Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Wednesday, 28 October 2026 |
KALBARONLINE.com – Pemerintah Kota Pontianak terus memperkuat dukungan terhadap pengusaha mikro melalui berbagai bentuk fasilitasi. Tahun ini, Pemkot menyerahkan sarana dan prasarana hasil musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang) kepada sembilan warga, memfasilitasi sertifikat halal bagi 78 UMKM, serta membantu peningkatan kualitas kemasan melalui program Rumah Packaging untuk 11 UMKM.
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan, dukungan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah memberikan kemudahan bagi pengusaha agar usahanya semakin berkembang dan memiliki daya saing.
“Ini bagian dari peran Pemerintah Kota Pontianak untuk memberikan kemudahan kepada pengusaha, terutama mikro,” ujarnya seusai penyerahan bantuan secara simbolis, Rabu (28/10/2026).
Menurut Edi, dukungan bagi UMKM tidak hanya diberikan dalam bentuk peralatan usaha. Pemkot juga memperhatikan kualitas kemasan agar produk pengusaha lokal memiliki nilai tambah dan lebih menarik di pasaran.
“Kita sudah membeli peralatan untuk kemasan, bahkan fasilitasnya diberikan secara gratis. Jadi pengusaha UMKM bisa meningkatkan kualitas produknya, bukan hanya dari sisi rasa atau isi, tetapi juga tampilannya,” katanya.
Fasilitasi tersebut diwujudkan melalui Rumah Packaging, program yang didorong Pemkot Pontianak untuk membantu pelaku UMKM memperoleh kemasan yang lebih baik. Tahun ini, sebanyak 11 UMKM mendapatkan fasilitasi melalui program tersebut.
Selain kemasan, Edi menilai kepastian kehalalan produk menjadi aspek penting dalam pengembangan usaha, khususnya di sektor kuliner. Sebanyak 78 UMKM menerima sertifikat halal yang difasilitasi pemerintah pada tahun ini.
“Kedua adalah sertifikat halal. Ini memberikan kepastian kepada masyarakat. Kalau memang produknya halal, maka jelas halal. Kalau tidak, juga harus jelas. Jadi konsumen mempunyai kepastian terhadap makanan yang akan dikonsumsi,” terangnya.
Menurutnya, sertifikasi halal juga semakin penting seiring rencana Pemkot mengembangkan Pontianak sebagai destinasi wisata halal.
“Kita ke depan akan meluncurkan Pontianak sebagai kota wisata halal. Karena itu secara bertahap usaha-usaha, terutama kuliner, kita dorong untuk memiliki sertifikasi halal,” katanya.
Edi menambahkan, kepastian informasi mengenai produk penting bagi masyarakat setempat maupun wisatawan yang berkunjung ke Pontianak.
“Orang yang datang ke Pontianak harus bisa mendapatkan kepastian, makanan yang akan dimakan ini halal atau tidak. Informasinya harus jelas,” ujarnya.
Selain fasilitasi sertifikat halal dan kemasan, Pemkot Pontianak juga menyerahkan sarana dan prasarana hasil usulan musrenbang kepada sembilan warga. Bantuan tersebut diarahkan untuk mendukung aktivitas usaha dan meningkatkan produktivitas penerima.
Edi mengatakan, berbagai bentuk fasilitasi itu merupakan upaya agar pengembangan UMKM tidak berhenti pada pemberian bantuan, tetapi juga mencakup aspek produksi, pengemasan, legalitas, hingga perluasan pasar.
Ia berharap para penerima dapat memanfaatkan fasilitas tersebut untuk meningkatkan kualitas dan keberlanjutan usaha masing-masing.
“Harapannya usaha mereka tumbuh, produknya semakin baik dan bisa diterima pasar yang lebih luas. Pemerintah memberikan ruang dan kemudahan, kemudian pelaku UMKM harus terus berinovasi,” pungkasnya. (*)
KALBARONLINE.com – Pemerintah Kota Pontianak terus memperkuat dukungan terhadap pengusaha mikro melalui berbagai bentuk fasilitasi. Tahun ini, Pemkot menyerahkan sarana dan prasarana hasil musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang) kepada sembilan warga, memfasilitasi sertifikat halal bagi 78 UMKM, serta membantu peningkatan kualitas kemasan melalui program Rumah Packaging untuk 11 UMKM.
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan, dukungan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah memberikan kemudahan bagi pengusaha agar usahanya semakin berkembang dan memiliki daya saing.
“Ini bagian dari peran Pemerintah Kota Pontianak untuk memberikan kemudahan kepada pengusaha, terutama mikro,” ujarnya seusai penyerahan bantuan secara simbolis, Rabu (28/10/2026).
Menurut Edi, dukungan bagi UMKM tidak hanya diberikan dalam bentuk peralatan usaha. Pemkot juga memperhatikan kualitas kemasan agar produk pengusaha lokal memiliki nilai tambah dan lebih menarik di pasaran.
“Kita sudah membeli peralatan untuk kemasan, bahkan fasilitasnya diberikan secara gratis. Jadi pengusaha UMKM bisa meningkatkan kualitas produknya, bukan hanya dari sisi rasa atau isi, tetapi juga tampilannya,” katanya.
Fasilitasi tersebut diwujudkan melalui Rumah Packaging, program yang didorong Pemkot Pontianak untuk membantu pelaku UMKM memperoleh kemasan yang lebih baik. Tahun ini, sebanyak 11 UMKM mendapatkan fasilitasi melalui program tersebut.
Selain kemasan, Edi menilai kepastian kehalalan produk menjadi aspek penting dalam pengembangan usaha, khususnya di sektor kuliner. Sebanyak 78 UMKM menerima sertifikat halal yang difasilitasi pemerintah pada tahun ini.
“Kedua adalah sertifikat halal. Ini memberikan kepastian kepada masyarakat. Kalau memang produknya halal, maka jelas halal. Kalau tidak, juga harus jelas. Jadi konsumen mempunyai kepastian terhadap makanan yang akan dikonsumsi,” terangnya.
Menurutnya, sertifikasi halal juga semakin penting seiring rencana Pemkot mengembangkan Pontianak sebagai destinasi wisata halal.
“Kita ke depan akan meluncurkan Pontianak sebagai kota wisata halal. Karena itu secara bertahap usaha-usaha, terutama kuliner, kita dorong untuk memiliki sertifikasi halal,” katanya.
Edi menambahkan, kepastian informasi mengenai produk penting bagi masyarakat setempat maupun wisatawan yang berkunjung ke Pontianak.
“Orang yang datang ke Pontianak harus bisa mendapatkan kepastian, makanan yang akan dimakan ini halal atau tidak. Informasinya harus jelas,” ujarnya.
Selain fasilitasi sertifikat halal dan kemasan, Pemkot Pontianak juga menyerahkan sarana dan prasarana hasil usulan musrenbang kepada sembilan warga. Bantuan tersebut diarahkan untuk mendukung aktivitas usaha dan meningkatkan produktivitas penerima.
Edi mengatakan, berbagai bentuk fasilitasi itu merupakan upaya agar pengembangan UMKM tidak berhenti pada pemberian bantuan, tetapi juga mencakup aspek produksi, pengemasan, legalitas, hingga perluasan pasar.
Ia berharap para penerima dapat memanfaatkan fasilitas tersebut untuk meningkatkan kualitas dan keberlanjutan usaha masing-masing.
“Harapannya usaha mereka tumbuh, produknya semakin baik dan bisa diterima pasar yang lebih luas. Pemerintah memberikan ruang dan kemudahan, kemudian pelaku UMKM harus terus berinovasi,” pungkasnya. (*)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini