Friday, 23 October 2026 | 23 October 2026
kalbaronline
umkm
Bantuan Rumah Kemasan Pontianak Bantu UMKM Tekan Biaya Produksi
Bantuan Rumah Kemasan Pontianak Bantu UMKM Tekan Biaya Produksi
Thursday, 22/10/2026

KALBARONLINE.com – Bantuan kemasan dari Pemerintah Kota Pontianak melalui Rumah Kemasan yang dikelola Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perdagangan (Diskumdag) mendapat sambutan positif dari pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Bantuan tersebut dinilai mampu meringankan biaya produksi sekaligus membantu pelaku usaha menjaga harga jual produk agar tetap terjangkau.

Salah seorang pelaku UMKM penerima bantuan, Mesra Hayati, mengaku bersyukur atas fasilitas kemasan yang diterimanya. Menurutnya, harga kemasan di pasaran relatif mahal sehingga menjadi salah satu komponen biaya yang harus diperhitungkan dalam menjalankan usaha.

“Bantuan ini sangat membantu kami. Kalau harus membeli kemasan sendiri di pasaran, biaya produksi tentu meningkat dan kami terpaksa menaikkan harga jual. Dengan adanya bantuan ini, kami semakin bersemangat untuk meningkatkan produksi dan menjaga harga produk tetap terjangkau,” ujarnya, Kamis (22/10/2026).

Mesra berharap program bantuan kemasan dapat terus dilanjutkan dan diperluas agar semakin banyak pelaku UMKM merasakan manfaatnya. Selain membantu menekan biaya produksi, program tersebut dinilai sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap pengembangan usaha masyarakat.

Ia juga berharap pelaku UMKM yang telah menerima bantuan dapat menyebarluaskan informasi mengenai program tersebut kepada pelaku usaha lainnya.

“Kami merasa bersyukur mendapat bantuan ini. Kami juga ingin menyampaikan kepada teman-teman pelaku UMKM bahwa pemerintah peduli terhadap perkembangan usaha kami. Semoga dukungan seperti ini terus berlanjut sehingga UMKM semakin maju,” tuturnya.

Menurut Mesra, dukungan pemerintah melalui bantuan dan sosialisasi penting untuk mendorong pelaku UMKM meningkatkan produktivitas, mengembangkan usaha, serta bersaing di pasar.

Manfaat serupa dirasakan Nurvicky Lea Armenia, pelaku usaha kopi susu gula aren. Ia mengaku bersyukur menerima bantuan kemasan botol gratis melalui Rumah Kemasan milik Pemkot Pontianak.

Nurvicky berharap bantuan tersebut dapat mendukung kelancaran dan perkembangan usahanya. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Diskumdag Kota Pontianak melalui Rumah Kemasan atas dukungan yang diberikan kepada pelaku UMKM.

Rumah Kemasan berlokasi di lantai dua Pasar Kemuning, Jalan Prof. M. Yamin, Kelurahan Sungai Bangkong, Kecamatan Pontianak Kota. Fasilitas ini diresmikan Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono pada 23 Juni 2025.

Dibangun melalui Diskumdag, Rumah Kemasan menjadi fasilitas bagi pelaku UMKM yang membutuhkan layanan pengemasan gratis, termasuk bantuan dalam proses desain produk.

Kepala Diskumdag Kota Pontianak, Ibrahim, menjelaskan bahwa fasilitas tersebut diperuntukkan bagi pelaku UMKM, terutama yang bergerak di bidang kuliner, meskipun dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan usaha lainnya.

“Diperuntukan bagi pengusaha UMKM terutama kuliner, tapi bisa juga untuk keperluan yang lain. Bagi pengusaha pemula dapat mengemas produknya di sini dengan gratis,” terangnya.

Selain layanan produksi kemasan, Rumah Kemasan menyediakan konsultasi untuk membantu pelaku usaha merancang kemasan dan merek yang menarik. Beberapa jenis kemasan yang tersedia antara lain pouch atau kantong, cup atau cangkir, serta karung.

“Sejak diresmikan oleh Bapak Wali Kota, maka rumah kemasan ini sudah mulai beroperasi dan pelaku UMKM sudah banyak memanfaatkannya,” imbuh Ibrahim.

Pelaku UMKM yang ingin memanfaatkan layanan tersebut dapat melakukan pendaftaran melalui laman pakontis.pontianak.go.id dengan mengisi formulir digital yang tersedia.

“Pak Ontis ini singkatan dari Packaging Kemasan Online Gratis. Setelah mendaftar di sana akan mendapat pelayanan langsung dari jajaran Diskumdag,” tutupnya. (*)

Pemkot Pontianak Bantu 5 UMKM Upgrade Kemasan, Ada Fasilitas Gratis di Rumah Kemasan
Pemkot Pontianak Bantu 5 UMKM Upgrade Kemasan, Ada Fasilitas Gratis di Rumah Kemasan
Friday, 21/08/2026

KALBARONLINE.com – Kemasan kini bukan lagi sekadar pembungkus produk bagi pelaku UMKM. Tampilan yang menarik juga menjadi bagian penting dari branding agar produk lebih mudah dikenali dan mampu bersaing di pasar.

Melihat kebutuhan tersebut, Pemerintah Kota Pontianak melalui Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan (DKUMP) memberikan bantuan kemasan kepada lima pelaku UMKM di Kota Pontianak, Jumat (21/8/2026).

Bantuan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkot Pontianak mendorong pelaku usaha meningkatkan kualitas produk sekaligus memanfaatkan fasilitas Rumah Kemasan yang disediakan secara gratis.

Kepala DKUMP Kota Pontianak, Ibrahim, mengatakan Rumah Kemasan dapat dimanfaatkan pelaku UMKM untuk mendapatkan bantuan desain maupun kebutuhan kemasan lainnya.

“Rumah kemasan ini gratis, baik untuk desain maupun bantuan-bantuan lain yang diperlukan pelaku usaha,” ujar Ibrahim setelah menyerahkan bantuan.

Kemasan yang diberikan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing pelaku usaha. Di antaranya standing pouch untuk produk akar kelapa, kentang mustofa, stik ubi ungu, minuman, dan kue gamat.

Menurut Ibrahim, Rumah Kemasan yang telah berjalan sekitar satu tahun tersebut masih perlu lebih banyak dimanfaatkan. Karena itu, DKUMP mendorong camat dan lurah ikut menyosialisasikan fasilitas tersebut kepada pelaku UMKM di wilayah masing-masing.

“Kita harapkan Rumah Kemasan ini dapat berfungsi sesuai dengan fungsinya dan pelaku usaha bisa naik kelas, dari kemasan yang bersifat tradisional menjadi lebih modern,” katanya.

Pemkot Pontianak juga tidak hanya fokus pada kemasan. DKUMP turut memberikan pelatihan digitalisasi pemasaran agar pelaku UMKM memiliki kemampuan memasarkan produk secara lebih luas.

Ibrahim menilai kemasan yang sudah menarik perlu dibarengi strategi pemasaran yang baik. Dengan begitu, produk UMKM tidak hanya terlihat lebih profesional, tetapi juga memiliki peluang menjangkau konsumen yang lebih banyak.

“Program bantuan kemasan akan terus dikembangkan. Pelaku usaha dari kecamatan lainnya juga diharapkan dapat mengajukan usulan sehingga pemanfaatan Rumah Kemasan dapat menjangkau lebih banyak UMKM di Kota Pontianak,” jelasnya.

Salah satu penerima bantuan, Melinda Dwi Tiara Putri (30), mengaku merasakan langsung manfaat program tersebut.

Pemilik usaha Kentang Mustafa Berkah itu mendapatkan 100 standing pouch dengan desain baru. Sebelumnya, produk tersebut masih menggunakan plastik bening yang ditempel stiker.

Bagi Melinda, perubahan kemasan tersebut bukan hanya membuat produk terlihat lebih menarik, tetapi juga membantu membangun identitas usaha.

“Ini sangat membantu kami selaku UMKM untuk meningkatkan branding. Usaha itu bukan sekadar dari mulut ke mulut, tetapi juga perlu branding, pelayanan, dan pemasaran yang baik,” ujar Melinda.

Saat ini, produk Kentang Mustafa Berkah telah dipasarkan di tujuh lokasi, di antaranya PontiOng.ptk, beberapa cabang Berkah Jaya Snack, Minimarket Harmonis, dan Kaisar.

Melinda berharap semakin banyak pelaku UMKM memanfaatkan fasilitas yang diberikan Pemkot Pontianak, termasuk dukungan teknologi dan Rumah Kemasan.

“Semoga semua UMKM dapat menyerap fasilitas yang disediakan Pemkot Pontianak. Semakin optimal pemanfaatan teknologi yang ada, akan semakin besar pula peluang berkembangnya bisnis UMKM di Pontianak,” tuturnya. (*)

Wali Kota Pontianak: Lebih dari 72 Persen Pelaku UMKM adalah Perempuan
Wali Kota Pontianak: Lebih dari 72 Persen Pelaku UMKM adalah Perempuan
Friday, 17/07/2026

KALBARONLINE.com – Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyebut perempuan memegang peran penting dalam menggerakkan perekonomian daerah. Berdasarkan data Pemerintah Kota Pontianak, lebih dari 72 persen pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kota Pontianak merupakan perempuan.

Hal itu disampaikan Edi saat membuka Rapat Kerja Cabang (Rakercab) II IWAPI Kota Pontianak, Talkshow, dan Gelar Produk UMKM Tahun 2026 di Aula Rumah Dinas Wali Kota Pontianak, Jumat (17/7/2026).

"Pelaku UMKM di Kota Pontianak itu 72 persen lebih adalah perempuan. Ini menunjukkan peran perempuan dalam perekonomian Kota Pontianak sangat signifikan," ujarnya.

Edi mengatakan, di berbagai sektor usaha, mulai dari pasar tradisional, sentra kuliner, hingga usaha kaki lima, perempuan berperan sebagai produsen, pengelola, sekaligus penjual. Menurutnya, perempuan memiliki karakter yang mendukung keberhasilan dalam berwirausaha, seperti teliti, tekun, fokus, disiplin, dan konsisten.

Ia mencontohkan saat pandemi Covid-19, lebih dari 19 ribu perempuan pelaku usaha di Pontianak menerima pembiayaan dari Permodalan Nasional Madani (PNM) dengan nilai pinjaman mulai Rp2 juta hingga Rp10 juta. Tingkat pengembalian pinjaman bahkan mencapai lebih dari 95 persen.

"Waktu Covid-19, ada sekitar 19 ribu lebih ibu-ibu di Pontianak yang mendapat pinjaman mulai dari Rp2 juta sampai Rp10 juta, dan 95 persen lebih kembali. Artinya ibu-ibu ini dalam berbisnis benar-benar fokus," katanya.

Karena itu, Edi mendorong organisasi perempuan pengusaha, seperti Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI), mengambil peran lebih besar dalam meningkatkan kualitas usaha anggotanya. Menurutnya, organisasi tidak hanya menjadi wadah berkumpul, tetapi juga harus mampu membuka akses permodalan, memperluas jaringan, serta membantu UMKM perempuan berkembang.

Ia menilai masih banyak pelaku usaha kecil yang belum memahami akses pembiayaan resmi sehingga terjebak pinjaman informal dengan bunga tinggi. Padahal, berbagai skema pembiayaan seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR), pembiayaan perbankan, Pegadaian, hingga program kemitraan BUMN tersedia bagi pelaku usaha.

"Kadang-kadang pelaku usaha tidak tahu harus meminjam ke mana. Ada yang ditawari pinjaman, tetapi bunganya luar biasa. Padahal fasilitas KUR ada di perbankan, bahkan ada BUMN yang memberikan permodalan tanpa bunga," jelasnya.

Edi menambahkan, organisasi memiliki kekuatan untuk menjembatani komunikasi antara pelaku UMKM dengan berbagai lembaga, seperti perbankan, Bank Indonesia, Bank Kalbar, Pegadaian, PNM, PLN, Pertamina, maupun instansi lainnya.

"Kekuatan organisasi itu ada di situ. Organisasi bisa menembus batas, membuka komunikasi, audiensi, meminta saran, lalu ditindaklanjuti dengan kerja sama," ujarnya.

Selain memperluas jaringan, Edi juga menekankan pentingnya pendataan anggota secara lengkap. Menurutnya, organisasi perlu memiliki basis data yang memuat identitas anggota, jenis usaha, kapasitas produksi, hingga kebutuhan pengembangan usaha.

"Harus berbasis data. Misalnya usaha kuliner, siapa pelakunya, di mana alamatnya, jenis usahanya apa. Data seperti ini bisa meyakinkan perbankan dan lembaga pembiayaan," katanya. (*)