Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Tuesday, 03 November 2026 |
KALBARONLINE.com – Wakil Bupati Ketapang, Jamhuri Amir, mengapresiasi konsistensi Yayasan As-Shiddiq melalui TPQ As-Shiddiq Kalinilam dalam membina generasi muda di bidang seni baca Al-Qur'an.
Ia berharap program pembinaan tersebut terus dikembangkan sehingga mampu mencetak qori dan qoriah lokal yang berprestasi hingga tingkat lebih tinggi.
Apresiasi itu disampaikan Jamhuri Amir saat menerima silaturahmi pengurus Yayasan As-Shiddiq sekaligus menyaksikan penampilan para santri dalam program TPQ As-Shiddiq Kalinilam Bertilawah di rumah dinas Wakil Bupati Ketapang, Senin sore (2/11/2026).
Kegiatan tersebut menjadi momentum istimewa karena untuk pertama kalinya pengurus TPQ As-Shiddiq bersilaturahmi ke rumah dinas Wakil Bupati. Selain itu, pelatihan tilawah yang biasanya dilaksanakan di gedung TPQ juga untuk pertama kalinya digelar di luar lingkungan lembaga tersebut.
Pendiri Yayasan As-Shiddiq sekaligus Pengasuh TPQ As-Shiddiq, Ustaz Maryansah, S.Pd.I., menjelaskan bahwa program Kalinilam Bertilawah telah berjalan selama lima tahun.
Program tersebut berfokus pada pembinaan seni membaca Al-Qur'an, khususnya bagi anak-anak yang ingin mengembangkan kemampuan tilawah.
"Anak-anak yang mengikuti pelatihan ini ada yang awalnya belum bisa bertilawah, kemudian melalui latihan dan pelatihan secara bertahap akhirnya mulai mampu. Ini tentu membutuhkan proses, kesabaran, dan pendampingan yang berkelanjutan," ungkap Maryansah.
Pembinaan tersebut didampingi Qoriah Ketapang, Ustazah Trisnawati, S.Pd., yang secara konsisten melatih para santri dalam mengembangkan kemampuan seni membaca Al-Qur'an.
Maryansah mengatakan, pembinaan tilawah menjadi salah satu konsentrasi Yayasan As-Shiddiq. Pihaknya juga berupaya mengikutsertakan para santri dalam berbagai cabang perlombaan setiap penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ).
Ia berharap program Kalinilam Bertilawah semakin berkembang, mendapat perhatian berbagai pihak, serta menjadi wadah pembinaan generasi Qur'ani di Kabupaten Ketapang.
Sementara itu, Jamhuri Amir berpesan agar kegiatan tersebut tidak berhenti pada momentum silaturahmi, tetapi terus dilanjutkan melalui latihan dan pembelajaran secara rutin.
"Jangan berhenti sampai di sini. Kegiatan seperti ini harus terus berlanjut. Anak-anak harus terus belajar dan berlatih agar kemampuan tilawahnya semakin baik. Pemerintah daerah tentu akan memberikan dukungan dan membantu sesuai dengan ketentuan yang berlaku," ujarnya.
Jamhuri juga menyebutkan bahwa pemerintah daerah telah memberikan dukungan melalui bantuan hibah kepada lembaga tersebut.
Namun, penyaluran hibah tidak dapat dilakukan setiap tahun karena harus mengikuti ketentuan dan mekanisme peraturan yang berlaku.
Lebih lanjut, ia berharap anak-anak yang memiliki bakat dalam seni baca Al-Qur'an dapat terus dibina agar mampu bersaing dalam ajang MTQ, baik tingkat kabupaten maupun jenjang yang lebih tinggi.
Menurutnya, Kabupaten Ketapang perlu mempersiapkan generasi qori dan qoriah dari putra-putri daerah sendiri. Dengan demikian, daerah memiliki sumber daya lokal berkualitas untuk mewakili Ketapang dalam berbagai kompetisi.
"Ke depan, kita berharap bisa memanfaatkan kader-kader lokal yang memiliki kemampuan dan kualitas. Jadi, kita tidak perlu lagi mengambil peserta dari luar daerah untuk mewakili Ketapang dalam ajang MTQ. Potensi anak-anak daerah harus kita persiapkan sejak sekarang," pungkasnya. (Adi LC)
KALBARONLINE.com – Wakil Bupati Ketapang, Jamhuri Amir, mengapresiasi konsistensi Yayasan As-Shiddiq melalui TPQ As-Shiddiq Kalinilam dalam membina generasi muda di bidang seni baca Al-Qur'an.
Ia berharap program pembinaan tersebut terus dikembangkan sehingga mampu mencetak qori dan qoriah lokal yang berprestasi hingga tingkat lebih tinggi.
Apresiasi itu disampaikan Jamhuri Amir saat menerima silaturahmi pengurus Yayasan As-Shiddiq sekaligus menyaksikan penampilan para santri dalam program TPQ As-Shiddiq Kalinilam Bertilawah di rumah dinas Wakil Bupati Ketapang, Senin sore (2/11/2026).
Kegiatan tersebut menjadi momentum istimewa karena untuk pertama kalinya pengurus TPQ As-Shiddiq bersilaturahmi ke rumah dinas Wakil Bupati. Selain itu, pelatihan tilawah yang biasanya dilaksanakan di gedung TPQ juga untuk pertama kalinya digelar di luar lingkungan lembaga tersebut.
Pendiri Yayasan As-Shiddiq sekaligus Pengasuh TPQ As-Shiddiq, Ustaz Maryansah, S.Pd.I., menjelaskan bahwa program Kalinilam Bertilawah telah berjalan selama lima tahun.
Program tersebut berfokus pada pembinaan seni membaca Al-Qur'an, khususnya bagi anak-anak yang ingin mengembangkan kemampuan tilawah.
"Anak-anak yang mengikuti pelatihan ini ada yang awalnya belum bisa bertilawah, kemudian melalui latihan dan pelatihan secara bertahap akhirnya mulai mampu. Ini tentu membutuhkan proses, kesabaran, dan pendampingan yang berkelanjutan," ungkap Maryansah.
Pembinaan tersebut didampingi Qoriah Ketapang, Ustazah Trisnawati, S.Pd., yang secara konsisten melatih para santri dalam mengembangkan kemampuan seni membaca Al-Qur'an.
Maryansah mengatakan, pembinaan tilawah menjadi salah satu konsentrasi Yayasan As-Shiddiq. Pihaknya juga berupaya mengikutsertakan para santri dalam berbagai cabang perlombaan setiap penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ).
Ia berharap program Kalinilam Bertilawah semakin berkembang, mendapat perhatian berbagai pihak, serta menjadi wadah pembinaan generasi Qur'ani di Kabupaten Ketapang.
Sementara itu, Jamhuri Amir berpesan agar kegiatan tersebut tidak berhenti pada momentum silaturahmi, tetapi terus dilanjutkan melalui latihan dan pembelajaran secara rutin.
"Jangan berhenti sampai di sini. Kegiatan seperti ini harus terus berlanjut. Anak-anak harus terus belajar dan berlatih agar kemampuan tilawahnya semakin baik. Pemerintah daerah tentu akan memberikan dukungan dan membantu sesuai dengan ketentuan yang berlaku," ujarnya.
Jamhuri juga menyebutkan bahwa pemerintah daerah telah memberikan dukungan melalui bantuan hibah kepada lembaga tersebut.
Namun, penyaluran hibah tidak dapat dilakukan setiap tahun karena harus mengikuti ketentuan dan mekanisme peraturan yang berlaku.
Lebih lanjut, ia berharap anak-anak yang memiliki bakat dalam seni baca Al-Qur'an dapat terus dibina agar mampu bersaing dalam ajang MTQ, baik tingkat kabupaten maupun jenjang yang lebih tinggi.
Menurutnya, Kabupaten Ketapang perlu mempersiapkan generasi qori dan qoriah dari putra-putri daerah sendiri. Dengan demikian, daerah memiliki sumber daya lokal berkualitas untuk mewakili Ketapang dalam berbagai kompetisi.
"Ke depan, kita berharap bisa memanfaatkan kader-kader lokal yang memiliki kemampuan dan kualitas. Jadi, kita tidak perlu lagi mengambil peserta dari luar daerah untuk mewakili Ketapang dalam ajang MTQ. Potensi anak-anak daerah harus kita persiapkan sejak sekarang," pungkasnya. (Adi LC)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini