Friday, 23 October 2026 | 23 October 2026
kalbaronline
pkk pontianak
TP PKK Pontianak Raih Juara II Inovasi Menu B2SA Tingkat Kalbar
TP PKK Pontianak Raih Juara II Inovasi Menu B2SA Tingkat Kalbar
Tuesday, 13/10/2026

KALBARONLINE.com – Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Pontianak meraih juara II dalam lomba inovasi penyajian makanan Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA) tingkat Provinsi Kalimantan Barat, Selasa (13/10/2026).

Prestasi ini menjadi motivasi bagi kader PKK dan Posyandu untuk terus mengembangkan kreativitas dalam menghadirkan sajian pangan yang beragam, bergizi, seimbang, dan aman bagi keluarga.

Ketua TP PKK Kota Pontianak, Yanieta Arbiastutie, mengatakan inovasi pangan tidak hanya bertujuan menghasilkan sajian yang menarik, tetapi juga memastikan kebutuhan gizi keluarga terpenuhi dengan tetap memperhatikan kualitas dan keamanan makanan.

“Alhamdulillah, TP PKK Kota Pontianak berhasil meraih juara II. Ini menjadi motivasi bagi kader-kader Posyandu lainnya untuk terus berinovasi menciptakan makanan bagi keluarga, sehingga kebutuhan gizi dan nutrisi terpenuhi serta aman untuk dikonsumsi,” ujarnya.

Menurut Yanieta, pemenuhan gizi keluarga merupakan salah satu langkah penting dalam membangun masyarakat yang sehat. Masyarakat yang sehat diharapkan mampu menjalani aktivitas secara optimal sehingga menjadi lebih produktif.

Salah satu inovasi yang diperkenalkan TP PKK Kota Pontianak adalah penggunaan tepung mocaf (modified cassava flour), yakni tepung berbahan dasar singkong yang difermentasi, dikombinasikan dengan pasta bit untuk membuat mi. Bahan tersebut kemudian diolah menjadi variasi fettuccine carbonara.

Inovasi ini menjadi salah satu upaya menghadirkan sajian yang menarik sekaligus memperhatikan aspek gizi, kualitas, dan keamanan pangan.

“Walaupun dalam bentuk pasta kami ingin makanan ini tetap memperhatikan nilai gizi dan kualitasnya, serta aman dikonsumsi oleh keluarga,” jelas Yanieta.

Ia menambahkan, penyajian makanan dalam bentuk yang familier dan disukai masyarakat dapat menjadi salah satu cara untuk mendorong konsumsi pangan yang lebih beragam. Meski demikian, keseimbangan gizi dan keamanan pangan tetap perlu menjadi perhatian dalam setiap penyajian.

Melalui inovasi menu berbahan tepung mocaf dan pasta bit tersebut, TP PKK Kota Pontianak berharap semakin banyak masyarakat terinspirasi untuk mengembangkan kreativitas dalam mengolah pangan keluarga dengan tetap mengedepankan prinsip B2SA.

Upaya ini sejalan dengan peran TP PKK dalam meningkatkan kesadaran keluarga terhadap pentingnya pemenuhan gizi guna mendukung terwujudnya masyarakat Kota Pontianak yang sehat, aktif, dan produktif. (*)

Ketua TP PKK Pontianak Minta Kader Jemput Kebutuhan Masyarakat
Ketua TP PKK Pontianak Minta Kader Jemput Kebutuhan Masyarakat
Tuesday, 01/09/2026

KALBARONLINE.com – Ketua TP PKK Kota Pontianak Yanieta Arbiastutie mengajak pengurus TP PKK, Posyandu, Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (Forikan), dan Bunda PAUD di tingkat kecamatan maupun kelurahan memperkuat kolaborasi serta hadir lebih dekat di tengah masyarakat.

Menurut Yanieta, masyarakat tidak selalu harus datang terlebih dahulu kepada pemerintah atau organisasi. Sebaliknya, PKK harus lebih dulu hadir, mendengar, bergerak, dan menjemput kebutuhan masyarakat.

Hal itu disampaikan dalam peringatan HKG PKK ke-54 Tingkat Kota Pontianak yang dirangkai dengan pelantikan pengurus Forikan, Ketua TP PKK, Ketua Tim Pembina Posyandu, Bunda dan Ketua Pokja PAUD Kecamatan dan Kelurahan di Aula Keriang Bandong, Gedung Bank Indonesia Kalbar, Selasa (1/9/2026).

“Jangan hanya menunggu masyarakat datang kepada kita. Kitalah yang harus lebih dulu hadir di tengah masyarakat, mendengar lebih dulu, dan bergerak ketika masyarakat membutuhkan,” jelasnya.

Ia juga menyoroti peran Posyandu yang kini telah bertransformasi. Posyandu tidak lagi hanya menjadi tempat menimbang bayi dan balita, tetapi menjadi bagian penting dalam peningkatan kualitas kesehatan keluarga dan masyarakat.

“Posyandu saat ini sudah bertransformasi untuk melayani enam standar pelayanan minimal. Jadi Posyandu bukan hanya tempat menimbang bayi dan balita saja,” ujarnya.

Kepada para Bunda PAUD kecamatan dan kelurahan, Yanieta menitipkan perhatian khusus terhadap anak-anak Kota Pontianak. Salah satu perhatian yang ia tekankan adalah keberadaan PAUD binaan PKK yang masih menumpang di rumah masyarakat.

Yanieta berharap secara bertahap persoalan tersebut dapat diselesaikan melalui pemetaan dan kolaborasi berbagai pihak.

“Insyaallah, selama saya menjadi Ketua Bunda PAUD Kota Pontianak, tidak ada lagi PAUD binaan PKK yang masih menumpang di rumah masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengajak pengurus yang dilantik memperkuat kolaborasi dalam menjalankan program yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.

PKK memiliki peran strategis karena memiliki jaringan yang dekat dengan masyarakat. Melalui kader-kader di lapangan, berbagai persoalan keluarga dapat lebih cepat diketahui dan dicarikan solusi secara berjenjang.

“Melalui kader-kader, kita bisa mengetahui rumah siapa yang membutuhkan, keluarganya seperti apa, pendidikannya, kesehatannya, hingga lingkungannya,” katanya.

Edi juga menyinggung program budaya makan ikan yang menurutnya memiliki potensi besar untuk dikembangkan. Ia mendorong perangkat daerah terkait, seperti dinas perikanan dan pertanian, untuk berkolaborasi menghadirkan program yang langsung dirasakan masyarakat.

Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci agar program tidak berjalan sendiri-sendiri dan manfaatnya lebih cepat dirasakan masyarakat.

“Saya ucapkan selamat kepada semua yang dilantik dan dikukuhkan. Mudah-mudahan ini menjadi amal dan ibadah yang bermanfaat untuk masyarakat Kota Pontianak,” pungkasnya. (*)

286 Anak di Pontianak Diajak Nonton “Anak-Anak Bambu”, Belajar Karakter Lewat Film
286 Anak di Pontianak Diajak Nonton “Anak-Anak Bambu”, Belajar Karakter Lewat Film
Wednesday, 26/08/2026

KALBARONLINE.com - Sebanyak 286 anak dari Sekolah Rakyat, santri dan panti asuhan diajak mengikuti nonton bareng film “Anak-Anak Bambu” di XXI Ayani Pontianak, Rabu (26/8/2026).

Kegiatan yang diinisiasi Ketua TP PKK Pontianak, Yanieta Arbiastutie, tersebut menjadi ruang kebersamaan sekaligus pembelajaran karakter bagi anak-anak.

Yanieta mengatakan kegiatan tersebut terlaksana berkat kolaborasi berbagai pihak. Kebahagiaan anak-anak juga semakin lengkap karena kegiatan dihadiri langsung oleh pihak produksi film.

Menurutnya, kehadiran pihak produksi memberikan pengalaman berbeda bagi anak-anak. Mereka tidak hanya mengenal film dari layar, tetapi juga berkesempatan bertemu langsung dengan orang-orang di balik karya tersebut.

Film “Anak-Anak Bambu” menghadirkan cerita yang dekat dengan dunia anak. Di dalamnya terdapat pesan tentang kesantunan, penghormatan kepada orang tua, keikhlasan serta keteguhan hati dalam menjalani kehidupan.

Nilai-nilai tersebut, kata Yanieta, penting dikenalkan kepada anak-anak sejak dini.

“Saya berharap momen ini tidak hanya dijadikan momen nonton bersama saja, tetapi menjadi ruang pertumbuhan untuk anak-anak kita,” katanya.

Yanieta menilai film dapat menjadi media pembelajaran yang menyenangkan. Anak-anak tidak merasa sedang dinasihati, tetapi dapat menyerap nilai kehidupan melalui cerita, tokoh, konflik dan pengalaman emosional yang ditampilkan di layar.

“Di sini bisa kita lihat banyak nilai filosofi dari film ini, bagaimana mereka harus sopan santun, menghormati orang tua, dan mempunyai sifat ikhlas,” jelasnya.

Bagi Yanieta, kegiatan seperti ini penting karena anak-anak membutuhkan lebih dari sekadar bantuan material. Mereka juga membutuhkan pengalaman yang dapat membangun rasa percaya diri, menumbuhkan empati dan memperkaya cara pandang terhadap kehidupan.

Ia berharap setelah menonton film tersebut, anak-anak dapat membawa pulang pesan baik yang tertanam dalam cerita. Film tersebut diharapkan tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga bekal bagi anak-anak untuk tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter.

“Mudah-mudahan setelah menonton film ini, mereka bisa menjadi anak yang tumbuh dengan karakter baik, ikhlas, dan berakhlak mulia,” ujarnya.

Produser film “Anak-Anak Bambu”, Elma Theana, mengatakan semangat utama dari film tersebut adalah berbagi kebaikan.

Melalui kegiatan nonton bersama, anak-anak tidak hanya diajak menikmati film, tetapi juga merasakan perhatian, kebahagiaan dan pengalaman yang menyenangkan.

“Saya ingin berbagi kebaikan, bagaimana kita nonton sambil memberikan kebahagiaan untuk anak-anak yatim,” jelasnya.

Elma menyebut “Anak-Anak Bambu” memang dibuat untuk anak-anak dan diharapkan dapat menjadi cerita yang menyentuh bagi mereka.

Di balik alurnya, film tersebut membawa pesan tentang kepedulian, kasih sayang, kebersamaan dan perhatian terhadap anak-anak yang membutuhkan.

“Film tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga dapat menjadi media untuk menanamkan nilai dan membangun kepedulian sosial,” kata aktris nasional tersebut.

Ia kembali menyampaikan terima kasih atas sambutan dan dukungan yang diberikan di Kota Pontianak. Baginya, kegiatan nonton bareng bersama anak-anak menjadi momen yang hangat dan penuh makna.

“Luar biasa supportnya. Terima kasih banyak untuk semua,” pungkasnya. (*)

Mooanah Jewelry, Optik Pontianak, dan PKK Pontianak Ajak Yatim Piatu Nonton Anak-Anak Bambu
Mooanah Jewelry, Optik Pontianak, dan PKK Pontianak Ajak Yatim Piatu Nonton Anak-Anak Bambu
Wednesday, 26/08/2026

KALBARONLINE.com - Kebersamaan dan kepedulian terhadap anak yatim piatu diwujudkan melalui kegiatan nonton bersama film “Anak-Anak Bambu” di XXI Ayani Pontianak, Rabu (26/8/2026).

Kegiatan tersebut melibatkan Mooanah Jewelry, Optik Pontianak, Bank Kalbar, serta Tim Penggerak PKK Kota Pontianak bersama anak-anak yatim piatu dan para pembimbing mereka.

Ketua Tim Penggerak PKK Kota Pontianak, Dr. Dra. Hj. Yanieta Arbiastutie, mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya menjadi momen hiburan bagi anak-anak, tetapi juga diharapkan menjadi ruang pembelajaran melalui pesan moral yang disampaikan dalam film.

Ia mengajak anak-anak meneladani sifat bambu yang digambarkan dalam film, terutama dalam membangun karakter dan sikap dalam kehidupan sehari-hari.

“Anak yang hebat bukan saja anak yang pintar, tetapi anak yang harus sopan santun, akhlaknya mulia dan juga hormat kepada orang tua, guru, serta para ustaz dan ustazah,” ujar Yanieta di XXI Ayani Pontianak.

Menurut Yanieta, kegiatan nonton bersama tersebut juga menjadi momentum untuk menghadirkan kebersamaan, keceriaan dan kebahagiaan bagi anak-anak yatim piatu.

“Mudah-mudahan kegiatan ini bisa menjadi momen yang luar biasa, momen kebersamaan, keceriaan, kebahagiaan dan tentunya momen untuk adik-adik belajar lebih baik lagi,” katanya.

Yanieta turut menyampaikan apresiasi kepada para pembimbing yang selama ini mendampingi anak-anak, serta para donatur yang ikut mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.

Ia juga mengapresiasi Elma Theana dan komunitas pengajian Sister Soleha yang turut menggagas film “Anak-Anak Bambu”.

Tak hanya menghadirkan hiburan dan pesan moral, kegiatan tersebut juga memiliki nilai sosial. Sebagian hasil dari kegiatan, yakni sebesar 10 persen, akan disumbangkan untuk anak-anak yatim piatu.

Melalui kegiatan ini, penyelenggara berharap pesan moral dalam film “Anak-Anak Bambu” dapat menjadi inspirasi bagi anak-anak untuk tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki akhlak, sopan santun dan kepedulian terhadap sesama.

20 Tahun PAUD PKK Pontianak, Terus Buka Akses Pendidikan bagi Keluarga Kurang Mampu
20 Tahun PAUD PKK Pontianak, Terus Buka Akses Pendidikan bagi Keluarga Kurang Mampu
Thursday, 13/08/2026

KALBARONLINE.com – Memasuki usia 20 tahun, Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) PKK Kota Pontianak terus menunjukkan eksistensinya dalam mendukung akses pendidikan bagi anak-anak, khususnya dari keluarga kurang mampu.

Hal tersebut disampaikan Bunda PAUD Kota Pontianak sekaligus Ketua Tim Penggerak PKK Kota Pontianak, Yanieta Arbiastutie, saat peringatan Milad 20 Tahun PAUD PKK Kota Pontianak di Aula Rumah Jabatan Wali Kota, Kamis (13/8/2026).

Menurut Yanieta, perjalanan PAUD PKK selama dua dekade bukan waktu yang singkat. Program tersebut sejak awal dibangun dengan semangat memberikan kesempatan pendidikan yang setara bagi seluruh anak.

Yanieta menuturkan, PAUD PKK Kota Pontianak berdiri pada 2006, pada masa kepemimpinan Wali Kota Pontianak Buchary Abdurrachman. Program tersebut diinisiasi Ketua Tim Penggerak PKK Kota Pontianak kala itu, Sri Astuti Buchary Abdurrachman.

“20 tahun bukanlah perjalanan yang singkat. PAUD PKK ini berdiri pada tahun 2006 dan sejak awal memiliki cita-cita memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk memperoleh pendidikan,” ujarnya.

Ia menambahkan, gagasan pendirian PAUD PKK berangkat dari kepedulian terhadap anak-anak tanpa membedakan latar belakang keluarga. Setiap anak dinilai memiliki hak yang sama untuk memperoleh pendidikan serta tumbuh dan berkembang secara optimal.

Dari gagasan tersebut, PAUD PKK kemudian berkembang dan membuka akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu di Kota Pontianak. Salah satu PAUD PKK yang pertama kali diresmikan berada di wilayah Kelurahan Batu Layang.

Saat ini, PAUD PKK telah berkembang menjadi 30 lembaga yang tersebar di enam kecamatan di Kota Pontianak. Keberadaan puluhan lembaga tersebut didukung para tutor yang berperan langsung dalam proses pendidikan anak usia dini.

Yanieta menekankan pentingnya memastikan peserta didik PAUD PKK benar-benar berasal dari keluarga yang membutuhkan. Hal ini dinilai penting karena di Kota Pontianak juga terdapat PAUD mandiri yang masih membutuhkan peserta didik.

“Kami tidak menerima semua. Ada persyaratannya, salah satunya surat keterangan tidak mampu dari lurah,” jelasnya.

Untuk memastikan ketepatan sasaran, Yanieta mengajak para lurah, Pokja Bunda PAUD serta pihak terkait bersama-sama melakukan verifikasi terhadap calon peserta didik PAUD PKK.

Menurutnya, proses verifikasi diperlukan agar program PAUD PKK benar-benar memberikan manfaat kepada masyarakat yang menjadi sasaran utamanya.

“Mari kita sama-sama melakukan verifikasi terhadap anak-anak yang ingin masuk PAUD PKK, karena PAUD mandiri juga masih membutuhkan murid,” katanya.

Yanieta berharap sinergi antara Bunda PAUD, pemerintah kecamatan dan kelurahan, Tim Penggerak PKK, para tutor serta orang tua dapat terus diperkuat.

Dengan kolaborasi tersebut, keberadaan PAUD PKK diharapkan semakin mampu memberikan fondasi pendidikan yang baik bagi anak-anak sekaligus membuka akses pendidikan bagi keluarga yang membutuhkan.

Peringatan 20 tahun PAUD PKK menjadi momentum untuk memperkuat kembali komitmen tersebut sekaligus melanjutkan perjuangan yang telah dibangun selama dua dekade dalam menyiapkan generasi penerus Kota Pontianak. (*)

Pontianak Kembali Raih Juara Umum HKG PKK Kalbar, Edi Kamtono Apresiasi Kinerja Kader
Pontianak Kembali Raih Juara Umum HKG PKK Kalbar, Edi Kamtono Apresiasi Kinerja Kader
Wednesday, 29/07/2026

KALBARONLINE.com – Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengapresiasi keberhasilan Tim Penggerak (TP) PKK Kota Pontianak yang kembali mempertahankan gelar Juara Umum Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 Tingkat Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2026.

Menurut Edi, capaian tersebut menjadi bukti kuatnya sinergi antara Pemerintah Kota Pontianak, TP PKK, organisasi perangkat daerah (OPD), serta seluruh kader PKK dalam menjalankan program pemberdayaan masyarakat.

"Prestasi ini tentu membanggakan sekaligus menjadi motivasi bagi kita semua untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan pemberdayaan masyarakat. Saya mengucapkan selamat kepada Ketua TP PKK Kota Pontianak beserta seluruh jajaran kader PKK yang telah bekerja keras sehingga kembali mengharumkan nama Kota Pontianak di tingkat Provinsi Kalimantan Barat," ujar Edi usai menghadiri penutupan HKG PKK ke-54 Tingkat Provinsi Kalbar di Halaman Kantor Bupati Kubu Raya, Rabu (29/7/2026).

Ia menegaskan, Pemerintah Kota Pontianak akan terus mendukung berbagai program PKK karena memiliki peran strategis dalam meningkatkan kualitas keluarga, kesehatan masyarakat, pendidikan anak, hingga pemberdayaan ekonomi keluarga.

"Kami berharap prestasi ini tidak membuat kita cepat berpuas diri. Justru ini menjadi penyemangat untuk terus berinovasi dan memperkuat kolaborasi sehingga program-program PKK semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," tambahnya.

Keberhasilan tersebut sekaligus mengantarkan Kota Pontianak mempertahankan gelar Juara Umum HKG PKK Tingkat Provinsi Kalbar untuk keempat kalinya.

Sebelumnya, Pontianak juga meraih prestasi serupa pada HKG PKK ke-47 Tahun 2019, HKG PKK ke-51 Tahun 2023, dan HKG PKK ke-53 Tahun 2025.

Dominasi Kota Pontianak terlihat dari sejumlah penghargaan yang berhasil diraih, di antaranya:

  • Juara pertama Lomba Penyuluhan Keluarga Sadar Administrasi Kependudukan (KISAK)
  • Juara pertama Lomba Konten Media Sosial (Infografis)
  • Juara pertama Lomba Rumah Pendidikan dan Keterampilan (DILAN)
  • Juara pertama Lomba Parodi Best Practice Layanan Posyandu Siklus Hidup Integrasi Layanan Primer (ILP)
  • Juara kedua Lomba Vlog Kelopak Bunga PKK
  • Juara ketiga Lomba Kreasi Busana Berbasis Budaya dan Berkelanjutan
  • Juara ketiga Lomba Vlog Cinta Lingkungan Demi Masa Depan

PKK Pontianak: Prestasi Hasil Kolaborasi

Ketua Tim Penggerak PKK Kota Pontianak Yanieta Arbiastutie mengungkapkan rasa syukur atas kembali dipercayanya Kota Pontianak sebagai juara umum HKG PKK tingkat Provinsi Kalbar.

"Alhamdulillah, pertama-tama saya bersyukur kepada Allah SWT karena Tim Penggerak PKK Kota Pontianak kembali diberikan amanah untuk menjadi juara umum pada Hari Kesatuan Gerak PKK ke-54 di Kabupaten Kubu Raya," ungkapnya.

Yanieta menyebut keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja keras, kolaborasi, dan semangat seluruh kader PKK mulai dari tingkat kelurahan, kecamatan hingga tingkat kota.

"Ini merupakan hasil kerja keras, hasil kerja sama dan kolaborasi yang luar biasa dari seluruh kader PKK. Saya juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Kota Pontianak, organisasi perangkat daerah, mitra, dunia usaha, serta seluruh pihak yang telah memberikan dukungan," ucapnya.

Menurutnya, penghargaan tersebut bukan hanya sekadar prestasi, tetapi juga menjadi gambaran bahwa pelaksanaan 10 Program Pokok PKK di Kota Pontianak berjalan secara inovatif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

"Kemenangan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus bekerja, terus berkolaborasi, dan memastikan program-program PKK benar-benar disusun berdasarkan kebutuhan masyarakat, khususnya dalam pemberdayaan perempuan dan peningkatan kesejahteraan keluarga," tuturnya.

Yanieta berharap berbagai program PKK dapat terus berkontribusi dalam mewujudkan masyarakat Kota Pontianak yang sehat, cerdas, dan sejahtera.

Ia juga mengingatkan bahwa mempertahankan prestasi bukan perkara mudah sehingga seluruh kader PKK harus terus menjaga semangat untuk bergerak dan berkarya.

"Mempertahankan juara umum tentu lebih sulit daripada meraihnya. Karena itu saya mengajak seluruh kader PKK di Kota Pontianak untuk terus bergerak, bekerja keras, berkarya, dan mengarahkan setiap program agar benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat," tutupnya. (*)

Yanieta: Lomba HKG PKK Pontianak Jadi Wadah Inovasi dan Perkuat Kebersamaan Kader
Yanieta: Lomba HKG PKK Pontianak Jadi Wadah Inovasi dan Perkuat Kebersamaan Kader
Wednesday, 08/07/2026

KALBARONLINE.com – Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kota Pontianak, Yanieta Arbiastutie, mengajak seluruh kader PKK untuk terus berinovasi sekaligus memperkuat semangat kebersamaan melalui berbagai perlombaan yang digelar dalam rangka Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK Tingkat Kota Pontianak Tahun 2026.

Pesan tersebut disampaikan Yanieta saat menyerahkan penghargaan kepada para pemenang lomba di Aula Rumah Dinas Wali Kota Pontianak, Rabu (8/7/2026).

Yanieta mengapresiasi seluruh peserta dan pemenang yang telah berpartisipasi dalam berbagai cabang lomba. Menurutnya, setiap perlombaan bukan hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana edukasi untuk meningkatkan kapasitas kader PKK dalam memberikan manfaat bagi masyarakat.

"Lomba bukan semata-mata tentang menjadi juara. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana prosesnya melahirkan ide-ide baru, mempererat kerja sama, meningkatkan kreativitas, dan menghadirkan inovasi yang dapat diterapkan di wilayah masing-masing," ujarnya.

Ia menjelaskan, Lomba Penyuluhan Keluarga Indonesia Sadar Administrasi Kependudukan (KISAK) menjadi media untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya administrasi kependudukan sebagai hak dasar setiap warga.

Sementara itu, Lomba Satu Kader Satu Cerita dan Tas Baca PKK diharapkan mampu menumbuhkan budaya literasi di lingkungan keluarga maupun masyarakat.

Yanieta juga menilai berbagai lomba berbasis kreativitas, seperti Vlog Kelopak Bunga PKK, Vlog Cintailah Lingkungan, Parodi Pelayanan Posyandu Integrasi Layanan Primer, hingga lomba pengolahan perca TP PKK, membuktikan bahwa edukasi kepada masyarakat dapat dikemas secara menarik, kreatif, dan mudah dipahami.

Menurutnya, inovasi seperti ini perlu terus dikembangkan agar program-program PKK semakin dekat dengan masyarakat dan mampu menjawab berbagai kebutuhan di lapangan.

Ia juga mengajak seluruh kader untuk terus memperkuat kolaborasi antarkecamatan dan kelurahan sehingga program PKK dapat berjalan lebih efektif dan memberi manfaat yang lebih luas.

"Mari kita jadikan PKK sebagai organisasi yang terus bergerak, terus belajar, terus berinovasi, dan terus hadir memberikan solusi bagi masyarakat. Tidak ada kecamatan yang berjalan sendiri, tidak ada kelurahan yang bekerja sendiri. Kita adalah satu keluarga besar TP PKK Kota Pontianak," tutupnya.

Berikut daftar pemenang Lomba Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 Tingkat Kota Pontianak Tahun 2026:

Lomba Penyuluhan KISAK

  1. Azzahra Syafiqa – Kecamatan Pontianak Utara
  2. Miftah Fathiyah Azra – Kecamatan Pontianak Utara
  3. Rina – Kecamatan Pontianak Selatan
  4. Meri Fitri Susanti – Kecamatan Pontianak Kota
  5. Krisminda Tjan – Kecamatan Pontianak Selatan
  6. Lina Safitri – Kecamatan Pontianak Barat

Lomba Satu Kader Satu Cerita dan Tas Baca PKK

  1. Lilik Handayani – Kecamatan Pontianak Utara
  2. Ainun Fariah – Kecamatan Pontianak Timur
  3. Suryati – Kecamatan Pontianak Barat
  4. Aminiatul Jannah – Kecamatan Pontianak Tenggara
  5. Ayulfari Dikaalfiah – Kecamatan Pontianak Selatan
  6. Dewa Ayu Raka – Kecamatan Pontianak Kota

Lomba Video Vlog Kelopak Bunga PKK

  1. Kelurahan Batulayang – Pontianak Utara
  2. Kelurahan Sungai Jawi Luar
  3. Kelurahan Sungai Jawi
  4. Kelurahan Siantan Hilir
  5. Kelurahan Siantan Hulu
  6. Kelurahan Pal Lima

Lomba Parodi Pelayanan Posyandu Integrasi Layanan Primer

  1. Kelurahan Sungai Jawi
  2. Kelurahan Siantan Tengah
  3. Kelurahan Siantan Hilir
  4. Kelurahan Pal V
  5. Kelurahan Tengah
  6. Kelurahan Parit Mayor

Lomba Pembuatan Vlog Cintailah Lingkungan

  1. Kelurahan Siantan Tengah
  2. Kelurahan Sungai Jawi
  3. Kelurahan Pal V
  4. Kelurahan Siantan Hilir
  5. Kelurahan Benua Melayu Laut
  6. Kelurahan Bansir Laut

Lomba Pengolahan Perca TP PKK

  1. Kecamatan Pontianak Barat
  2. Kecamatan Pontianak Timur
  3. Kecamatan Pontianak Selatan
  4. Kecamatan Pontianak Tenggara
  5. Kecamatan Pontianak Kota
  6. Kecamatan Pontianak Utara
PKK Pontianak Tinggalkan Cara Manual, Yanieta Dorong Transformasi Digital Kader
PKK Pontianak Tinggalkan Cara Manual, Yanieta Dorong Transformasi Digital Kader
Tuesday, 07/07/2026

KALBARONLINE.com – Tim Penggerak PKK Kota Pontianak mulai mendorong transformasi digital dalam menjalankan program organisasi. Pendataan yang selama ini dilakukan secara manual kini diarahkan beralih ke sistem digital agar lebih cepat, akurat, dan terintegrasi.

Semangat perubahan itu tergambar dalam kegiatan bertema "Mewujudkan PKK Mandiri melalui Transformasi Digital untuk Menyinergikan Ekonomi dan Kesehatan Keluarga" yang digelar di Aula Rumah Dinas Wali Kota Pontianak, Selasa (7/7/2026). Kegiatan tersebut diikuti kader PKK dari 29 kelurahan dan enam kecamatan.

Ketua Tim Penggerak PKK Kota Pontianak, Yanieta Arbiastutie, menegaskan bahwa kader PKK tidak hanya bertugas menjalankan 10 program pokok PKK, tetapi juga harus menjadi agen perubahan di tengah masyarakat.

"Menjadi kader PKK itu bukan sekadar menjalankan program saja. Tetapi kita juga harus menjadi agen dan penggerak perubahan di tengah keluarga dan di tengah lingkungan masyarakat," tegasnya.

Yanieta memberikan apresiasi kepada seluruh kader PKK di tingkat kelurahan dan kecamatan yang selama ini telah mencurahkan tenaga, pikiran, dan dedikasi dalam menjalankan berbagai program. Namun menurutnya, perkembangan zaman menuntut PKK ikut beradaptasi, terutama dalam pemanfaatan teknologi digital.

Salah satu fokus utama transformasi tersebut adalah pembaruan sistem pendataan. Selama ini berbagai data, mulai dari dasawisma, stunting, hingga UMKM binaan PKK masih banyak dicatat secara manual.

"Saya berharap kecamatan dan kelurahan segera melakukan pembaharuan data pengurus secara lengkap dan tepat menggunakan teknologi digital mulai dari sekarang," katanya.

Menurut Yanieta, digitalisasi data menjadi fondasi penting dalam meningkatkan efektivitas program PKK. Dengan sistem pendataan yang terintegrasi dari tingkat kelurahan hingga kota, berbagai persoalan di lapangan dapat dipetakan lebih cepat, mulai dari gizi buruk, kesehatan ibu dan anak, hingga potensi ekonomi keluarga.

"Data yang valid adalah kompas dalam menentukan arah program 10 pokok PKK. Agar bantuan dan intervensi yang dilakukan di masyarakat tepat sasaran," ujarnya.

Ia juga mengajak seluruh kader untuk tidak ragu memanfaatkan perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), dalam mendukung pekerjaan administrasi.

"Jangan takut menggunakan teknologi. Teknologi akan membantu kita. Dulu data diolah manual, sekarang dengan AI proses menyimpan, memperbaiki, meringkas jadi mudah dan cepat," ungkap Yanieta.

Meski mendorong digitalisasi, Yanieta menegaskan pemanfaatan media sosial bukan sekadar untuk menunjukkan aktivitas organisasi, tetapi sebagai sarana menyampaikan informasi dan edukasi kepada masyarakat.

"Saya selalu memperhatikan kegiatan PKK Kecamatan dan Kelurahan di media sosial. Semua sudah menggunakan teknologi digital. Bukan untuk pamer atau menonjolkan diri, tapi inilah bentuk kegiatan di masyarakat," jelasnya.

Ia mencontohkan, pelaksanaan lomba Hari Kesatuan Gerak PKK kini juga telah mengikuti perkembangan zaman. Peserta tidak hanya membuat karya seperti eco print, tetapi juga dituntut mampu mempublikasikannya melalui vlog, video konten, hingga desain grafis.

Bagi kader yang belum menguasai teknologi digital, Yanieta mendorong adanya kolaborasi dengan aparatur yang memiliki kemampuan di bidang teknologi informasi.

"Tim penggerak PKK baik di kecamatan maupun kelurahan kerjasamakan dengan IT yang ada di kantor camat atau kelurahan. Buat pelatihan. Gimana cara membuat vlog, mengedit video, membuat konten. Ini perlu kreativitas," pesannya.

Ia menegaskan, semangat gotong royong harus tetap menjadi kekuatan utama PKK dalam menjalankan transformasi digital.

"PKK ini organisasi yang tumbuh dari semangat gotong royong. Jadi PKK kecamatan atau kelurahan tidak bergerak sendiri. Kita merupakan bagian dari PKK Kota Pontianak sehingga semua harus berkolaborasi," tutupnya. (*)

Ladies Program APEKSI se-Kalimantan, Perempuan Didorong Lestarikan Budaya Lewat Pelatihan Pokok Telok
Ladies Program APEKSI se-Kalimantan, Perempuan Didorong Lestarikan Budaya Lewat Pelatihan Pokok Telok
Saturday, 23/05/2026

KALBARONLINE.com – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Pontianak, Yanieta Arbiastutie Kamtono, menegaskan pentingnya peran perempuan dalam mendukung pembangunan daerah melalui pelestarian budaya sekaligus pengembangan ekonomi kreatif.

Hal itu disampaikannya saat membuka workshop “Pokok Telok” dalam rangka Ladies Program Rapat Kerja (Raker) Komisariat Wilayah (Komwil) V Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia Regional Kalimantan yang digelar di Hotel Novotel Pontianak, Sabtu (23/5/2026).

Kegiatan Ladies Program tersebut diikuti peserta dari berbagai kota di Kalimantan sebagai ruang berbagi budaya sekaligus memperkuat kolaborasi antardaerah.

Yanieta menjelaskan, pokok telok bukan sekadar keterampilan, tetapi memiliki nilai filosofi budaya yang kuat. Tradisi ini melambangkan kerapian, ketekunan, doa, keberkahan, kesuburan, hingga kebahagiaan, yang biasa hadir dalam berbagai acara adat seperti khitanan, pernikahan, akikah, hingga khataman Al-Qur’an.

“Melalui workshop ini, kami ingin membagikan budaya tradisional agar tetap hidup dan lestari. Selain itu, kegiatan ini juga melatih kesabaran dan ketelitian,” katanya.

Ia menambahkan, keterampilan membuat pokok telok juga memiliki potensi ekonomi kreatif yang dapat meningkatkan pendapatan masyarakat. Karena itu, Dekranasda Kota Pontianak turut melakukan pembinaan kepada kelompok disabilitas agar ikut terlibat dalam pengembangan kerajinan tersebut.

Selain workshop, kegiatan ini juga diramaikan dengan fashion show yang menampilkan motif dan kearifan lokal Kota Pontianak, termasuk motif caping yang terinspirasi dari topi tradisional nelayan di Kampung Caping, Kelurahan Benua Melayu Laut, Kecamatan Pontianak Tenggara.

Yanieta menyebut Kampung Caping kini berkembang menjadi salah satu pusat ekonomi kreatif masyarakat yang mendapat perhatian luas. Bahkan, istri Wakil Presiden RI, Selvi Ananda, disebut sempat berkunjung dan memberikan apresiasi terhadap kreativitas warga setempat.

Mengusung tema “Perempuan Berdaya Mendukung Fiskal Tangguh Menuju Kota Tumbuh”, Yanieta menilai perempuan memiliki peran strategis dalam pembangunan daerah, tidak hanya sebagai pendamping keluarga, tetapi juga sebagai penggerak ekonomi, pelestari budaya, dan penjaga nilai sosial.

“Peran Tim Penggerak PKK, Dekranasda, Dharma Wanita, dan organisasi perempuan lainnya sangat strategis dalam mendukung pembangunan daerah. Dari tangan perempuan lahir banyak gagasan baik yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” tuturnya.

Ia berharap kegiatan ini dapat memperluas kolaborasi antarkota di Kalimantan, sehingga masing-masing daerah bisa saling belajar dan memperkaya budaya maupun produk kreatif.

Dalam kesempatan itu, Yanieta juga memperkenalkan Kota Pontianak sebagai kota kuliner dengan daya tarik tersendiri meski tidak memiliki wilayah yang luas.

“Kota Pontianak memang tidak terlalu luas, namun cukup dirindukan bagi siapa pun yang pernah berkunjung karena terkenal dengan wisata kulinernya. Selain itu, Pontianak juga dikenal sebagai kota dengan seribu warung kopi,” pungkasnya. (*)

PKK Jadi Mitra Strategis Pemkot Pontianak Percepat Kesejahteraan Keluarga
PKK Jadi Mitra Strategis Pemkot Pontianak Percepat Kesejahteraan Keluarga
Tuesday, 19/05/2026

KALBARONLINE.com – Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menegaskan bahwa Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) memiliki posisi penting sebagai mitra strategis pemerintah dalam mempercepat kesejahteraan keluarga di Kota Pontianak.

Menurutnya, PKK bukan sekadar organisasi pendamping, tetapi bagian penting dari pembangunan daerah karena mampu menjangkau masyarakat hingga tingkat keluarga, dasawisma, dan posyandu.

“PKK adalah mitra strategis pemerintah kota. Kerja nyata, kerja ikhlas, dan kerja rasa, itulah PKK. Pemberdayaan kesejahteraan keluarga ini tugas yang sangat mulia,” ujarnya saat menghadiri Penandatanganan Nota Kesepahaman dan Sosialisasi Program Kerja TP PKK Kota Pontianak Tahun 2026 di Aula Rumah Dinas Wali Kota Pontianak, Selasa (19/5/2026).

Edi mengatakan, upaya memajukan Kota Pontianak dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat tidak bisa hanya bergantung pada organisasi perangkat daerah (OPD). Dibutuhkan kolaborasi lintas sektor, termasuk keterlibatan aktif TP PKK yang selama ini bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Ia menilai, kesejahteraan keluarga tidak hanya diukur dari aspek ekonomi semata, tetapi juga menyangkut kesehatan, pendidikan, kebahagiaan, hingga kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh.

“Kalau kita bicara kesejahteraan, ini luas. Kita harus melihat warga kita sehat atau tidak, cerdas atau tidak, bahagia atau tidak. Kalau sehat dan cerdas tapi tidak bahagia, itu juga masalah,” katanya.

Menurut Edi, berbagai target pembangunan seperti peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), penurunan angka kemiskinan, penanganan stunting, hingga peningkatan daya saing masyarakat hanya bisa dicapai melalui kerja sama semua pihak.

Karena itu, ia meminta program kerja PKK dan perangkat daerah dapat berjalan selaras agar pelaksanaannya lebih efektif dan tepat sasaran.

“Semua tugas dan fungsi OPD muaranya adalah memajukan kota dan menyejahterakan masyarakat. PKK harus diajak untuk mencapai target yang menjadi visi dan misi dalam RPJMD,” jelasnya.

Edi juga menyinggung keterbatasan jumlah aparatur sipil negara (ASN) di Kota Pontianak yang dinilai belum ideal dibanding jumlah penduduk. Kondisi tersebut, katanya, membuat peran PKK semakin strategis dalam membantu menjangkau masyarakat secara lebih luas.

Sementara itu, Ketua TP PKK Kota Pontianak Yanieta Arbiastutie mengatakan tantangan pembangunan keluarga saat ini semakin kompleks. Oleh sebab itu, diperlukan langkah bersama yang terarah, berkelanjutan, dan saling terintegrasi.

Menurut Yanieta, program kerja TP PKK Kota Pontianak Tahun 2026 difokuskan untuk memperkuat berbagai aspek pembangunan keluarga, mulai dari kesehatan, kelestarian lingkungan hidup, edukasi sanitasi, hingga pemantauan tumbuh kembang anak secara terpadu.

“Pada pilar kesehatan, kelestarian lingkungan hidup, dan perencanaan sehat, kami akan terus hadir dalam edukasi lingkungan, pemantauan tumbuh kembang anak secara terpadu, serta edukasi sanitasi lingkungan yang layak di setiap keluarga,” katanya.

Ia juga menyoroti pentingnya literasi digital dan pemanfaatan teknologi bagi kader PKK maupun masyarakat. Menurutnya, kader PKK harus semakin adaptif dalam menyebarkan informasi positif dan edukatif di tengah perkembangan era digital.

Yanieta berharap seluruh program PKK, mulai dari tingkat dasawisma hingga kecamatan, dapat berjalan searah dengan program Pemerintah Kota Pontianak sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.

Ia menambahkan, banyak program PKK yang sebenarnya dapat disinergikan dengan program OPD. Karena itu, dukungan perangkat daerah sangat dibutuhkan agar pelaksanaan program tidak berjalan sendiri-sendiri.

“Saya percaya ketika pemerintah, Tim Penggerak PKK, dan seluruh elemen masyarakat berjalan beriringan, maka tidak ada tantangan yang tidak bisa kita hadapi bersama,” pungkasnya. (*)