Ketapang    

Bupati Alexander Wilyo Buka Pekan Gawai Dayak XII Ketapang, Ajak Masyarakat Lestarikan Budaya Dayak

Oleh : Redaksi KalbarOnline
Thursday, 18 June 2026
Bupati Alexander Wilyo Buka Pekan Gawai Dayak XII Ketapang, Ajak Masyarakat Lestarikan Budaya Dayak
Bupati Alexander Wilyo membuka Pekan Gawai Dayak XII Ketapang dan mengajak masyarakat terus melestarikan budaya Dayak (Foto: Adi LC/KALBARONLINE.com)
WhatsApp Icon
Ukuran Font
Kecil Besar

KALBARONLINE.com – Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, secara resmi membuka Pekan Gawai Dayak (PGD) XII Dewan Adat Dayak (DAD) Kabupaten Ketapang yang digelar di Kecamatan Simpang Dua, Selasa (16/6/2026).

Pembukaan Pekan Gawai Dayak XII berlangsung meriah dan sarat nuansa budaya. Berbagai prosesi adat turut mewarnai kegiatan tersebut, mulai dari penyambutan melalui pertunjukan pencak silat IPSI Simpang Dua, ritual tinjak telur, pancung buluh muda, tarian bedondoi, prosesi ngalu, parade kontingen DAD kecamatan, pertunjukan barongsai, hingga ritual adat Ngise' Sansayau dan Nganuata sebagai bentuk doa adat.

Dalam sambutannya, Alexander Wilyo menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah terlibat dalam menyukseskan penyelenggaraan Pekan Gawai Dayak XII. Ia mengucapkan terima kasih kepada panitia pelaksana, Dewan Adat Dayak, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, serta masyarakat Simpang Dua yang menjadi tuan rumah kegiatan tersebut.

"Saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh panitia, Dewan Adat Dayak, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, serta masyarakat Simpang Dua yang telah bekerja keras sehingga Pekan Gawai Dayak XII dapat terselenggara dengan baik," ujar Alexander.

Menurutnya, Pekan Gawai Dayak tidak hanya menjadi ajang perayaan budaya semata, tetapi juga memiliki peran penting dalam memperkuat persatuan masyarakat adat sekaligus menjaga kelestarian budaya Dayak yang diwariskan secara turun-temurun.

"Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai budayanya sendiri. Karena itu, adat, budaya, dan tradisi harus terus dijaga, dilestarikan, serta diwariskan kepada generasi muda agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman," tegasnya.

Bupati Ketapang itu juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan Gawai Dayak sebagai wadah mempererat persaudaraan dan memperkuat identitas budaya daerah. Menurutnya, pelestarian budaya harus berjalan seiring dengan upaya menjaga nilai-nilai positif dalam kehidupan bermasyarakat.

"Mari kita jadikan Gawai Dayak sebagai ajang mempererat persaudaraan dan memperkuat identitas budaya. Saya juga mengingatkan agar pelaksanaannya terbebas dari penyalahgunaan narkoba maupun perjudian, karena hal tersebut bukan bagian dari adat dan budaya Dayak," pungkas Alexander.

Pekan Gawai Dayak XII DAD Kabupaten Ketapang diharapkan menjadi momentum untuk terus memperkenalkan dan melestarikan budaya Dayak kepada generasi muda, sekaligus memperkuat kebersamaan masyarakat dalam menjaga warisan budaya yang menjadi identitas daerah. (Adi LC)

Artikel Selanjutnya
Jelang Hari Bhayangkara ke-80, Kapolres Kapuas Hulu Anjangsana ke Purnawirawan dan Warakawuri Polri
Thursday, 18 June 2026
Artikel Sebelumnya
Alex-Jamhuri Buka Ketapang Fun Run 2026, Ajak Masyarakat Terapkan Gaya Hidup Sehat
Thursday, 18 June 2026

Berita terkait