Pontianak    

BMKG Ungkap OMC Tak Bisa Sasar Semua Wilayah Kalbar, Ini Alasannya

Oleh : Redaksi KalbarOnline
Friday, 21 August 2026
BMKG Ungkap OMC Tak Bisa Sasar Semua Wilayah Kalbar, Ini Alasannya
BMKG Kalbar menyebut OMC hanya efektif jika ada bibit awan hujan. Ketapang, Kayong Utara dan Kubu Raya selatan tak disasar (ilustrasi: kalbaronline.com)
WhatsApp Icon
Ukuran Font
Kecil Besar

KALBARONLINE.com – Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk membantu mengatasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat tidak bisa dilakukan di seluruh wilayah terdampak.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kalbar menyebut OMC hanya efektif jika terdapat bibit awan hujan yang dapat disemai.

Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Kalbar, Soetikno, mengatakan OMC direncanakan kembali dilakukan sekitar 23-26 Agustus 2026. Namun, pelaksanaannya akan difokuskan pada wilayah yang memiliki potensi pertumbuhan awan hujan.

“OMC hanya bisa dilakukan ketika memang ada potensi awan penghujannya,” kata Soetikno.

Menurutnya, wilayah utara Kalbar menjadi salah satu kawasan yang berpotensi dilakukan OMC karena masih memiliki peluang munculnya bibit awan hujan. Beberapa wilayah tersebut di antaranya Sanggau, Bengkayang, dan Sambas.

Dalam prosesnya, awan yang memiliki potensi tumbuh akan disemai agar dapat berkembang menjadi lebih besar dan menghasilkan hujan.

“Ketika ada potensi awan penghujan, kemudian akan dilakukan penyemaian awan, sehingga diharapkan awannya yang misalnya potensi tumbuhnya ukuran sedang bisa berkembang menjadi lebih besar,” ujarnya.

Namun, kondisi berbeda terjadi di wilayah selatan Kalbar, seperti Ketapang, Kayong Utara, dan Kubu Raya bagian selatan. Wilayah tersebut diprediksi memiliki potensi hujan yang sangat rendah.

Karena itu, OMC tidak diarahkan ke wilayah tersebut.

“Ketapang, Kayong, terus Kubu Raya bagian selatan yang potensi hujannya sangat kecil sekali, itu malah justru tidak dilakukan OMC ke sana, karena akan percuma saja kalau dilakukan OMC di sana, karena belum ada bibit awan penghujannya,” jelas Soetikno.

Karhutla Masih Berpotensi Berlanjut

Minimnya hujan membuat potensi karhutla di Kalbar masih tinggi. BMKG memprediksi curah hujan di Kalbar masih rendah hingga September 2026.

Soetikno menyebut kondisi tersebut membuat karhutla berpotensi terus berlangsung hingga setidaknya akhir September.

Sementara itu, wilayah yang memiliki titik karhutla seperti Ketapang dan Kayong Utara juga berada dalam kondisi angin yang cukup kencang. Arah angin dominan dari tenggara hingga selatan sehingga asap berpotensi terbawa menuju wilayah lain.

“Kalau ada karhutla kemungkinan malah akan cepat merambatnya,” katanya.

BMKG juga mewaspadai asap dari wilayah selatan Kalbar terbawa menuju Bandara Supadio dan Kota Pontianak. Asap tersebut bahkan berpotensi menimbulkan asap lintas batas ke negara tetangga.

BMKG memperkirakan kondisi curah hujan mulai kembali normal pada Oktober 2026, meski tidak serta-merta terjadi pada awal bulan tersebut. (Lid)

Artikel Selanjutnya
BMKG Kalbar: Karhutla Berpotensi Berlanjut hingga September, Hujan Masih Minim
Friday, 21 August 2026
Artikel Sebelumnya
Kuswandi Jadi Calon Pertama Daftar Ketum Golkar Kapuas Hulu, Pendaftaran Dibuka 3 Hari
Friday, 21 August 2026

Berita terkait