Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Thursday, 18 June 2026 |
KALBARONLINE.com – Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, secara resmi membuka Pekan Gawai Dayak (PGD) XII Dewan Adat Dayak (DAD) Kabupaten Ketapang yang digelar di Kecamatan Simpang Dua, Selasa (16/6/2026).
Pembukaan Pekan Gawai Dayak XII berlangsung meriah dan sarat nuansa budaya. Berbagai prosesi adat turut mewarnai kegiatan tersebut, mulai dari penyambutan melalui pertunjukan pencak silat IPSI Simpang Dua, ritual tinjak telur, pancung buluh muda, tarian bedondoi, prosesi ngalu, parade kontingen DAD kecamatan, pertunjukan barongsai, hingga ritual adat Ngise' Sansayau dan Nganuata sebagai bentuk doa adat.
Dalam sambutannya, Alexander Wilyo menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah terlibat dalam menyukseskan penyelenggaraan Pekan Gawai Dayak XII. Ia mengucapkan terima kasih kepada panitia pelaksana, Dewan Adat Dayak, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, serta masyarakat Simpang Dua yang menjadi tuan rumah kegiatan tersebut.
"Saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh panitia, Dewan Adat Dayak, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, serta masyarakat Simpang Dua yang telah bekerja keras sehingga Pekan Gawai Dayak XII dapat terselenggara dengan baik," ujar Alexander.
Menurutnya, Pekan Gawai Dayak tidak hanya menjadi ajang perayaan budaya semata, tetapi juga memiliki peran penting dalam memperkuat persatuan masyarakat adat sekaligus menjaga kelestarian budaya Dayak yang diwariskan secara turun-temurun.
"Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai budayanya sendiri. Karena itu, adat, budaya, dan tradisi harus terus dijaga, dilestarikan, serta diwariskan kepada generasi muda agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman," tegasnya.
Bupati Ketapang itu juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan Gawai Dayak sebagai wadah mempererat persaudaraan dan memperkuat identitas budaya daerah. Menurutnya, pelestarian budaya harus berjalan seiring dengan upaya menjaga nilai-nilai positif dalam kehidupan bermasyarakat.
"Mari kita jadikan Gawai Dayak sebagai ajang mempererat persaudaraan dan memperkuat identitas budaya. Saya juga mengingatkan agar pelaksanaannya terbebas dari penyalahgunaan narkoba maupun perjudian, karena hal tersebut bukan bagian dari adat dan budaya Dayak," pungkas Alexander.
Pekan Gawai Dayak XII DAD Kabupaten Ketapang diharapkan menjadi momentum untuk terus memperkenalkan dan melestarikan budaya Dayak kepada generasi muda, sekaligus memperkuat kebersamaan masyarakat dalam menjaga warisan budaya yang menjadi identitas daerah. (Adi LC)
KALBARONLINE.com – Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, secara resmi membuka Pekan Gawai Dayak (PGD) XII Dewan Adat Dayak (DAD) Kabupaten Ketapang yang digelar di Kecamatan Simpang Dua, Selasa (16/6/2026).
Pembukaan Pekan Gawai Dayak XII berlangsung meriah dan sarat nuansa budaya. Berbagai prosesi adat turut mewarnai kegiatan tersebut, mulai dari penyambutan melalui pertunjukan pencak silat IPSI Simpang Dua, ritual tinjak telur, pancung buluh muda, tarian bedondoi, prosesi ngalu, parade kontingen DAD kecamatan, pertunjukan barongsai, hingga ritual adat Ngise' Sansayau dan Nganuata sebagai bentuk doa adat.
Dalam sambutannya, Alexander Wilyo menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah terlibat dalam menyukseskan penyelenggaraan Pekan Gawai Dayak XII. Ia mengucapkan terima kasih kepada panitia pelaksana, Dewan Adat Dayak, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, serta masyarakat Simpang Dua yang menjadi tuan rumah kegiatan tersebut.
"Saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh panitia, Dewan Adat Dayak, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, serta masyarakat Simpang Dua yang telah bekerja keras sehingga Pekan Gawai Dayak XII dapat terselenggara dengan baik," ujar Alexander.
Menurutnya, Pekan Gawai Dayak tidak hanya menjadi ajang perayaan budaya semata, tetapi juga memiliki peran penting dalam memperkuat persatuan masyarakat adat sekaligus menjaga kelestarian budaya Dayak yang diwariskan secara turun-temurun.
"Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai budayanya sendiri. Karena itu, adat, budaya, dan tradisi harus terus dijaga, dilestarikan, serta diwariskan kepada generasi muda agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman," tegasnya.
Bupati Ketapang itu juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan Gawai Dayak sebagai wadah mempererat persaudaraan dan memperkuat identitas budaya daerah. Menurutnya, pelestarian budaya harus berjalan seiring dengan upaya menjaga nilai-nilai positif dalam kehidupan bermasyarakat.
"Mari kita jadikan Gawai Dayak sebagai ajang mempererat persaudaraan dan memperkuat identitas budaya. Saya juga mengingatkan agar pelaksanaannya terbebas dari penyalahgunaan narkoba maupun perjudian, karena hal tersebut bukan bagian dari adat dan budaya Dayak," pungkas Alexander.
Pekan Gawai Dayak XII DAD Kabupaten Ketapang diharapkan menjadi momentum untuk terus memperkenalkan dan melestarikan budaya Dayak kepada generasi muda, sekaligus memperkuat kebersamaan masyarakat dalam menjaga warisan budaya yang menjadi identitas daerah. (Adi LC)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini