Ketapang    

Patih Jaga Pati Cup 2026 Jadi Wadah Pelestarian Tradisi dan Semangat Kemerdekaan

Oleh : Redaksi KalbarOnline
Sunday, 16 August 2026
Patih Jaga Pati Cup 2026 Jadi Wadah Pelestarian Tradisi dan Semangat Kemerdekaan
Patih Jaga Pati Cup 2026 di Ketapang menjadi wadah pelestarian tradisi menyumpit sekaligus semangat kemerdekaan (Foto: Adi LC/KALBARONLINE.com)
WhatsApp Icon
Ukuran Font
Kecil Besar

KALBARONLINE.com – Kejuaraan Menyumpit Patih Jaga Pati Cup 2026 digelar di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus Anniversary Sanggar Kepatihan.

Kegiatan yang mengusung tema “Melestarikan Warisan, Menyatukan Semangat Kemerdekaan, Patih Jaga Pati Cup dalam Harmoni Anniversary Sanggar Kepatihan” tersebut berlangsung selama tiga hari, 15-17 Agustus 2026.

Selain kejuaraan menyumpit, kegiatan juga diisi berbagai perlombaan tradisional dan hiburan, baik secara individu maupun kelompok. Di antaranya lomba gasing, tarik tambang, panjat pinang, remi box, gaplek, catur, bola dangdut, karaoke dan sejumlah perlombaan lainnya.

Ketua Panitia, Merlin Ayen, mengatakan kegiatan tersebut bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga menjadi sarana untuk mewariskan dan memperkenalkan tradisi kepada masyarakat, khususnya generasi muda.

“Ini tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tapi juga menjadi ruang pewarisan dan pengenalan tradisi bagi masyarakat yang harus kita jaga dan kita kembangkan,” ujarnya.

Menurutnya, kegiatan tersebut diharapkan dapat membuat generasi muda semakin mengenal, mencintai dan ikut melestarikan olahraga maupun budaya daerah.

Ia berharap Patih Jaga Pati Cup dapat terus diselenggarakan dan berkembang menjadi salah satu agenda budaya yang mampu mempertemukan masyarakat sekaligus memperkuat kecintaan generasi muda terhadap warisan daerah.

Sementara itu, Patih Jaga Pati Alexander Wilyo yang juga Bupati Ketapang mengatakan, menyumpit merupakan bagian dari olahraga sekaligus budaya yang telah berkembang dan dikenal hingga tingkat internasional.

“Menyumpit ini olahraga dan budaya yang sudah diakui dan diselenggarakan sampai tingkat internasional,” katanya.

Menurut Alexander, kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk menyemarakkan peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Ia menilai kegiatan yang melibatkan masyarakat dan generasi muda dapat menjadi salah satu sarana untuk menumbuhkan semangat nasionalisme dan kecintaan terhadap tanah air.

“Semoga nasionalisme serta rasa cinta tanah air ini bisa kita pupuk dan terus tumbuh,” tuturnya.

Usai seremoni pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan aksi menyumpit bersama. Alexander Wilyo selaku Patih Jaga Pati sekaligus Pembina Sanggar Kepatihan turut ambil bagian bersama jajaran Forkopimda, kepala OPD dan para tamu undangan.

Aksi tersebut menjadi simbol kebersamaan dalam menjaga tradisi sekaligus merayakan semangat kemerdekaan.

Melalui Patih Jaga Pati Cup 2026, tradisi menyumpit diharapkan tidak hanya menjadi sebuah perlombaan, tetapi juga terus hidup sebagai bagian dari identitas budaya yang dapat diwariskan kepada generasi penerus. (Adi LC)

Artikel Selanjutnya
27 Paskibraka Ketapang Dikukuhkan, Siap Jalankan Tugas pada HUT ke-81 RI
Sunday, 16 August 2026
Artikel Sebelumnya
Bawa Sabu Hampir 43 Gram, Seorang Pengendara Mobil Diamankan Polsek Nanga Tayap
Sunday, 16 August 2026

Berita terkait