Pontianak    

BNPB Tambah Armada, 3 Pesawat Kini Dikerahkan untuk OMC Karhutla Kalbar

Oleh : Redaksi KalbarOnline
Wednesday, 09 September 2026
BNPB Tambah Armada, 3 Pesawat Kini Dikerahkan untuk OMC Karhutla Kalbar
Karhutla Kalbar mulai membaik. Pemprov mengerahkan tiga pesawat untuk operasi modifikasi cuaca guna membantu mendatangkan hujan (Foto: istimewa)
WhatsApp Icon
Ukuran Font
Kecil Besar

KALBARONLINE.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menambah satu unit pesawat untuk mendukung Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat.

Dengan penambahan tersebut, kini terdapat tiga pesawat yang dikerahkan untuk melakukan penyemaian awan di Kalbar.

Plt Kepala BPBD Provinsi Kalbar, Ridwan, mengatakan OMC terus dilakukan sejak status penanganan karhutla ditingkatkan menjadi tanggap darurat, yakni mulai 28 Agustus hingga 10 September 2026.

“Awalnya hanya dua pesawat. Kemudian atas perintah Kepala BNPB, dilakukan penambahan satu unit pesawat lagi. Jadi, sampai hari ini ada tiga pesawat OMC yang sudah beroperasi di Kalbar,” kata Ridwan, Rabu (9/9/2026).

Ridwan mengatakan penyemaian awan dilakukan setiap hari dengan mempertimbangkan peluang terbentuknya awan hujan. Bahkan, operasi dapat dilakukan hingga sekitar pukul 23.00 WIB apabila kondisi memungkinkan.

Namun, pelaksanaan OMC tidak bisa dilakukan sembarangan. Setiap penyemaian bergantung pada analisis BMKG, terutama terkait potensi awan, peluang menghasilkan hujan, serta arah dan kecepatan angin.

“Apabila peluangnya ada, bibit awannya sudah ada, tetapi arah anginnya tidak mendukung, kita putuskan untuk tidak melakukan penyemaian. Tapi kalau potensi awannya ada dan arah anginnya mendukung, itu kita lakukan,” jelasnya.

Ridwan mengakui ketersediaan bibit awan yang dapat disemai saat ini masih minim di Kalimantan Barat, bahkan di wilayah Kalimantan secara keseluruhan.

Menurutnya, potensi awan paling tinggi terjadi pada 4–7 September. Meski demikian, berdasarkan prakiraan terbaru hingga 10 September, masih terdapat peluang untuk melakukan penyemaian.

“Memang bibit-bibit awan yang akan disemai masih minim sekali untuk wilayah Kalimantan Barat. Bahkan dapat dikatakan untuk wilayah Kalimantan secara keseluruhan,” ujarnya.

Sejumlah wilayah Kalbar telah diguyur hujan dalam beberapa hari terakhir. Hujan paling kuat terpantau di wilayah perhuluan, seperti Kapuas Hulu dan Sintang.

Namun, kondisi berbeda terjadi di Ketapang dan Kubu Raya. Dua wilayah tersebut masih memiliki titik panas dan titik api yang cukup tinggi dengan curah hujan yang minim.

“Yang masih kuat titik panas dan titik apinya adalah di daerah Ketapang dan Kubu Raya. Di sana masih sangat minim hujan,” ungkap Ridwan.

Selain Ketapang dan Kubu Raya, Kabupaten Melawi juga menjadi perhatian karena sebaran titik panas mulai meningkat dan risiko kebakaran masih tinggi.

“Yang paling tinggi tetap masih Ketapang, tetapi menyusul Melawi. Di sana juga sudah ada kebakaran lahan,” katanya.

Ridwan menegaskan penambahan armada pesawat OMC diharapkan dapat mengoptimalkan upaya pemerintah dalam membasahi wilayah rawan kebakaran. Namun, efektivitas penyemaian tetap sangat bergantung pada kondisi atmosfer dan ketersediaan awan yang memenuhi syarat untuk disemai. (Lid)

Artikel Selanjutnya
Menhut Segel 2.400 Hektare Bekas Karhutla di Ketapang, Temukan Penanaman Sawit
Tuesday, 08 September 2026
Artikel Sebelumnya
Ketapang Jadi Wilayah Karhutla Terparah di Kalbar, 12 Ribu Hektare Lebih Lahan Terbakar
Tuesday, 08 September 2026

Berita terkait