Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Thursday, 17 September 2026 |
KALBARONLINE.com – Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) terus dilakukan di Kalimantan Barat di tengah penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Upaya tersebut dilakukan bersamaan dengan masih terbukanya potensi hujan di hampir seluruh wilayah Kalbar hingga 22 September 2026.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Kalbar, Ridwan, mengatakan berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), potensi hujan masih terdapat di hampir seluruh kabupaten/kota pada periode 16 hingga 22 September 2026.
“Untuk update curah hujan dari hari ini, Rabu 16 September 2026 sampai 22 September 2026 ini diprediksi atau diperkirakan berdasarkan data BMKG menunjukkan potensi hujan hampir semua kabupaten/kota ada,” kata Ridwan.
Pada 16 September, hampir seluruh wilayah Kalbar diperkirakan tertutup awan hujan. Namun, potensi tersebut diprediksi sedikit menurun pada 18 dan 20 September.
Peluang hujan kemudian kembali meningkat pada 21 dan 22 September.
“Untuk 16 September 2026 sendiri hampir seluruhnya tertutup awan hujan dan nanti pada 18 September ada sedikit penurunan, dan di 20 September adanya penurunan. Selanjutnya pada tanggal 21 dan 22 September ini untuk kemungkinan terjadinya hujan tinggi lagi,” ujarnya.
Di tengah kabut asap yang masih terjadi akibat karhutla, BPBD Kalbar tetap menjalankan OMC untuk meningkatkan peluang terjadinya hujan di wilayah yang membutuhkan.
Ridwan mengatakan operasi tersebut akan terus dilakukan sembari menunggu periode dengan potensi curah hujan yang lebih tinggi.
“Hal ini di kita, di BPBD Kalbar untuk antisipasi, kita usaha, yang kita lakukan untuk OMC tetap kita lakukan, sampai curah hujan tinggi tetap kita lakukan,” katanya. (Lid)
KALBARONLINE.com – Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) terus dilakukan di Kalimantan Barat di tengah penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Upaya tersebut dilakukan bersamaan dengan masih terbukanya potensi hujan di hampir seluruh wilayah Kalbar hingga 22 September 2026.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Kalbar, Ridwan, mengatakan berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), potensi hujan masih terdapat di hampir seluruh kabupaten/kota pada periode 16 hingga 22 September 2026.
“Untuk update curah hujan dari hari ini, Rabu 16 September 2026 sampai 22 September 2026 ini diprediksi atau diperkirakan berdasarkan data BMKG menunjukkan potensi hujan hampir semua kabupaten/kota ada,” kata Ridwan.
Pada 16 September, hampir seluruh wilayah Kalbar diperkirakan tertutup awan hujan. Namun, potensi tersebut diprediksi sedikit menurun pada 18 dan 20 September.
Peluang hujan kemudian kembali meningkat pada 21 dan 22 September.
“Untuk 16 September 2026 sendiri hampir seluruhnya tertutup awan hujan dan nanti pada 18 September ada sedikit penurunan, dan di 20 September adanya penurunan. Selanjutnya pada tanggal 21 dan 22 September ini untuk kemungkinan terjadinya hujan tinggi lagi,” ujarnya.
Di tengah kabut asap yang masih terjadi akibat karhutla, BPBD Kalbar tetap menjalankan OMC untuk meningkatkan peluang terjadinya hujan di wilayah yang membutuhkan.
Ridwan mengatakan operasi tersebut akan terus dilakukan sembari menunggu periode dengan potensi curah hujan yang lebih tinggi.
“Hal ini di kita, di BPBD Kalbar untuk antisipasi, kita usaha, yang kita lakukan untuk OMC tetap kita lakukan, sampai curah hujan tinggi tetap kita lakukan,” katanya. (Lid)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini