Pontianak    

Pemprov Kalbar Klaim Sudah Antisipasi Karhutla Sejak Januari 2026

Oleh : Redaksi KalbarOnline
Wednesday, 09 September 2026
Pemprov Kalbar Klaim Sudah Antisipasi Karhutla Sejak Januari 2026
WhatsApp Icon
Ukuran Font
Kecil Besar

KALBARONLINE.com - Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat (Pemprov Kalbar) mengklaim telah melakukan langkah antisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sejak awal 2026, jauh sebelum kasus kebakaran meningkat pada pertengahan tahun.

Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalbar, Ridwan, mengatakan langkah tersebut dilakukan berdasarkan hasil kaji cepat dan prediksi cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang menunjukkan adanya potensi El Niño.

“Di awal Januari, berdasarkan hasil kaji cepat dan data BMKG bahwa akan terjadi El Niño, kami telah menetapkan status siaga,” kata Ridwan, Rabu (9/9/2026).

Setelah menetapkan status siaga, Pemprov Kalbar kemudian menggelar apel siaga bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.

Ridwan mengatakan, sejak April langkah pencegahan mulai diperkuat melalui patroli harian di sejumlah titik yang dinilai rawan. Tim di lapangan juga melakukan pemadaman apabila menemukan kebakaran dalam skala kecil.

“Setelah Januari, bulan April kita sudah melakukan apel siaga bersama Forkopimda dan OPD-OPD terkait untuk menggelar aksi bersama. Kita juga telah melakukan patroli harian ke titik-titik yang sifatnya berbahaya dan sudah kita lakukan pemadaman,” ujarnya.

Menurut Ridwan, langkah tersebut pada awalnya lebih diarahkan pada pencegahan dan penjagaan. Namun, kondisi berubah ketika memasuki puncak El Niño pada awal Agustus.

Pada periode tersebut, jumlah titik panas di Kalbar meningkat tajam hingga lebih dari 4.000 titik. Kondisi itu kemudian mendorong Pemprov Kalbar meningkatkan status penanganan menjadi tanggap darurat.

Status tanggap darurat tersebut kini telah diperpanjang untuk tahap kedua selama 14 hari sejak 7 September 2026.

Ridwan mengatakan, meski kondisi karhutla sempat mencapai puncaknya, penanganan yang dilakukan bersama berbagai pihak berhasil menekan jumlah titik panas secara signifikan.

“Alhamdulillah, sampai hari ini kita bisa terus menekan titik panas tersebut sampai di bawah 100,” katanya.

Dalam penanganan karhutla, BPBD Kalbar juga terus memperkuat pengerahan personel di lapangan. Hingga saat ini, lebih dari 15 ribu personel tim darat disebut telah dilibatkan dalam upaya pemadaman dan penanganan karhutla.

Selain pemadaman darat, pemerintah juga mengandalkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dengan dukungan BNPB. Saat ini terdapat tiga pesawat yang dikerahkan untuk melakukan penyemaian awan hujan.

Ridwan menegaskan pemerintah tetap bekerja berdasarkan data dalam menentukan langkah penanganan. Data dari BMKG, Sipongi, serta laporan tim di lapangan menjadi dasar dalam menentukan lokasi dan strategi penanganan.

“Tidak. Kita bekerja berdasarkan data. Wali data kita adalah BMKG dan Sipongi. Kemudian tim-tim kita, relawan kita yang ada di lapangan, itu semuanya kita libatkan,” tegasnya.

Ia juga mengajak masyarakat, pihak swasta, dan seluruh pemangku kepentingan untuk ikut berperan dalam menghadapi karhutla. Menurutnya, penanganan bencana tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah.

“Setiap informasi data dari masyarakat tetap kami lanjutkan. Alangkah baiknya seluruh peran serta kita semua menghadapi permasalahan karhutla ini sangat diharapkan,” pungkas Ridwan. (Lid)

Artikel Selanjutnya
Karhutla Kalbar Belum Reda, Status Tanggap Darurat Diperpanjang 14 Hari
Wednesday, 09 September 2026
Artikel Sebelumnya
Dua Orang dan Excavator Diamankan Gakkum, Kades Sungai Awan Kiri Klaim untuk Tangani Karhutla
Wednesday, 09 September 2026

Berita terkait