Friday, 23 October 2026 | 23 October 2026
kalbaronline
mtq kalbar
Pontianak Bawa Pulang 12 Emas dari MTQ XXXIV Kalbar, Terbanyak Meski Bukan Juara Umum
Pontianak Bawa Pulang 12 Emas dari MTQ XXXIV Kalbar, Terbanyak Meski Bukan Juara Umum
Tuesday, 11/08/2026

KALBARONLINE.com – Kafilah Kota Pontianak membawa pulang catatan prestasi membanggakan dari Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XXXIV tingkat Provinsi Kalimantan Barat di Kabupaten Kayong Utara. Meski belum meraih juara umum berdasarkan akumulasi poin, Pontianak menjadi daerah dengan raihan medali emas terbanyak.

Pada MTQ yang berlangsung 1 hingga 9 Agustus 2026 di Sukadana, kafilah Pontianak meraih 12 juara pertama. Raihan tersebut meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang mencatat 11 medali emas.

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyampaikan apresiasi kepada seluruh kafilah, pelatih, pendamping, dan ofisial yang telah berjuang membawa nama Kota Pontianak.

“Walaupun tidak juara umum, saya bangga dari sisi kualitas. Kita juara dari medali emas,” ujarnya saat menyambut kepulangan kafilah di Aula Sultan Syarif Abdurrahman (SSA) Kantor Wali Kota Pontianak, Selasa (11/8/2026).

Menurut Edi, hasil MTQ kali ini menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pembinaan. Sistem penilaian MTQ menggunakan akumulasi poin dari seluruh peringkat, sehingga perolehan medali emas tidak menjadi satu-satunya dasar penentuan juara umum.

Ia meminta Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kota Pontianak memperkuat pembinaan secara berkelanjutan. Para peraih juara juga didorong untuk tetap berlatih setelah kompetisi, dengan dukungan insentif serta pembinaan bagi pelatih dan pembimbing.

“Yang dapat emas sekarang ini harus terus berlatih. Bahkan setiap bulan kita kasih insentif. Yang kedua, yang ketiga, jangan lupa ikut berlatih. Termasuk pelatih dan pembimbing,” katanya.

Edi menilai pembinaan ke depan perlu dilakukan lebih serius dan terarah, termasuk dalam menemukan bibit-bibit baru.

Menurutnya, proses tersebut tidak hanya dipersiapkan untuk menghadapi MTQ tahun berikutnya, tetapi juga untuk membangun prestasi dalam jangka panjang.

Terlebih, Kota Pontianak akan menjadi tuan rumah MTQ tingkat Provinsi Kalimantan Barat pada 2027. Momentum tersebut dinilai menjadi kesempatan untuk menunjukkan kesiapan sebagai tuan rumah sekaligus meningkatkan prestasi kafilah.

“Kita sudah mulai melakukan upaya, termasuk yang sudah juara ini terus kita latih. Kita akan datangkan mungkin pelatih-pelatih. Ini cita-cita kita sehingga tahun depan sebagai tuan rumah kita sudah merasa siap dan bisa memberikan yang terbaik untuk Kota Pontianak,” ungkapnya.

Ketua LPTQ Kota Pontianak Amirullah menambahkan, dari keikutsertaan pada MTQ XXXIV, Pontianak meraih 34 prestasi dari berbagai cabang lomba.

Selain 12 medali emas, kafilah Pontianak juga meraih medali perak dan perunggu serta sejumlah juara harapan.

Ia menyebut peningkatan raihan emas dari 11 menjadi 12 medali menjadi salah satu indikator perkembangan prestasi Pontianak. Namun, evaluasi tetap diperlukan untuk meningkatkan jumlah peserta yang mampu menembus babak final dan memperkuat perolehan poin secara keseluruhan.

“Secara medali emas, Pontianak berada di posisi pertama. Tahun lalu 11 emas, tahun ini 12 emas. Artinya secara prestasi ada peningkatan,” jelasnya.

Amirullah berharap prestasi tersebut menjadi pijakan untuk menghadapi agenda MTQ berikutnya, termasuk MTQ tingkat nasional.

“Pembinaan harus diarahkan pada peningkatan kualitas, sehingga kafilah Pontianak tidak hanya kuat di tingkat Kalimantan Barat, tetapi mampu bersaing di tingkat yang lebih tinggi,” tutupnya. (*)

Ketapang Raih Peringkat Keenam MTQ XXXIV Kalbar, Sabet Juara I Mobil Hias
Ketapang Raih Peringkat Keenam MTQ XXXIV Kalbar, Sabet Juara I Mobil Hias
Monday, 10/08/2026

KALBARONLINE.com – Kafilah Kabupaten Ketapang berhasil menorehkan prestasi pada Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXIV Tingkat Provinsi Kalimantan Barat yang resmi berakhir di Kabupaten Kayong Utara, Sabtu (8/8/2026).

Dalam ajang tersebut, Ketapang menempati peringkat keenam dari 14 kabupaten/kota se-Kalimantan Barat. Selain prestasi dari cabang perlombaan, Ketapang juga meraih dua penghargaan pendukung, yakni Juara I Mobil Hias pada Pawai Ta’aruf dan Juara Harapan I Stand Pameran.

Penutupan MTQ dihadiri Bupati Ketapang Alexander Wilyo bersama Wakil Bupati Jamhuri Amir, Sekda Ketapang Repalianto, serta Ketua DPRD Ketapang H. Achmad Sholeh.

Bupati Alexander Wilyo bersama istri juga menyempatkan diri mengunjungi stand pameran Kabupaten Ketapang. Rombongan disambut pengurus Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) dan masyarakat yang berada di lokasi.

Alexander menyampaikan apresiasi kepada seluruh kafilah, pelatih, pendamping, official, dan pihak-pihak yang telah bekerja keras membawa nama Kabupaten Ketapang dalam MTQ tingkat provinsi tersebut.

“Peringkat keenam ini merupakan hasil dari kerja keras seluruh kafilah, pelatih dan pendamping. Tentu kita bersyukur atas capaian ini, namun yang lebih penting adalah bagaimana semangat pembinaan Al-Qur’an terus kita tingkatkan di Ketapang,” ujar Alexander.

Menurutnya, MTQ tidak semata-mata menjadi ajang untuk mengejar prestasi, tetapi juga momentum memperkuat pembinaan generasi muda agar semakin dekat dengan Al-Qur’an.

“Kita ingin anak-anak dan generasi muda Ketapang tidak hanya berprestasi dalam MTQ, tetapi juga memiliki akhlak yang baik dan menjadikan nilai-nilai Al-Qur’an sebagai pedoman dalam kehidupan,” katanya.

Rangkaian penutupan diawali Tari Makan Sirih sebagai simbol penghormatan. Acara kemudian secara resmi ditutup oleh Staf Ahli Gubernur Kalimantan Barat Bidang SDM, Sefpre Kurniadi, S.STP.

Dalam sambutannya, Sefpre mengapresiasi seluruh pihak yang telah menyukseskan pelaksanaan MTQ XXXIV Kalbar. Ia menyebut pelaksanaan MTQ tahun ini berlangsung meriah dan tertata.

Ia juga mengingatkan pemerintah kabupaten/kota agar pembinaan qari-qariah dan hafiz-hafizah tidak berhenti setelah pelaksanaan MTQ. Pembinaan diharapkan dilakukan secara terprogram dan berjenjang, mulai dari tingkat desa hingga kabupaten/kota.

Sementara itu, Ketua Umum LPTQ Kalbar, Brigjen Pol (Purn.) Andi Musa, meminta para juara pertama segera mempersiapkan diri menghadapi MTQ tingkat nasional ke-32 yang akan berlangsung di Jakarta pada 2027.

Bagi peserta yang belum berhasil meraih juara, ia mengimbau agar tidak berkecil hati dan terus meningkatkan kemampuan melalui latihan secara konsisten.

Bupati Alexander menambahkan, capaian Ketapang dalam MTQ XXXIV Kalbar harus menjadi bahan evaluasi sekaligus motivasi untuk meningkatkan pembinaan ke depan.

“Prestasi ini harus menjadi motivasi bagi kita semua untuk melakukan pembinaan yang lebih baik dan berkelanjutan. Kita akan terus mendorong lahirnya qari, qariah, hafiz dan hafizah terbaik dari Kabupaten Ketapang,” ucapnya.

Selain memberikan dampak terhadap pembinaan keagamaan, pelaksanaan MTQ XXXIV Kalbar di Kayong Utara juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat. Aktivitas UMKM, kuliner, transportasi hingga jasa penginapan turut bergerak selama rangkaian kegiatan berlangsung.

Dengan berakhirnya MTQ XXXIV Kalbar, semangat pembinaan Al-Qur’an diharapkan tidak ikut berakhir, tetapi terus berlanjut di masing-masing daerah untuk melahirkan generasi Qur’ani yang berprestasi sekaligus memiliki akhlak yang kuat. (Adi LC)

Kapuas Hulu Anjlok ke Peringkat 13 MTQ Kalbar, Empat Kafilah Beralih ke Kubu Raya
Kapuas Hulu Anjlok ke Peringkat 13 MTQ Kalbar, Empat Kafilah Beralih ke Kubu Raya
Monday, 10/08/2026

KALBARONLINE.com – Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) ke-34 Tingkat Provinsi Kalimantan Barat di Kabupaten Kayong Utara telah berakhir. Kabupaten Kubu Raya keluar sebagai juara umum setelah mendominasi perolehan prestasi di berbagai cabang perlombaan.

Kubu Raya berhasil menggeser Kabupaten Mempawah yang sebelumnya meraih juara umum pada MTQ ke-33 Tingkat Provinsi Kalimantan Barat di Kabupaten Kapuas Hulu.

Sementara itu, Kabupaten Kapuas Hulu justru mengalami penurunan peringkat. Pada MTQ ke-33 yang berlangsung di daerah sendiri, Kapuas Hulu berada di peringkat ketujuh. Namun, pada MTQ ke-34 di Kabupaten Kayong Utara, posisi Kapuas Hulu turun drastis ke peringkat ke-13.

Kondisi tersebut menjadi perhatian, terlebih Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an (LPTQ) Kabupaten Kapuas Hulu sebelumnya tidak memasang target untuk mempertahankan maupun meningkatkan peringkat daerah pada MTQ ke-34.

Salah satu hal yang turut menjadi sorotan adalah keberadaan empat kafilah asal Kabupaten Kapuas Hulu yang pada MTQ ke-34 justru tampil memperkuat Kabupaten Kubu Raya.

Pada MTQ ke-33 Tingkat Provinsi Kalimantan Barat di Kabupaten Kapuas Hulu, keempat kafilah tersebut tercatat mewakili Kabupaten Kapuas Hulu. Namun, pada MTQ ke-34 di Kabupaten Kayong Utara, mereka tampil sebagai bagian dari kafilah Kabupaten Kubu Raya dan berhasil meraih prestasi untuk daerah tersebut.

Perpindahan tersebut kemudian menimbulkan pertanyaan mengenai alasan keempat kafilah asal Kapuas Hulu tidak kembali memperkuat daerah asalnya pada MTQ ke-34.

Di sisi lain, kehadiran mereka sebagai bagian dari kafilah Kubu Raya turut memberikan kontribusi terhadap keberhasilan kabupaten tersebut meraih gelar juara umum MTQ ke-34 Tingkat Provinsi Kalimantan Barat.

Adapun empat kafilah asal Kabupaten Kapuas Hulu yang tampil bersama kafilah Kabupaten Kubu Raya yakni Inas Syafiq Rajwa pada cabang Hafalan 500 Hadis, serta Malik, Salwa, dan Farhan pada cabang Hafalan Al-Qur'an.

Keikutsertaan keempat kafilah tersebut bersama Kubu Raya menjadi sorotan, mengingat pada MTQ ke-33 di Kabupaten Kapuas Hulu mereka sebelumnya tercatat sebagai bagian dari kafilah daerah tersebut.

Kondisi tersebut menjadi catatan tersendiri bagi pembinaan kafilah Kabupaten Kapuas Hulu untuk menghadapi pelaksanaan MTQ Tingkat Provinsi Kalimantan Barat berikutnya. (Haq)

Kafilah Pontianak Raih Juara III MTQ Kalbar ke-34, Tahun Depan Jadi Tuan Rumah
Kafilah Pontianak Raih Juara III MTQ Kalbar ke-34, Tahun Depan Jadi Tuan Rumah
Sunday, 09/08/2026

KALBARONLINE.com – Kafilah Kota Pontianak berhasil meraih juara III pada Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-34 Tingkat Provinsi Kalimantan Barat di Kabupaten Kayong Utara.

Selain meraih juara III pada MTQ, Kota Pontianak juga berhasil menempati posisi kedua dalam pawai taaruf kategori mobil hias dan peringkat keenam dalam kategori stand pameran.

Capaian tersebut menjadi hasil dari perjuangan para peserta, pelatih, official, pendamping, serta seluruh tim yang telah mempersiapkan diri sejak sebelum pelaksanaan hingga seluruh rangkaian MTQ berakhir.

Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh kafilah Kota Pontianak yang telah tampil maksimal membawa nama daerah. Menurutnya, setiap peserta telah menunjukkan ikhtiar terbaik dalam mengikuti berbagai cabang perlombaan.

“Atas nama Pemerintah Kota Pontianak, kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh kafilah, pelatih, official, pendamping, dan tim Kota Pontianak yang telah berjuang pada MTQ ke-34 Kalimantan Barat,” ujarnya usai penutupan MTQ, Sabtu (8/8/2026) malam.

Bahasan mengatakan, peringkat III yang diraih tetap menjadi prestasi yang patut disyukuri. Ia menilai perjuangan para kafilah tidak hanya diukur dari posisi akhir, tetapi juga dari semangat, kedisiplinan, adab, dan komitmen dalam menghidupkan nilai-nilai Al-Qur’an.

“Juara III ini harus kita syukuri. Para peserta sudah berusaha dan memberikan kemampuan terbaik. Yang terpenting, semangat mencintai dan membumikan Al-Qur’an harus terus kita jaga,” katanya.

Ia menambahkan, MTQ bukan semata ajang kompetisi, melainkan sarana pembinaan generasi Qur’ani. Karena itu, hasil MTQ ke-34 Kalbar akan menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat pembinaan tilawah, tahfiz, qiraat, kaligrafi, karya tulis ilmiah Al-Qur’an, dan cabang lainnya di Kota Pontianak.

Menurut Bahasan, pembinaan harus dilakukan secara berkelanjutan, mulai dari tingkat kecamatan, kota, hingga persiapan menuju tingkat provinsi. Dengan evaluasi yang baik, ia optimistis prestasi kafilah Pontianak dapat terus meningkat pada pelaksanaan MTQ berikutnya.

“Kita akan evaluasi bersama. Apa yang sudah baik kita pertahankan, yang masih perlu diperkuat akan kita benahi. Pembinaan harus terus berjalan, tidak hanya menjelang lomba,” jelasnya.

Bahasan juga mengapresiasi dukungan LPTQ Kota Pontianak, perangkat daerah, para pembimbing, orang tua, dan masyarakat yang telah memberikan semangat kepada para peserta. Dukungan tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga mental dan kesiapan kafilah selama mengikuti MTQ.

Ia menambahkan, Kota Pontianak memiliki tanggung jawab lebih besar pada pelaksanaan MTQ berikutnya karena akan menjadi tuan rumah MTQ Tingkat Provinsi Kalimantan Barat tahun depan.

Oleh sebab itu, persiapan harus dilakukan lebih awal dengan melibatkan seluruh pihak. Bahasan meminta seluruh kafilah dan tim tidak berhenti pada capaian tahun ini, tetapi menjadikannya sebagai motivasi untuk meningkatkan prestasi pada MTQ berikutnya.

“Terima kasih kepada seluruh kafilah Kota Pontianak. Tetap semangat, terus berlatih, dan jadikan hasil ini sebagai motivasi. Insya Allah tahun depan, saat Pontianak menjadi tuan rumah, kita bisa tampil lebih baik lagi,” pungkasnya. (*)

19 Kafilah Pontianak Melaju ke Final MTQ Kalbar XXXIV di Kayong Utara
19 Kafilah Pontianak Melaju ke Final MTQ Kalbar XXXIV di Kayong Utara
Friday, 07/08/2026

KALBARONLINE.com – Sebanyak 19 peserta Kafilah Kota Pontianak berhasil melaju ke babak final Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) XXXIV Tingkat Provinsi Kalimantan Barat yang digelar di Kabupaten Kayong Utara.

Para finalis tersebut berasal dari berbagai cabang lomba, mulai dari tilawah, qiraat, hifzhil Qur'an, musabaqah karya tulis ilmiah Al-Qur'an, hingga kaligrafi digital.

Ketua Rombongan Kafilah Kota Pontianak, Yusnaldi, mengaku bersyukur atas capaian tersebut. Menurutnya, keberhasilan 19 peserta menembus babak final merupakan hasil dari proses pembinaan, latihan, dan seleksi yang dilakukan secara berjenjang sejak tingkat kecamatan hingga pembinaan di tingkat kota.

"Alhamdulillah, 19 kafilah Kota Pontianak berhasil masuk final. Ini tentu menjadi kabar yang membanggakan dan mudah-mudahan seluruh peserta dapat tampil maksimal pada babak final," ujarnya.

Pada cabang tilawah, peserta Kota Pontianak yang berhasil melaju ke final yakni Rayatul Husna pada Tilawah Anak-anak Putri, Muhammad Khairan A. Rahman pada Tilawah Anak-anak Putra, Malikah Khaira Khalogillah pada Tilawah Remaja Putri, Muhammad Raihan Jamil pada Tilawah Remaja Putra, Agustiani pada Tilawah Dewasa Putri, dan Dr. Anas Al Hifni pada Tilawah Dewasa Putra.

Selain itu, Siti Farhatun Nufus lolos ke final Tilawah Netra Putri, Sa'dah pada Tilawah Usia Emas Putri, serta H. Ahmad Marhoto pada Tilawah Usia Emas Putra.

Pada cabang qiraat, tiga peserta Kota Pontianak juga berhasil melaju ke final, yakni Akmal Fadillah pada Qiraat Murattal Remaja Putra, Ummi Khairiyah pada Qiraat Murattal Dewasa Putri, dan Hasnawi pada Qiraat Mujawwad Dewasa Putra.

Sementara itu, pada cabang hifzhil Qur'an, Nayla Zakiyatil Fikriyah lolos ke final Hifzhil Qur'an 1 Juz dan Tilawah Putri, Raya Salsabila pada Hifzhil Qur'an 5 Juz dan Tilawah Putri, serta Abang Nabil Putra Setiawan pada Hifzhil Qur'an 10 Juz Putra.

Kota Pontianak juga menempatkan finalis pada cabang Musabaqah Khattil Qur'an (MKQ), yakni Syaripuddin pada MKQ Naskah Putra, Shahnibul Fadhli pada MKQ Dekorasi Putra, dan Dadang Indra Nurhadiansah pada MKQ Kontemporer Putra.

Sementara pada cabang Kaligrafi Digital Putri, Syarifah Nabila berhasil melaju ke babak final dan menjadi salah satu wakil Kota Pontianak.

Yusnaldi berharap seluruh finalis dapat menjaga kesehatan, fokus, dan tampil maksimal pada babak penentuan.

"Babak final tentu membutuhkan kesiapan mental dan fisik. Kami berharap peserta tetap tenang, menjaga kesehatan, dan menampilkan kemampuan terbaiknya," katanya.

Ia juga mengajak masyarakat Kota Pontianak memberikan doa dan dukungan kepada seluruh kafilah yang sedang berjuang di Kabupaten Kayong Utara.

"Mohon doa masyarakat Kota Pontianak. Semoga para finalis diberi kelancaran, kemudahan, dan hasil terbaik," ujarnya.

Menurut Yusnaldi, prestasi dalam MTQ bukan hanya diukur dari perolehan juara, tetapi juga dari keberhasilan membina generasi Qur'ani yang mampu mengamalkan nilai-nilai Al-Qur'an dalam kehidupan sehari-hari.

"Semoga capaian ini semakin menguatkan semangat kita dalam membumikan Al-Qur'an dan memperkuat pembinaan generasi Qur'ani di Kota Pontianak," pungkasnya. (*)

OSO Beri Bantuan Rp81 Juta dan Alat Pijat untuk Kafilah Ketapang Jelang Penutupan MTQ Kalbar
OSO Beri Bantuan Rp81 Juta dan Alat Pijat untuk Kafilah Ketapang Jelang Penutupan MTQ Kalbar
Thursday, 06/08/2026

KALBARONLINE.com – Kafilah Kabupaten Ketapang yang mengikuti Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) XXXIV Tingkat Provinsi Kalimantan Barat menerima bantuan uang saku sebesar Rp81 juta serta dua unit alat pijat menjelang penutupan ajang tersebut.

Bantuan tersebut merupakan dukungan dari Dr. (H.C.) H. Oesman Sapta Odang (OSO) dan diserahkan melalui Sekretaris Daerah Kabupaten Kayong Utara, H. Erwin Sudrajat, S.Sos., M.A.P., kepada Ketua Kafilah Kabupaten Ketapang, H. Arifinsyah, S.Sos.I, di Rumah Kafilah Kabupaten Ketapang, Rabu (5/8/2026).

Bantuan itu diberikan sebagai bentuk dukungan moril dan materiil agar para peserta Kabupaten Ketapang dapat mengikuti seluruh rangkaian MTQ dalam kondisi prima dan tetap bersemangat.

Sekretaris Daerah Kabupaten Kayong Utara, H. Erwin Sudrajat, yang juga menjabat Ketua Umum Panitia MTQ XXXIV Tingkat Provinsi Kalimantan Barat, mengatakan bantuan tersebut berasal dari Dr. (H.C.) H. Oesman Sapta Odang.

Ia juga mengajak seluruh anggota Kafilah Kabupaten Ketapang untuk mendoakan agar Oesman Sapta Odang senantiasa diberikan kesehatan, kesembuhan, serta umur panjang yang penuh keberkahan.

"Kami mohon doa dari seluruh kafilah Kabupaten Ketapang untuk kesembuhan, kesehatan, dan umur panjang yang barokah bagi Dr. (H.C.) H. Oesman Sapta Odang selaku penyandang dana bantuan ini," ujar Erwin.

Pada kesempatan itu, Erwin turut menyampaikan permohonan maaf apabila selama pelaksanaan MTQ masih terdapat kekurangan dalam pelayanan kepada seluruh kafilah.

"Mudah-mudahan ini adalah pelayanan yang terbaik. Kalau pelayanan ini baik, tolong sampaikan kepada masyarakat. Namun apabila masih ada kekurangan, silakan sampaikan kepada panitia sebagai bahan evaluasi," katanya.

Sementara itu, Ketua Kafilah Kabupaten Ketapang, H. Arifinsyah, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan yang diberikan kepada seluruh peserta.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada panitia MTQ XXXIV Tingkat Provinsi Kalimantan Barat atas pelayanan yang telah diberikan selama kegiatan berlangsung di Kabupaten Kayong Utara.

"Kami mengucapkan terima kasih atas pelayanan yang telah diberikan panitia, serta bantuan dari Dr. (H.C.) H. Oesman Sapta Odang kepada Kafilah Kabupaten Ketapang. Semoga beliau senantiasa diberikan kesehatan, kesembuhan, serta umur panjang yang penuh keberkahan," ujar Arifinsyah.

Bantuan uang saku sebesar Rp81 juta tersebut dibagikan kepada 54 peserta Kafilah Kabupaten Ketapang. Masing-masing peserta menerima uang saku sebesar Rp1,5 juta sebagai dukungan selama mengikuti MTQ XXXIV Tingkat Provinsi Kalimantan Barat.

Selain itu, dua unit alat pijat juga diserahkan untuk membantu menjaga kebugaran para peserta sehingga diharapkan mampu tampil maksimal pada setiap cabang perlombaan yang diikuti. (Adi LC)

Kafilah Melawi Sementara Peringkat 11 MTQ Kalbar 2026, Peluang Tambah Poin Masih Terbuka
Kafilah Melawi Sementara Peringkat 11 MTQ Kalbar 2026, Peluang Tambah Poin Masih Terbuka
Wednesday, 05/08/2026

KALBARONLINE.com – Kafilah Kabupaten Melawi untuk sementara menempati peringkat ke-11 dalam klasemen perolehan poin Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) XXXIV Tingkat Provinsi Kalimantan Barat 2026 yang digelar di Kabupaten Kayong Utara.

Berdasarkan rekapitulasi nilai sementara hingga Rabu (5/8/2026), Kabupaten Melawi mengoleksi 28 poin dan berada di posisi ke-11 dari 14 kabupaten/kota peserta.

Sementara itu, posisi puncak klasemen ditempati Kabupaten Mempawah dengan raihan 123 poin. Di bawahnya menyusul Kabupaten Kubu Raya dengan 91 poin dan Kabupaten Sambas dengan 79 poin.

Meski demikian, klasemen tersebut masih bersifat sementara dan berpotensi berubah. Pasalnya, masih ada sejumlah cabang perlombaan yang belum dipertandingkan sehingga seluruh kafilah masih memiliki kesempatan menambah poin sekaligus memperbaiki posisi mereka.

Peluang Kabupaten Melawi untuk mendongkrak peringkat juga masih terbuka. Tiga finalis dipastikan akan tampil pada babak final, yakni cabang Qiraat Murattal Remaja Putra, Qiraat Mujawwad Putri, dan Syarhil Qur'an Putri.

Keikutsertaan ketiga finalis tersebut diharapkan mampu memberikan hasil terbaik sekaligus menambah perolehan poin bagi Kabupaten Melawi pada ajang MTQ XXXIV Tingkat Provinsi Kalimantan Barat.

Kafilah Melawi juga memohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat agar para finalis dapat tampil maksimal serta mengharumkan nama daerah di panggung MTQ tingkat provinsi. (*)

MTQ XXXIV Kalbar Jadi Momentum Kayong Utara Perkenalkan Sejarah, Budaya, dan Potensi Daerah
MTQ XXXIV Kalbar Jadi Momentum Kayong Utara Perkenalkan Sejarah, Budaya, dan Potensi Daerah
Tuesday, 04/08/2026

KALBARONLINE.com – Pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXIV Tingkat Provinsi Kalimantan Barat menjadi momentum bagi Kabupaten Kayong Utara untuk memperkuat syiar Islam sekaligus memperkenalkan potensi daerah kepada masyarakat dari berbagai kabupaten/kota di Kalimantan Barat.

Tidak hanya sebagai ajang kompetisi membaca dan memahami Al-Qur’an, MTQ juga menjadi ruang bagi Kayong Utara untuk menampilkan sejarah, budaya, serta keramahan masyarakat sebagai bagian dari identitas daerah.

Pada pembukaan MTQ XXXIV yang digelar di Pantai Pulau Datok, Sukadana, Minggu (2/8/2026), Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan menyampaikan bahwa Kayong Utara memiliki sejarah panjang sebagai bagian dari perkembangan Kerajaan Tanjungpura yang kemudian berkembang menjadi kerajaan Islam.

Warisan sejarah tersebut dinilai menjadi fondasi yang membentuk karakter masyarakat Kayong Utara yang religius, menjunjung nilai budaya, serta mampu hidup harmonis dalam keberagaman.

Kepercayaan sebagai tuan rumah MTQ tingkat provinsi dijawab Pemerintah Kabupaten Kayong Utara melalui berbagai persiapan yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan.

Mulai dari kesiapan arena musabaqah, akomodasi kafilah, transportasi, pelayanan kesehatan, pengamanan, hingga berbagai kegiatan pendukung disiapkan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar.

MTQ XXXIV Kalbar Jadi Momentum Kayong Utara Perkenalkan Sejarahh
Pertunjukan seni tari khas Melayu pada acara pembukaan Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) XXXIV Tingkat Provinsi Kalimantan Barat di Sukadana, Kabupaten Kayong Utara, Minggu (2/8/2026) (Foto: KIPP For KALBARONLINE.com)​

External Relations Manager Kawasan Industri Pulau Penebang (KIPP), Sugeng Sulistiyo, menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan MTQ XXXIV Tingkat Provinsi Kalimantan Barat di Kabupaten Kayong Utara.

Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya memperkuat nilai-nilai keagamaan, tetapi juga menjadi kesempatan untuk memperkenalkan potensi daerah kepada masyarakat Kalimantan Barat.

“Atas nama manajemen Kawasan Industri Pulau Penebang, kami mengucapkan selamat dan sukses atas penyelenggaraan MTQ XXXIV Tingkat Provinsi Kalimantan Barat di Kabupaten Kayong Utara. Kami berharap seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan memberikan manfaat bagi masyarakat serta semakin memperkuat citra positif Kayong Utara sebagai daerah yang religius, ramah, dan kaya akan sejarah serta budaya,” ujar Sugeng.

Semangat tersebut sejalan dengan tema MTQ XXXIV Kalbar, yakni “Merajut Ukhuwah, Menebar Dakwah, Membumikan Al-Qur’an di Tanah Bertuah Menuju Kalimantan Barat Semakin Berkah.”

Pemerintah Kabupaten Kayong Utara berharap MTQ tidak hanya melahirkan qari dan qariah terbaik, tetapi juga mempererat hubungan antardaerah serta memperkuat citra Kayong Utara sebagai tuan rumah yang mampu menyelenggarakan agenda berskala provinsi.

Kemeriahan MTQ juga terlihat melalui Pawai Ta’aruf mobil hias yang diikuti seluruh kafilah dari 14 kabupaten/kota, instansi pemerintah, hingga perusahaan.

Ribuan masyarakat memadati jalan utama Sukadana untuk menyaksikan parade kendaraan hias yang menampilkan identitas dan kreativitas masing-masing peserta.

Kawasan Industri Pulau Penebang (KIPP) menjadi salah satu peserta yang turut berpartisipasi dalam memeriahkan rangkaian kegiatan tersebut.

Melalui penyelenggaraan MTQ XXXIV Kalbar, Kayong Utara diharapkan tidak hanya sukses sebagai tuan rumah, tetapi juga semakin dikenal sebagai daerah yang religius, kaya sejarah, memiliki kekayaan budaya, serta masyarakat yang terbuka dan ramah dalam menyambut para tamu. (*)

Bupati Ketapang Hadiri Pembukaan MTQ XXXIV Kalbar, Dorong Kafilah Tampil Maksimal dan Junjung Sportivitas
Bupati Ketapang Hadiri Pembukaan MTQ XXXIV Kalbar, Dorong Kafilah Tampil Maksimal dan Junjung Sportivitas
Monday, 03/08/2026

KALBARONLINE.com – Bupati Ketapang Alexander Wilyo menghadiri pembukaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXIV Tingkat Provinsi Kalimantan Barat yang digelar di kawasan Pantai Pulau Datok, Sukadana, Kabupaten Kayong Utara, Minggu (2/8/2026).

Kegiatan tersebut secara resmi dibuka oleh Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan dan dihadiri sejumlah tokoh nasional maupun daerah, kepala daerah se-Kalimantan Barat, Forkopimda, serta kafilah dari 14 kabupaten/kota.

Turut hadir dalam pembukaan tersebut Ketua Umum Partai Hanura Osman Sapta Odang (OSO), Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Raja Sapta Oktohari, anggota DPD RI Daud Yordan, anggota DPR RI Boyman Harun, serta para tamu undangan lainnya.

Mengusung tema “Merajut Ukhuwah, Menebar Dakwah, Membumikan Al-Qur’an di Tanah Bertuah Menuju Kalimantan Barat Semakin Berkah”, pembukaan MTQ XXXIV Kalbar berlangsung meriah dengan berbagai pertunjukan, mulai dari atraksi drum band, parade defile kafilah, hingga pertunjukan seni yang disaksikan ribuan masyarakat.

Bupati Ketapang Alexander Wilyo mengatakan, MTQ tidak hanya menjadi ajang perlombaan membaca Al-Qur’an, tetapi juga momentum untuk menanamkan nilai-nilai luhur Al-Qur’an dalam kehidupan masyarakat.

“MTQ merupakan ikhtiar untuk membumikan nilai-nilai luhur Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. Nilai kejujuran, keadilan, kasih sayang, saling menghormati, dan semangat kebersamaan merupakan fondasi penting dalam membangun masyarakat yang harmonis,” ujarnya.

Menurut Alexander, keberagaman yang dimiliki Kalimantan Barat merupakan kekuatan yang harus terus dijaga melalui semangat persaudaraan dan toleransi.

Ia menilai nilai-nilai yang terkandung dalam MTQ tidak hanya relevan bagi umat Islam, tetapi juga dapat menjadi inspirasi bagi seluruh masyarakat dalam menjaga persatuan, memperkuat toleransi, serta merawat kedamaian di Bumi Khatulistiwa.

Pada kesempatan tersebut, Alexander juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Kayong Utara beserta seluruh panitia yang telah menyukseskan pelaksanaan pembukaan MTQ XXXIV Tingkat Provinsi Kalimantan Barat.

“Kehangatan sambutan, semangat kebersamaan, serta antusiasme masyarakat menjadi cerminan bahwa nilai-nilai persaudaraan terus tumbuh dan mengakar di tengah kehidupan masyarakat Kalimantan Barat,” katanya.

Kepada Kafilah Kabupaten Ketapang, Alexander berpesan agar seluruh peserta mengikuti rangkaian perlombaan dengan penuh semangat, disiplin, serta menjunjung tinggi sportivitas.

Ia berharap para peserta mampu menampilkan kemampuan terbaik sekaligus menjaga nama baik Kabupaten Ketapang selama mengikuti MTQ XXXIV Kalbar.

Selain mengikuti pembukaan, Pemerintah Kabupaten Ketapang juga mengajak masyarakat yang hadir di arena MTQ untuk mengunjungi stan pameran Kabupaten Ketapang.

Stan tersebut menampilkan berbagai produk unggulan daerah, mulai dari kuliner khas seperti ketupat colet, serundeng, dan amplang, produk UMKM, batik khas Ketapang, hingga koleksi batu permata kecubung asal Manis Mata yang menjadi salah satu potensi unggulan daerah. (Adi LC)

Bupati Ketapang Sambut OSO di Bandara Rahadi Oesman Sebelum Hadiri Pembukaan MTQ XXXIV Kalbar
Bupati Ketapang Sambut OSO di Bandara Rahadi Oesman Sebelum Hadiri Pembukaan MTQ XXXIV Kalbar
Monday, 03/08/2026

KALBARONLINE.com – Bupati Ketapang Alexander Wilyo bersama istrinya, Lusia Dewi Nurjana, menyambut langsung kedatangan Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang (OSO) di Bandara Rahadi Oesman, Kabupaten Ketapang, Minggu (2/8/2026).

Penyambutan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Ketapang Jamhuri Amir beserta istri.

Setibanya di Ketapang, OSO langsung melanjutkan perjalanan menggunakan helikopter menuju Sukadana, Kabupaten Kayong Utara, untuk menghadiri rangkaian pembukaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XXXIV Tingkat Provinsi Kalimantan Barat.

Usai mengantar OSO, Bupati Alexander Wilyo bersama istri menghadiri resepsi pernikahan Bimo dan Rafanisa di Balai Sungai Kedang.

Pada sore harinya, Bupati bersama istri dan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Ketapang bertolak menuju Sukadana melalui jalur darat untuk mengikuti pembukaan MTQ tingkat provinsi tersebut.

Alexander Wilyo mengatakan, kehadiran Oesman Sapta Odang menjadi bentuk dukungan terhadap pelaksanaan MTQ sebagai ajang syiar Islam yang memperkuat ukhuwah Islamiyah serta mempererat persaudaraan masyarakat Kalimantan Barat.

“Kehadiran Bapak OSO merupakan wujud nyata perhatian dan dukungan terhadap penyelenggaraan MTQ sebagai ajang syiar Islam yang memperkuat ukhuwah Islamiyah, mempererat tali persaudaraan, serta menumbuhkan semangat kebersamaan masyarakat Kalimantan Barat,” ujar Alexander.

Ia juga menyampaikan kedekatannya dengan OSO yang menurutnya bukan hanya sebagai tokoh yang dihormati, tetapi juga sosok yang dianggap sebagai orang tua sekaligus keluarga.

“Beliau senantiasa memberikan nasihat, semangat, dan motivasi agar saya terus mengabdi dengan tulus demi kepentingan masyarakat,” katanya.

Alexander turut mendoakan agar Oesman Sapta Odang selalu diberikan kesehatan, kekuatan, serta umur yang penuh keberkahan sehingga dapat terus berkarya dan memberikan inspirasi bagi masyarakat.

Ia berharap pelaksanaan MTQ XXXIV Tingkat Provinsi Kalimantan Barat di Kabupaten Kayong Utara dapat berlangsung lancar dan sukses.

“Semoga ajang ini semakin memperkuat nilai-nilai keislaman, persatuan, serta kebersamaan dalam membangun Kalimantan Barat yang harmonis, maju, dan sejahtera,” tutupnya. (Adi LC)