Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Sunday, 08 November 2026 |
KALBARONLINE.com – Wakil Bupati Ketapang, Jamhuri Amir, mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat pelestarian adat dan budaya Melayu sebagai bagian dari identitas daerah.
Pesan tersebut disampaikannya saat membuka Musyawarah Daerah (Musda) Majelis Adat Budaya Melayu (MABM) Kabupaten Ketapang Tahun 2026 di Aula Masjid Agung Al-Ikhlas Kabupaten Ketapang, Minggu (8/11/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri pengurus MABM Provinsi Kalimantan Barat dan Kabupaten Ketapang, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, sesepuh Melayu, unsur Forkopimda, kepala perangkat daerah, serta pengurus Dewan Pimpinan Kecamatan (DPK) MABM se-Kabupaten Ketapang.
Dalam sambutannya, Jamhuri menyampaikan salam hormat dari Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, yang berhalangan hadir karena agenda lain. Ia sekaligus membacakan sambutan bupati dan mewakili Pemerintah Kabupaten Ketapang.
Jamhuri mengatakan, Musda merupakan momentum penting bagi organisasi untuk mengevaluasi program kerja, memperkuat konsolidasi, serta menentukan arah kepemimpinan dan kebijakan organisasi ke depan.
"Musda ini jangan hanya menjadi agenda rutin organisasi, tetapi harus menjadi ruang untuk memperkuat kebersamaan, menyatukan gagasan, dan merumuskan langkah nyata dalam menjaga serta mengembangkan adat dan budaya Melayu di Kabupaten Ketapang," ujarnya.
Ia menegaskan, budaya Melayu merupakan bagian penting dari identitas masyarakat Ketapang yang harus dijaga dan diwariskan kepada generasi mendatang.
Nilai-nilai budaya tersebut tidak hanya tercermin melalui bahasa, kesenian, dan adat istiadat, tetapi juga melalui sopan santun, gotong royong, persaudaraan, serta semangat musyawarah.
Menurutnya, MABM memiliki peran strategis dalam menjaga marwah adat dan tradisi Melayu sekaligus menjadi mitra pemerintah daerah dalam memperkuat keharmonisan masyarakat.
"Di tengah perkembangan zaman dan kemajuan teknologi, generasi muda harus tetap mengenal jati dirinya, mencintai, serta bangga terhadap budaya daerah. Karena itu, pembinaan generasi muda dan pelestarian tradisi harus terus menjadi perhatian MABM," katanya.
Jamhuri juga mengingatkan bahwa Kabupaten Ketapang merupakan rumah bersama bagi masyarakat yang memiliki beragam suku, agama, dan budaya. Karena itu, nilai toleransi, saling menghormati, persaudaraan, dan kebersamaan harus terus dipelihara.
Terkait pelaksanaan Musda, ia mengajak seluruh peserta mengedepankan semangat kekeluargaan dan musyawarah mufakat dalam menentukan kepengurusan MABM periode 2026–2031.
"Siapa pun yang nantinya mendapat amanah memimpin MABM harus mampu merangkul seluruh elemen masyarakat Melayu, menjaga marwah organisasi, serta menghadirkan program kerja yang nyata dan bermanfaat bagi masyarakat," tegasnya.
Pada kesempatan tersebut, Jamhuri juga menyampaikan bahwa dirinya secara pribadi tidak ikut mencalonkan diri dalam pemilihan Ketua MABM Kabupaten Ketapang.
Ia berharap Musda 2026 menghasilkan kepengurusan yang amanah dan solid serta mampu menjadikan MABM sebagai rumah besar masyarakat Melayu dalam melestarikan budaya sekaligus berkontribusi bagi kemajuan Kabupaten Ketapang. (Adi LC)
KALBARONLINE.com – Wakil Bupati Ketapang, Jamhuri Amir, mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat pelestarian adat dan budaya Melayu sebagai bagian dari identitas daerah.
Pesan tersebut disampaikannya saat membuka Musyawarah Daerah (Musda) Majelis Adat Budaya Melayu (MABM) Kabupaten Ketapang Tahun 2026 di Aula Masjid Agung Al-Ikhlas Kabupaten Ketapang, Minggu (8/11/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri pengurus MABM Provinsi Kalimantan Barat dan Kabupaten Ketapang, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, sesepuh Melayu, unsur Forkopimda, kepala perangkat daerah, serta pengurus Dewan Pimpinan Kecamatan (DPK) MABM se-Kabupaten Ketapang.
Dalam sambutannya, Jamhuri menyampaikan salam hormat dari Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, yang berhalangan hadir karena agenda lain. Ia sekaligus membacakan sambutan bupati dan mewakili Pemerintah Kabupaten Ketapang.
Jamhuri mengatakan, Musda merupakan momentum penting bagi organisasi untuk mengevaluasi program kerja, memperkuat konsolidasi, serta menentukan arah kepemimpinan dan kebijakan organisasi ke depan.
"Musda ini jangan hanya menjadi agenda rutin organisasi, tetapi harus menjadi ruang untuk memperkuat kebersamaan, menyatukan gagasan, dan merumuskan langkah nyata dalam menjaga serta mengembangkan adat dan budaya Melayu di Kabupaten Ketapang," ujarnya.
Ia menegaskan, budaya Melayu merupakan bagian penting dari identitas masyarakat Ketapang yang harus dijaga dan diwariskan kepada generasi mendatang.
Nilai-nilai budaya tersebut tidak hanya tercermin melalui bahasa, kesenian, dan adat istiadat, tetapi juga melalui sopan santun, gotong royong, persaudaraan, serta semangat musyawarah.
Menurutnya, MABM memiliki peran strategis dalam menjaga marwah adat dan tradisi Melayu sekaligus menjadi mitra pemerintah daerah dalam memperkuat keharmonisan masyarakat.
"Di tengah perkembangan zaman dan kemajuan teknologi, generasi muda harus tetap mengenal jati dirinya, mencintai, serta bangga terhadap budaya daerah. Karena itu, pembinaan generasi muda dan pelestarian tradisi harus terus menjadi perhatian MABM," katanya.
Jamhuri juga mengingatkan bahwa Kabupaten Ketapang merupakan rumah bersama bagi masyarakat yang memiliki beragam suku, agama, dan budaya. Karena itu, nilai toleransi, saling menghormati, persaudaraan, dan kebersamaan harus terus dipelihara.
Terkait pelaksanaan Musda, ia mengajak seluruh peserta mengedepankan semangat kekeluargaan dan musyawarah mufakat dalam menentukan kepengurusan MABM periode 2026–2031.
"Siapa pun yang nantinya mendapat amanah memimpin MABM harus mampu merangkul seluruh elemen masyarakat Melayu, menjaga marwah organisasi, serta menghadirkan program kerja yang nyata dan bermanfaat bagi masyarakat," tegasnya.
Pada kesempatan tersebut, Jamhuri juga menyampaikan bahwa dirinya secara pribadi tidak ikut mencalonkan diri dalam pemilihan Ketua MABM Kabupaten Ketapang.
Ia berharap Musda 2026 menghasilkan kepengurusan yang amanah dan solid serta mampu menjadikan MABM sebagai rumah besar masyarakat Melayu dalam melestarikan budaya sekaligus berkontribusi bagi kemajuan Kabupaten Ketapang. (Adi LC)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini