Ketapang    

Buka PSBM 2026, Alexander Wilyo Ingatkan Pentingnya Menjaga Identitas Melayu

Oleh : Redaksi KalbarOnline
Sunday, 08 November 2026
Buka PSBM 2026, Alexander Wilyo Ingatkan Pentingnya Menjaga Identitas Melayu
Bupati Alexander Wilyo membuka PSBM 2026 dan mengajak masyarakat menjaga identitas serta melestarikan budaya Melayu Ketapang (Foto: Adi LC/KALBARONLINE.com)
WhatsApp Icon
Ukuran Font
Kecil Besar

KALBARONLINE.com – Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, mengajak masyarakat untuk terus menjaga dan melestarikan adat serta budaya Melayu sebagai bagian dari identitas daerah.

Pesan tersebut disampaikannya saat membuka Pagelaran Seni Budaya Melayu (PSBM) dan Musyawarah Daerah (Musda) Majelis Adat Budaya Melayu (MABM) Kabupaten Ketapang Tahun 2026 di Balai Sungai Kedang, Sabtu (7/11/2026).

Pembukaan ditandai dengan pemukulan gendang tar dan disaksikan Wakil Bupati Ketapang Jamhuri Amir, Ketua DPP MABM Kalbar Prof. Dr. H. Chairil Effendy, Ketua DPD MABM Ketapang H. Irvan Marsyad, serta sejumlah tokoh adat dan tamu undangan.

Kegiatan yang berlangsung pada 7–10 November 2026 tersebut menghadirkan berbagai agenda, mulai dari Musda MABM, seminar adat dan budaya Melayu, lomba dendang Melayu, lomba busana Melayu, hingga pameran budaya dan kuliner khas dari berbagai kecamatan.

Dalam sambutannya, Alexander mengapresiasi penyelenggaraan PSBM sebagai bentuk komitmen bersama dalam menjaga warisan budaya daerah.

"Saya mengapresiasi dan mendukung penuh kegiatan ini. Ini merupakan salah satu upaya untuk melestarikan adat, kebudayaan, tradisi, termasuk identitas kita," ujarnya.

Ia menegaskan, budaya merupakan bagian penting dari jati diri masyarakat yang harus terus dipertahankan dan diwariskan kepada generasi penerus.

"Budaya ini adalah salah satu jati diri. Budaya adalah identitas kita. Ketika ini hilang, hilang juga identitas dan jati diri kita," tegas Alexander.

Menurutnya, PSBM tidak boleh hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga harus menjadi ruang edukasi bagi generasi muda untuk mengenal sejarah, adat istiadat, kesenian, pakaian tradisional, serta kekayaan budaya Melayu.

"Pemerintah Kabupaten Ketapang tentu mendukung upaya pelestarian dan pengembangan seni budaya daerah. Kita berharap kegiatan seperti ini terus dilaksanakan dan menjadi sarana edukasi, promosi pariwisata, serta pengembangan ekonomi kreatif masyarakat," tambahnya.

Alexander juga berharap PSBM mampu membuka ruang bagi seniman, pelaku UMKM, dan komunitas budaya untuk mengembangkan kreativitas sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Melayu kepada masyarakat luas.

Usai pembukaan, Bupati bersama Wakil Bupati dan rombongan meninjau stan pameran budaya dari sejumlah kecamatan. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan santap bersama menikmati ketupat colet, kuliner khas masyarakat Ketapang.

Melalui PSBM 2026, eksistensi adat dan budaya Melayu diharapkan semakin kuat. Kegiatan ini juga menjadi momentum untuk mempererat persatuan serta menjaga warisan budaya agar tetap hidup dan dikenal oleh generasi mendatang. (Adi LC)

Artikel Selanjutnya
Buka Musda IX KNPI Ketapang, Alexander Wilyo Dorong Pemuda Bersatu dan Kritis
Sunday, 08 November 2026
Artikel Sebelumnya
Buka Musda IX KNPI Ketapang, Alexander Wilyo Dorong Pemuda Bersatu dan Kritis
Sunday, 08 November 2026

Berita terkait