Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Wednesday, 19 August 2026 |
KALBARONLINE.com – Dua putra-putri Kalimantan Barat (Kalbar), Celine Olivia Apriani Theo dan Mirza, sukses menjalankan tugas sebagai Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) dalam rangkaian upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (17/8/2026).
Celine, siswi SMKN 5 Pontianak, dipercaya sebagai pembawa baki saat upacara pengibaran Bendera Merah Putih. Sementara Mirza, siswa SMA Negeri 1 Sintang, mendapat tugas sebagai pembentang bendera pada upacara penurunan bendera.
Gubernur Kalbar Ria Norsan mengapresiasi keberhasilan keduanya. Menurutnya, pencapaian tersebut menjadi kebanggaan bagi masyarakat Kalbar.
Norsan mengatakan, sebelum berangkat ke Jakarta, Celine dan Mirza sempat menghadap dirinya. Saat itu, ia berpesan agar keduanya memberikan kemampuan terbaik dan tidak lupa berdoa.
“Kan kemarin sebelum berangkat, dia menghadap saya. Saya hanya berdoa, sebisanya berdoa. Mudah-mudahan kalian sampai di sana nanti terpilih yang terbaik,” ujar Norsan saat diwawancarai, Selasa (18/8/2026).
Doa dan usaha tersebut akhirnya membuahkan hasil. Celine dan Mirza dipercaya mengemban tugas penting dalam upacara kenegaraan di Istana Merdeka.
“Alhamdulillah doa kita dijabah. Celine pembawa baki dan Mirza pengibar bendera, dua-duanya berhasil,” katanya.
Sebagai bentuk apresiasi, Pemprov Kalbar juga berencana menyambut kepulangan Celine dan Mirza setelah keduanya menyelesaikan seluruh rangkaian tugas di Jakarta.
“Pulangnya nanti kita sambut karena membawa harum nama Kalbar,” ucapnya.
Bagi Norsan, kisah Celine dan Mirza juga menunjukkan bahwa latar belakang ekonomi bukan alasan untuk berhenti mengejar prestasi.
Ia mencontohkan Mirza yang berasal dari keluarga sederhana. Orang tua Mirza diketahui berjualan kerupuk. Meski memiliki keterbatasan ekonomi, Mirza tetap memiliki semangat untuk maju.
“Mirza itu orang tuanya jualan kerupuk. Berapalah penghasilan jual kerupuk, tapi dia semangat untuk maju yang luar biasa,” ungkap Norsan.
Hal serupa juga disampaikan Norsan mengenai Celine. Menurutnya, Celine juga bukan berasal dari keluarga berada. Namun, kemauan dan kerja keras membuatnya mampu meraih kesempatan hingga dipercaya menjadi pembawa baki di Istana Merdeka.
“Demikian juga Celine, bukan dari orang yang berada, tapi punya semangat dan kemauan,” katanya.
Norsan berharap keberhasilan keduanya bisa menjadi inspirasi bagi anak-anak muda di Kalbar. Ia ingin generasi muda tidak minder dengan kondisi keluarga maupun ekonomi selama memiliki kemauan untuk berusaha.
“Anak-anakku sekalian, tidak ada yang tidak bisa kalau kita mau berusaha dan berdoa,” pungkasnya. (Lid)
KALBARONLINE.com – Dua putra-putri Kalimantan Barat (Kalbar), Celine Olivia Apriani Theo dan Mirza, sukses menjalankan tugas sebagai Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) dalam rangkaian upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (17/8/2026).
Celine, siswi SMKN 5 Pontianak, dipercaya sebagai pembawa baki saat upacara pengibaran Bendera Merah Putih. Sementara Mirza, siswa SMA Negeri 1 Sintang, mendapat tugas sebagai pembentang bendera pada upacara penurunan bendera.
Gubernur Kalbar Ria Norsan mengapresiasi keberhasilan keduanya. Menurutnya, pencapaian tersebut menjadi kebanggaan bagi masyarakat Kalbar.
Norsan mengatakan, sebelum berangkat ke Jakarta, Celine dan Mirza sempat menghadap dirinya. Saat itu, ia berpesan agar keduanya memberikan kemampuan terbaik dan tidak lupa berdoa.
“Kan kemarin sebelum berangkat, dia menghadap saya. Saya hanya berdoa, sebisanya berdoa. Mudah-mudahan kalian sampai di sana nanti terpilih yang terbaik,” ujar Norsan saat diwawancarai, Selasa (18/8/2026).
Doa dan usaha tersebut akhirnya membuahkan hasil. Celine dan Mirza dipercaya mengemban tugas penting dalam upacara kenegaraan di Istana Merdeka.
“Alhamdulillah doa kita dijabah. Celine pembawa baki dan Mirza pengibar bendera, dua-duanya berhasil,” katanya.
Sebagai bentuk apresiasi, Pemprov Kalbar juga berencana menyambut kepulangan Celine dan Mirza setelah keduanya menyelesaikan seluruh rangkaian tugas di Jakarta.
“Pulangnya nanti kita sambut karena membawa harum nama Kalbar,” ucapnya.
Bagi Norsan, kisah Celine dan Mirza juga menunjukkan bahwa latar belakang ekonomi bukan alasan untuk berhenti mengejar prestasi.
Ia mencontohkan Mirza yang berasal dari keluarga sederhana. Orang tua Mirza diketahui berjualan kerupuk. Meski memiliki keterbatasan ekonomi, Mirza tetap memiliki semangat untuk maju.
“Mirza itu orang tuanya jualan kerupuk. Berapalah penghasilan jual kerupuk, tapi dia semangat untuk maju yang luar biasa,” ungkap Norsan.
Hal serupa juga disampaikan Norsan mengenai Celine. Menurutnya, Celine juga bukan berasal dari keluarga berada. Namun, kemauan dan kerja keras membuatnya mampu meraih kesempatan hingga dipercaya menjadi pembawa baki di Istana Merdeka.
“Demikian juga Celine, bukan dari orang yang berada, tapi punya semangat dan kemauan,” katanya.
Norsan berharap keberhasilan keduanya bisa menjadi inspirasi bagi anak-anak muda di Kalbar. Ia ingin generasi muda tidak minder dengan kondisi keluarga maupun ekonomi selama memiliki kemauan untuk berusaha.
“Anak-anakku sekalian, tidak ada yang tidak bisa kalau kita mau berusaha dan berdoa,” pungkasnya. (Lid)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini