Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Wednesday, 19 August 2026 |
KALBARONLINE.com – Kejuaraan Menyumpit Patih Jaga Pati Cup 2026 resmi berakhir. Bupati Ketapang Alexander Wilyo menutup kegiatan tersebut di Halaman Kepatihan Jaga Pati, Senin (17/8/2026).
Penutupan kejuaraan yang digelar dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia itu ditandai dengan penyumpitan balon merah putih oleh Bupati Alexander Wilyo bersama Wakil Bupati Ketapang Jamhuri Amir, Sekretaris Daerah, Ketua DPRD, unsur Forkopimda dan Ketua KORMI.
Dalam sambutannya, Alexander Wilyo yang juga Patih Jaga Pati Laman Sembilan Domong Sepuluh Kerajaan Hulu Aik bergelar Raden Cendaga Pintu Bumi Jaga Banua mengatakan, Patih Jaga Pati Cup tidak sekadar menjadi ajang perlombaan.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi sarana untuk menjaga keberlangsungan tradisi leluhur sekaligus memperkuat persatuan masyarakat.
Ia menilai olahraga dan permainan tradisional seperti menyumpit, panjat pinang, balap karung hingga tarik tambang merupakan bagian dari identitas bangsa yang harus terus dikenalkan kepada generasi muda.
“Kita boleh bermain ke Singapura, berfoto di depan patung singa, tetapi kebahagiaannya berbeda. Melihat masyarakat tertawa dan bergembira dalam panjat pinang, inilah Indonesia,” tegas Alexander.
Ia juga mengajak masyarakat Ketapang tidak mudah terpecah akibat perbedaan pandangan maupun dinamika yang berkembang. Menurutnya, kritik dan perbedaan pendapat merupakan bagian dari demokrasi, namun persaudaraan tetap harus menjadi prioritas.
“Ketapang adalah rumah besar kita. Mari kita jaga, kita rawat dan kita bangun bersama-sama,” pesannya.
Selain pelestarian olahraga tradisional, Alexander turut menyoroti keberadaan Sanggar Kepatihan sebagai ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan bakat dan kreativitas di bidang seni budaya.
Ia menyebut Sanggar Kepatihan telah menunjukkan prestasi, salah satunya meraih juara I lomba tari tingkat Kalimantan Barat pada Pekan Seni Budaya Dayak.
“Energi anak-anak muda harus kita arahkan kepada hal-hal positif. Bakat dan kreativitas mereka bukan hanya menjadi kebanggaan keluarga, tetapi juga dapat mengharumkan nama Ketapang,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Bupati Ketapang juga memberikan apresiasi kepada 27 anggota Paskibraka Kabupaten Ketapang, termasuk para pelatih dan pembina, yang telah menjalankan tugas pada upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
Alexander kemudian mengingatkan seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan kondusivitas daerah. Ia juga mengajak masyarakat menghadapi berbagai tantangan yang masih dihadapi Ketapang, termasuk bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
“Ketapang harus kita jaga agar tetap aman, nyaman, rukun dan kondusif. Berbagai persoalan daerah harus kita hadapi bersama,” katanya.
Setelah prosesi penutupan, kegiatan dilanjutkan dengan pembagian hadiah kepada para pemenang Patih Jaga Pati Cup 2026. Rangkaian acara juga dirangkaikan dengan peringatan ulang tahun ke-3 Sanggar Kepatihan yang ditandai pemotongan tumpeng.
Patih Jaga Pati Cup 2026 pun berakhir dengan pesan untuk terus menjaga tradisi, memperkuat persatuan serta membangun Ketapang secara bersama-sama. (Adi LC)
KALBARONLINE.com – Kejuaraan Menyumpit Patih Jaga Pati Cup 2026 resmi berakhir. Bupati Ketapang Alexander Wilyo menutup kegiatan tersebut di Halaman Kepatihan Jaga Pati, Senin (17/8/2026).
Penutupan kejuaraan yang digelar dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia itu ditandai dengan penyumpitan balon merah putih oleh Bupati Alexander Wilyo bersama Wakil Bupati Ketapang Jamhuri Amir, Sekretaris Daerah, Ketua DPRD, unsur Forkopimda dan Ketua KORMI.
Dalam sambutannya, Alexander Wilyo yang juga Patih Jaga Pati Laman Sembilan Domong Sepuluh Kerajaan Hulu Aik bergelar Raden Cendaga Pintu Bumi Jaga Banua mengatakan, Patih Jaga Pati Cup tidak sekadar menjadi ajang perlombaan.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi sarana untuk menjaga keberlangsungan tradisi leluhur sekaligus memperkuat persatuan masyarakat.
Ia menilai olahraga dan permainan tradisional seperti menyumpit, panjat pinang, balap karung hingga tarik tambang merupakan bagian dari identitas bangsa yang harus terus dikenalkan kepada generasi muda.
“Kita boleh bermain ke Singapura, berfoto di depan patung singa, tetapi kebahagiaannya berbeda. Melihat masyarakat tertawa dan bergembira dalam panjat pinang, inilah Indonesia,” tegas Alexander.
Ia juga mengajak masyarakat Ketapang tidak mudah terpecah akibat perbedaan pandangan maupun dinamika yang berkembang. Menurutnya, kritik dan perbedaan pendapat merupakan bagian dari demokrasi, namun persaudaraan tetap harus menjadi prioritas.
“Ketapang adalah rumah besar kita. Mari kita jaga, kita rawat dan kita bangun bersama-sama,” pesannya.
Selain pelestarian olahraga tradisional, Alexander turut menyoroti keberadaan Sanggar Kepatihan sebagai ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan bakat dan kreativitas di bidang seni budaya.
Ia menyebut Sanggar Kepatihan telah menunjukkan prestasi, salah satunya meraih juara I lomba tari tingkat Kalimantan Barat pada Pekan Seni Budaya Dayak.
“Energi anak-anak muda harus kita arahkan kepada hal-hal positif. Bakat dan kreativitas mereka bukan hanya menjadi kebanggaan keluarga, tetapi juga dapat mengharumkan nama Ketapang,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Bupati Ketapang juga memberikan apresiasi kepada 27 anggota Paskibraka Kabupaten Ketapang, termasuk para pelatih dan pembina, yang telah menjalankan tugas pada upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
Alexander kemudian mengingatkan seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan kondusivitas daerah. Ia juga mengajak masyarakat menghadapi berbagai tantangan yang masih dihadapi Ketapang, termasuk bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
“Ketapang harus kita jaga agar tetap aman, nyaman, rukun dan kondusif. Berbagai persoalan daerah harus kita hadapi bersama,” katanya.
Setelah prosesi penutupan, kegiatan dilanjutkan dengan pembagian hadiah kepada para pemenang Patih Jaga Pati Cup 2026. Rangkaian acara juga dirangkaikan dengan peringatan ulang tahun ke-3 Sanggar Kepatihan yang ditandai pemotongan tumpeng.
Patih Jaga Pati Cup 2026 pun berakhir dengan pesan untuk terus menjaga tradisi, memperkuat persatuan serta membangun Ketapang secara bersama-sama. (Adi LC)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini