dan melestarikan tradisi-tradisi luhur yang menjadi warisan para leluhur kita, sehingga nilai-nilai budaya Tanah Kayong tetap hidup, lestari, dan terjaga sepanjang masa di tengah masyarakat," katanya.

Sementara itu, Ketua Panitia Pencucian Pusake Tanah Kayong, Rion Sardi, mengatakan kegiatan tersebut merupakan inisiatif masyarakat Melayu-Bugis untuk menghidupkan kembali tradisi yang telah lama tidak dilaksanakan.

Pusaka yang dibersihkan merupakan peninggalan sejarah para leluhur yang selama bertahun-tahun tidak pernah disucikan maupun dirawat. Menurut Rion, pelaksanaan tahun ini menjadi momen bersejarah karena merupakan penyelenggaraan perdana setelah vakum selama puluhan tahun.

Ia berharap tradisi tersebut dapat menjadi agenda tahunan Pemerintah Kabupaten Ketapang setiap bulan Muharam.

"Harapan kami, ke depan kegiatan ini dapat menjadi agenda tahunan Pemerintah Kabupaten Ketapang agar anak cucu kita jangan pernah melupakan adat budaya Melayu yang telah lahir dari nenek moyang kita," ujarnya.

Rion menjelaskan, tradisi pencucian pusaka masyarakat Melayu tidak ditentukan pada tanggal tertentu, melainkan dilaksanakan setiap bulan Muharam. Ia berharap kegiatan ini semakin memperkuat persatuan masyarakat Melayu-Bugis di Kabupaten Ketapang sekaligus menjaga kelestarian warisan budaya bagi generasi mendatang. (*)

MTQ XXXIII Kabupaten Ketapang Resmi Ditutup, Kecamatan Delta Pawan Raih Juara Umum
MTQ XXXIII Kabupaten Ketapang Resmi Ditutup, Kecamatan Delta Pawan Raih Juara Umum
Thursday, 18/06/2026

KALBARONLINE.com – Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) XXXIII Tingkat Kabupaten Ketapang resmi ditutup oleh Wakil Bupati Ketapang, Jamhuri Amir, SH, di Kecamatan Muara Pawan, Selasa (16/6/2026) malam.

Penutupan berlangsung khidmat dan menjadi penanda berakhirnya rangkaian syiar Islam yang telah berlangsung sejak 13 Juni 2026. Berdasarkan Surat Keputusan Dewan Hakim MTQ XXXIII Tahun 2026, Kecamatan Delta Pawan berhasil meraih predikat Juara Umum setelah mencatatkan prestasi terbaik di berbagai cabang perlombaan.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Ketapang Jamhuri Amir menyampaikan ucapan selamat kepada para peserta yang berhasil meraih prestasi pada MTQ XXXIII Kabupaten Ketapang.

"Selamat kepada para peserta yang telah meraih prestasi. Jadikan keberhasilan ini sebagai motivasi untuk terus belajar, berlatih, dan meningkatkan kemampuan sehingga mampu mengharumkan nama Kabupaten Ketapang di ajang yang lebih tinggi," ujarnya.

Jamhuri juga memberikan semangat kepada peserta yang belum berhasil meraih gelar juara agar tetap optimistis dan terus mengasah kemampuan.

"Partisipasi dan semangat yang telah ditunjukkan merupakan prestasi tersendiri. Teruslah belajar dan berlatih, karena kesempatan untuk meraih keberhasilan selalu terbuka di masa mendatang," katanya.

Selain itu, ia memberikan apresiasi kepada Dewan Hakim yang telah menjalankan tugas secara profesional, objektif, dan penuh tanggung jawab selama pelaksanaan MTQ.

Menurutnya, semangat MTQ harus terus menjadi sarana untuk meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur'an sekaligus melahirkan generasi Qurani yang berakhlak mulia, cerdas, dan berdaya saing.

Sementara itu, Ketua I Panitia MTQ XXXIII, Sapwan Noor, S.Pd.I., M.E., mengatakan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, dan lancar berkat dukungan berbagai pihak, mulai dari Pemerintah Kabupaten Ketapang, LPTQ, Pemerintah Kecamatan Muara Pawan, hingga masyarakat setempat.

"Kami menyampaikan permohonan maaf apabila selama penyelenggaraan masih terdapat kekurangan, baik dalam pelayanan kepada kafilah, pelaksanaan perlombaan, maupun komunikasi selama kegiatan berlangsung. Segala kekurangan menjadi tanggung jawab kami sebagai panitia," ucap Sapwan Noor.

Prosesi penutupan MTQ XXXIII ditandai dengan penurunan bendera LPTQ oleh pasukan Paskibraka. Selanjutnya, bendera LPTQ diserahkan kepada Kecamatan Matan Hilir Utara yang akan menjadi tuan rumah MTQ XXXIV Tingkat Kabupaten Ketapang pada tahun 2027.

Acara penutupan juga dimeriahkan dengan penampilan Juara I Tilawah Dewasa MTQ XXXIII serta penyanyi cilik Imam Robian dari SDN 2 Delta Pawan.

Sebagai penutup, panitia menyerahkan hadiah dan penghargaan kepada para pemenang seluruh cabang perlombaan. Momen tersebut sekaligus menandai berakhirnya MTQ XXXIII Kabupaten Ketapang Tahun 2026 yang sukses mempererat ukhuwah Islamiyah dan meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur'an. (Adi LC)

Tinjau RSUD Agoesdjam, Wabup Ketapang Jamhuri Amir Tekankan Pelayanan Kesehatan yang Ramah dan Humanis
Tinjau RSUD Agoesdjam, Wabup Ketapang Jamhuri Amir Tekankan Pelayanan Kesehatan yang Ramah dan Humanis
Tuesday, 09/06/2026

KALBARONLINE.com – Wakil Bupati Ketapang, Jamhuri Amir, melakukan kunjungan kerja ke RSUD dr. Agoesdjam Ketapang untuk memastikan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat terus meningkat, khususnya pada pelayanan administrasi dan pelayanan publik yang menjadi garda terdepan rumah sakit, Senin (8/6/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Jamhuri meninjau langsung area pendaftaran pasien, ruang resepsionis, hingga sejumlah unit pelayanan yang menjadi titik awal masyarakat saat mengakses layanan kesehatan. Ia juga berdialog dengan manajemen rumah sakit, petugas administrasi, serta warga yang sedang berobat.

Menurut Jamhuri, pelayanan kesehatan yang cepat, ramah, dan responsif merupakan salah satu faktor penting dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap fasilitas kesehatan milik pemerintah.

“Rumah sakit bukan hanya tempat berobat, tetapi juga tempat masyarakat mencari harapan dan kepastian. Karena itu, setiap petugas, terutama yang berada di garda terdepan seperti resepsionis dan pendaftaran, harus mampu memberikan pelayanan yang humanis, ramah, dan membantu masyarakat dengan sepenuh hati,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa transformasi pelayanan kesehatan tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan sarana dan prasarana maupun sistem digital yang modern. Kualitas interaksi antara petugas dan masyarakat juga menjadi bagian penting dalam menciptakan pelayanan publik yang berkualitas.

“Teknologi seperti Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) tentu sangat membantu mempercepat pelayanan. Namun yang tidak kalah penting adalah sikap dan etika dalam melayani. Senyum, sapaan yang baik, serta kesediaan membantu masyarakat merupakan bagian dari pelayanan yang harus terus dibangun,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Jamhuri juga meminta manajemen RSUD dr. Agoesdjam Ketapang untuk terus melakukan evaluasi dan pembinaan terhadap seluruh sumber daya manusia yang bertugas memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Menurutnya, setiap keluhan yang disampaikan masyarakat harus dijadikan bahan evaluasi guna meningkatkan kualitas layanan secara berkelanjutan.

Perhatian khusus juga diberikan kepada kelompok lanjut usia (lansia) serta masyarakat yang belum terbiasa menggunakan sistem pelayanan berbasis digital. Ia meminta petugas aktif memberikan pendampingan agar masyarakat tidak mengalami kesulitan saat mengakses layanan kesehatan.

“Jangan biarkan masyarakat kebingungan dengan prosedur. Tugas kita adalah membantu, mengarahkan, dan memberikan solusi. Pelayanan publik yang baik harus mampu memberikan rasa nyaman dan kemudahan bagi seluruh lapisan masyarakat,” tegasnya.

Kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Ketapang dalam memperkuat reformasi birokrasi di sektor kesehatan sekaligus memastikan pelayanan publik berjalan sesuai prinsip profesional, cepat, transparan, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat.

Melalui sinergi antara manajemen rumah sakit, tenaga kesehatan, tenaga administrasi, serta dukungan teknologi yang terus dikembangkan, Pemerintah Kabupaten Ketapang berharap RSUD dr. Agoesdjam Ketapang semakin meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dan menjadi rumah sakit yang dipercaya serta dibanggakan masyarakat. (Adi LC)