Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Wednesday, 19 August 2026 |
KALBARONLINE.com – Kondisi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Kalimantan Barat mulai menunjukkan perkembangan positif. Pemerintah bersama TNI, Polri dan relawan masih terus melakukan upaya pemadaman serta penanganan di lapangan.
Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan mengatakan, kondisi karhutla di sejumlah wilayah Kalbar mulai berangsur membaik. Meski demikian, pemerintah tetap melakukan berbagai langkah untuk mengantisipasi potensi kebakaran kembali meluas.
Ia mengatakan, dari sisi penegakan aturan, ketentuan terkait karhutla masih tetap berlaku. Norsan juga mengapresiasi upaya aparat TNI dan Polri yang turut membantu proses pemadaman di sejumlah lokasi terdampak.
“Kalau mau tegas memang aturan main masih sama. Saya lihat dari kepolisian, TNI, berupaya membantu pemadaman. Aturannya masih sama,” ujar Norsan.
Selain pemadaman melalui jalur darat, Pemprov Kalbar juga melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk membantu mempercepat turunnya hujan di wilayah yang membutuhkan.
Norsan menyebut pemerintah mendapatkan dukungan tiga pesawat untuk pelaksanaan OMC dengan metode penyemaian awan menggunakan garam. Dua pesawat ditempatkan untuk membantu penanganan karhutla di Kabupaten Ketapang, sedangkan satu pesawat disiagakan di Pontianak.
“Pemprov dalam hal ini kita mendapatkan OMC, pesawat untuk semai hujan pakai garam. Ada tiga pesawat, dua kita serahkan ke Ketapang, satu untuk standby di Pontianak,” jelasnya.
Menurut Norsan, kondisi karhutla di Ketapang saat ini mulai berangsur membaik. Sementara di wilayah Kalbar lainnya, kondisi kebakaran juga dinilai tidak separah sebelumnya berdasarkan data pemantauan cuaca.
“Untuk di Ketapang sudah berangsur pulih. Kita sudah mulai tidak terlalu parah melihat dari data BMKG. Alhamdulillah tidak terlalu parah,” katanya.
Meski kondisi mulai membaik, Norsan mengingatkan seluruh pihak agar tetap waspada dan tidak lengah terhadap potensi karhutla. Pemerintah, lanjutnya, akan terus melakukan berbagai upaya penanganan sembari berharap hujan segera turun di wilayah Kalbar.
“Mudah-mudahan hujan segera turun. Di samping kita berusaha, kita juga minta masyarakat Jumat ini salat istisqa untuk meminta hujan,” pungkasnya. (Lid)
KALBARONLINE.com – Kondisi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Kalimantan Barat mulai menunjukkan perkembangan positif. Pemerintah bersama TNI, Polri dan relawan masih terus melakukan upaya pemadaman serta penanganan di lapangan.
Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan mengatakan, kondisi karhutla di sejumlah wilayah Kalbar mulai berangsur membaik. Meski demikian, pemerintah tetap melakukan berbagai langkah untuk mengantisipasi potensi kebakaran kembali meluas.
Ia mengatakan, dari sisi penegakan aturan, ketentuan terkait karhutla masih tetap berlaku. Norsan juga mengapresiasi upaya aparat TNI dan Polri yang turut membantu proses pemadaman di sejumlah lokasi terdampak.
“Kalau mau tegas memang aturan main masih sama. Saya lihat dari kepolisian, TNI, berupaya membantu pemadaman. Aturannya masih sama,” ujar Norsan.
Selain pemadaman melalui jalur darat, Pemprov Kalbar juga melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk membantu mempercepat turunnya hujan di wilayah yang membutuhkan.
Norsan menyebut pemerintah mendapatkan dukungan tiga pesawat untuk pelaksanaan OMC dengan metode penyemaian awan menggunakan garam. Dua pesawat ditempatkan untuk membantu penanganan karhutla di Kabupaten Ketapang, sedangkan satu pesawat disiagakan di Pontianak.
“Pemprov dalam hal ini kita mendapatkan OMC, pesawat untuk semai hujan pakai garam. Ada tiga pesawat, dua kita serahkan ke Ketapang, satu untuk standby di Pontianak,” jelasnya.
Menurut Norsan, kondisi karhutla di Ketapang saat ini mulai berangsur membaik. Sementara di wilayah Kalbar lainnya, kondisi kebakaran juga dinilai tidak separah sebelumnya berdasarkan data pemantauan cuaca.
“Untuk di Ketapang sudah berangsur pulih. Kita sudah mulai tidak terlalu parah melihat dari data BMKG. Alhamdulillah tidak terlalu parah,” katanya.
Meski kondisi mulai membaik, Norsan mengingatkan seluruh pihak agar tetap waspada dan tidak lengah terhadap potensi karhutla. Pemerintah, lanjutnya, akan terus melakukan berbagai upaya penanganan sembari berharap hujan segera turun di wilayah Kalbar.
“Mudah-mudahan hujan segera turun. Di samping kita berusaha, kita juga minta masyarakat Jumat ini salat istisqa untuk meminta hujan,” pungkasnya. (Lid)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini