Ketapang    

Patih Jaga Pati Cup 2026 Ditutup, Alexander Wilyo Ajak Masyarakat Rawat Tradisi dan Persatuan

Oleh : Redaksi KalbarOnline
Wednesday, 19 August 2026
Patih Jaga Pati Cup 2026 Ditutup, Alexander Wilyo Ajak Masyarakat Rawat Tradisi dan Persatuan
Patih Jaga Pati Cup 2026 di Ketapang resmi ditutup dengan pesan menjaga tradisi, memperkuat persatuan dan membangun daerah bersama (Foto: Adi LC/KALBARONLINE.com)
WhatsApp Icon
Ukuran Font
Kecil Besar

KALBARONLINE.com – Kejuaraan Menyumpit Patih Jaga Pati Cup 2026 resmi berakhir. Bupati Ketapang Alexander Wilyo menutup kegiatan tersebut di Halaman Kepatihan Jaga Pati, Senin (17/8/2026).

Penutupan kejuaraan yang digelar dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia itu ditandai dengan penyumpitan balon merah putih oleh Bupati Alexander Wilyo bersama Wakil Bupati Ketapang Jamhuri Amir, Sekretaris Daerah, Ketua DPRD, unsur Forkopimda dan Ketua KORMI.

Dalam sambutannya, Alexander Wilyo yang juga Patih Jaga Pati Laman Sembilan Domong Sepuluh Kerajaan Hulu Aik bergelar Raden Cendaga Pintu Bumi Jaga Banua mengatakan, Patih Jaga Pati Cup tidak sekadar menjadi ajang perlombaan.

Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi sarana untuk menjaga keberlangsungan tradisi leluhur sekaligus memperkuat persatuan masyarakat.

Ia menilai olahraga dan permainan tradisional seperti menyumpit, panjat pinang, balap karung hingga tarik tambang merupakan bagian dari identitas bangsa yang harus terus dikenalkan kepada generasi muda.

“Kita boleh bermain ke Singapura, berfoto di depan patung singa, tetapi kebahagiaannya berbeda. Melihat masyarakat tertawa dan bergembira dalam panjat pinang, inilah Indonesia,” tegas Alexander.

Ia juga mengajak masyarakat Ketapang tidak mudah terpecah akibat perbedaan pandangan maupun dinamika yang berkembang. Menurutnya, kritik dan perbedaan pendapat merupakan bagian dari demokrasi, namun persaudaraan tetap harus menjadi prioritas.

“Ketapang adalah rumah besar kita. Mari kita jaga, kita rawat dan kita bangun bersama-sama,” pesannya.

Selain pelestarian olahraga tradisional, Alexander turut menyoroti keberadaan Sanggar Kepatihan sebagai ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan bakat dan kreativitas di bidang seni budaya.

Ia menyebut Sanggar Kepatihan telah menunjukkan prestasi, salah satunya meraih juara I lomba tari tingkat Kalimantan Barat pada Pekan Seni Budaya Dayak.

“Energi anak-anak muda harus kita arahkan kepada hal-hal positif. Bakat dan kreativitas mereka bukan hanya menjadi kebanggaan keluarga, tetapi juga dapat mengharumkan nama Ketapang,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Bupati Ketapang juga memberikan apresiasi kepada 27 anggota Paskibraka Kabupaten Ketapang, termasuk para pelatih dan pembina, yang telah menjalankan tugas pada upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

Alexander kemudian mengingatkan seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan kondusivitas daerah. Ia juga mengajak masyarakat menghadapi berbagai tantangan yang masih dihadapi Ketapang, termasuk bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

“Ketapang harus kita jaga agar tetap aman, nyaman, rukun dan kondusif. Berbagai persoalan daerah harus kita hadapi bersama,” katanya.

Setelah prosesi penutupan, kegiatan dilanjutkan dengan pembagian hadiah kepada para pemenang Patih Jaga Pati Cup 2026. Rangkaian acara juga dirangkaikan dengan peringatan ulang tahun ke-3 Sanggar Kepatihan yang ditandai pemotongan tumpeng.

Patih Jaga Pati Cup 2026 pun berakhir dengan pesan untuk terus menjaga tradisi, memperkuat persatuan serta membangun Ketapang secara bersama-sama. (Adi LC)

Artikel Selanjutnya
Celine dan Mirza Harumkan Nama Kalbar di Istana Merdeka
Wednesday, 19 August 2026
Artikel Sebelumnya
Celine dan Mirza Harumkan Nama Kalbar di Istana Merdeka
Wednesday, 19 August 2026

Berita terkait