Ketapang    

Bantuan Presiden Rp20 Miliar Masuk ke Ketapang, Peralatan Pemadam Karhutla Bakal Diperkuat

Oleh : Redaksi KalbarOnline
Wednesday, 09 September 2026
Bantuan Presiden Rp20 Miliar Masuk ke Ketapang, Peralatan Pemadam Karhutla Bakal Diperkuat
WhatsApp Icon
Ukuran Font
Kecil Besar

KALBARONLINE.com – Pemerintah Kabupaten Ketapang mendapat tambahan dukungan anggaran sebesar Rp20 miliar dari Presiden untuk memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang telah berlangsung lebih dari dua bulan.

Menteri Kehutanan Republik Indonesia Raja Juli Antoni mengungkapkan, bantuan Presiden tersebut telah ditransfer ke rekening Pemerintah Kabupaten Ketapang.

Raja menyampaikan hal itu saat memberikan keterangan kepada awak media di Kantor Bupati Ketapang, Selasa (8/9/2026) malam.

“Alhamdulillah, Bapak Presiden mempunyai perhatian khusus untuk Ketapang. Ini sudah ditransfer Banpres, bantuan Presiden, Rp20 miliar ke rekening Pemda,” ujar Raja.

Menurut Raja, anggaran tersebut diharapkan segera dimanfaatkan untuk memperkuat penanganan karhutla, khususnya di kawasan gambut yang memiliki tingkat kesulitan tinggi dalam proses pemadaman.

Dana tersebut dapat digunakan untuk memenuhi berbagai kebutuhan di lapangan, mulai dari alat pelindung diri (APD), pompa air, nozzle, hingga dukungan bagi para relawan yang terlibat dalam pemadaman.

“Untuk membeli APD, memperlengkap pompa air, nozzle tadi untuk memadamkan api di gambut, termasuk uang semangat bagi relawan, ini bisa dipergunakan uang itu,” katanya.

Selain bantuan Presiden, Kementerian Kehutanan juga telah menyalurkan anggaran sebesar Rp5,5 miliar melalui dinas yang membidangi lingkungan hidup dan kehutanan di daerah.

“Selain juga sudah ada dana dari Kementerian Kehutanan melalui dinas KLH, sudah ada juga Rp5,5 miliar. Itu juga bisa dipergunakan untuk memperkuat pasukan darat kita,” ungkap Raja.

Raja menegaskan, penanganan karhutla membutuhkan keterlibatan banyak pihak. TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, pemerintah daerah hingga masyarakat harus bergerak secara bersama-sama untuk mengendalikan kebakaran.

Sementara itu, Bupati Ketapang Alexander Wilyo menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat terhadap kondisi karhutla di wilayahnya.

Alex mengatakan, pemerintah daerah bersama TNI, Polri, Manggala Agni, masyarakat dan perusahaan telah berupaya melakukan pemadaman selama lebih dari dua bulan.

“Pertama saya atas nama pemerintah dan masyarakat Ketapang mengucapkan terima kasih atas kunjungan Bapak Menhut ke Ketapang, di mana kita sudah berjuang sekurang-kurangnya dua bulan, dua bulan lebih untuk penanganan karhutla,” kata Alex.

Menurut Alex, salah satu tantangan terbesar dalam penanganan karhutla berada di kawasan gambut. Karakteristik lahan membuat api sulit dikendalikan apabila tidak didukung peralatan dan sumber daya yang memadai.

“Lahan gambut yang sulit ditangani kalau tanpa didukung juga oleh pemerintah pusat,” ujarnya.

Alex berharap tambahan dukungan anggaran dari pemerintah pusat dapat segera memperkuat kemampuan personel di lapangan, terutama dalam menghadapi kebakaran di kawasan gambut.

“Dan tadi kita dengar informasi, ada informasi baik dari Bapak Presiden, semoga nanti bisa kita pakai untuk memperkuat penanganan karhutla di Ketapang,” pungkasnya. (Adi LC)

Artikel Selanjutnya
Hotspot Ketapang Anjlok dari 85 Jadi 13, Menhut Ingatkan Karhutla Gambut Belum Selesai
Wednesday, 09 September 2026
Artikel Sebelumnya
Hotspot Ketapang Anjlok dari 85 Jadi 13, Menhut Ingatkan Karhutla Gambut Belum Selesai
Wednesday, 09 September 2026

Berita terkait