Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Friday, 21 August 2026 |
KALBARONLINE.com – Kemasan kini bukan lagi sekadar pembungkus produk bagi pelaku UMKM. Tampilan yang menarik juga menjadi bagian penting dari branding agar produk lebih mudah dikenali dan mampu bersaing di pasar.
Melihat kebutuhan tersebut, Pemerintah Kota Pontianak melalui Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan (DKUMP) memberikan bantuan kemasan kepada lima pelaku UMKM di Kota Pontianak, Jumat (21/8/2026).
Bantuan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkot Pontianak mendorong pelaku usaha meningkatkan kualitas produk sekaligus memanfaatkan fasilitas Rumah Kemasan yang disediakan secara gratis.
Kepala DKUMP Kota Pontianak, Ibrahim, mengatakan Rumah Kemasan dapat dimanfaatkan pelaku UMKM untuk mendapatkan bantuan desain maupun kebutuhan kemasan lainnya.
“Rumah kemasan ini gratis, baik untuk desain maupun bantuan-bantuan lain yang diperlukan pelaku usaha,” ujar Ibrahim setelah menyerahkan bantuan.
Kemasan yang diberikan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing pelaku usaha. Di antaranya standing pouch untuk produk akar kelapa, kentang mustofa, stik ubi ungu, minuman, dan kue gamat.
Menurut Ibrahim, Rumah Kemasan yang telah berjalan sekitar satu tahun tersebut masih perlu lebih banyak dimanfaatkan. Karena itu, DKUMP mendorong camat dan lurah ikut menyosialisasikan fasilitas tersebut kepada pelaku UMKM di wilayah masing-masing.
“Kita harapkan Rumah Kemasan ini dapat berfungsi sesuai dengan fungsinya dan pelaku usaha bisa naik kelas, dari kemasan yang bersifat tradisional menjadi lebih modern,” katanya.
Pemkot Pontianak juga tidak hanya fokus pada kemasan. DKUMP turut memberikan pelatihan digitalisasi pemasaran agar pelaku UMKM memiliki kemampuan memasarkan produk secara lebih luas.
Ibrahim menilai kemasan yang sudah menarik perlu dibarengi strategi pemasaran yang baik. Dengan begitu, produk UMKM tidak hanya terlihat lebih profesional, tetapi juga memiliki peluang menjangkau konsumen yang lebih banyak.
“Program bantuan kemasan akan terus dikembangkan. Pelaku usaha dari kecamatan lainnya juga diharapkan dapat mengajukan usulan sehingga pemanfaatan Rumah Kemasan dapat menjangkau lebih banyak UMKM di Kota Pontianak,” jelasnya.
Salah satu penerima bantuan, Melinda Dwi Tiara Putri (30), mengaku merasakan langsung manfaat program tersebut.
Pemilik usaha Kentang Mustafa Berkah itu mendapatkan 100 standing pouch dengan desain baru. Sebelumnya, produk tersebut masih menggunakan plastik bening yang ditempel stiker.
Bagi Melinda, perubahan kemasan tersebut bukan hanya membuat produk terlihat lebih menarik, tetapi juga membantu membangun identitas usaha.
“Ini sangat membantu kami selaku UMKM untuk meningkatkan branding. Usaha itu bukan sekadar dari mulut ke mulut, tetapi juga perlu branding, pelayanan, dan pemasaran yang baik,” ujar Melinda.
Saat ini, produk Kentang Mustafa Berkah telah dipasarkan di tujuh lokasi, di antaranya PontiOng.ptk, beberapa cabang Berkah Jaya Snack, Minimarket Harmonis, dan Kaisar.
Melinda berharap semakin banyak pelaku UMKM memanfaatkan fasilitas yang diberikan Pemkot Pontianak, termasuk dukungan teknologi dan Rumah Kemasan.
“Semoga semua UMKM dapat menyerap fasilitas yang disediakan Pemkot Pontianak. Semakin optimal pemanfaatan teknologi yang ada, akan semakin besar pula peluang berkembangnya bisnis UMKM di Pontianak,” tuturnya. (*)
KALBARONLINE.com – Kemasan kini bukan lagi sekadar pembungkus produk bagi pelaku UMKM. Tampilan yang menarik juga menjadi bagian penting dari branding agar produk lebih mudah dikenali dan mampu bersaing di pasar.
Melihat kebutuhan tersebut, Pemerintah Kota Pontianak melalui Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan (DKUMP) memberikan bantuan kemasan kepada lima pelaku UMKM di Kota Pontianak, Jumat (21/8/2026).
Bantuan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkot Pontianak mendorong pelaku usaha meningkatkan kualitas produk sekaligus memanfaatkan fasilitas Rumah Kemasan yang disediakan secara gratis.
Kepala DKUMP Kota Pontianak, Ibrahim, mengatakan Rumah Kemasan dapat dimanfaatkan pelaku UMKM untuk mendapatkan bantuan desain maupun kebutuhan kemasan lainnya.
“Rumah kemasan ini gratis, baik untuk desain maupun bantuan-bantuan lain yang diperlukan pelaku usaha,” ujar Ibrahim setelah menyerahkan bantuan.
Kemasan yang diberikan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing pelaku usaha. Di antaranya standing pouch untuk produk akar kelapa, kentang mustofa, stik ubi ungu, minuman, dan kue gamat.
Menurut Ibrahim, Rumah Kemasan yang telah berjalan sekitar satu tahun tersebut masih perlu lebih banyak dimanfaatkan. Karena itu, DKUMP mendorong camat dan lurah ikut menyosialisasikan fasilitas tersebut kepada pelaku UMKM di wilayah masing-masing.
“Kita harapkan Rumah Kemasan ini dapat berfungsi sesuai dengan fungsinya dan pelaku usaha bisa naik kelas, dari kemasan yang bersifat tradisional menjadi lebih modern,” katanya.
Pemkot Pontianak juga tidak hanya fokus pada kemasan. DKUMP turut memberikan pelatihan digitalisasi pemasaran agar pelaku UMKM memiliki kemampuan memasarkan produk secara lebih luas.
Ibrahim menilai kemasan yang sudah menarik perlu dibarengi strategi pemasaran yang baik. Dengan begitu, produk UMKM tidak hanya terlihat lebih profesional, tetapi juga memiliki peluang menjangkau konsumen yang lebih banyak.
“Program bantuan kemasan akan terus dikembangkan. Pelaku usaha dari kecamatan lainnya juga diharapkan dapat mengajukan usulan sehingga pemanfaatan Rumah Kemasan dapat menjangkau lebih banyak UMKM di Kota Pontianak,” jelasnya.
Salah satu penerima bantuan, Melinda Dwi Tiara Putri (30), mengaku merasakan langsung manfaat program tersebut.
Pemilik usaha Kentang Mustafa Berkah itu mendapatkan 100 standing pouch dengan desain baru. Sebelumnya, produk tersebut masih menggunakan plastik bening yang ditempel stiker.
Bagi Melinda, perubahan kemasan tersebut bukan hanya membuat produk terlihat lebih menarik, tetapi juga membantu membangun identitas usaha.
“Ini sangat membantu kami selaku UMKM untuk meningkatkan branding. Usaha itu bukan sekadar dari mulut ke mulut, tetapi juga perlu branding, pelayanan, dan pemasaran yang baik,” ujar Melinda.
Saat ini, produk Kentang Mustafa Berkah telah dipasarkan di tujuh lokasi, di antaranya PontiOng.ptk, beberapa cabang Berkah Jaya Snack, Minimarket Harmonis, dan Kaisar.
Melinda berharap semakin banyak pelaku UMKM memanfaatkan fasilitas yang diberikan Pemkot Pontianak, termasuk dukungan teknologi dan Rumah Kemasan.
“Semoga semua UMKM dapat menyerap fasilitas yang disediakan Pemkot Pontianak. Semakin optimal pemanfaatan teknologi yang ada, akan semakin besar pula peluang berkembangnya bisnis UMKM di Pontianak,” tuturnya. (*)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini