Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Sunday, 08 November 2026 |
KALBARONLINE.com – Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, mengajak masyarakat untuk terus menjaga dan melestarikan adat serta budaya Melayu sebagai bagian dari identitas daerah.
Pesan tersebut disampaikannya saat membuka Pagelaran Seni Budaya Melayu (PSBM) dan Musyawarah Daerah (Musda) Majelis Adat Budaya Melayu (MABM) Kabupaten Ketapang Tahun 2026 di Balai Sungai Kedang, Sabtu (7/11/2026).
Pembukaan ditandai dengan pemukulan gendang tar dan disaksikan Wakil Bupati Ketapang Jamhuri Amir, Ketua DPP MABM Kalbar Prof. Dr. H. Chairil Effendy, Ketua DPD MABM Ketapang H. Irvan Marsyad, serta sejumlah tokoh adat dan tamu undangan.
Kegiatan yang berlangsung pada 7–10 November 2026 tersebut menghadirkan berbagai agenda, mulai dari Musda MABM, seminar adat dan budaya Melayu, lomba dendang Melayu, lomba busana Melayu, hingga pameran budaya dan kuliner khas dari berbagai kecamatan.
Dalam sambutannya, Alexander mengapresiasi penyelenggaraan PSBM sebagai bentuk komitmen bersama dalam menjaga warisan budaya daerah.
"Saya mengapresiasi dan mendukung penuh kegiatan ini. Ini merupakan salah satu upaya untuk melestarikan adat, kebudayaan, tradisi, termasuk identitas kita," ujarnya.
Ia menegaskan, budaya merupakan bagian penting dari jati diri masyarakat yang harus terus dipertahankan dan diwariskan kepada generasi penerus.
"Budaya ini adalah salah satu jati diri. Budaya adalah identitas kita. Ketika ini hilang, hilang juga identitas dan jati diri kita," tegas Alexander.
Menurutnya, PSBM tidak boleh hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga harus menjadi ruang edukasi bagi generasi muda untuk mengenal sejarah, adat istiadat, kesenian, pakaian tradisional, serta kekayaan budaya Melayu.
"Pemerintah Kabupaten Ketapang tentu mendukung upaya pelestarian dan pengembangan seni budaya daerah. Kita berharap kegiatan seperti ini terus dilaksanakan dan menjadi sarana edukasi, promosi pariwisata, serta pengembangan ekonomi kreatif masyarakat," tambahnya.
Alexander juga berharap PSBM mampu membuka ruang bagi seniman, pelaku UMKM, dan komunitas budaya untuk mengembangkan kreativitas sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Melayu kepada masyarakat luas.
Usai pembukaan, Bupati bersama Wakil Bupati dan rombongan meninjau stan pameran budaya dari sejumlah kecamatan. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan santap bersama menikmati ketupat colet, kuliner khas masyarakat Ketapang.
Melalui PSBM 2026, eksistensi adat dan budaya Melayu diharapkan semakin kuat. Kegiatan ini juga menjadi momentum untuk mempererat persatuan serta menjaga warisan budaya agar tetap hidup dan dikenal oleh generasi mendatang. (Adi LC)
KALBARONLINE.com – Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, mengajak masyarakat untuk terus menjaga dan melestarikan adat serta budaya Melayu sebagai bagian dari identitas daerah.
Pesan tersebut disampaikannya saat membuka Pagelaran Seni Budaya Melayu (PSBM) dan Musyawarah Daerah (Musda) Majelis Adat Budaya Melayu (MABM) Kabupaten Ketapang Tahun 2026 di Balai Sungai Kedang, Sabtu (7/11/2026).
Pembukaan ditandai dengan pemukulan gendang tar dan disaksikan Wakil Bupati Ketapang Jamhuri Amir, Ketua DPP MABM Kalbar Prof. Dr. H. Chairil Effendy, Ketua DPD MABM Ketapang H. Irvan Marsyad, serta sejumlah tokoh adat dan tamu undangan.
Kegiatan yang berlangsung pada 7–10 November 2026 tersebut menghadirkan berbagai agenda, mulai dari Musda MABM, seminar adat dan budaya Melayu, lomba dendang Melayu, lomba busana Melayu, hingga pameran budaya dan kuliner khas dari berbagai kecamatan.
Dalam sambutannya, Alexander mengapresiasi penyelenggaraan PSBM sebagai bentuk komitmen bersama dalam menjaga warisan budaya daerah.
"Saya mengapresiasi dan mendukung penuh kegiatan ini. Ini merupakan salah satu upaya untuk melestarikan adat, kebudayaan, tradisi, termasuk identitas kita," ujarnya.
Ia menegaskan, budaya merupakan bagian penting dari jati diri masyarakat yang harus terus dipertahankan dan diwariskan kepada generasi penerus.
"Budaya ini adalah salah satu jati diri. Budaya adalah identitas kita. Ketika ini hilang, hilang juga identitas dan jati diri kita," tegas Alexander.
Menurutnya, PSBM tidak boleh hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga harus menjadi ruang edukasi bagi generasi muda untuk mengenal sejarah, adat istiadat, kesenian, pakaian tradisional, serta kekayaan budaya Melayu.
"Pemerintah Kabupaten Ketapang tentu mendukung upaya pelestarian dan pengembangan seni budaya daerah. Kita berharap kegiatan seperti ini terus dilaksanakan dan menjadi sarana edukasi, promosi pariwisata, serta pengembangan ekonomi kreatif masyarakat," tambahnya.
Alexander juga berharap PSBM mampu membuka ruang bagi seniman, pelaku UMKM, dan komunitas budaya untuk mengembangkan kreativitas sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Melayu kepada masyarakat luas.
Usai pembukaan, Bupati bersama Wakil Bupati dan rombongan meninjau stan pameran budaya dari sejumlah kecamatan. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan santap bersama menikmati ketupat colet, kuliner khas masyarakat Ketapang.
Melalui PSBM 2026, eksistensi adat dan budaya Melayu diharapkan semakin kuat. Kegiatan ini juga menjadi momentum untuk mempererat persatuan serta menjaga warisan budaya agar tetap hidup dan dikenal oleh generasi mendatang. (Adi LC)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini