Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Tuesday, 03 November 2026 |
KALBARONLINE.com – Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, mengukuhkan Pengurus Masjid Agung Al-Ikhlas Kabupaten Ketapang masa khidmat 2026–2029 di Pendopo Rumah Jabatan Bupati Ketapang, Senin (2/11/2026) malam.
Pengukuhan tersebut menjadi momentum bagi kepengurusan baru untuk memperkuat peran masjid, tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga pusat pendidikan, pembinaan umat, hingga kegiatan sosial keagamaan di Kabupaten Ketapang.
Prosesi pengukuhan ditandai dengan penyerahan bendera pataka Masjid Agung Al-Ikhlas dari Bupati kepada pengurus serta penandatanganan berita acara pengukuhan.
Berdasarkan keputusan Bupati Ketapang, H. Wahyudin, SE., ME., dipercaya sebagai Ketua Umum, sedangkan H. Zulkarnain, S.Ag., menjabat Sekretaris Umum untuk masa khidmat 2026–2029.
Dalam sambutan perdananya, Wahyudin menyebut amanah sebagai pengurus masjid merupakan tanggung jawab besar yang harus dijalankan dengan sungguh-sungguh dan penuh keikhlasan.
"Bagi kami, ini adalah fitrah, tanggung jawab dan amanah untuk bekerja dengan sungguh-sungguh. Amanah ini bukan hanya akan kami pertanggungjawabkan kepada jamaah, tetapi yang terutama kepada Allah SWT," ujarnya.
Untuk menjalankan amanah tersebut, Wahyudin mengungkapkan terdapat enam program prioritas yang akan menjadi arah kerja kepengurusan selama tiga tahun ke depan.
Keenam program itu meliputi penguatan kegiatan ibadah dan ilmu pengetahuan, pembinaan generasi muda agar semakin dekat dengan masjid, penguatan sosial dan ekonomi umat, serta penataan dan pemeliharaan sarana prasarana masjid.
Selain itu, kepengurusan juga akan memperkuat ukhuwah dan sinergi dengan berbagai pihak serta menerapkan tata kelola organisasi yang amanah, profesional, dan bertanggung jawab.
"Kami ingin menjadikan Masjid Agung Al-Ikhlas tidak hanya sebagai tempat pelaksanaan ibadah, tetapi juga sebagai pusat pembinaan umat, penguatan ukhuwah, serta kegiatan sosial yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," tegasnya.
Wahyudin juga mengajak seluruh pengurus menjaga kekompakan, saling menghargai, serta terbuka terhadap kritik dan masukan dari jamaah demi kemajuan masjid.
Sementara itu, Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, menyampaikan selamat kepada seluruh pengurus yang telah menerima amanah untuk mengelola dan memakmurkan Masjid Agung Al-Ikhlas.
Ia menegaskan, pengukuhan tersebut bukan sekadar kegiatan seremonial atau pergantian kepengurusan, melainkan momentum untuk memperkuat tanggung jawab dan kebersamaan dalam meningkatkan kehidupan keagamaan masyarakat.
Bupati berpesan agar pengelolaan masjid dilakukan secara profesional, transparan, dan akuntabel. Hal tersebut mencakup administrasi, pengelolaan keuangan, pemeliharaan fasilitas, hingga penyelenggaraan kegiatan keagamaan.
Menurutnya, upaya memakmurkan masjid tidak harus dimulai dari program besar. Hal sederhana seperti menghidupkan salat berjamaah, mengajak anak-anak mencintai Al-Qur'an, membina generasi muda, menjaga kebersihan masjid, hingga membantu masyarakat yang membutuhkan merupakan bagian penting dari pengabdian.
"Jangan menunggu hal-hal besar untuk memulai kebaikan. Mulailah dari hal sederhana yang memberikan manfaat bagi jamaah dan masyarakat," pesan Alexander Wilyo.
Ia berharap kepengurusan baru mampu membawa Masjid Agung Al-Ikhlas semakin berkembang dan memberikan kontribusi lebih besar dalam pembinaan umat serta memperkuat kehidupan sosial keagamaan di Kabupaten Ketapang.
Dengan kepengurusan baru tersebut, Masjid Agung Al-Ikhlas diharapkan tidak hanya semakin makmur sebagai tempat ibadah, tetapi juga berkembang menjadi pusat kegiatan keagamaan dan sosial yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat. (Adi LC)
KALBARONLINE.com – Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, mengukuhkan Pengurus Masjid Agung Al-Ikhlas Kabupaten Ketapang masa khidmat 2026–2029 di Pendopo Rumah Jabatan Bupati Ketapang, Senin (2/11/2026) malam.
Pengukuhan tersebut menjadi momentum bagi kepengurusan baru untuk memperkuat peran masjid, tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga pusat pendidikan, pembinaan umat, hingga kegiatan sosial keagamaan di Kabupaten Ketapang.
Prosesi pengukuhan ditandai dengan penyerahan bendera pataka Masjid Agung Al-Ikhlas dari Bupati kepada pengurus serta penandatanganan berita acara pengukuhan.
Berdasarkan keputusan Bupati Ketapang, H. Wahyudin, SE., ME., dipercaya sebagai Ketua Umum, sedangkan H. Zulkarnain, S.Ag., menjabat Sekretaris Umum untuk masa khidmat 2026–2029.
Dalam sambutan perdananya, Wahyudin menyebut amanah sebagai pengurus masjid merupakan tanggung jawab besar yang harus dijalankan dengan sungguh-sungguh dan penuh keikhlasan.
"Bagi kami, ini adalah fitrah, tanggung jawab dan amanah untuk bekerja dengan sungguh-sungguh. Amanah ini bukan hanya akan kami pertanggungjawabkan kepada jamaah, tetapi yang terutama kepada Allah SWT," ujarnya.
Untuk menjalankan amanah tersebut, Wahyudin mengungkapkan terdapat enam program prioritas yang akan menjadi arah kerja kepengurusan selama tiga tahun ke depan.
Keenam program itu meliputi penguatan kegiatan ibadah dan ilmu pengetahuan, pembinaan generasi muda agar semakin dekat dengan masjid, penguatan sosial dan ekonomi umat, serta penataan dan pemeliharaan sarana prasarana masjid.
Selain itu, kepengurusan juga akan memperkuat ukhuwah dan sinergi dengan berbagai pihak serta menerapkan tata kelola organisasi yang amanah, profesional, dan bertanggung jawab.
"Kami ingin menjadikan Masjid Agung Al-Ikhlas tidak hanya sebagai tempat pelaksanaan ibadah, tetapi juga sebagai pusat pembinaan umat, penguatan ukhuwah, serta kegiatan sosial yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," tegasnya.
Wahyudin juga mengajak seluruh pengurus menjaga kekompakan, saling menghargai, serta terbuka terhadap kritik dan masukan dari jamaah demi kemajuan masjid.
Sementara itu, Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, menyampaikan selamat kepada seluruh pengurus yang telah menerima amanah untuk mengelola dan memakmurkan Masjid Agung Al-Ikhlas.
Ia menegaskan, pengukuhan tersebut bukan sekadar kegiatan seremonial atau pergantian kepengurusan, melainkan momentum untuk memperkuat tanggung jawab dan kebersamaan dalam meningkatkan kehidupan keagamaan masyarakat.
Bupati berpesan agar pengelolaan masjid dilakukan secara profesional, transparan, dan akuntabel. Hal tersebut mencakup administrasi, pengelolaan keuangan, pemeliharaan fasilitas, hingga penyelenggaraan kegiatan keagamaan.
Menurutnya, upaya memakmurkan masjid tidak harus dimulai dari program besar. Hal sederhana seperti menghidupkan salat berjamaah, mengajak anak-anak mencintai Al-Qur'an, membina generasi muda, menjaga kebersihan masjid, hingga membantu masyarakat yang membutuhkan merupakan bagian penting dari pengabdian.
"Jangan menunggu hal-hal besar untuk memulai kebaikan. Mulailah dari hal sederhana yang memberikan manfaat bagi jamaah dan masyarakat," pesan Alexander Wilyo.
Ia berharap kepengurusan baru mampu membawa Masjid Agung Al-Ikhlas semakin berkembang dan memberikan kontribusi lebih besar dalam pembinaan umat serta memperkuat kehidupan sosial keagamaan di Kabupaten Ketapang.
Dengan kepengurusan baru tersebut, Masjid Agung Al-Ikhlas diharapkan tidak hanya semakin makmur sebagai tempat ibadah, tetapi juga berkembang menjadi pusat kegiatan keagamaan dan sosial yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat. (Adi LC)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini